more fantasy about k-pop

Wings of Art chapter 8 –

= Author POV =

Yuri kembali diserang habis-habisan oleh para nomaden. Ia hanya dapat menahan rasa sakitnya menahan semua serangan dari tatapan mata MIR yang membuatnya merasa tercabik-cabik
Yuri terus menahan rasa sakitnya.. ia hanya menggunakan sisa energinya untuk bertahan dan melihat keadaan Key, Minho, Ji Ryang, Hee Min dan Hae Jin, dan terutama Taemin
‘Taemin… jika aku mati… kau pasti akan tetap bahagia…aku tak tahu akan bertahan berapa lama… aku tahu mereka tidak sebanding denganku..’ ucap Yuri dalam hati serya tersenyum
Ia melihat MIR, Eun Min dan EunHyuk tidak menyerangnya lagi, Yuri berusaha berdiri dan tak menatap wajah mereka, Yuri dapat merasakan mereka tersnyum penuh kemenangan. Ia hanya diam, merasakan sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan bewarna biru
“itu.. darah para vampire. Bukan seperti darah manusia yang berwarna merah. Darah vampire seperti warna nadi kalian yang tampak di permukaan kulit kalian..”ucap Hee Min yang dapat merasakan sekuel pertanyaan di benak Hae Jin
“ Apa Yuri akan baik-baik saja?”ucap Hae Jin yang terus menangis. Hee Min tak dapat berbuat apa-apa selain mengusap pundak Hae Jin

Yuri terus berusaha menghindar dari seluruh serangan EunHyuk. Sebelum ia mengelak, tiba-tiba ia merasa sesuatu menghantam perutnya
‘ukh….’ rintihnya.. Tetapi ia terus berusaha untuk melawan mereka. Yuri lalu terbang kearah nomaden dan langsung menyerang mereka hingga ia melihat MIR sudah ada dibelakangnya
“hanya sakit sedikit kok.. jangan buang tenagamu lagi..”ucap MIR yang siap melenyapkan Yuri dengan tatapannya. Tetapi Yuri langsung menendang tubuh MIR hingga menghantam pohon dan Yuri langsung memukulnya dengan ranting pohon yang besar. Seketika ia menyambar leher MIR dan mencabik-cabik nya. Lalu setelah MIR sudah terhabisi, EunHyuk segera menghantamnya dengan batu besar yang berada dibawah pohon tadi. Yuri langsung mengelak, sayangnya ia terlambat dan terkena batu tersebut dan akhirnya ia jatuh ketanah. Seketika Minho, Taemin, Ji Ryang dan Jonghyun sudah berada dibelakang Yuri, Taemin langsung membawa Yuri kembali kerumah, Jonghyun, Ji Ryang dan Minho segera membereskan kedua nomaden itu
“hhaha. Setidaknya kami sudah berhasil membuat Yuri kesakitan.. saatnya pergii..”ucap Eun Min yang langsung pergi diikuti dengan EunHyuk

Ketika sampai dirumah, Key sudah tiba terlebih dahulu dan sudah memeluk Hae Jin yang sedari tadi tak berhenti menangis dan kebingungan karena tak dapat melihat gerak-gerik Yuri yang cepat. Mereka semua tersentak melihat keadaan Yuri yang sudah berlumuran cairan biru beku dan sayap yang penuh dengan goresan. Bahkan TaeMin sudah penuh dengan lecet dan goresan dimana-mana
“b..b..boela??”ucap Hae Jin tak percaya melihat Yuri, Taemin hanya terdiam dan membaringkan tubuh Yuri disofa. Wajahnya sangat berbeda, walau mukanya sangat tenang, tetapi lingkaran hitam dimatanya dan wajahnya yang mulus telah terpenuhi oleh goresan-goresan, Yuri terkulai lemas dan sayap hitamnya yang indah menjadi lusuh. Taemin mulai meneteskan air matanya dan menggenggam tangan Yuri. Lalu Minho, Ji Ryang dan Jonghyun sudah sampai dan membawa jasad MIR dan menyerahkannya pada Ji Ryang dan Minho untuk melenyapkannya
“biar aku yang tangani..”ucap Jonghyun yang langsung membawa Yuri keruangannya. Semuanya hanya diam membeku sambil menikmati suara api yang melenyapkan tubuh MIR di halaman belakang rumah
“mianhae…”ucap Hae Jin yang masih terisak
“lihat kalian sekarang.. semua karena aku…”ucapnya lirih. Lalu Minho dan Ji Ryang masuh dan duduk tenang. Minho hanya melihat keadaan orang-orang disekitarnya
“sepertinya luka kalian tidak terlalu serius..”ucapnya pelan
“sekarang apa yang harus kita lakukan?”ucap Ji Ryang sambil menatap tajam Hae Jin
“lebih baik Key kemaskan barang Hae Jin. Para nomaden itu bisa saja memburunya, lebih baik ia tinggal disini sementara waktu..” ucap Minho
“dan orangtuamu.. dipastikan baik-baik saja. Mereka tidak akan memburu mereka” ucap Ji Ryang yang langsung meninggalkan ruangan
Key bergegas membawa Hae Jin ke apartemennya dan mengemaskan barangnya dengan cepat. Sedangkan Hae Jin hanya diam duduk dikasurnya sambil memegang ponselnya
“yuhbuseyo.. umma…”ucap Hae Jin seketika
“aku ada sedikit urusan diluar kota.. aku akan pergi untuk sementara, dan aku mohon kau tidak terlalu cemas…”
“araseo.. aku ada teman-teman kok. Baik. Annyeong” ucap Hae Jin sambil menutup telfonnya
“apa Yuri akan baik-baik saja?” ucapnya lemah. Lalu Key sudah duduk disebelah Hae Jin dan koper yang sudah terisi penuh dengan baju-baju Hae Jin
“apa gunanya ia menjadi nomaden hanya karena serangan seperti itu ia mati begitu saja?”ucap Key enteng
“ya.. aku percaya bahwa Yuri bisa bertahan. Tetapi aku tak tahan dengan sikap Ji Ryang yang seperti tidak menerimaku.. dan seakan-akan aku adalah penganggu kalian…”ucap Hae Jin
“ani… ia memang seperti itu pada kami. Tidak hanya kau, tetapi terhadapku, bahkan Jonghyun, Heemin dan Taemin.. karena ia belum percaya pada kita, ia memiliki trauma yang hanya diketahui oleh Minho dan Yuri, maka dari itu ia hanya dekat dengan Yuri dan Minho karena ia sudah sepenuhnya percaya pada mereka..”ucap Key dan Hae Jin hanya mengangguk
“lebih baik kita sekarang pulang. Kita juga harus menjaga Yuri..”ucap Key yang sudah mendukung Hae Jin, dan tanyannya menggenggam tas koper yang penuh dengan barang Hae Jin

o_0

Sesampainya dirumah, mereka tersentak melihat Yuri yang sudah duduk dan bersender dibahu Taemin. Lingkaran hitam dimatanya benar-benar terlihat jelas. Ia seperti mumi hidup. Rasa penyesalan merasuk di tubuh Hae Jin
“gwenchana,, aku tak apa-apa. Semua salahku karena tidak berburu dahulu.”ucapnya berbohong. Hae Jin langsung berlari dan memeluk Yuri. Yuri membalas pelukannya dan tersenyum. Mereka lalu berbincang-bincang sambil menyediakan kue dan susu untuk Hae Jin
Terlihat Ji Ryang sudah semakin sering terlihat tersenyum. Lalu Hae Jin menguap karena telah banyak mengeluarkan air mata. Melihat Hae Jin menguap, Taemin langsung angkat bicara
“kau tidur saja. Aku tahu kau sangat kelelahan mengawasi kami tadi..”ucap Taemin seraya melemparkan senyum mautnya. Hae Jin hanya menggeleng
“tidurlah.. atau perlukah aku menggotongmu ke kamar dan menina-bobo kan dirimu?”lalu Yuri sudah ada disebelah Hae Jin. Hae Jin terkekeh
“tidak perlu.. mukamu sudah cukup menyeramkan untuk menina-bobo kan ku, yang ada aku akan semakin merinding. ahahhaha”canda Hae Jin yang disambut tawa oleh seisi rumah
“aku tidur dulu.. selamat malam. Kau.. cepat sembuh ya Yuri..”ucap Hae Jin sambil tertunduk, Yuri ikut bangkit dan mengelus-elus kepala Hae Jin. Lalu Hae Jin hanya berjalan ke kamar Key

Sesampainya di kamar Key, ia segera mengganti baju dan tidur, tetapi ia merasakan gelisah dan insomnia merasuki dirinya, ia berkali-kali mengubah posisi tidurnya, tetapi tak kunjung membuatnya. Seketika kamar terbuka dan seseorang memanggil namanya
“Hae..Jin??”ucap wanita itu dan Hae Jin hanya bisa mematung

To Be Continue

Comments on: "Wings of Art chapter 8 –" (7)

  1. alangke jahatnyo aku disini -_- aim sori gutbai ya nak xD

    ehee itu siapa tuu di kamar Key ? =b

  2. hahaha. maafkan saya appa :p karakter anda sekali-seklai jahat la, jgn bgs trs, kebagusan nanti * digebukin *
    yang d kamar key, oh itu naaah, siapo sih itu namonyo? haha

  3. Pantesaaaaaan kok rasa2nya gue udah prnah baca. Gue pikir td lo ngerepost. Gak taunya gue baru inget kalo Sungmin itu suami guaa!! (Gak nyambung)
    Maksudny, gue bru inget kalo gue udah dikasih baca part 8 n 9. LOL
    Asiiikk gue udh gk hrus nunggu brhari2 lg deh. Khahaha~

  4. tamiiionyuu said:

    appa ~ betapa kejamnya dikau ! khihihihi
    gue subuh subuh baca ni ff gileee kaki gue langsung meringdingdong * apa deh *
    good job hyung ~😄

  5. Hahha, apolaaa, ni ff asal bgt kali isinya -_-

  6. Gue udah tau part selanjutnya. WKwkwkkwk~~~~
    moga mogaaaaaaaa kalo gue ke rmh lo bisa baca smpe chapt 13, FREE! lol

  7. Bangga nian. Byaso b kuraso -_- dak ah, dak seru kalo org laen udah tw. Ga ad lg bca2 ff gw slaen d blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: