more fantasy about k-pop

Wings of Art chapter 6-

= Yuri POV =

Aku merasa suatu hawa aneh mengelilingiku. Aku lalu mencoba menerawang jauh kehutan. Aku lihat Key sedang bersama Hae Jin. Lalu aku kembali menyisir hutan dengan pengelihatanku. Aku melihat 3 orang nomaden sedang berjalan dengan cepat ke arah Timur, yang tak lain dan tak bukan adalah daerah kami, daerah yang dipenuhi manusia yang kami lindungi…
“mereka sudah dekat!!!” teriakku pada yang lain. Mereka lalu tersentak dan menatapku dengan tatapan bertanya-tanya dan sedikit cemas
“mereka sudah terlihat… aku salah.. mereka lebih cepat dari yang dibayangkan… nomaden itu…”ucapku tak percaya sambil menutup mulutku
“bagaimana dengan Key..? dan Hae Jin??” ucap Jonghyun
“mereka akan kemari dalam 3 menit…”ucapku..
“mereka… mencium bau darah… darah Hae Jin…dan itulah yang membuat mereka semakin cepat menuju kemari” ucapku parau. Aku langsung terbang menuju toko di kota Seoul dan membeli jaket tebal dan syal untuk menutupi Hae Jin ketika mereka berperang nanti. Lalu secepat kilat aku kembali ke rumah
“ apa ada Fracius?” ucap Taemin yang memandangku teduh walau aku merasakan kepanikannya yang amat sangat
“ belum… mereka belum kemari.. mereka belum sadar akan keberadaan Hae Jin ditengah-tengah kita”ucapku menenangkan mereka
“haiish. Mengapa manusia itu merepotkan kita? Tidakkah sebelumnya kita hidup damai?”ucap Hae Jin kesal, lalu Minho mengusap-usap pundaknya
“manusia tidak menyusahkan kita. Ia adalah kekasih Key. Berarti ia adalah bagian dari kita..”ucapku membela. Aku dengar Ji Ryang mengerang kesal
“kenapa kau tidak bersiap saja??”ucap Jonghyun menengahi. Lalu ia bergerak dan bersiap akan pertarungan besar ini..
‘aku salah… aku benar-benar tidak menduga hal ini..’ gumamku sambil mengetuk kepalaku dengan jari telunjukku
Aku sangat shock pastinya. Karena pertarungan melawan nomaden tidaklah semudah menijak semut. Butuh persiapan yang sangat matang untuk mengahadapi mereka. Aku merasakan hal itu karena aku juga pernah menjadi bagian dari mereka… nomaden lebih kuat karena ia meminum darah manusia yang jelas-jelas sumber energi kami, para vampire. Dibandingkan dengan darah hewan, darah manusia jauh lebih bermanfaat 67% dibanding darah hewan
Taemin lalu mengahmpiriku dan berdiri didepanku, aku tau ia ingin menenangkanku yang shock, walau mungkin tidak terlalu bermanfaat. Aku tersenyum
“sudahlah.. hadapi saja yang sudah didepan mata..” ucapnya.. aku tersenyum..

o_0

= Hae Jin POV =

Key membawaku terbang kembali menuju rumahnya. Terlihat dari kaca tersebut Yuri berdiri bersama Taemin.. tatapannya lirih. Ia melihat Key dan langsung mengibaskan sayapnya.
“bergegaslah, Jognhyun, Minho, Taemin dan Ji Ryang sedang bersiap2. Aku tak mengira mereka secepat itu”ucap Yuri yang langsung membawaku pada Hee Min
“Hee Min, jaga dia…” ucapnya lalu mendorong tubuhku hingga aku terduduk disofa aku mengaduh
“berapa lama lagi?”ucap Ji Ryang, tatapannya begitu bersahabat ketika menatap Yuri. Seketika tatapan Yuri kosong lalu ia menerjapkan matanya
“30 menit…”ucapnya. Key lalu menghampiriku
“tak perlu cemas. Ada Hee Min disini. Kami akan berusaha melenyapkan nomaden itu…”ucapnya memegang pipiku, tangannya dingin. Jantungku berdegup kencang.. kali ini kekhawatiran menyelimuti diriku. Lalu Key mengecup keningku lembut
“kami berangkat…”teriak Jonghyun.. lalu ia terbang dan diikuti oleh Minho dan Ji Ryang. Key lalu berbalik dan pergi. Aku menatapnya hingga bayangannya lenyap dan hanya dengan satu kedipan mata Yuri sudah berada di depanku.
“ini…”ucapnya lalu mengalungkan syal polkadot dan jaket ke tubuhku..
“mencegah bau darahmu.. bau darahmu begitu tajam…”ucapnya menjelaskan. Lalu ia berdiri disebelah Taemin yang sudah berada didekat jendela
“kha…”ucap Taemin, lalu mereka pergi terbang dengan cepat

o_0

= Author POV =

Hee Min lalu menghidupkan suatu TV flat kecil lalu terlihat Minho, Jonghyun, Ji Ryang, Key sudah bersiap lalu Taemin dan Yuri baru tiba. Lalu Yuri berdiri didepan dan tatapannya kembali kosong
“ ini adalah TV flat yang sengaja dibuat untuk memantau jika ada para vampire memasuki daerah ini. Dan yang mengetahui keberadaan CCTVnya hanya kami…”ucap Hee Min menjelaskan
“5 menit…” ucap Yuri, mereka lalu bersiap. Yuri tetap terdiam dalam posisinya
“3 menit” ucapnya kemudian. Mereka tetap tenang. Hanyut dalam pikiran masing-masing
“sebentar lagi akan sampai… biar aku yang hadapi…”ucap Yuri yang maju selangkah dan tatapan Yuri menjadi liar, senyum yang terukir diwajahnya sudah bukan senyuman yang biasa ia tunjukkannya. Kini senyumnya sangat berbeda
Hae Jin hanya terpaku memandang sekelompok vampire sudah ada di depan mereka. Yuri masih diam lalu ia menyeriangai memamerkan sederet giginya yang kuat
“hai Yuri…”ucap nomaden itu santai. Hampir seluruh daru para vampir yang terlihat d TV tersentak termasuk Hee Min
“k…kau mengenalnya?” ucap Key. Yuri lalu tersenyum sinis
“lama tak jumpa… Go Eun Min…” ucapnya

To Be Continue

Comments on: "Wings of Art chapter 6-" (3)

  1. yah akhirnya sosok Nino muncul =b

  2. hhahahaha. baru namanya doank kuraso😄

  3. wesosososossssososs… Ada nomaden baru!! Ahahaha. Suami gue keren juga yakk disini.. (emg bsa diliat gt.. ==,)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: