more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Ten =

Aku terus memperhatikan Taeyang kalau-kalau dia bangun. Aku duduk di sebelah ranjang rumah sakitnya. Aku sangat menyesal sekarang, tidak bisa menjaga dua orang yang sangat kusayangi, Gee-lang dan sekarang dongsaeng kesayanganku itu, Taeyang. Ia tidak kunjung sadar juga. Saat tangannya diinfus, detak jantungnya membaik. Tiba-tiba T.O.P datang bersama Seungri.

“Jiyoung-ah, kenapa lagi dia.. apa yang terjadi?” tanya T.O.P.

“Kenapa sih, aku tidak bisa sedikit saja tenang. Satu masalah belum selesai, sudah ada masalah lain lagi.” Kata T.O.P lagi.

“Sabar, hyung. Siapa yang tau, ini kan musibah..” kata Seungri menasihati.

Aku hanya menundukkan kepala. Kurasa aku mulai membenci diriku sendiri.

“Ini semua gara-gara aku… mereka semua kecelakaan karena aku tak menjaga mereka!” teriakku.

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri, hyung! Tak ada gunanya. Lebih baik kita bantu dan semangati mereka agar sembuh.” Kata Seungri lagi.

Ia sudah tambah dewasa sikapnya, Seungri.

“Dimana Daesung? Aku tak mau dia kecelakaan juga..” kataku.

T.O.P memukul kepalaku.

“Jangan bicara sembarangan! Ia tadi pergi kuliah..” kata T.O.P.

“Aku hanya mencemaskannya, Choi Seunghyun.” Kataku. Lalu ia duduk disebelahku.

“Semoga Taeyang baik saja dan tidak berpengaruh buruk bagi kankernya..” kata T.O.P.

Seungri mendekati kedua hyungnya itu. Mendengar kata T.O.P, ia jadi sedih, ia ingat akan penyakit Taeyang yang selama ini ingin dilupakan Big Bang.

Taeyang membuka matanya pelan. Darah dari mulutnya mulai mengucur pelan. Ia melihat langit-langit ruangan, kepalanya terasa sangat sakit. Ia melihat seseorang datang mendekatinya.

“Taeyang-ah…” kata seseorang itu.

“N… NeeSa…” kata Taeyang.

Gadis itu membelai wajah Taeyang dengan sayang, lalu gadis itu mencium keningnya pelan. Taeyang memeluk gadis itu, tetapi gadis itu segera melepaskannya. Lalu gadis itu pergi.

“NeeSa-ah… andwae…” kata Taeyang, tetapi kata-kata itu tidak menahan langkah NeeSa. Pandangan Taeyang mulai kabur, seseorang mengguncang-guncangkan tubuhnya.

“Taeyang-ah, bangun!” kata seorang lelaki. Seorang lelaki di sebelahnya hanya memandang Taeyang dengan iba, dan disebelahnya lagi ada yang mengucurkan air mata.

“NEESA!!!” teriak Taeyang tiba-tiba.

Ia bangun dengan keringat di seluruh wajahnya. Seungri memeluk Taeyang.

“Dimana NeeSa…” kata Taeyang.

Wajahnya terlihat sangat sedih. Mungkin kali ini yang benar-benar ia butuhkan hanya gadis itu.

Jiyoung segera keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangan dimana NeeSa dirawat. Disana ia melihat Kyuhyun yang tampak sedih dan menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya, ia melihat seorang dokter yang menatap NeeSa iba, dan NeeSa terbangun saat itu, ia tampak sehat saja.

“NeeSa-ah.. Taeyang ingin bertemu denganmu.” Kata Jiyoung pelan.

Ia hendak menarik lengan NeeSa, tetapi NeeSa menepisnya kasar.

“NeeSa-ah?!” panggilnya.

“Siapa kau? Siapa NeeSa? Aku tidak mengenal  kalian! Pergi!!!!” kata NeeSa sedikit berteriak.

Jiyoung tersentak kaget. Ia mulai kesal, ia tidak senang dengan keadaan ini. Disaat Taeyang membutuhkan NeeSa, NeeSa malah begini, pikirnya.

“Aku tidak bermain-main! Taeyang butuh kau, NeeSa-ah!” kata Jiyoung kesal.

Siwon menarik Jiyoung pelan.

“Ia amnesia.” Kata Siwon sedih.

Jiyoung tersenyum meremehkan.

“Ini tidak lucu! Tidak mungkin! Aku harus membawanya pada Taeyang, aku mohon..” kata Jiyoung tak percaya.

“Ia lupa ingatan!!!” teriak Kyu tiba-tiba. Ternyata wajahnya basah akan air mata.

Jiyoung terdiam dan melihat NeeSa dengan pandangan yang tajam. Lalu ia mendekati NeeSa dan memegang lengan NeeSa pelan.

“Ra NeeSa, kau ingat aku kan? Kwon Jiyoung? Buktikan pada mereka kalau kau baik-baik saja, NeeSa!” kata Jiyoung.

Kepala NeeSa terasa sangat sakit. Ia memegangi kepalanya seraya menunduk.

“Siapa aku…” gumam NeeSa pelan.

Terbesit sebuah kenangan. Kenangan yang ia sendiri tak tau apa, dimana, dan kapan. Ia teringat wajah seseorang yang sangat tampan dengan tubuh proporsional. Ia melihat lelaki itu memakaikan kalung liontin hati ke lehernya. NeeSa memegang kalung di lehernya. Ia melihatnya dengan seksama. Lalu ia membuka liontin itu, ada foto seseorang dan dirinya disana. Kepalanya terasa semakin sakit. Tetapi ia berusaha bicara.

“Aku ingin bertemu orang ini..” kata NeeSa sambil menunjuk foto Taeyang.

Jiyoung tersenyum, setidaknya ia masih sedikit mengingat Taeyang, pikirnya. Lalu Jiyoung menarik lengan NeeSa.

“Boleh aku membawanya?” tanya Jiyoung pada Siwon.

“Ne, jangan lama-lama, karena ia masih lemah, segera bawa ia kembali kesini.” Kata Siwon pelan.

Lalu Jiyoung membawa NeeSa ke ruangan Taeyang. Kyuhyun mengikuti dari belakang.

Semua orang di ruangan Taeyang melihat NeeSa, termasuk kekasihnya, Taeyang. NeeSa memandang ruangan itu dengan tatapan aneh, dan ia merasa risih karena Seungri dan T.O.P menatapnya tajam. Taeyang bangkit dari tidurnya dan duduk. Jiyoung mendekatkan NeeSa pada Taeyang. Lalu Taeyang tiba-tiba menarik dan memeluk NeeSa pelan. Ia membelai rambut gadis kesayangannya itu.

“NeeSa-ah… saranghaeyo..” kata Taeyang pelan.

NeeSa tidak mengelak dari Taeyang, ia merasakan hatinya damai, entah mengapa. Ia merasa terbiasa dengan pelukan ini, dan ia merasa orang di depannya ini adalah orang yang telah lama ia kenal, bahkan mungkin ia cintai. NeeSa menatap Taeyang. Wajah Taeyang basah, ia menangis. NeeSa memegang wajah Taeyang dengan kedua tangannya.

“Kau.. kau adalah orang yang memberiku kalung ini?” tanya NeeSa.

Taeyang membelalakkan matanya. Ia merasa aneh dengan apa yang ditanyakan NeeSa.

“Tentu saja, NeeSa-ah..” kata Taeyang pasti.

“Siapa kau? Dan apa hubungan kita?” tanya NeeSa polos.

Taeyang merasa tidak enak.

“Kenapa kau ini, NeeSa-ah?” tanya Taeyang.

NeeSa memegang kepalanya yang terasa sangat nyeri.

“Aku…. Aku hanya mengingat, kau memberi kalung ini. Lalu siapa kau sebenarnya?” tanya NeeSa.

Kyu memandang NeeSa dari belakang. Ia berbisik dalam hati. Tidak mungkin NeeSa mengingatku, aku bukan siapa-siapa. Sedangkan Taeyang, kekasihnya sendiri saja, ia sudah tidak ingat. Batin Kyu sambil menghela napas.

Jiyoung menatap Taeyang iba. Ia tidak sanggup menerka apa reaksi Taeyang kalau ia mengetahui semua ini.

“NeeSa…” kata Jiyoung terputus. Taeyang menatap Jiyoung tajam.

“Ia hilang ingatan.” Kata Kyu tiba-tiba.

Seungri, T.O.P, Taeyang dan NeeSa menoleh kearah Kyu.

“Dan aku tidak berbohong…” kata Kyu lagi.

Kyu menatap NeeSa, lalu ia meninggalkan ruangan itu.

“Apa-apaan ini? Ini tidak lucu sama sekali ya!” kata Taeyang sedikit beremosi.

Jiyoung menghela napas dan mendekati Taeyang, ia mengusap-usap dada Taeyang.

“Kau harus tabah, hyung. NeeSa amnesia sementara, karena kecelakaan ini.” Kata Jiyoung pelan, sebenarnya ia sangat tidak mampu untuk memberi tau Taeyang masalah ini.

Napas Taeyang serasa berhenti beberapa detik. Air mata terasa membasahi wajahnya, ia menangis, lagi.

“NeeSa-ah.. katakan.. kau ingat aku kan? Aku kekasihmu, Ra NeeSa.” Kata Taeyang sedih.

NeeSa mendekati Taeyang dan menghapus air matanya. NeeSa tersenyum.

“Aku akan berusaha untuk mengingatmu.” Kata NeeSa pelan.

Seungri dan T.O.P sangat terkejut dengan semua ini. Taeyang membuang muka. Ia meratapi nasib sedihnya ini. Kenapa? Kenapa harus terjadi seperti ini? Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa aku bertahan hidup dengan keadaan ini? Kurasa dunia akan berakhir. Kata Taeyang dalam hati.

“Tuhan…” gumamnya.

-To Be Continued-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: