more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Eleven =

Gee-lang masih terus memikirkan apa yang ia mimpikan tadi. NeeSa-ah… kuharap kau baik-baik saja…

Lalu seseorang yang dahinya dibalut kapas datang. Ia Minho.

“Minho-ah, ada apa dengan kepalamu?” tanya Gee-lang.

Minho tersenyum sinis.

“Kecelakaan kecil..” kata Minho.

Minho teringat dengan apa yang dilakukan Jiyoung. Jiyoung memukul kepalanya keras.

“Ini balasan karena kau mulai mendekati Gee-lang lagi! Kau akan tau akibatnya jika kau mengulanginya!”

Minho tidak ingin membalas. Ini hanya akan memanjangkan masalah, pikirnya.

“Minho!” teriak Gee-lang sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Minho.

“Melamunkan apa kau? Kurasa.. kepalamu di tinju seseorang ya?” tanya Gee-lang.

“Bagaimana kau tau?” kata Minho.

“Aku hanya tau….” Kata Gee-lang sambil menoleh kearah lain.

“Minho…. Aku.. ingin menceritakan sesuatu padamu.” Kata Gee-lang.

“Ada apa, Gee-lang-ah?” tanya Minho.

Gee-lang menghela napas dan mulai bercerita.

“Belakangan ini, aku merasa sangat aneh. Aku seperti bisa.. melihat masa yang akan datang.” Kata Gee-lang.

Minho tersenyum kecil.

“Bagaimana mungkin?” tanya Minho penasaran.

“Aku tidak tau, oppa. Aku hanya tiba-tiba terpikir, dan seperti melihatnya, dan itu terasa sangat nyata. Aku melihat, Kim Junho, akan meninggal sebentar lagi. Begitu juga dengan Taeyang, aku seperti melihat jasad mereka suatu hari.” Kata Gee-lang.

Minho terkejut dengan apa yang dikatakan Gee-lang.

“Hei, jangan asal bicara, mungkin itu hanya perasaanmu.” kata Minho.

“Ne, mungkin. Tetapi, tadi aku seperti melihat, NeeSa, Sungmin dan Taeyang kecelakaan. Dan Jiyoung-oppa baru saja memberi pesan kalau mereka sekarang di rawat di RS Advent. Aku jadi semakin yakin dengan keadaan ini, oppa.” Kata Gee-lang lagi.

Minho terkejut. Ia menutup mulutnya dengan tangannya.

“Astaga… Apa sebelum kecelakaan kau pernah juga merasakan ini?” kata Minho.

Gee-lang menggeleng pelan. Minho menghela napas.

“Kalau kau merasakan itu lagi, kau ceritakan saja padaku. Aku akan membantu masalahmu, oke?” kata Minho.

“Ne, kamsahamnida, Minho-oppa.” Kata Gee-lang.

Minho hanya tersenyum. Lalu ia mengeluarkan stetoskop dan mulai memeriksa Gee-lang. Gee-lang sedikit grogi ketika Minho menyentuh badannya. Lalu Gee-lang memegang tangan Minho dan menahannya untuk bergerak. Minho hanya tersenyum.

“Aku ini seorang dokter, Gee-lang. Apa aku tak boleh memeriksamu?” kata Minho.

Lalu Gee-lang melepaskan tangan Minho dan Minho melanjutkan pemeriksaannya.

“Keadaanmu sudah membaik, mungkin besok pagi atau malam ini kau sudah bisa keluar..” kata Minho lagi.

Gee-lang tersenyum bahagia.

“Akhirnya! Aku juga sudah muak dengan bau rumah sakit! Hehehe..” kata Gee-lang ceria.

“Ne, kau memang senang. Tapi aku kehilangan pasien yang menarik nih sebentar lagi..” kata Minho jahil.

“Oohh.. jadi aku harus sakit terus nih?” kata Gee-lang.

“Hahaha.. anio.. aku senang kalau kau sehat..” kata Minho sambil mengacak rambut Gee-lang. Saranghae, Gee-lang-ah. Katanya dalam hati.

Gee-lang menatap Minho lama. Minho jadi malu dan menunduk.

“Jangan melihatku seperti itu..” kata Minho.

“Aku penasaran dengan kepalamu, siapa yang memukulmu?” tanya Gee-lang.

“Kekasihmu.” Kata Minho singkat.

“E?” kata Gee-lang. Lalu Minho keluar dari ruangan itu.

ZhouMi, Eunhyuk, NeeNo dan Lee-ah masuk keruangan.

“Chinguuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!” teriak Gee-lang. Lalu ia menarik NeeNo dan Lee-ah dan memeluknya.

“Haha.. sudah sehat kau, hah? Sudah siap nge-rap lagi?” kata Eunhyuk. Gee-lang tertawa kecil. ZhouMi hanya tersenyum melihat Gee-lang yang semakin sehat.

“Heeeeeeeeehhhhhhhhhhhh………. Jangan lebay deh ah..” kata NeeNo dalam bahasa Indonesia.

“Hehehe.. dari mana aje? Aku nungguin tau..” kata Gee-lang dalam bahasa Indonesia juga.

Eunhyuk dan ZhouMi menatap mereka dengan bingung. Lee-ah tertawa kecil melihat Eunhyuk dan ZhouMi.

“Eh, kita ngomong Indonesia aja yok, biar dua cowok itu nggak ngerti..” kata Lee-ah iseng. Mereka bertiga tertawa.

“Iya, bener! Biar bingung tuh mereka. Paling bentar lagi matanya keluar gara-gara denger bahasa kita. Hahaha..” kata Gee-lang.

Mereka bertiga tertawa bersama.

Ponsel Eunhyuk bergetar. Cho Kyu calling. Lalu Eunhyuk mengangkatnya.

“Yuhbasaeyo, dongsaeng?” kata Eunhyuk. Lalu orang diseberang sana mulai bicara.

“MWO?!!!!!” kata Eunhyuk terlunjak kaget.

Wajah Eunhyuk berubah lesu.

“Aku segera kesana, annyeong.” Kata Eunhyuk.

Gee-lang menatap Eunhyuk, perasaannya mulai tidak enak.

“Siapa yang ingin ikut ke RS Advent untuk melihat Sungmin, Taeyang dan NeeSa?” tanya Eunhyuk.

ZhouMi memandang Eunhyuk kesal.

“Apa lagi sekarang?” tanya ZhouMi.

“Mereka kecelakaan, mobilnya tergelincir ke jurang.” Kata Eunhyuk.

Lee-ah dan NeeNo tampak terkejut, mereka tersentak. Tetapi tidak dengan Gee-lang. ia sudah mengetahui semuanya.

“Jenguklah NeeSa, aku tak apa kok sendiri disini.” Kata Gee-lang lemas.

“Sepertinya kesabaran kita sedang diuji Tuhan di bulan ini..” kata ZhouMi.

“Aku akan menemani Gee-lang disini. Kalian bertiga pergilah.” Kata NeeNo.

“Kalau begitu kalian berdua saja yang pergi, aku akan menyuruh couple Hanchul untuk menjenguk Sungmin.” Kata Eunhyuk.

ZhouMi dan Lee-ah bergandengan tangan dan pergi dari ruangan itu. Lee-ah tampak sedih.

“Jangan sedih seperti itu, chagie, aku yakin setelah semua ini berlalu, Tuhan akan memberi kita semua kebahagiaan..” kata ZhouMi sambil mengelus pipi Lee-ah.

“Ne, oppa. Aku takut terjadi apa-apa pada NeeSa. Perasaanku sangat tidak enak sekarang ini…” kata Lee-ah.

“Kita akan membuatnya lebih baik..” kata ZhouMi sambil tersenyum.

Lee-ah memeluk lengan ZhouMi. ZhouMi menarik kepala Lee-ah ke wajahnya.

Di ruangan Gee-lang..

“NeeNo… sebenarnya aku sudah tau semua kecelakaan ini..” kata Gee-lang.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanya NeeNo.

“Aku melihatnya. Aku bisa meraba masa depan.” Kata Gee-lang pelan.

“Eeee?” kata Eunhyuk bingung.

“Aku melihat kecelakaan mereka bertiga sebelum ini. Dan itu benar-benar terjadi.” Kata Gee-lang.

Eunhyuk memegang dahi Gee-lang dan merasakan suhunya.

“Normal.” Kata Eunhyuk.

NeeNo memukul tangan Eunhyuk.

“Adaw…”

“Lalu, apa kau melihat yang lain lagi?” tanya NeeNo. NeeNo dan Eunhyuk memasang tampang penasaran.

Gee-lang malah tertawa kecil.

“Kalian mirip sekali kalau lagi seperti ini.” Kata Gee-lang.

NeeNo dan Eunhyuk berpandangan, lalu saling merangkul.

“Kata orang sih kalo mirip itu jodoh.. hahahahahahahahhaaa..” kata Eunhyuk berlebihan.

“Jadi, jadi. Gimana kelanjutan dongengnya?” kata Eunhyuk.

“Aku melihat… Jasad Junho dan Taeyang.” Kata Gee-lang.

Eunhyuk dan NeeNo menutup mulutnya.

“Astaga.. semoga yang satu itu tidak tepat.” Kata NeeNo.

“Tak lama lagi Junho akan pergi… ada benda tajam yang menyangkut di kepalanya, dan tidak dapat dioperasi.” Kata Gee-lang. Air mata Gee-lang bercucuran.

“Aku tidak ingin memiliki kelebihan ini, chingu..” kata Gee-lang.

Eunhyuk mengelus pundak Gee-lang.

“Yang pasti kau jangan memikirkan ini sendiri, kau harus banyak-banyak sharing, oke? Dan kau harus dekat dan menasihati orang-orang yang kau ‘lihat’ itu.” Kata Eunhyuk sambil membentuk kedua jarinya seperti tanda kutip.

“Aku ingin bertemu Junho.” Kata Gee-lang pelan.

“Sebentar, aku tanya dokter dulu.” Kata NeeNo lalu keluar ruangan.

Eunhyuk memandang Gee-lang kagum.

“Gee-lang-ah, bisa kau prediksikan hubunganku dengan NeeNo tidak? Apa kami akan menikah?” tanya Eunhyuk iseng.

Gee-lang mendorong kepala Eunhyuk pelan sambil tertawa.

“Ne, kalian akan menikah.” Kata Gee-lang seraya tersenyum.

“Wuaaaaaahhhhh……… aku bahagia sekali kalau begituu!!” kata Eunhyuk sambil memeluk Gee-lang.

“Heh, apa-apaan ini? Kau selingkuh di belakangku yaaaaa!” kata NeeNo sambil menarik rambut Eunhyuk.

“Aahhhhhhhhh…… hajimaaa, chagie! Kata Gee-lang kita akan menikah di masa depann!” kata Eunhyuk tiba-tiba.

“Eeee????” kata NeeNo.

Gee-lang tersenyum kecil.

“Haha.. ne.. kalian akan menjadi awkward-happy family nanti!!!” kata Gee-lang.

NeeNo tersipu.

“Ne.. benar, my future wife..” kata Eunhyuk sambil mendekatkan wajahnya ke wajah NeeNo. Ia memegang wajah NeeNo dan keduanya mulai merapat.

“Hei, hei, hei!!!!!!!!! Jangan bikin iri dong! Enak saja kalian melakukan hubungan intim didepanku!” kata Gee-lang kesal. NeeNo tertawa.

“Yah, jadi gagal deh, gimana sih kau..” kata Eunhyuk. Mereka bertiga tertawa riang.

~o~o~

Donghae mengajak Ta-mmie ikut dengannya. Mereka akan ke dorm Heechul.

“Haahhhh… lelahnya…” kata Donghae. Ia memegang lengan kekasih barunya (baca: TTM) itu dengan erat.

Di depan dorm Heechul, Donghae mengetuk pintu, dan Kibum membukakan untuknya.

“Eh kalian, ayo masuk..” kata Kibum ramah sambil memeluk keduanya.

“Annyeong, apa kabar, dongsaeng? Sudah lama tidak bertemu denganmu. Kau sibuk sekali ya belakangan ini.” Kata Donghae.

“Yaah.. beginilah nasib anak yang baru mau lulus S1, hyung. Sebentar lagi aku akan melanjutkan studi di Inggris.” Kata Kibum.

“Ah…….. payah kau.. Siwon sudah pergi, sekarang kau yang mau pergi? Lama-lama habis juga Super Junior..” kata Donghae kecewa.

Kibum merangkul hyungnya yang paling jago dance kedua setelah Eunhyuk itu.

“Yah.. mau bagaimana lagi, hyung. Gini deh nasib penuntut ilmu.. Ngomong-ngomong, katanya Kyu bertemu Siwon. Siwon sudah kembali ke Seoul dan sekarang menjadi dokter, loh!!.” Kata Kibum.

“MWO?!! Aku rindu padanya!! Kau tau darimana??” tanya Donghae.

“Tadi Kyu menelepon, katanya ia bertemu Siwon, Siwon yang merawat Sungmin dan NeeSa..” kata Kibum.

“Merawat?” tanya Ta-mmie tiba-tiba.

“Ne, mereka kecelakaan. Apa kalian belum tau? Heechul dan Hangeng akan ke RS sekarang untuk menjenguk mereka. Kabarnya Taeyang juga kecelakaan..” kata Kibum.

“Ohmona..” kata Ta-mmie. Ia jadi mencemaskan NeeSa.

“By the way, kalian apa-apaan ini pegang-pegangan tangan? Sejak kapan jadian? Payah.. aku saja belum mendapatkan gadis sampai sekarang..” kata Kibum mengganti topik pembicaraan agar suasana disini tidak menjadi keruh.

Donghae tersenyum. Donghae dan Ta-mmie berpandangan mesra. Kibum jijik melihatnya.

“Dih, kalian ini, mentang-mentang baru jadian, udah kayak pengantin baru saja!” kata Kibum geli.

“Amin..” kata Donghae. Mereka bertiga tertawa.

Heechul dan Hangeng datang tiba-tiba. Mereka memakai tank-top putih yang dipakai saat Super Show.

“Annyeong, kalian sudah melihat Sungmin dan NeeSa?” tanya Heechul.

“Belum, hyung. Setelah kalian kembali, aku, Ta-mmie dan Kibum akan menyusul kesana.” Kata Donghae menyusun rencana.

“Ne, kami pergi dulu.. annyeonghi-gaseyo..” kata Heechul. Hangeng hanya diam mematung.

“Woi, kenapa lo?!” kata Heechul mengagetkan Hangeng.

Tiba-tiba Hangeng bergumam dengan bahasa China.

“Yah, mulai error dia, ayo pergi!” kata Heechul menarik lengan Hangeng dan menggandengnya. Akhirnya mereka pergi ke RS Advent.

~o~o~

NeeSa kembali ke ruangan denganku. NeeSa bertanya banyak padaku.

“Hmmm… siapa namamu?” tanya NeeSa.

“Kita mulai dari awal yah, aku Cho Kyuhyun, panggil saja aku Kyu. Aku adalah dongsaeng, sahabat dan tetangga dormmu, NeeSa-ah.” kataku sambil menyodorkan tangan. NeeSa menyambutnya pelan.

“Oh, kau sahabatku? Berarti kau selalu dekat denganku ya.. Siapa saja sih yang dekat denganku? Aku penasaran. Terus, keluargaku ada dimana?” tanya NeeSa.

Aku menghela napas. Aku tidak menyangka gadis ini akan berubah seperti ini.

“Kamu tuh orang Indonesia, keluargamu ada disana. Kau ingin tau siapa yang dekat denganmu?” tanyaku.

“Kurasa kau adalah orang terdekat, aku merasa nyaman dekat denganmu, Kyu.” Kata NeeSa.

Aku tersenyum dan mengelus rambut NeeSa pelan.

“Aku akan membawamu pada seseorang. Dia adalah orang yang sangat mencintaimu setelah Taeyang. Kalian adalah pasangan yang sangat romantis, sampai kadang aku cemburu.” Kataku jujur. Mumpung dia sudah lupa denganku. Hehe.

NeeSa makin penasaran.

“Siapa namanya? Siapa dia?” tanya NeeSa.

“Lee Sungmin, kau biasa memanggilnya Sungmin. Dia adalah pengagum rahasiamu. Dia sudah seperti Taeyang, kamu juga sangat mencintainya dulu. Kalian itu tidak dapat dipisahkan dan saling menyayangi. Dia juga selalu cerita tentang kau kalau di dorm, dan dia juga tidak rela kalau ada lelaki lain dekat denganmu.” Jelasku panjang lebar. NeeSa hanya mengangguk.

Lalu kami mendekati ranjang Sungmin, Sungmin masih terlelap.

“Manis sekali saat dia tidur..” kata NeeSa pelan. Aku tertawa kecil.

“Dia adalah member terimut dan paling banyak talent diantara kami, Super Junior. Dia juga paling romantis. Dan hebatnya, dia dapat menaklukkanmu, NeeSa.” Kata Kyu.

NeeSa penasaran dengan orang di depannya ini. Wajahnya memang tidak asing. Terbesit waktu mereka berdua di kepala NeeSa. Lelaki ini mencium bibir NeeSa mesra, kenangan-kenangan indah bermunculan. NeeSa dan orang itu selalu berjalan berdua, orang itu sangat perhatian pada NeeSa, mereka saling menyayangi. Lalu Kyu membangunkan Sungmin.

“Sungmin-hyung, NeeSa ingin bertemu denganmu.” Kataku.

Sungmin membuka matanya pelan. Ia mengucek matanya. Aku tersenyum.

“Ini adalah Lee Sungmin, kenalkan..” kataku lalu meraih tangan NeeSa dan menyalamkannya ke Sungmin.

Sungmin bingung dengan apa yang dilakukan Kyu, tapi hanya menyambut tangan NeeSa.

“NeeSa imnida.” Kata NeeSa canggung.

“NeeSa-ah.. aku rindu padamu. Mianhae. Karena aku yang menyetir, kamu jadi kecelakaan seperti ini. Apa kau baik-baik saja?” kata Sungmin pada NeeSa.

“Ne, aku baik-baik saja.. Hanya saja…” kata NeeSa terputus. NeeSa menatapku.

“Hanya saja, dia amnesia sementara.” Kataku sambil menangkap pandangan NeeSa. NeeSa menempelkan tubuhnya padaku, dan memeluk lenganku.

“Bagaimana caraku mengingat semuanya, Kyu..” kata NeeSa.

Sungmin terkejut.

“Apa maksudmu, Kyu?” tanya Sungmin.

“Karena kecelakaan mobil itu, NeeSa amnesia. Siwon bilang begitu, tapi hanya untuk sementara.” Kataku.

Sungmin melemah, ia menampakkan wajah sedih. Ia melihat NeeSa, NeeSa juga balik menatapnya.

“Aku akan berusaha untuk mengingat kalian semua, kok.” Kata NeeSa seraya tersenyum.

Lalu Sungmin menarik lengan NeeSa pelan, aku melepaskan tangan NeeSa. Sungmin memeluk NeeSa.

“NeeSa-ah… apa kau benar-benar lupa denganku? Dengan kebersamaan kita?” kata Sungmin. Sungmin mengalirkan air matanya. NeeSa menatap Sungmin iba.

“Tolong jangan sedih, aku juga akan berusaha sebisaku. Aku butuh bantuanmu, Sungmin-ah.” Kata NeeSa.

Aku meninggalkan ruangan ini, agar tidak menganggu NeeSa dan Sungmin.

“NeeSa-ah..” kataku pelan.

“Ne?” kata NeeSa.

“Saranghaeyo, aku harap kau selalu mengingatku..” kataku.

“I’ll try..” kata NeeSa.

Aku memegang wajah NeeSa, menarik dagunya, dan aku mencium bibirnya lembut. Kami terjerumus dalam dunia berdua. NeeSa memeluk tubuhku seraya mencium bibirku pelan.

-To Be Continued-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: