more fantasy about k-pop

Gee-lang dan couple NeeHyuk (NeeNo Eunhyuk) menandatangani UUD batang tubuh… *Ngaco, ngaco.* mendatangi ruangan Junho. Lalu Gee-lang mendekati Junho. Gee-lang tersenyum, begitu juga Junho. Gee-lang duduk di sebelah ranjang Junho, sedangkan NeeHyuk mendekati Junsu di luar ruangan.

“Annyeong, bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Gee-lang lembut.

“Annyeong.. seperti yang kau lihat, sangat sehat, paling cuma leher patah doang.. Hehe..” kata Junho sambil tertawa kecil.

“Bagus..” kata Gee-lang. Gee-lang menatap Junho iba. Sebentar lagi lelaki ini akan meninggalkan dunia ini.

“Kau harus banyak berdoa dan berbuat baik ya mulai sekarang..” kata Gee-lang menasihati.

Junho memandang Gee-lang aneh.

“Kenapa tiba-tiba bilang begitu?” tanya Junho.

“Ini demi kebaikanmu, aku hanya memikirkanmu, kok. Pokoknya lakukanlah hal baik mulai sekarang, dan mendekatlah dengan Tuhanmu..” kata Gee-lang.

“Kamsahamnida.. kalau begitu..” kata Junho yang masih sedikit penasaran.

“Bagaimana lehermu?” tanya Gee-lang lagi.

“Aku sudah bisa menoleh setidaknya, tadinya, rasanya kepalaku dan leherku tidak menyambung. Parah sekali. Belum pernah aku kecelakaan sampai seperti ini. Biasanya hanya kaki.” Kata Junho.

“Ya ampun.. jadi maksudmu kau sudah biasa kecelakaan??” kata Gee-lang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Yap. Tapi tak pernah sampai separah ini.” Katanya lagi.

“Dasar kau…” kata Gee-lang.

Junho memandang Gee-lang dengan tatapan tajam. Gee-lang yang risih hanya menoleh ke arah lain.

“Kau orang yang ramah juga ya? Padahal aku menabrakmu, tidakkah kau marah padaku?” kata Junho.

Gee-lang hanya tersenyum sedikit. Bagaimana aku tidak baik kalau aku tau sebentar lagi nyawamu akan hilang? Kata Gee-lang dalam hati.

Lalu Junsu, NeeNo dan Eunhyuk masuk ke ruangan. Junsu memegang bahu Gee-lang.

“Syukurlah kau sudah sembuh…” kata Junsu.

Gee-lang hanya mengangguk. Junsu mendekati Junho. Lalu Junsu membelai sayang adik satu-satunya sekaligus kembarannya itu.

“Cepatlah sembuh! Ingat ya, kita akan selalu menghadapi apapun bersama, dongsaeng! Walaupun kau sakit, lehermu patah, atau apapun, hyung ada untukmu.. Ingat itu..” kata Junsu menyemangati adiknya sambil menggenggam tangan Junho.

Junho menitikkan air mata.

“Saranghae, hyung…” kata Junho.

Junho memeluk Junsu erat. Junsu mengelus lembut kepala adiknya. Gee-lang yang tau (baca: dapat merasakan) akan waktu kematian Junho hanya menangis diam-diam, di balik NeeNo dan Eunhyuk.

~o~o~

Aku merasakan sakit, yang teramat, di dalam hatiku. NeeSa, walaupun ia lupa ingatan, ia tetap merasakan kedekatannya dengan Sungmin dan Taeyang. Dan aku? Aku bukan siapa-siapa. Hanya angin lalu untuknya. Aku rindu saat-saat dia masih normal, dia dekat denganku, dia sangat sayang padaku, walaupun sebagai adiknya. Tetapi setidaknya ada balasan sayang darinya. Kalau saat ini, aku tak tau bagaimana. Sungmin mencium mesra bibir NeeSa. Mereka memang terlihat pantas. Bukan aku yang pantas untuknya, mengapa aku tak sadar juga? Aku menghela napasku pelan. Aku sedih, mengapa harus mencintai gadis milik hyungku sendiri.

“Ottokae, dongsaeng?” kata seseorang tiba-tiba sambil memegang pundakku. Aku terkejut.

“Heechul-hyung!!” kataku sambil menutupi kesedihan yang kurasakan.

Heechul memandang Kyu. Ia menebak-nebak, apa yang membuat Kyu terlihat sedih. Lalu Heechul melihat ke ruangan Sungmin, ia melihat Sungmin dan NeeSa yang berciuman. Heechul tersenyum kecut.

“Itu yang membuatmu sedih?” tanya Heechul.

Aku hanya menundukkan kepalaku. Heechul, adalah hyung yang paling perhatian dengan dongsaengnya. Dan ia tidak pernah rela meninggalkan dongsaengnya dalam masalah. Ia selalu terlibat didalamnya.

“Ingat ya, kau tau kan betapa Sungmin mencintai gadis itu? Kau adalah dongsaengnya, Kyu. Kalau aku jadi kau, dekat dengannya saja aku sudah sangat bersyukur. Kau harus menerima apa yang kau dapat.” Kata Heechul bijak.

Aku tersenyum kecil.

“Ya, dulu memang begitu, ia menganggapku adiknya. Tapi, sekarang tidak lagi, hyung.” Kataku sedih.

Heechul mengernyitkan dahinya. Mungkin maksudnya ia bertanya maksudku apa. Sebelum ia benar-benar menanyakannya, aku menjawab.

“Dia amnesia, dia tidak ingat aku atau siapapun.” Kataku.

“MWO?!” kata Heechul sedikit berteriak. Aku sedih, mungkin tampangku sekarang sudah seperti orang kelaparan yang tidak makan 3 tahun *gak nyambung* kuyu dan lusuh. *baju kali*.

Heechul memegang pundakku.

“Kita mulai dari awal, ya. Kita harus memberi kesan baik untuknya, kita harus berharga untuknya. Jangan egois, dan terima saja apa yang terjadi. Kalaupun ia sudah ingat dirinya nanti, kita juga jangan menyalahkannya kalau ia lupa apa yang telah kita perbuat. Pokoknya, kita berjuang menjadi yang terbaik yaaaa!!” kata Heechul menyemangatiku.

Otomatis bibirku ini membentuk sebuah senyuman. Heechul-hyung selalu saja berhasil membuatku bangkit dari kubur keterpurukan. Dan ia tidak pernah berpikir dengan sudut pandang ‘aku’ atau ‘kau’ di suatu masalah. Ia akan mengatakan ‘kita’. Ia benar-benar seperti merasakan apa yang kurasakan. Seperti kalimat bijak yang pernah kubaca, “There is no ‘I’ in a team!”. Ya, kalimat itu memang 100% benar.

“Wah.. ada apa nih dengan si magnae…” kata Hangeng yang tiba-tiba datang.

“Hyung..” kataku.

Hangeng selalu tau kalau aku sedang sedih. Ia pernah bilang, tak usah berkata-kata untuk berusaha membohonginya, dari wajah ia sudah tau bagaimana perasaanku.

“Sepertinya magnae imut ini perlu sebuah pelukan..” kata Hangeng lalu memelukku erat.

Aku tersenyum puas. Hyung-hyungku selalu membuatku bertahan hidup. Kalau tak ada mereka mungkin hidupku sudah tak karuan.

“Kamsahamnida, hyung..” kataku pelan kepada kedua hyungku.

Di ruangan Sungmin..

Jarak antara bibirku dan bibir NeeSa sudah tidak ada lagi sekarang. NeeSa memelukku, ia seperti bukan orang yang amnesia, ia seperti NeeSa yang lama, yang selalu ada untukku. Berada sedekat ini dengannya sudah membuat masalah-masalahku melayang begitu saja entah kemana. NeeSa lalu melepaskan kecupan ini pelan. Ia menoleh kearah lain.

“Ada yang memperhatikan kita..” katanya.

Aku hanya tersenyum padanya. Kalaupun memang ada yang memperhatikan, aku juga tak peduli. Tidak mendengar jawaban dariku, NeeSa langsung menoleh. Lalu aku menatapnya tajam, NeeSa menunduk.

“You.. you are a good kisser.” Katanya tiba-tiba.

Aku menahan tawa. Aku mengangkat dagu NeeSa pelan.

“Kau yang menghasilkan semua ini.” Kataku iseng.

NeeSa mengernyitkan dahinya. Aku memegang pipi kanannya.

“Chagieee…………” kataku senang.

“Woi… pacaran liat-liat tempat dong…” kata seseorang tiba-tiba yang membuatku dan NeeSa tersentak.

Hangeng berjalan kearahku, lalu ia menoleh pada NeeSa.

“Bagaimana kabarmu? Aku Hangeng, hyungnya Sungmin.” Kata Hangeng sambil menyodorkan tangannya. Ternyata Hangeng sudah tau masalah ini.

NeeSa menyambut tangan Hangeng dengan ragu.

“Aku baik saja…” kata NeeSa pelan.

Heechul dan Kyu masuk. Lalu Heechul juga mendekati NeeSa.

“Dan aku Heechul, kekasihnya Hangeng.” Kata Heechul dengan nada serius lalu ia menggandeng tangan Hangeng. Hangeng menepisnya karena malu. NeeSa tertawa kecil.

“Hyung, jangan begitu dong! Nanti NeeSa ilfil sama aku..” kata Hangeng.

“Emang gue pikirin..” kata Heechul cuek.

“NeeSa imnida.” Kata NeeSa sambil membungkukkan badan. Heechul juga membungkukkan badannya.

“NeeSa-ah, kita harus kembali, dokter sudah menunggu.. Yuk..” ajak Kyu pada NeeSa.

“Ne… Annyeong, Sungmin-ah.” Kata NeeSa padaku. Aku hanya tersenyum manis.

Kyu menggandeng tangan NeeSa, NeeSa tidak menolak. Lalu mereka berdua keluar dari ruangan ini. Heechul dan Hangeng menoleh padaku. Hangeng mendorong kepalaku. Aku mengaduh.

“Apa yang kau pikirkan sampai bisa kecelakaan, hah?” kata Hangeng.

“Jalannya licin, hyung.” Kataku berbohong.

“Geo-jis-mar.. aku sudah bilang tak perlu kata-kata untuk berusaha membohongiku.” Kata Hangeng lagi.

“Hmm… baiklah. Aku cemburu dengan Taeyang, puas?” kataku kesal.

“Bagus.. dan kau sudah membuat dua anak orang jadi korban. Lebih-lebih yang satunya amnesia.” Kata Heechul menyambung.

“Aku tak sengaja, hyung.” Kataku sambil memasang tampang sebal.

“Ne.. ne.. pretty boy! Lain kali kendalikan emosimu dengan baik!” kata Hangeng sambil mengacak-acak rambutku.

“Eh, sudah bertemu Siwon?” tanyaku mengubah topik pembicaraan agar tidak terus-terusan dipojokkan.

“EEEEEEEEEEEEEE!!!!!!! BENAR JUGA! Ayo kita bertemu Siwon dulu!” kata Heechul bersemangat lalu langsung melangkah keluar. Hangeng mengikutinya.

“Bagus, tinggalkan saja aku sendiri!!” Teriakku.

~o~o~

ZhouMi menghentikan mobilnya di depan RS Advent.

“Turun duluan, chagie. Aku akan memarkirkan mobil.” Kata ZhouMi pada Lee-ah.

Lee-ah mengangguk dan masuk ke lobby RS Advent. Di dalam rumah sakit, ia melihat jasad seorang gadis dibawa ke dalam kamar mayat. Gadis itu terlihat seperti NeeSa. Ya, gadis itu (sangat mirip atau persis) NeeSa. Jantung Lee-ah berhenti berdetak. Napasnya sesak.

“NeeSa-ah..” gumamnya pelan.

Kepalanya pusing, pandangannya buyar. Lalu ia melihat ZhouMi di depannya yang menghadap kearah lain. ZhouMi sedang mengobrol dengan Heechul dan Hangeng. Lee-ah langsung memegang lengan ZhouMi.

“ZhouMi-ah. NeeSa…” belum selesai Lee-ah bicara, orang yang dipegang lengannya menoleh. Orang itu adalah Siwon. Kedua dari merekapun terkejut.

“Eehm….”

-To Be Continued-

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Twelve =" (5)

  1. Ahahhahaha, gw rasa si zhou mi sm siwon beda jauh kok bs2nya gw sala orang? Hahahah

  2. eh gue ama key dong konfliknyaaa *pemaksaan* *digampar author*

  3. Saya duluan ya sayang. Baru kamu kamu kamu lagi * lho? *

  4. @lee-ah
    lah? Sampean prnah blg wowon sm mimi mirip. Cam mana sih..

    @ta-mmie
    key? Heemmmmmm…,…
    *status:masih dipikirkan*
    gue tuh maunya lo sm donge baek2 aj

  5. O iya y? Hahahah. Maapkela :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: