more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Eight =

Sungmin menggandeng tanganku erat. Aku menatap kosong jalanan. Aku memikirkan Taeyang. Entah mengapa, otakku terus tertuju padanya, bukan pada lelaki yang sekarang ada disampingku ini. Aku meminta izin pada Sungmin untuk menelepon Taeyang, ia mengangguk pasti.

“Aku hanya.. senang untuk melihatmu tersenyum, chagie..” kata Sungmin padaku.

Aku mencium keningnya dan memeluknya erat.

“Aku sayang padamu…” kataku ragu. Sungmin tersenyum, senyum termanis yang pernah kulihat, kurasa.

Aku mencari kontak Taeyang-oppa. My Sarang. Ku dengar nada sambung Wedding Dress. Tapi hingga nada sambung itu habis, Taeyang tak mengangkat teleponku. Dua kali lagi kucoba, dan hasilnya nihil.

“Oppa.. ottokae…” kataku pelan. Aku mulai cemas.

“Ottokae, NeeSa-ah?” tanya Sungmin.

“Taeyang tak menjawab teleponku.. aku terus memikirkannya, aku sangat cemas, Sungmin-ah.” Kataku.

Sungmin menatapku dengan pandangan heran.

“Tak biasanya kau berpikir begitu..” kata Sungmin.

“Aku akan mengantarmu ke dormnya..” katanya lagi.

“Kamsahamnida..” kataku seraya melemparkan senyumku pada lelaki yang kucintai itu. Sungmin memegang pipi kananku dan mengelusnya lembut.

“Teruslah tersenyum seperti itu, hatiku sangat bahagia saat melihatnya..” katanya jujur.

Aku menggandeng tangan Sungmin erat dan mulai berjalan ke dorm Super Junior lagi.

Sesampainya di dorm, Kibum menyambut kami. Ia melihat kami dari ujung kepala sampai kaki.

“Anio……….. hyung! Kau memang hebat!” kata Kibum membisikkan Sungmin sambil menepuk bahunya.

“Tentulah.. aku hyungmu yang hebat.. apa kau lupa?” kata Sungmin membanggakan diri.

Aku tidak mengerti apa maksud pembicaraan mereka dan aku berjalan untuk duduk di sofa merah di ruang tengah. Kyu sedang tiduran disana.

“Annyeong, dongsaeng..” kataku pelan.

“Ee.. annyeong, noona! Sudah merasa lebih baik?” kata Kyu tersenyum, lalu ia duduk.

“Ya… aku sangat baik, hanya saja aku sedang kepikiran Taeyang-oppa.” Kataku.

Kyu senang dan membelai-belai rambutku.

“Waaaaaaah baguslah.. diapain kau sama Sungmin-hyung sampai bisa tersenyum seperti ini lagi?” kata Kyu kagum.

Lalu tiba-tiba aku ingat dengan ciuman tadi. Anio, tentu aku tak akan menceritakannya pada Kyu. Aku merebahkan tubuhku di sofa, aku menyandarkan kepalaku di bahu Kyu. Kyu tampak malu-malu dan sedikit grogi. Tapi ia menarik kepalaku pelan dengan tangannya, dan menempelkan di pipinya. Aku tertawa kecil.

“Kau kayak apa aja deh, Kyu! Emangnya kita di drama-drama Korea romantic itu ya? Hehehe.” Kataku.

Kyu hanya tersenyum. Ia terlihat kelelahan. Mungkin karena tadi sejak mati lampu di dorm, ia belum istirahat sama sekali. Lalu aku berdiri ingin mengambil minum.

“Mau minuman kaleng?” tawarku pada Kyu.

“Ne.. kalau dari noona pasti mau deh.. hihi..” kata Kyu. Ia terlihat sangat imut tertawa seperti itu.

Lalu aku beranjak ke dapur. Aku mencari Sungmin tapi tidak menemukannya. Setelah mengambil dua kaleng A&W root beer kesukaanku, aku hendak menemui Kyu lagi. Tetapi aku terjatuh dan terbaring. Kibum berada di depanku, ia tersandung sesuatu. Tanpa sengaja Kibum menindihku dan bibirnya mengenai bibirku. Aku terkejut. Sungmin melihat kami. Kibum langsung berusaha berdiri dan membantuku.

“It’s not like what you think, hyung!” kata Kibum menggunakan kemampuan Bahasa Inggrisnya yang fasih.

“Kau.. keterlaluan!” kata Sungmin emosi. Ia langsung pergi keluar dari dorm. Kibum hendak mengejarnya, tetapi aku menahannya dan aku yang mengejar Sungmin.

“Sungmin-ah!!” kata NeeSa.

Aku sebenarnya tidak ingin menoleh. ‘Adegan ciuman’ tadi sudah cukup membuatku sakit. Tetapi, mengabaikan gadis ini hanya akan membuatku lebih sakit. Aku langsung menghadap ke belakang. NeeSa tiba-tiba memelukku.

“Sungmin-ah.. mengapa kau begitu cepat marah?! Tadi Kibum hanya tersandung dan itu semua terjadi.” Kata NeeSa menjelaskan.

“Aku…… hanya cemburu melihat kalian.” Kata Sungmin dengan tampang yang kesal.

NeeSa memegang wajahku dengan kedua tangannya. Lalu ia mulai mencium bibirku pelan.

Kyu yang sedari tadi memperhatikan kami karena takut terjadi sesuatu, menoleh kearah lain.

Ah. Kenapa hatiku sakit melihat mereka? Batin Kyu.

Aku menepis NeeSa pelan, aku melihat Kyu yang sedih dan aku tau harus menghentikan semua ini.

“Mungkin ini menjelaskan semuanya, Lee Sungmin.” Kata NeeSa padaku. Lalu ia melangkah kembali ke dorm.

~o~o~

ZhouMi menarik lenganku.

“Let’s do this, Lee-ah!” katanya. Aku hanya manut saja. Lalu kami menaiki roller-coaster super besar yang ada di hadapan kami ini.

“Oppa.. aku takut.” Kataku pelan seraya memeluk lengan ZhouMi. ZhouMi merangkul bahuku. Ia membisikkan sesuatu padaku.

“Aku disini..” katanya dengan suara lirih.

“Kau masih takut sekarang?” tanyanya.

Aku tersenyum dan menggeleng pelan. Dan sejak ia mengatakan itu, ketakutanku memang hilang dalam sekejap mata. Lalu kami naik roller-coaster yang paling depan, dan pelindung mulai bergerak. Lalu roller-coaster mulai berjalan kencang. Aku teriak sekeras-kerasnya, begitu juga dengan ZhouMi. Aku menoleh pada ZhouMi.

“Aku takut oppa..” kataku gemetar.

“Kau akan merasa lebih baik jika mendengarkan kata-kataku ini..” kata ZhouMi.

Saat  roller-coaster mengarah ke yang tertinggi dan mulai meluncur, ZhouMi teriak.

“SARANGHAEYO.. LEE-AH..” teriaknya seraya tersenyum lebar.

Napasku seperti terhenti beberapa milidetik, dan ketakutanku hilang. Hilang sama sekali.

Setelah roller-coaster selesai, ZhouMi menggenggam tanganku erat. Lalu kami akan menaiki bianglala. Saat kami sudah mencapai puncak, bianglala berhenti. Kami melihat scenery yang sangat indah malam ini. Lampu-lampu terang menghiasi Seoul. ZhouMi menatapku tajam menusuk di kegelapan.

“Lee-ah..” panggilnya.

“Ne?” kataku.

ZhouMi mendekatkan wajahnya ke wajahku. Jantungku mulai tak karuan. Lalu ia memegang kedua wajahku *emang muka dua? Maksudnya…* ia memegang wajahku dengan kedua tangannya. Ia menarik kepalaku pelan. Lalu kami melakukan french kiss dan tak berhenti sampai bianglala turun. 3 menit berlalu, ZhouMi menempelkan keningnya pada keningku.

“S… saranghae…” katanya dengan napas terengah.

“Cheonmal saranghae, oppa.” Kataku pelan. Ia memeluk tubuhku erat.

~o~o~

Eunhyuk menelepon ponsel Donghae. Terdengar nada sambung Super Junior-Disco Drive.

Na..na..na.naa… na.. na.. na.

Na..na..na.naa… na.. na.. na.

Na..na..na.naa… na.. na.. na.

Dduhoreun nimoseube mujakjuhng dallineun ee bam ee guhrineun
Machi nuhege ppalli garan deut makhineun jul moreugo

Gaseumi harandaero hagessuh naega saranghahello kitty
Muhmutguhriji anha nuhl mannago shipuhjil ddaemyuhn

“Yuhbasaeyo?” jawab Donghae.

“Yuhbasaeyo! Dimana kau, fishie?” tanya Eunhyuk.

“Hmmmmm… aku masih di dekat Menara Seoul, sedang dinner dengan Ta-mmie. Ada apa, hyung?” tanya Donghae.

“Tolong jemput aku dan NeeNo ya setelah kalian selesai! Aku di tempat mie ramyun yang biasa makan sama Hangeng.. Oke?” tanya Eunhyuk.

“Ne… tunggu 10 menit lagi ya, hyung. Annyeong.” Kata Donghae lalu memutuskan hubungan kasihnya dengan Eunhyuk. (Baca: Telepon)

Donghae masih makan malam dengan Ta-mmie di salah satu restoran romantis. Ta-mmie terlihat malu-malu memakan makanannya. Donghae tersenyum melihat gadis kesayangannya itu.

“Jangan jaim ah! Biasa aja sama aku..” kata Donghae. Ta-mmie hanya tersenyum dan melanjutkan gaya makannya yang super canggung.

Lalu ponsel Ta-mmie berdering.

I wanna knock out
anya nanun gobuhagesso gudero
knock out
tahyobhanun salmul sanungod I wanna
knock out
nega wonhanungon moduda
kuthkaji sawo nan reason is I’m alive

“Yuhbasaeyo? Ah, ibu, ada apa?” kata Ta-mmie berbahasa Indonesia.

“Apa kabar kau, Tami? Bagaimana kuliahmu? Kapan kembali ke Palembang?” tanya Ibu Ta-mmie bertubi-tubi.

“Baik-baik aja kok, bu. Liburnya masih lama, sekitar awal Januari..” katanya.

“Wah.. lama sekali.  Kakak sudah menunggu nih disini!! Ia rindu padamu..” kata Ibunya.

Ta-mmie tertawa kecil.

“Mana pernah ia rindu aku selama ini!” kata Ta-mmie.

“Ya, memang, tapi katanya kali ini dia kangen kamu..” jawab Ibunya.

“Ya.. katakan aku lebih rindu padanya.” Kata Ta-mmie polos.

“Ya sudah.. kalau ada apa-apa, telepon ibu atau kakak ya!” kata Ibu Ta-mmie mengakhiri percakapannya.

“Baik, bu! Hati-hati ya..” kata Ta-mmie lalu telepon terputus.

“Bahasa Indonesia, ya?” tanya Donghae.

“Ne… dari ummaku.. hehe. Aku disuruh kembali ke Indonesia nih selepas liburan.” Kata Ta-mmie.

“Oh… Ta-mmie-ah. Boleh nggak aku ikut ke Palembang?” tanya Donghae datar.

“Mwo??!! Kau yakin? Itu kan sangat jauh dari sini, oppa.” Kata Ta-mmie.

“Yakin. Aku penasaran dengan negaramu. Hehe” katanya lagi.

“Ne, kalau kau memang ingin, kenapa tidak?” kata Ta-mmie.

Lalu mereka beranjak dari meja dan naik mobil. Donghae menyetir ke arah restoran mie ramyun yang dikatakan Eunhyuk tadi.

Di restoran mie ramyun..

“Hoamm…… aku sangat mengantuk..” kata NeeNo sambil menguap.

“Ya.. tapi tetap saja kau imut..” kata Eunhyuk.

“Apa hubungannya?” tanya NeeNo.

“Ya dihubung-hubungkan saja.. hahahaha..” kata Eunyuk tertawa.

Mereka ini memang pasangan paling aneh diantara Super 5 Bangs lainnya. Sama-sama berlebihan dan suka melawak.

Lalu Eunhyuk merangkul gadisnya itu. Ia mencium kening NeeNo.

“NeeNo.. sebenarnya, perasaanmu padaku bagaimana sih?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Kau itu… bagai majikan dan peliharaannya. Hahaha” kata NeeNo tertawa.

Eunhyuk menatap NeeNo serius.

“Kau itu.. membuat jantungku berdetak lebih cepat. Dan aku senang saat kau perhatian padaku, oppa.” Kata NeeNo serius. Eunhyuk tersenyum senang.

“Aku juga senang kalau kau nyaman berada di dekatku..” kata Eunhyuk. NeeNo mengacak rambut Eunhyuk yang seperti rambut monyet.

“Saranghae…” kata NeeNo. Lalu ia mencium pipi Eunhyuk.

Mereka berpelukan mesra, walaupun di tempat umum, mereka tidak menghiraukan itu. Mereka terjerumus di dunianya berdua.

CR-V biru tua berhenti di depan mereka. Donghae membuka jendela.

“Get in.” kata Donghae.

Lalu couple yang sepertinya baru saja jadian itu masuk lewat pintu belakang.

~o~o~

Gee-lang memegang kepalanya yang sangat nyeri. Jiyoung tidak tau harus berbuat apa.

“Ottokae, Gee-lang-ah? Apa yang kau rasakan? Perlu kupanggil dokter?” tanya Jiyoung cemas.

Gee-lang tidak menjawab, sepertinya ia tak tahan dengan sakit kepalanya. Jiyoung menekan bel dan memanggil dokter. Tak lama, Minho datang. Gee-lang menatap Minho dengan tatapan aneh. Ia sangat terkejut, dan kepalanya makin sakit.

“Minho… oppa?” kata Gee-lang.

Minho tak menjawab dan mulai memeriksa Gee-lang. Tekanan darahnya tinggi, Minho menyuruhnya untuk istirahat dan memberi obat penenang. Lalu Gee-lang mulai dapat beristirahat. Jiyoung memeluk Gee-lang. Minho menatap Jiyoung kesal dan menarik bajunya pelan.

“Tak bisakah kau melihatku bahagia sedikit saja?!!” tanya Minho emosi. Jiyoung tidak menanggapi dan tetap memperhatikan Gee-lang.

“Bagaimana, sudah baikan? Apa yang kau pikirkan, Gee-lang-ah?” tanya Jiyoung penuh perhatian.

“Akan kuceritakan nanti.. dan dia… dia adalah Minho, kan?” tanya Gee-lang penasaran.

Jiyoung mulai kesal. Sekarang giliran Minho yang tersenyum penuh kemenangan.

“Ne, aku Minho. Selamat berjumpa kembali..” kata Minho sambil menyodorkan tangannya lalu disambut Gee-lang.

“Omo.. kita bertemu lagi, oppa. Bagaimana keadaanmu? Sepertinya kau sangat sukses dengan SHINee..” kata Gee-lang.

“Ne. Seperti yang kau lihat, dan sekarang aku adalah dokter…” kata Minho ramah.

Jiyoung yang mulai panas keluar dari ruangan tanpa berpamitan. Minho hanya melihatnya kesal.

“Bagaimana kabarmu, noona? Aku tak pernah melihatmu lagi sejak kau putus denganku.” Kata Minho.

Gee-lang terkejut. Ia tak menyangka Minho mengungkit masa lalunya itu. Gee-lang berusaha tersenyum.

“Aku baik-baik saja.. ada Jiyoung yang selalu menjagaku..” kata Gee-lang.

“Menjaga bagaimana?! Jelas-jelas kau baru saja mengalami kecelakaan parah!” kata Minho emosi.

“Itu karena konsernya…” kata Gee-lang membela.

Minho menatap Gee-lang kesal. Lalu ia meminta izin untuk keluar.

“Aku keluar sebentar, ada pasien lain. Annyeong, noona, jaga dirimu baik-baik.” Kata Minho. Gee-lang hanya mengangguk.

Saat Minho melangkah keluar, Jiyoung meninju kepalanya tiba-tiba, dan ia tersungkur di lantai.

~o~o~

Sungmin menyetir Porsche toscanya. Ia menyetir menuju dorm Big Bang. Sesampainya di dorm Big Bang, tidak ada yang membukakan pintu. Ternyata pintu tidak terkunci, sehingga Sungmin dan NeeSa dapat masuk. NeeSa langsung berlari mencari Taeyang.

Taeyang-oppa, dimana kau… Batin NeeSa.

Aku berjalan menuju kamar Taeyang, tapi ia tidak disana. Sungmin mencari Taeyang ke ruangan-ruangan lain. Lalu aku melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Aku masuk kesana. Betapa terkejutnya aku melihat Taeyang pingsan dan tersungkur di lantai bersimbah darah.

“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!” teriakku kencang dengan terisak.

Sungmin yang mendengarku berteriak langsung mendatangiku.

“Ottokae?!” tanya Sungmin cemas sambil memegang bahuku.

Lalu ia melihat Taeyang yang terbaring disana. Ia mengangkat tubuh Taeyang.

“Panaskan mobil, kita akan ke rumah sakit!” kata Sungmin sedikit berteriak.

Aku bergegas ke mobil dengan air mata membasahi wajahku. Lalu Sungmin menaruh Taeyang di kursi belakang, aku pun duduk di belakang sambil memegangi kepala Taeyang dengan kedua tanganku.

“Oppa… bangun, oppa…” kataku terisak. Aku menepuk kedua pipinya pelan. Taeyang tak sadarkan diri.

Sungmin menatap Taeyang dengan pandangan benci. Ia menyetir dengan tidak ikhlas sehingga mobilnya tergelincir dan menabrak sebuah batu besar. Bagian depan mobil hancur. Kepala NeeSa terbentur keras, Taeyang baik-baik saja karena terlindungi oleh tubuh NeeSa. Kepala Sungmin bersimbah darah dan keadaan mobil mereka tidak diketahui karena mobilnya mulai bergerak dan terjatuh di jurang kecil.

– To Be Continued –

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Eight =" (9)

  1. set dah, gue ama donghae xD
    eh lanjutin dooong

  2. Iya laaah 1 hari maximal 1

  3. Cerita gw ga bangeeeettt!! Tobat maaaaaak -___-
    Astapirulooooooh. Gw ga kaya gituuuuu. Haha

  4. Haha itu kan si ZhouMi yang ‘kaya gitu’.😛
    Sudahlaah terima saja, ZhouMi itu kan ceritanya memang lelaki yang haus akan cinta.
    *BRB, ngakak*

  5. Anjir bahasa lo :p
    Kalo gw sama cowo gw yg kedua bagaimana yaa?

  6. Bakal lebih parah. HAHHAHA

  7. TIDAAAAAAKKKK !!!!!

  8. ITU APAAN TU YANG SI MAS JOUMI *ZHOUMI-red* SAMA MBAK LIA *LEE-ah* ITU ? ASTAPIRULOOOOOOOO xO xO

    eh tapi suka couple Nino-nyuk . hekhek xD xD maju terus umma !

  9. astagaaaa, iyo lee-ah tu. tobat-tobat la. galak nian dio tuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: