more fantasy about k-pop

Sudut pandang tami

Jin ki ah.
Saat pertama kali kita bertemu, aku sudah tau kalau kau adalah member dari boyband yang aku kagumi. Kau tau, saat kau menyatakan cintamu kepadaku aku amat bahagia sekali. Belum pernah aku sebahagia ini. Terlebih lagi saat kau mengucapkan kata kata yang paling ditunggu oleh seorang wanita. ‘saranghae’. Lalu kau memelukku. Aku bisa mendengar detak jantungmu. Ya..aku bisa menebak bahwa kau sedang gugup saat ini.
DOR ~ suara tembakan yang amat nyaring terdengar. Tiba tiba tubuhku merasakan sakit yang luar biasa. Seketika nafasku terengah. Aku tak dapat bernafas dengan baik. Semua orang berteriak histeris. Ya..aku dapat merasakan bahwa aku terkena tembakan itu. dress berwarna putih yang kupakai sekarang bernoda kemerahan akibat darah segar yang mengucur dari tubuhku. Seketika pandanganku mulai buram. Aku ingin melepas pelukanku dari jin ki. akan tetapi jin ki tetap mendekapku dengan erat seakan ia tidak tahu dan ia tidak peduli dengan apa yang terjadi. Aku memanggil namanya dengan sisa tenagaku. Saat ia melihat keadaanku ia amat kaget karena tubuhku sudah lemas dan bercucuran darah segar. Tubuhku jatuh dan jin ki menahan tubuhku di pangkuannya. Perlahan lahan pandanganku mulai gelap. Aku tersenyum melihat wajah jin ki. Lalu memegang kedua wajahnya dan berkata
‘jin ki..gomawo…’

***

Sudut pandang nissa

Aku duduk tepat dibelakang tami yang sedang berpelukan dengan jin ki. aku melihat mereka amat bahagia. Selain itu aku juga melihat taeyang oppa dan artis artis lain yang bertepuk tangan di atas panggung. Aku berkhayal andai saja aku dan taeyang oppa bisa seperti mereka berdua. Pandanganku melihat ke arah taeyang oppa yang melambaikan tangannya. Lalu aku melirik ke samping taeyang oppa berdiri. Ada jessica dan yunho. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu sambil menunjuk ke arah belakang lalu pergi ke belakang panggung. Aku penasaran dengan apa yang akan mereka perbuat dengan kebahagiaan temanku. aku melihat ke arah belakangku samar samar terlihat seseorang yang memegang senapan. orang tak dikenal itu mengarahkan senapannya ke arah tami. aku tak dapat berbicara. Aku tak dapat berkata kata. Aku tak sanggup mengatakan ‘tami ! jin ki ! lari !’. tiba tiba bunyi tembakan itu berbunyi dengan keras. Aku hanya bisa menutup telingaku dengan kedua tanganku sambil berteriak histeris. Aku menatap tami yang telah bercucuran darah segar. Tuhan, apa yang telah kulakukan ? aku telah membiarkan kebahagiaan temanku jadi hancur berkeping keping. Tubuhku lemas, aku tak dapat berkata kata, pandanganku gelap dan aku tak tau lagi apa yang terjadi setelahnya.

***

Sudut pandang taeyang
Aku melihat nissa yang tersenyum lebar menatapku dari tempat penonton. Bisa kulihat kebahagiaan dari wajahnya. aku berfikir apakah aku dapat mendekapnya seperti jin ki mendekap tami dengan erat. Tiba tiba suara tembakan berbunyi. aku melihat kekacauan di tempat duduk nissa. Aku langsung berlari ke arah nissa. Betapa terkejutnya diriku saat melihat tami yang sudah berlumuran darah. Aku mengalihkan pandanganku kearah nissa lalu mendekapnya dengan erat. Tubuhnya gemetaran kemudian jatuh. Aku langsung menopangnya dan membawanya ke backstage. Sesampainya di backstage, aku merebahkan tubuhnya di sofa. Aku bingung harus berbuat apa. Tuhan, apa yang harus aku lakukan ?

***

Micky masih menunggu pintu UGD terbuka. jonghyun dan taemin datang dengan tergesa gesa.
‘hyung, apa yang sebenarnya terjadi ?’ tanya jonghyun kepada micky. Micky hanya diam lalu menggeleng pelan. Ia terlihat amat lusuh dengan pakaiannya. Taemin membuka jaketnya dan memberikannya kepada micky. Tiba tiba seseorang memakai baju putih dengan stetoskop yang menggantung di lehernya keluar dari ruangan itu.
‘maaf, apa aku bisa bicara dengan keluarga pasien ?’ tanya dokter itu.
‘kami dok. Apa yang terjadi dengan key ?’ ujar jonghyun.
‘apa kalian tidak pernah tahu sebelumnya bahwa pasien mengidap kanker otak stadium 3 ?’ ujar dokter itu dengan raut muka serius. Mereka bertiga terbelalak saat mendengar dokter itu mengatakan ‘kanker otak’. Micky merasakan air matanya mengalir membasahi pipinya. Taemin merangkul hyungnya begitu juga dengan jonghyun.

‘andwae, ini tidak mungkin !!’

:to be continued:

Comments on: "Let Me Hear Your Voice part 15" (3)

  1. jailah si tami niat ga buat ff? ;p singkat amat * digetok tami *

  2. niat kok, tapi ga niat haha

  3. Niat tp ga niay? Hahah. Iyo iyo k b lah, haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: