more fantasy about k-pop

Aku keluar dari ruangan seorang pasien dengan keringat mengucur di dahiku. Aku mengelapnya pelan dengan sapu tanganku. Tiba-tiba, dua orang yang wajahnya familiar mendekat kearahku. Salah satu dari mereka memperhatikan nama yang tertera di baju dokter yang kukenakan. Lalu ia menarik kerah pakaianku. Aku terkaget-kaget dengan perbuatan orang ini.

“Choi Siwon…” kata orang itu sambil menatapku dengan tatapan sangar.

“Haha.. sudah jadi dokter angkuh dia..” kata orang disebelahnya yang berambut blonde.

Aku hanya diam, setelah memperhatikan wajah mereka lekat-lekat, aku mulai menyadari kalau mereka adalah hyungku. Heechul dan Hangeng.

“Astagaaaaaa…” gumamku sambil memeluk mereka berdua.

“Aku rindu kalian, babo…” kataku lagi.

“Oooh, masih ingat kami ya? Kirain udah lupa.. saking tenarnya jadi dokter…” ejek Heechul.

“Astaga, sekali-kali tidak!! Kalian semua tega sekali sih.. kalian kira aku bisa melupakan kalian begitu saja?! Selama menjalani fakultas kedokteran saja aku terus memikirkan kalian! Dan saat kembali ke Seoul, bukannya di sambut ramah, malah selalu dianggap sudah lupa pada kalian!” kataku sedikit berteriak.

Aku mulai beremosi.

“Tenang.. tenang….. mana hand gesture-mu, hah?” kata Heechul bercanda.

Aku terpaksa tersenyum. Lalu aku merasakan ada seseorang yang menarik lenganku pelan. Aku menoleh, kudapati seorang gadis yang berwajah manis, tetapi pucat.

“Ehm..” kata gadis itu. Ia lekas melepaskan tangannya dari lenganku.

“M..mianhae.. aku salah orang.” Katanya lagi sambil membungkukkan badannya.

“Lee-ah! Mengapa wajahmu pucat sekali?” kata Heechul pada gadis itu.

“Temanmu?” tanyaku pada Heechul.

Heechul hanya mengangguk. Gadis tadi hanya menunduk malu. Agar suasana tidak menjadi kaku, aku memperkenalkan diri.

“Siwon imnida..” kataku sambil membungkukkan badan.

“Lee-ah.. imnida..” katanya terbata-bata.

“Hah… mana ZhouMi? Bukankah harusnya dia menjagamu? Mengapa kau sendiri kesini? Kurang ajar dia!” kata Hangeng tiba-tiba.

“H… dia.. sedang memarkirkan mobil.” Kata Lee-ah dengan canggung.

“Aku ingin melihat NeeSa… dimana dia?” katanya lagi.

“Aku dan Hangeng harus kembali ke dorm. Kau ikut saja dengan Siwon.. Dia dokter NeeSa..” kata Heechul.

“Ya, sudah. Kami pulang dulu ya, Lee-ah, Siwon, annyeong…” kata Hangeng.

Lalu Heechul dan Hangeng berjalan ke pintu keluar. Aku melihat kedua punggung mereka yang menjauh dan kelamaan menghilang di keramaian. Aku menatap Lee-ah.

“Biarku antar ke ruangannya. Ikut aku…” kataku pelan pada Lee-ah.

Aku berjalan ke ruang Super VIP 2. Lee-ah mengikutiku. Sedangkan Heechul dan Hangeng masih berdiri di tempat yang sama dengan tadi.

Kami menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Hening.

Tak lama akhirnya Lee-ah angkat bicara.

“Apa kau dokternya NeeSa?” tanyanya.

“Ya…” jawabku singkat.

“Apa NeeSa baik-baik saja?” tanyanya lagi.

“Ia amnesia… untuk sementara waktu. Kau temannya? Sudahkah keluarganya tau akan hal ini?” tanyaku.

Lee-ah menutup mulutnya.

“A..amnesia?” katanya seakan tak percaya.

“Ya, karena kecelakaan mobil itu.” Kataku lesu.

Wajah Lee-ah jadi terlihat sedih.

“A.. aku kira orang yang dibawa ke kamar mayat tadi adalah NeeSa… aku sangat shock..” katanya mulai terisak.

“Ah… arasaeyo. Ayo, supaya kau tenang, kita lebih cepat ke ruangannya…” ajakku pelan.

Lee-ah mengikuti langkahku sampai di depan ruang Super VIP 2. Lee-ah membuka pintunya dan menoleh kearah NeeSa dan Kyuhyun.

“NeeSa…” kata Lee-ah.

Lee-ah lalu memeluk tubuh NeeSa dan mulai menangis.

“S… ss..siapa kau?” tanya NeeSa terbata-bata.

“Aku… aku Lee-ah, NeeSa. Aku sahabatmu…” kata Lee-ah tanpa melepaskan pelukannya.

Kyu menghela napas. Kemudian mulai menjelaskan dengan pelan.

“NeeSa-ah… dia ini adalah teman 1 dorm mu. Dia salah satu dari keempat sahabatmu. Dia adalah orang yang paling dekat denganmu dulu.” Kata Kyu.

“NeeSa… katakana kau ingat aku..” kata Lee-ah.

Badannya mulai berguncang karena terlalu banyak menangis. NeeSa hanya membalas pelukan Lee-ah.

“Aku akan berusaha mengingatmu….” Kata NeeSa pelan.

~o~o~

Hari yang benar-benar kutakuti akhirnya datang juga, mau tak mau. Aku merasakan… Kim Junho beberapa menit lagi akan ‘pergi’. Wajahnya kini sepucat mayat. Bibirnya putih, kulitnya membiru dan suhu tubuhnya sangat dingin. Nafasnya masih terdengar lemah.. sangat lemah. Junho yang sedari tadi menutup matanya tiba-tiba membuka matanya. Nafasnya terdengar keras dan sesak. Seisi ruangan menjadi panik. Junsu berusaha menenangkan dongsaengnya itu dengan memegang kedua tangannya, tetapi tidak berpengaruh sama sekali.

“Panggil dokter!” teriak Junsu.

Sontak Eunhyuk langsung menuju keluar ruangan untuk mencari dokter.

ECG masih menunjukkan garis detak jantung yang bagus. Akan tetapi Junsu sulit bernafas.

Lalu dokter pun datang dan mulai memasangkan selang oksigen ke hidung Junho. Junho seakan tidak ingin melepaskan Junsu. Junho terus menggenggam tangan hyungnya itu. Saat Junho bernapas dengan bantuan oksigen itu, detak jantungnya malah melemah.

“Hh… h.. hyung…” kata Junho dengan seluruh tenaga lemahnya.

“Ya… Junho…. jangan banyak bicara, bernapaslah dengan tenang..” kata Junsu menenangkan. Butir air mata mulai membasahi pipi Junsu.

Seketika badan Junho kaku. Detak jantungnya semakin tak terasa.

Kepalaku sangat sakit saat itu.

“Aaaaaghhhhhhh…….” teriakku sambil memegang kepalaku.

“Kencanayo, Gee-lang?” tanya NeeNo panik.

Kepalaku seperti mau pecah. Saat itu aku melihat nyawa Junho sudah di ujung hidungnya.

“Hyung….” kata Junho lirih.

“Dongsaeng…. bernapaslah..” kata Junsu yang wajahnya sudah dibanjiri air mata.

“Ss..ssaranghae…” kata Junho.

Kata-kata terakhir yang keluar dari bibir Junho. Setelah itu, tubuh Junho membeku, dingin, seperti tak bernyawa.

Aku teriak sekeras-kerasnya.

“Aaaaghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Dan saat itu pula, garis ECG yang menunjukkan detak jantung Junho menjadi garis lurus. Lurus sama sekali.

Keadaan ruangan mulai ricuh.

“ANDWAEEEEEEE!!!!!!!!!!” teriak Junsu.

Pandanganku kabur, dan semua berubah gelap dan hitam sama sekali.

-To Be Continued-

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Thirteen =" (5)

  1. Readers, mian ya kalo gak nyambung & kata2nya ngaco. Ini nih cuma buat eksistensinya FF Haru-Haru aja. Gue tekankan, kalo Haru-Haru tuh masih lanjut. Ini buktinya.😀
    Jadi sorry kalo ceritanya mengecewakan gini… hahahha

  2. Sungmin-lover said:

    Wah,akhirnya nongol juga nic fanfic.. Jangan2 lama2 ya untuk part slanjutnya (digetok nissa krn nyuruh2)
    pengen cepet tau endingnya..

  3. Hahahaha.. oke dah. Sorry ya ga nyambung ceritanya😛
    Ujungnya kan udah ada bocoran..

  4. Sungmin-lover said:

    Tapi taeyang jgn mati,biarkan taeyang hdup bhagia dg neesa.. Umin biarkan sorg diri smpai btemu wanita lain yaitu aku hehe.. *digetok neesa sama bini2 umin yg lain*

  5. Wah…. ntar kan Taeyangnya mati ujungnya. Hehe mianhae yaaa nanti Sungmin sama aku married lol.
    Tapi next fanfic aku bikin khusus deh buat kamu sm sungmin! gimana? Haha. Ngmg2 nama ente siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: