more fantasy about k-pop

Satu lagi FF one shot dari kawan kitaaa, Alini! Thanks lagi ya onnieee😀 Buat yang mau tau pemeran disini..

Dong Hee Min = Nissa/gue😉

Park Sang Myung = Dan-oppa <33

(click for our facebook)

* * *

Lovers

in

Bupun gaseumeh cheoeum shijakhaettdeon keu man keudaero
Gakkeumeun pi gonhan ilsangsokeh
Jichyeobeorin nae momeul ikkeulgo
Gireul ddaraseo sumswigo ittneun nayeh jayu
Yes~! neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang
Yes~! jeogi nopeun mirae hyanghaeseo

Keindahan kota Seoul memang sungguh mengagumkan, seolah semua harapan dan impian setiap orang akan terwujud. Semua tempat di sudut kota itu bagaikan guratan lukisan maha karya Sang Pencipta. Bahkan konon katanya setiap orang yang berkunjung ke kota itu akan menemukan cintanya, itulah salah satu alasan mengapa gadis berambut panjang dan hitam yang lebih dikenal dengan Hee Min tertarik untuk menikmati pesona yang dihadirkan oleh kota itu. Sebenarnya dalam tubuh Hee Min mengalir darah korea namun sejak usia lima tahun ia sudah menetap di Amerika karena pekerjaan ayahnya, maka dalam mengisi masa liburan kuliahnya ia lebih memilih menghabiskannya dengan berkunjung ke Seoul.

Melalui hobi fotografinya, ia tampak menikmati setiap moment yang ia lewati di Seoul dengan mengabadikannya dalam kumpulan koleksi album fotonya. Hari ini adalah hari terakhir dirinya berada di Seoul karena besok dia sudah harus kembali terbang ke Amerika. Jadi sejak dari pagi tadi ia sudah berburu untuk memenuhi hasratnya dalam fotografi. Tepat di tengah taman kota Seoul ada seorang pria sedang membantu anak kecil yang terjatuh dari sepedanya, lalu dari sebrang air mancur di taman itu Hee Min mengambil gambar mereka.

Setelah merasa puas dengan foto-foto yang berhasil dikumpulkannya, ia beristirahat sejenak di taman dekat air mancur dimana seorang pria membantu anak kecil yang terjatuh tadi. Ketika Hee Min akan duduk, ia melihat sebuah kunci terjatuh di dekat kakinya. Kemudian ia melihat ke sekelilingnya mencari seseorang yang kemungkinan merasa kehilangan kuncinya  dan ia memutuskan untuk menunggu beberapa menit berharap orang itu mencari kuncinya. Sambil menunggu ia melihat hasil foto-fotonya, sampai pada foto dimana ada seorang pria yang membantu anak kecil tadi, Hee Min memperbesar gambarnya karena merasa ada sesuatu yang terjatuh dari saku jaket pria itu dan ternyata itu adalah kunci yang saat ini ia pegang. Hee Min melihat ke sekitar mencari pria yang mengenakan pakaian seperti dalam fotonya karena wajah pria itu tidak terlihat jelas.

“Maaf, apakah kau melihat ada kunci yang terjatuh disini?” Tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang Hee Min sehingga mengagetkannya. Saat Hee Min berbalik arah dan menghadap pada pria itu seolah waktu berhenti berputar, ia tidak tahu mengapa bisa demikian, yang ia tahu ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya ketika melihat mata pria itu dan seketika ia menjadi gugup. Hal yang sama juga terjadi pada pria itu, mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain seakan tidak pernah melihat sesuatu yang begitu indah dalam hidup mereka. “Ah,,eee… maaf apakah kau melihat kunci yang terjatuh di sekitar sini?” Tanya pria itu lagi saat ia ingat bahwa sedang mencari kuncinya

”Oh…ah… jadi kunci ini milikmu?” tanya Hee Min gugup sambil memberikan kuncinya ke tangan pria itu

”Kamsahamnida…”balas pria itu dengan senyuman yang lagi-lagi membuat Hee Min tertunduk malu untuk melihatnya.

Hee Min melihat kamera yang dibawa oleh pria itu dan merasa terdorong untuk bertanya kepadanya karena kamera miliknya sama seperti pria itu.

”Ehm… kau suka fotografi juga?” tanya Hee Min penasaran

”Ah… iya… aku sudah menyukainya semenjak duduk di bangku SMP. Kau juga sepertinya demikian”

”Tapi aku masih harus banyak belajar..” mereka terdiam untuk beberapa detik hingga akhirnya mereka sadar belum memperkenalkan diri mereka

”Oh iya… kenalkan aku Park Sang Myung, kau bisa memanggilku Dan,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Hee Min

”Hee Min…” balasnya dan dengan perlahan ia menjabat tangan Dan. Untuk ke sekian kalinya mereka merasa sesuatu yang lembut telah menyentuh hati mereka.

”Kau sudah tinggal berapa lama di korea?” tanya Dan berusaha menghilangkan rasa gugupnya

”eee… aku tinggal di Amerika… saat ini aku sedang mengisi liburanku disini, tapi aku berdarah korea koq..”

”Oh,.. untuk berapa lama kau liburan disini?”

”Sudah dari seminggu yang lalu, dan besok aku harus segera kembali lagi ke Amerika. Kau sendiri? Kau pasti orang korea kan?”

”Tentu saja… aku juga sama sepertimu. Aku kuliah di Jepang, tapi keluargaku berada di korea. Kau sudah berapa kali ke korea?”

”Aku tidak ingat, terakhir aku kesini saat usiaku 11 tahun dan ini pertama kalinya aku kesini seorang diri. Jadi aku belum begitu mengenal kota Seoul ini secara detail..”

”Oh… apa saja yang sudah kau lakukan seminggu ini?”

”Hanya mendatangi tempat-tempat yang aku ketahui saja dan berkunjung ke rumah teman. Sebenarnya aku ingin sekali mengelilingi setiap sudut kota ini dan menikmati jenis makanan khas disini, tapi waktuku cuma sedikit, aku menyesal sekali” Dan sedang memikirkan sebuah rencana ketika mendengar penjelasan Hee Min

”Sekarang hampir pukul sebelas pagi, jika kau bersedia aku tidak keberatan untuk menemanimu mengelilingi kota ini. Kita masih punya banyak waktu, aku akan menunjukkan tempat-tempat yang indah disini” ajak Dan bersemangat, Hee Min menatap pria di hadapannya tidak yakin dengan apa yang baru saja terjadi, satu jam yang lalu dia hanya seorang diri menikmati pemandangan kota itu dan sekarang sudah ada seseorang yang begitu memikat hatinya akan menemaninya berkeliling kota. Dia merasa ini akan menjadi liburan yang tak terlupakan. ”Hee Min? Ada apa? Kau tidak bisa?” pertanyaan Dan menyadarkan lamunannya.

”Hah… aku bisa koq.. dengan senang hati…” jawabnya antusias

”Baiklah kalau begitu, kita jangan membuang waktu lebih lama lagi. Ayo! Ikuti aku, motorku ada disana. Kita akan pergi naik motor, tidak apa-apa kan?”

”Bagaimana dengan kekasihmu? Nanti dia bisa cemburu bila melihat dirimu jalan bersama wanita lain?” pertanyaan Hee Min mengejutkan Dan

”Hah? Apa?!! Kekasih? Aku belum mempunyai kekasih, tidak ada wanita yang mau dengan pria membosankan seperti diriku yang menghabiskan waktunya dengan fotografi. Seharusnya aku yang lebih khawatir padamu, mungkin saja kekasihmu di Amerika sana akan memukulku jika mengetahui gadisnya pergi bersama pria lain…”

”Hah…??!! tidak… tidak ada!!! Aku juga membosankan sama seperti dirimu…”

”Baguslah kalau begitu, berarti kita aman” ucap Dan yang membuat Hee Min tertawa mendengarnya.

* * *

Ketika mereka sedang dalam perjalanan, Hee Min melihat sekelompok orang berpakaian tradisional berjalan beriringan sambil memainkan alat musik.

”Dan-ssie, bisakah kita berhenti sebentar? Aku ingin mengambil gambar mereka” ucapnya sambil menunjuk ke arah kelompok orang tersebut

”Tentu saja…”

Hee Min sangat antusias melihat festival tersebut, wajahnya berseri setiap kali ia berusaha mengambil gambar dan Dan menyukainya. Tanpa disadari Dan mulai memperhatikan Hee Min secara diam-diam, ia mengikuti Hee Min kemanapun wanita itu melangkah.

”Dan-ssie, kali ini kita akan kemana?” tanya Hee Min setelah puas mengambil gambar festival itu

”Ayo!!! Ikuti aku….!!!” ucap Dan sambil menarik lengan Hee Min, entah mengapa Hee Min merasa bahagia ketika pria ini menggenggam lengannya dan ia pun tersenyum malu pada dirinya sendiri. Dan mengajaknya ke suatu tempat yang dikenal dengan nama City Hall

”Wow…” itulah reaksi Hee Min saat melihat tempat itu, Hee Min berjalan mendekati air mancur itu

”Hei… Hee Min!!! Jangan mendekat diantara lubang-lubang air mancur itu..”

”Kenapa?”

”Air mancur itu bisa kapan saja menyembur keluar tanpa kita ketahui!!!” Hee Min hanya mengangkat ibu jarinya yang mengisyaratkan bahwa akan baik-baik saja. Hee Min mulai mengambil gambar, ketika asyik dengan kameranya ternyata apa yang dikatakan Dan telah terbukti, lubang air dekat kaki Hee Min mengeluarkan semburannya secara tiba-tiba dan itu membuat sekujur tubuh Hee Min basah. Melihat itu Dan langsung berlari mendekati Hee Min dan melepaskan jaketnya.”Kau tidak apa-apa? Pakai ini” ucap Dan sambil memakaikan jaketnya ke tubuh Hee Min. Hee Min tiba-tiba tersenyum… ”Kenapa?” tanya Dan

”Ini benar-benar menyenangkan…”

”Hah…? kau ini aneh… sudah cepat kita pergi dari sini, kau harus segera mengganti pakaianmu jika tidak kau akan kedinginan.” Dan melangkah lebih dulu meninggalkan Hee Min, namun baru beberapa langkah… lubang air dekat Dan menyemburkan airnya dan kali ini Dan yang basah kuyup. Hee Min spontan tertawa melihat itu sementara Dan hanya berdiri terpaku seolah tidak menerima kenyataan yang baru saja menimpanya.

”Hahaha.haha… sepertinya lubang itu mengetahui bahwa kau belum mandi hari ini??” canda Hee Min, belum sempat mereka meninggalkan tempat itu seketika semua lubang air menyemburkan airnya secara bersamaan…. ”Woww… ini benar-benar menyenangkan….” teriak Hee Min. Sementara Hee Min menikmati kesenangannya, Dan mulai mengambil gambar Hee Min yang memancarkan kebahagiaan dari wajahnya. Untuk beberapa menit mereka asyik bermain dengan air mancurnya.

* * *

”Hee Min… sudah belum??” tanya Dan yang berdiri menunggu di depan Toilet wanita sementara Hee Min mengganti pakaiannya

”Sebentar, sedikit lagi…”

Lima menit kemudian, Hee Min keluar dari toilet dengan membawa pakaian basahnya.

”Apa yang harus kita lakukan dengan pakaian basah ini?” tanya Hee Min

”Di dekat sini ada jasa Laundry kilat, kita bisa menitipkannya sampai kita selesai berjalan-jalan”

”Baiklah…”

Setelah mereka meyerahkan pakaiannya ke temapt laundry, Dan mengajak Hee Min untuk menikmati jajanan yang berada di pinggir jalan.

”Itu apa?” tanya Hee Min pada Dan yang menyantap makanan berbentuk sate

”Ini namanya baso ikan, kau harus mencobanya!! Ini, makanlah!!” Hee Min melihat sebentar pada sate yang dipegangnya, kemudian ia mulai memasukkan ke dalam mulutnya secara perlahan ”Bagaimana?” tanya Dan

”Hmm.. ini enak…”

”Kau harus menambahkannya dengan saus bila kau suka pedas..” Hee Min mengikuti saran Dan dan ternyata ia begitu lahap memakannya. Lagi-lagi Dan memotret Hee Min ketika ia sedang memakan satenya.

”Dan-ssie…”

”Maaf, kau tampak begitu lucu ketika memakan itu, jadi aku mengambil foto dirimu. Kalau kau keberatan, aku akan menghapusnya…”

”Tidak perlu!!! Asal kau mengizinkanku untuk melakukan hal yang sama”

”Hah??”

”Ayo, kau makan itu Dan”

”Tunggu dulu…”

”Kenapa?”

Dan mengeluarkan sapu tangan dari sakunya kemudian menghilangkan sisa saus yang tertinggal di pinggir mulut Hee Min. Kembali Hee Min merasa gugup sehingga lupa dengan misinya tadi.

”Hee Min?”

”Hah.. oh… tiba-tiba aku ingin es krim…”

”Apa?”

”Aku minta tolong padamu untuk membelikanku es krim…”

”Oh… baiklah kau tunggu disini.. ” Dan meninggalkan Hee Min di taman. Hee Min sendiri tidak tahu mengapa ia ingin es krim, ia merasa ia butuh mendinginkan kepalanya, pria itu benar-benar membuat hatinya luluh seketika. Sebelumnya belum ada pria yang menjadikan dirinya begitu lunak karena ia dikenal sebagai wanita yang dingin dan angkuh, ia juga tidak tahu mengapa hatinya mudah mencair saat berhadapan dengannya. Tak lama, Hee Min melihat Dan berjalan mendekatinya sambil membawa dua es krim di tangannya. Semakin dekat Dan melangkah, semakin cepat jantungnya berdetak.

”Maaf, menunggu terlalu lama… aku lupa bertanya padamu rasa es krim apa yang kau suka, jadi aku lama untuk memilih es krimnya. Akhirnya aku putuskan untuk membeli es krim rasa Blue berry…”

”Blue berry?”

”kenapa? Kau tidak suka ya? Biar aku membelikan lagi yang lain..”

”hah… tidak perlu… aku… aku bingung bagaimana cara kau memutuskan rasa blue berry untukku…”

”oh..aku… aku juga tidak mengerti.. saat aku melihat berbagai es krim, hatiku hanya tertuju pada blue berry…”

”Dan… es krim kesukaanku adalah blue berry…”

”Apa?!!! Ah…eh… bagus kalau begitu… haha… feelingku ternyata kuat..” ucapnya gugup dan Hee Min bisa melihat itu.

Untuk beberapa menit mereka hanya duduk di taman itu sambil meghabiskan es krimnya.

”Aku dengar Seoul adalah kota yang bisa mewujudkan harapan dan impian kita, apa yang menjadi impianmu di kota ini Dan?”

”Oh, hampir semua harapan dan impianku sudah terwujud di kota ini, tapi ada satu impian yang belum terwujud dan entah kapan itu akan terjadi…”

”Apa itu?”

”Menemukan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku…” ucapnya sambil menerawang ke depan ”Kau sendiri, apa impianmu di kota ini?”

”Walaupun aku tinggal di Amerika, tapi aku berharap ada seorang pria yang melamarku di kota ini” ucapnya sambil tertunduk malu ”Tapi aku juga tidak tahu, apakah aku mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke kota ini lagi. Aku sedih jika mengingat besok aku akan kembali, walau hanya seminggu disini aku merasa aku jatuh cinta pada kota ini.” Hee Min mengucapkannya dengan mata berkaca-kaca

”Sudahlah… jangan bersedih… kota ini ada bukan untuk ditangisi tapi untuk dijadikan sebuah kenangan yang membahagiakan. Sebagai warga korea, aku tidak akan membiarkan pengunjung sepertimu kecewa terhadap tempat ini, jadi ayo kita bersenang-senang lagi!!! Masih ada beberapa tempat yang harus kau kunjungi!!!” ajak Dan sambil mengulurkan tangannya pada Hee Min, lalu Hee Min menyambut ajakan Dan dengan senyuman.

* * *

Selama seharian Dan mengajak Hee Min berkeliling kota Seoul, tidak lupa mereka juga mendatangi tempat yang menjual Souvenir.

”Selamat datang..” sapa penjaga toko souvenir ramah ”Ada yang bisa kami bantu?”

”Kami ingin mencari souvenir, tapi jika tidak keberatan izinkan kami melihat-lihat terlebih dulu” ucap Dan

”Silakan, dengan senang hati…”

Sementara Dan melihat souvenir berupa ukiran-ukiran, Hee Min tertarik dengan pernak-perniknya.

”Sudah menemukan apa yang kau inginkan?” tanya Dan

”Ehm, aku tertarik dengan itu…” ucap Hee Min sambil menunjuk pada sepasang gelang kulit berwarna hitam

”Oh… itu…. maaf bisa berikan pada kami gelang itu?” pinta Dan pada pelayan toko itu

”Baik.. ini gelangnya. Gelang ini disebut sebagai gelang couple… jika kalian berdua mengenakan ini maka kalian akan dipertemukan kembali bila terpisah nantinya” jelas pelayan toko itu sementara Hee Min dan Dan hanya tertunduk malu “Kalian berdua seasang kekasih kan?” Tanya pelayan toko itu lagi

“Bukan…” jawab mereka bersamaan

“Kenapa? Aku lihat kalian sangat serasi”

”Kami hanya teman, jadi berapa harga gelang itu?”ucap Dan

”Untuk kalian gratis,”

”Hah? Mengapa demikian?”

”Karena kalian adalah pengunjung ke 50 hari ini”

”Tidak usah paman, kami tetap akan membayarnya”

”Tidak perlu, melihat senyuman di wajah kalian sudah merupakan bayaran untuk toko ini. Jadi bawa saja..”

”Benarkah paman?”

”Iya… semoga kalian mendapat keberuntungan”

”Terima kasih paman”

* * *

Waktu sudah menunjukan 5.15 sore, Dan mengajak Hee Min ke sebuah tempat yang menjadi favorit Dan. Setiba di tempat itu, Hee Min hanya terdiam terpesona mengagumi keindahan yang tercipta begitu indah di hadapannya.

”Apa nama tempat ini?” tanya Hee Min antusias

“Banpo Fountain… aku suka menghabiskan waktuku disini. Pukul 6 nanti kau akan melihat semburan air keluar dari pinggiran jembatan itu”

”Benarkah? Kalau begitu, kita tunggu saja sambil menikmati pemandangan senja disini”

”Baiklah, aku mencari minuman dulu untuk kita. Kau mau minum apa?”

”Sama saja sepertimu” lalu Dan pun pergi untuk membeli minuman. Hee Min melihat Dan berjalan meninggalkannya, lalu ia secara diam-diam mengambil foto Dan dari belakang.

Hanya lima menit lagi menuju pukul 6, Dan dan Hee Min duduk berdampingan menanti air itu keluar.

”Aku sudah tidak sabar…” ucap Hee Min dan sudah bersiap untuk mengambil gambarnya

”Mau menghitung mundur bersamaku? Tinggal satu menit lagi,”

”Baiklah… 60,59,58,57…..7,6,5,4,3,2,1….” ucap mereka bersamaan dan air itu pun keluar secara mempesona.

”Aku belum pernah menemukan pemandangan seindah ini…” ucap Hee Min penuh rasa kagum, tanpa membuang waktu Hee Min mulai menunjukkan kemampuannya dalam fotografi. Setelah merasa puas, ia kembali duduk di samping Dan.

”Bagaimana? Kau sudah merasa puas hari ini? Seharusnya aku mendapat bayaran untuk ini semua” canda Dan

”Ini…” ucap Hee Min sambil mengeluarkan gelang yang tadi dibelinya

”Apa?”

”Untukmu…”

”Tapi itu milikmu…”

”Karena tadi gelangnya ada dua, jadi yang satu ini untukmu”

”Aku tidak bisa menerimanya..”

”Jadi kau menolakku?”

”Hah? Bukan itu maksudku, seperti yang tadi pelayan toko itu katakan bahwa itu adalah gelang couple jadi kau harus memberikan gelang itu pada kekasihmu dan aku bukan orang itu…”

”Walau kau bukan orang itu, aku ingin kau memakainya. Aku ingin apa yang dikatakan pelayan itu tentang gelang ini terbukti bahwa kita akan bertemu lagi nanti. Aku mohon, ambillah. Berikan tanganmu…” Hee Min mengambil lengan Dan dan memakaikan gelang itu di tangannya. ”Ternyata gelang ini pas sekali di tanganmu, aku juga akan memakainya” Hee Min pun memakai gelang yang serupa di tangannya ”Gomawo Dan-ssie… aku berhutang banyak padamu hari ini. Aku berjanji akan mengajakmu berkeliling Amerika jika kau berkunjung kesana”

* * *

Akhirnya tiba disaat dimana Hee Min harus berpisah dengan kota Seoul dan Dan.

”Antarkan aku sampai taman dimana pertama kali aku bertemu denganmu tadi pagi saja” pinta Hee Min

”Kenapa? Aku tidak keberatan jika harus mengantarmu sampai ke tempat kau menginap”

”Tidak perlu, aku ingin semua berawal dan berakhir di tempat itu”

”Oh… baiklah”

Aku tidak ingin kau mengantarku karena aku tidak ingin merindukanmu Dan. Aku berharap jika kau mengantarku kembali di tempat awal kita bertemu aku bisa mengahapus semua ingatan tentangmu” ucap Hee Min dalam hati

Setengah jam kemudian, Dan dan Hee Min telah tiba di tempat semula…

”Sekali lagi terima kasih atas satu hari yang telah kau berikan padaku Dan” ucap Hee Min tanpa melihat Dan karena ia tak sanggup menatap matanya

”Aku juga berterima kasih karena telah mempercayaiku hari ini. Aku berharap bisa mempunyai kesempatan untuk mengajakmu berkeliling lagi Hee Min”

”Aku juga berharap demikian. Baiklah, aku harus segera pergi… sampai jumpa Dan-ssie…” ucap Hee Min sambil membungkukkan badannya. Ia pun mulai melangkah pergi meninggalkannya

”Sampai ketemu lagi Hee Min… sampaikan salamku untuk keluargamu!!!” teriak Dan sambil melambaikan tangannya kearah Hee Min. Hee Min melihat ke arah Dan sebentar dan membalas lambaian tangan Dan sebelum akhirnya pergi meninggalkan Dan dengan taksinya.

Ketika sudah berada di dalam taksi, ia masih bisa melihat Dan dari kaca spion. Semakin jauh taksi berjalan, Hee Min merasa sesuatu telah terjadi pada hatinya.

”Aku rasa… aku telah jatuh cinta padamu Dan…” ucapnya dan ia pun mulai meneteskan air matanya karena itu.

Dan hanya bisa melihat taksi yang dinaiki Hee Min pergi semakin jauh, ia merasa sesuatu telah hilang dari genggamannya. Untuk beberapa saat ia  hanya berdiri seperti itu…

”Apa yang harus kulakukan?” tiba-tiba Dan tergerak untuk mengejar Hee Min dan ia pun berlari berusaha mengejar taksi itu, tapi sia-sia karena sudah terlalu jauh, dengan nafas terengah-engah Dan menghentikan langkahnya ”Aku rasa aku jatuh cinta padamu Hee Min…” ucapnya

* * *

Satu tahun kemudian… tepat tanggal 31 desember 2010… pria itu berjalan di sekitar kota Seoul, mencoba mengabadikan moment satu hari menjelang tahun baru 2011 melalui kamera yang dibawanya kemanapun ia pergi. Kegemaran akan fotografinya tidak pernah pudar.

Setiap sudut kota Seoul telah disulap menjadi suatu lukisan indah oleh beragam hiasan pernak-pernik yang menambah maraknya suasana tahun baru. Pria itu melangkah menyusuri setiap jalan mencoba mengembalikan ingatan lalu yang pernah terukir indah di hatinya. Tempat-tempat yang ia kunjungi mengingatkannya pada wajah seseorang yang sampai sekarang belum bisa ia lupakan.

Sampai pada tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan wanita itu, ia berusaha mengulang kembali ingatannya setahun lalu.

”Sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan?” ucapnya, lalu pria itu mulai memotret air mancur yang berada di taman itu. Ketika air mancur itu berhenti menyemburkan airnya, pria itu berdiri terpaku melihat sesuatu didepannya. Pria itu menurunkan kameranya secara perlahan untuk memastikan bahwa ia sedang tidak bermimpi.

Wanita yang membawa kamera itu berhenti memotret ketika air mancur di taman itu berhenti menyemburkan airnya. Tubuhnya terasa lemas melihat seseorang yang berdiri di seberang air mancur itu, pria itu juga berdiri terdiam sama seperti dirinya. Hanya saling menatap dengan mata berkaca-kaca…

”Dan…”

”Hee Min…”

* * *

”Kita bertemu lagi…” ucap Dan pada Hee Min yang saat ini duduk berdampingan di bangku taman ”Aku masih tidak mempercayai ini…” Hee Min hanya tertunduk menahan air matanya agar tidak jatuh

”Dan-ssie…aku…aku…”

”Aku merindukanmu….” ucap Dan memotong perkataan Hee Min, lalu Hee Min menatap ke dalam mata Dan

”Aku… juga merindukanmu Dan…” balasnya dan kini air matanya jatuh karena tak mampu lagi menahannya

”Jadi… kau menghabiskan liburanmu di kota ini lagi?” Hee Min tersenyum mendengar pertanyaan Dan

”Tidak hanya liburan… tapi keluargaku akan menetap di kota ini…”

”Benarkah??!! Bagus kalau begitu, kau jadi mempunyai banyak waktu untuk mengetahui kota ini tanpa merepotkanku lagi” canda Dan , Hee Min hanya tertawa kecil mendengarnya ”Baiklah, karena sekarang menjelang tahun baru… lebih baik kita bersenang-senang untuk menyambutnya.., ayo!!!” ajak Dan antusias sama seperti waktu pertama kali mereka bertemu.

”Naik motor?” tanya Hee Min

”Tidak, kali ini kita harus menikmatinya dengan berjalan kaki”

”jalan kaki?”

”Kenapa? Kau keberatan?”

”Ah.. tidak… sebaliknya… itu akan sangat menyenangkan…”

”Kalau kau lelah… kau bisa naik punggungku…”

”Dan…”

”Sudahlah… ayo!!!”

Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menikmati pemandangan yang mereka lihat dan mengabadikan setiap moment yang mereka lewati. Terpancar sinar kebahagiaan dari wajah keduanya, sesekali Dan mengambil gambar Hee Min tanpa sepengatahuannya, tiba-tiba hatinya merasa yakin bahwa wanita itu untuknya dan terbesit dalam pikirannya untuk melakukan sesuatu di malam tahun baru nanti.

”Dan, bisakah kau berdiri bersama anak-anak itu… aku ingin mengambil gambar” pinta Hee Min pada Dan sambil menunjuk pada sekumpulan anak yang membawa banyak balon dan mengenakan pernak-pernik tahun baru.

”Hah?”

”Cepatlah… pakai ini” ucap Hee Min sambil memakaikan topi tahun baru pada Dan dan mendorong tubuhnya untuk bergabung dengan anak kecil. Danpun menuruti permintaan Hee Min ”Ekspresinya Dan-ssie…!!!” teriak Hee Min dan mulai mengambil gambar mereka, ketika melihat wajah Dan bersama anak-anak itu ia menjadi mendambakan untuk mempunyai sebuah keluarga.

”Hei, Hee Min!!! Sekarang giliranmu…!!!”

”Apa?!!”

”Sudah ayo cepat!!! Ucap Dan menarik lengan Hee Min, Dan segera menghitung aba-aba untuk mengambil gambar ”Senyum Hee Min…”

* * *

”Aku sangat senang hari ini” ucap Hee Min

”Satu jam lagi menuju tahun baru, lebih baik kita ke tengah kota karena akan ada festival kembang api”

”Baiklah…”

Ketika mereka berjalan berdampingan bersama, Dan menggenggam lengan Hee Min dengan erat.

”Jangan jauh dariku, disini banyak sekali orang, nanti kau hilang lagi” ucap Dan dan Hee Min membalasnya dengan Senyuman, ada perasaan hangat yang mengalir di tubuhnya ketika Dan berada didekatnya.

Akhirnya tinggal satu menit lagi menuju perhitungan mundur dan…

”5…4…3…2…1… Happy New Year 2011!!!” sorak para pengunjung yang datang di kota itu dan kembang api pun bermunculan, Hee Min menyaksikkannya dengan penuh takjub sehingga lupa untuk mengambil gambar. Tanpa disadari ternyata Dan tidak berada di dekatnya, dan dia pun mulai panik mencarinya

”Dan!!!” teriak Hee Min di tengah gemuruh semarak tahun baru ”Dan!!! Kamu dimana?!!!” Hee Min melihat sekelilingnya tapi tidak berhasil menemukan Dan. Di saat ia masih mencari keberadaan Dan, tiba-tiba sebuah kembang api meluncur ke atas sehingga mengalihkan perhatian Hee Min untuk melihatnya dan…

”HEE MIN…. SARANGHAEYO….” itulah tulisan yang tertera pada kembang api yang saat itu meletus di atas, kemudian kembang api lain menyusul yang memperlihatkan tulisan ”WILL U MARRY ME?” Hee Min hanya terdiam tidak bereaksi apapun, ia masih bingung dengan apa yang terjadi, semua orang yang ada disitu merasa penasaran dengan si pelaku yang melakukan hal romantis untuk kekasihnya begitu pula dengan Hee Min, dan ketika Hee Min menoleh ke belakang… Dan sedang berlutut di hadapannya dengan mengulurkan sebuah kotak yang berisi cincin emas putih.

Duryeoun naldo ddaerun himideulddaedo
Moduga himeulmoa kkumeh nalgae pyeol chyeoyo~~~ ooh
S.e.o.u. l ( Weo ooh hu~~)

”Dan… aku…” ucapnya gugup dan hanya bisa tertunduk tidak bisa menatap Dan, semua orang memperhatikan mereka. Dan berdiri mendekati Hee Min

”Hee Min…aku telah mewujudkan impianmu. Dan sekarang… impianku tergantung pada dirimu”

Akhirnya Hee Min memberanikan diri menatap ke dalam mata Dan, ia melihat keseriusan di mata pria itu. Hee Min memejamkan sejenak matanya untuk meyakinkan hatinya akan keputusan yang ia ambil. Dia membuka matanya perlahan,.. dan tiba-tiba ia mencium pipi Dan dan tersenyum padanya

”Saranghaeyo… oppa..” ucapnya, Dan tersenyum dan mereka saling berpelukan yang disambut dengan tepuk tangan orang yang melihatnya. Tak lama kembang api lain bermunculan di atas mereka dengan indahnya.

S.e.o.u.l hamkke bulleobwayo kkumi irweojil areumdaun sesang
Eodi seona jeulkeo umi neomchineun got~ saranghae~!
S.e.o.u.l hamkke oechyeobwayo eodiseoreodo useul su ittneun
Haengbok~~ moduga hanadwoeneun sesang
Eodiseo kkeojyeobeorin naemoseub

The end

By : Alini

Comments on: "[FF] Lovers in Seoul -One Shot-" (8)

  1. Nice FF. Akhirnya aku berjodoh dengan Dan oppa. LOL LOL LOL

  2. Keren, asli. Haha…

  3. 4 thumbs up!!
    Very nice ff…

  4. ayufee_byrne said:

    kereeeeendd !!! waooouh… udah romantisnya dapet, moral valuenya dpet.. keren deh !!😀

  5. tamiiionyuu said:

    kayaknya gue pernah baca di suju ff deh. ceritanya sama kata katanya sama banget.

  6. umh …
    nice ff🙂

  7. Shayonglovely said:

    @tamiiionyuu,bnr bgt ak jga dah prnah baca…Tp lpa dmana?Klo ga salah pemerannya sungmin ma sica…

  8. Lim Song said:

    首尔市美丽的风景

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: