more fantasy about k-pop

= Hae Jin POV =

“ Yuri… chamkaman”panggilku. Aku melihat Yuri yang berjalan ke arah hutan, ia langsung menoleh
“ AWAAAASSS “ triak seseorang.. aku menoleh dan melihat mobil hampir menabrakku. Aku menutup mataku dan aku merasa da seseorang memeluk pinggangku dan membawaku pergi dari tempat itu dengan cepat, dan seperti terbang… CIIITTTTTT. Bunyi mobil itu dan menabrak pohon. Aku masih menutup mataku dan aku nafasku terengah-engah, tetapi orang dibelakangku masih diam dan memeluk pinggangku dengan tangan kanannya. Tangannya terasa sangat dingin
“kenchana?” bisiknya di telingaku. Aku masih shock dan belum membuka mataku, seakan takut akan kematian..
“ Hae Jin.. “ teriak Yuri berlari kearah ku, aku membuka mataku perlahan dan melihat Yuri didepanku, matanya merah darah terlihat jelas. Seketika pandanganku mulai buram dan aku tak sadarkan diri

o_0

= Yuri POV =

“ apa kau gila???”teriakku penuh amarah kepada seorang lelaki di depanku ini, ia hanya menunduk
“cih… kau benar-benar cari mati…” ucapku kesal sambil melihat kearah lain
“apa kau rela membuatnya mati begitu saja??” kata orang didepanku dengan penuh emosi
“setidaknya kau harus berfikir duakali. Apa kau mau identitas kita terbongkar dan kita akan diburu habis-habisan??” tanyaku dengan emosi yang semakin menjadi-jadi
“tapi aku juga menyelamatkan orang, toh tidak ada yang melihatku juga..” ucapnya. Aku menghela nafas
“untuk apa kau kembali, bukankah kau berburu?? Dan kau tadi menyelamatkannya dengan sayap terbuka..” ucapku dengan nada yang sangat kecil, suara yang tidak dapat ditangkap oleh manusia biasa
“araseo.. aku salah..” ucapnya lalu pergi, terlihat emosinya belum mereda juga
Aku menghela nafas dan Minho keluar dari ruangan itu
“kenchana. Ia hanya shock.. “ ucapnya datar. Dan lagi lagi aku menghela nafas lega
“key berburu”ucapku datar..” tolong kau jaga dia, ia tinggal di apartemen dekat kampus dan orangtuanya tinggal di darah Kangnam.” Ucapku
“ya.. sbenarnya dia bisa langsung pulang. Sebaiknya kau saja yang antar dia pulang. Masuklah…” jawab Minho menepuk pundakku dan berlalu
Aku berjalan kearah ruang Hae Jin, ia sudah sadar, aku mendekatinya. Ia menatapku, aku dapat merasakan ia masih shock tetapi entah aku merasakan ketenangan seketika berada didekatnya, emosiku mulai mereda..
“kau… maaf merepotkanmu” ucap Hae Jin lemah, aku tersenyum. Tibaa-tiba Jonghyun datang
“hai Yuri..” ucapnya singkat, aku hanya membalasnya dengan senyum
“Minho sudah memeriksamu tadi.. bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Jonghyun pada Hae Jin
“sudah baikan..” jawab Hae Jin
“bagaimana kalau Yuri mengantarmu pulang??”ucap Jonghyun, aku mengangguk

o_0

=Key POV=

Aku akan berburu hari ini. Tetapi lagi-lagi aku teringat pada Hae Jin. Entah kenapa aku jadi ingin mengawasinya. Aku duduk diam di pohon sambil memainkan sayapku, tiba2 aku melihat Yuri berjalan kearah hutan dan Hae Jin memanggil noona ku itu. Tetapi aku melihat mobil sedang melaju dengan kencangnya kearah Hae Jin, seketika aku terbang dan aku meraih dan memeluk pinggangnya dan membawanya kebelakang pohon yang besar agar tidak terlihat oleh siapapun, aku melipat sayapku dan.. CIIIITTTTT, mobil itu menabrak pohon. Aku merasakan nafasnya terengah-engah.. aku mempererat pelukanku, entah mengapa aku merasakan kenyamanan dan kecemasan ketika bersama wanita ini dan aku merasa tenang dengan keadaanku sekarang… aku melihat Yuri memandangku marah, aku tau aku salah
“Hae Jin… kenchana??” bisikku pelan, ia tetap diam dan menutup matanya
“ Hae Jin!!! “ teriak Yuri. Ia menatapku dan Hae Jin membuka matanya lalu tak lama ia pingsan
Aku menunggu dirumah sakit dan mendengar ocehan Yuri.. aku meninggalkannya dan berburu. Ketika berburu dan mendapatkan mangsa, aku segera meminum darahnya dan pikiranku kembali pada Hae Jin
‘ errr….’ erangku kesal. Aku melanjutkan buruanku… hingga mataku berubah menjadi berwarna merah darah

o_0

= Hae Jin POV =

Sudah 2 minggu aku tak melihat Yuri dan Key.. aku kesepian.. aku berjalan ke ruang seni dan mengambil peralatan melukisku. Aku terdiam memikirkan apa yang harus ku gambar. Tiba-tiba satu ide terbesit di otakku dan aku langsung menggoreskan cat air ke kanvas.. berjam-jam aku melukis, aku melukis hingga malam tiba, aku merasa hawa aneh menusuk menembus kulitku, aku berdiri dan berjalan kearah jendela, tetapi aku tak mendapatkan apa-apa, dan aku berbalik lagi
“ HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA “ teriakku hingga jatuh lantai
“HYAA!! SIAPA KAU!!!” teriakku

TO Be Continue

Comments on: "Wings of Art – chapter 2 –" (6)

  1. hahahhaaa .
    seneng aj buat penasaran kw dek ..
    heheheheee ..
    tp kerennnnnnnnn bgt ..🙂

  2. biarin.. wekkk ;p
    bagus? aku raso berantakan. hahhaa. makasih renii. cup cup muah deh. hahhahahaha

  3. ap ??
    *wekkk*

    ntr aj yg ak ngepost nya ??
    lg gk konsen ni ..
    heheee ..

    lanjut chapter 3 .
    :O

  4. Krm k e-mail aj ff kw. Gek ak b yg post. Hahah. Harus admin yg ngepost say :p
    He? Chap 3? Appaaaa? * muka2 aruni *
    Ntr ah. Sabtu la paling lambat. Hahha. Ato minggu depan. Hahhaa

  5. iya maksudnya.
    ntr saya tlis,
    ntr kw yg ngepost nya ..🙂

  6. Saya? Huahahahah. Sip sip :p
    Makasih sayaaaang :p * kedip2 kamat geje ke reni *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: