more fantasy about k-pop

[FF] Heartbeat = One Shot =

Buat yang nyimak FF gue sebelumnnya, Haru-Haru. Ini adalah FF one shoot yang khusus menjelaskan penyakit kanker otak Taeyang. Makanya di Haru-Haru dia suka pusing & keluar darah dari batuknya. Ini juga kali pertama ia bertemu kekasihnya. Ra NeeSa. *Saya sendiri >:))*. SOOO Just check this out, chingu! YAH TOUCH MAN BABY! HAHHAA

————————————————————————————————————-

the heart that you stepped all over and left
is still beating. and it’s beating for you

no matter how hard i try to forget
no matter how many new people i meet
why do i keep thinking of only you when i turn around
i don’t want to do this anymore. i want to stop.
no matter how many times i try and try to stop myself
it’s no use. my heart is broken. why

why do i keep doing such foolish things
i know in my head, but why is my heart rebelling
i’m holding on to you and can’t let go.
it still feels like you’re next to me.
i can’t believe in farewell

no matter who i meet, i can’t open up one part of my heart and i keep your place empty
there’s no reason for you come back, but why do i keep thinking that you might come back
why isn’t my heart listening

listen to my heartbeat. it’s beating for you
listen to my heartbeat. it’s waiting for you
don’t i know that it’s over. i don’t understand why i’m like this
listen to my heartbeat. it’s beating for you
listen to my heartbeat. it’s waiting for you
it still hurts thinking of you. i think of you every time my heart beats

i have to forget. i have to forget in order to live
i have to erase it. if i don’t, i’ll die
stop trying to get her back. she ain’t coming
she’s gone, gotta be moving on
she left. she won’t come back. she doesn’t think of you.

she doesn’t know that i’m waiting for her, she’s doing well
she already forgot about me, totally erased me.
why can’t i do that

listen to my heartbeat. it’s beating for you
listen to my heartbeat. it’s waiting for you

my heart is beating faster and faster..

MY HEART IS BEATING…

FASTER AND…

FASTER………..

~o~o~

Aku jatuh disebuah jurang. Kaca-kaca mobil menusuk kepalaku. Aku mengaduh kesakitan. Mobilku terbalik. Lalu orang-orang sepertinya sangat ramai diluar.

“Apa ia masih hidup? Apa masih hidup?” kata seseorang di luar.

“A… aku.. hidup!!!!!” teriakku sebisaku.

Jantungku berdetak cepat, dan melemah.

Heartbeat.. beat.. beat.. beat. Beat…

“Cepat tolong dia! Dia masih hidup! Panggil ambulans!” kata seseorang lagi.

Pandanganku kuning, sepertinya malaikat maut akan menjemput nyawaku, beberapa detik lagi. Lalu banyak orang yang mendorong mobilku agar berdiri lagi. Setelah berhasil, pintu mobilku dilepaskan, aku ditarik keluar dan pandanganku mulai gelap. Suara orang-orang tadi semakin kecil dan hilang sama sekali.

~o~o~

Aku terbangun di sebuah rumah sakit. Ada Seungri, Daesung, dan T.O.P mengelilingi ranjangku.

“Hyung!!!!! Kau sadar!” teriak Daesung. Lalu Daesung memeluk tubuhku.

“Hey, hentikan! Ia masih baru sadar, biarkan ia bernapas, dongsaeng!” kata T.O.P sedikit marah. Ia adalah yang tertua diantara kami, Big Bang.

Aku mencoba bernapas seperti biasa. Lalu aku mencari-cari salah satu hyungku yang tidak datang.

“Dimana Jiyoung-hyung?” tanyaku.

“Tenaaaang.. ia sedang membeli makanan kesukaanmu, hyung!” kata Seungri ceria. Seungri memeluk Taeyang, hyungnya yang ke-3 paling muda dan ke-3 pula paling tua itu.

“Ya ampuuuun.. aku sangat mencemaskanmu, hyung. Apa kau merasa sakit? Dimana, dimana? Biar aku menyembuhkannya dengan ciuman mesra dariku! Hahaha.. “ kata Seungri bercanda.

T.O.P dan Daesung hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah magnae alias anggota yang paling muda itu.

“Bagaimana kalau yang sakit di bibirku?” kata Taeyang menantang. Seungri langsung menutup mulutnya dengan tangan.

“Wah.. jangan dong, first kiss-ku harus seorang wanita nih, hyung!” kata Seungri cemas.

T.O.P memeluk Seungri dari belakang, lalu menggendongnya.

“Aaaaaaaah! Sakit, hyung! Tulangkuuuuu..” kata Seungri. Taeyang tertawa riang melihat teman-teman sekaligus keluarga kecilnya itu.

“Waaaahh.. senangnya Taeyang-hyung sudah bisa tertawa!” kata Daesung senang.

Lalu seseorang datang dari pintu, seseorang yang berambut blonde.

“TAEYAAAAAANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG-AAAAAAAH…” kata Jiyoung sedikit berlebihan, lalu memeluk Taeyang tanpa peduli Taeyang kesakitan atau tidak.

“Haha… Jiyoung, jahat kau, mengapa datang belakangan, hah?” kata Taeyang kesal.

“Tentu saja aku membelikan ini untukmu!!” kata Jiyoung sambil menunjuk seporsi pangsit korea kesukaan Taeyang.

“Wah, kalian semua memang mengerti aku…” kata Taeyang terharu.

“Saranghae, Big Bang..” kata Taeyang senang sambil tersenyum.

“Saranghae, Dong Youngbae!” teriak teman-temannya berbarengan.

Daesung tertawa dan matanya hilang seperti garis, Seungri tertawa, tawa yang membuat wanita-wanita terpekur, T.O.P yang garang memperlihatkan senyum manisnya, lebih dikenal dengan senyum licik, dan Jiyoung tertawa terlihat seperti anak SMP, childish. Mereka merasakan bahagia bersama, itulah Big Bang. Boyband yang didalamnya terdapat keluarga, yang saling mengerti, menyayangi, mencintai dan selalu merasakan suka-duka bersama. Bahkan, jika salah satu dari mereka break-over dengan pacarnya, mereka akan menangis dan sakit hati bersama. Memang terdengar sedikit aneh, ya. Tapi itulah mereka. Persahabatan yang sangat indah..

~o~o~

“Dia hanya memiliki waktu sebanyak 5 tahun lagi.” Kata seorang Dokter yang bernama Siwon putus asa.

Jiyoung menutup mulutnya dengan dua tangannya. Seungri memegang dadanya yang terasa sesak.

“Andwaeeeeee! Tidak mungkin, Dok! Pasti ada cara lain untuk menyelamatkan Taeyang-hyung. Apa kita harus mengoperasinya ke Inggris? Atau Amerika? Aku rela menghabiskan hartaku untuk itu!” kata Seungri penuh emosi. Air mata keluar dari mata sendunya.

Jiyoung mengusap-usap wajah Seungri.

“Kita hanya perlu berdoa, Seungri-ah. Kita doakan dan semangati Taeyang untuk tetap hidup, kita harus selalu ada untuknya..” kata Jiyoung bijak.

“Tidak ada cara lain lagi, kami sudah sangat berusaha, tapi inilah hasil jerih payah kami.” Kata Siwon lagi.

Jiyoung membungkukkan badannya.

“Kamsahamnida, karena telah berjuang untuk teman kami. Setidaknya, ia masih punya 5 tahun yang berharga.” Kata Jiyoung sopan.

Seungri menangis sejadi-jadinya, Jiyoung memeluk dongsaengnya yang paling muda dan paling manja itu, sekaligus paling tampan. Ia mengelus-elus kepala Seungri.

“Lee Seunghyun, jangan lemah begitu, tunjukkan pada Taeyang-hyung kalau ia baik-baik saja dan kita juga lebih baik-baik saja! Bersikaplah seperti tak ada yang terjadi. Kita harus membuat ia ceria, bukan terpuruk, ingat itu.” Kata Jiyoung sambil menenangkan Seungri.

“Ne!!! Aku pasti bisa membuat ia tersenyum!” kata Seungri semangat.

“Nah… begitu dong, That’s my man!” kata Jiyoung sambil melemparkan senyum termanisnya pada adik kesayangannya itu.

Lalu Jiyoung dan Seungri kembali ke dekat Taeyang. Mereka melihat Taeyang terbaring sambil menatap dua saudaranya itu. Tanpa terasa, air mata Seungri kembali mengalir. Ia berlari kearah Taeyang. Lalu memeluk Taeyang erat.

“Saranghaeyo… hyung.. cheonmal saranghae..” kata Seungri terisak. Jiyoung kecewa melihat pemandangan itu.

“Seungri, kau sudah berjanji!” kata Jiyoung mengingatkan.

Taeyang membelai kepala Seungri halus.

“Aku juga mencintaimu, lebih dari cintamu padaku, dongsaengku..” kata Taeyang. Seungri tersenyum.

Lalu Seungri menyanyikan lagu mereka sendiri, Foolish Love.

Everything is gonna be alright…

Mereka tidak tau kalau Taeyang mendengar semuanya, waktu nya hanya 5 tahun.

Untuk apa aku hidup, jika sudah tau kapan aku mati? Lebih baik aku mati sekarang.. Pikir Taeyang.

Neoui saenggage ajikdo apa
Gaseumi ttwil ttaemada saenggangna

~o~o~

“MWO????!! Tidak mungkin, Jiyoung! Geo-jis-mar!!!!!!!” teriak T.O.P di dorm Big Bang.

“Itu yang dikatakan dokter, mana mungkin aku tega membohongimu, dan jika aku berbohong, aku sudah keterlaluan, Choi Seunghyun!” teriak Jiyoung.

Daesung terduduk lemas, ia menunduk, air mata mulai keluar dari mata sipitnya.

“Taeyang-hyung..” kata Daesung lirih. Tiba-tiba ia berdiri dan menyentakkan kakinya.

“ANIO! Kita tidak boleh percaya dengan ini! Anggap saja itu tak pernah terjadi..” kata Daesung sedih.

“Lagipula aku yakin, setelah 5 tahun kedepan dia tidak akan apa-apa..” katanya lagi.

T.O.P menepuk bahu Daesung.

“Mulai sekarang, kita adalah supporter baginya…” kata T.O.P bijak. Daesung hanya mengangguk.

~o~o~

Seungri membawa 4 porsi pangsit Korea kesukaan Youngbae. Untuknya, Taeyang, Jiyoung, dan T.O.P. Ketika memasuki ruangan Taeyang, ia sangat terkejut. Teman-temannya duduk tersungkur di lantai. Jiyoung memendamkan kepalanya di dinding, dan di ranjang rumah sakit, tidak ada Taeyang.

“Ottokae??!!!” Tanya Seungri keras.

T.O.P menghela napasnya keras, lalu mulai bicara.

“Taeyang melarikan diri dan tak ada seorangpun yang melihatnya..” kata T.O.P belum menyelesaikan kalimatnya.

“Aku khawatir ia sudah mengetahui penyakitnya.” Kata T.O.P sambil meninju dinding. Babo, kenapa aku tak bisa menjaganya?! Batin T.O.P.

“Andwae, cukup sedih-sedihannya! Sekarang kita cari Taeyang-hyung, aku akan memanaskan mobil, bawalah barang-barang yang dibutuhkan Taeyang, mungkin infus atau apalah! Tanya pada suster!” kata Seungri sedikit beremosi.

Seungri keluar dari ruangan Taeyang, ia mengambil kunci mobil Audi-nya. Taeyang-hyung, kau jangan macam-macam… Batin Seungri. Sebulir air mata keluar dari mata Seungri. Sesampainya di parkiran, ia melihat Daesung menghampirinya.

“Daesungi, Taeyang….” Kata Seungri belum selesai.

“Ne, aku tau. Tadi aku bertemu dengannya, aku tanya padanya ingin kemana, ia malah mendorongku kasar. Aku ingin mengejarnya, tetapi ia melarangku, ia mengancamku..” kata Daesung sedih.

Seungri menghentakkan kakinya keras.

“Mwo?!! Mengapa?!! Mengapa kau membiarkannya pergi?! Ia bisa saja melakukan hal yang tidak-tidak di luar sana! Ini bisa sangat berbahaya!!!” kata Seungri sambil mengguncang tubuh Daesung. Daesung menunduk menyesal. Jiyoung tiba-tiba datang melerai pertengkaran mereka.

“Bagaimana kalian ini! Bukannya mencari Taeyang malah bertengkar! Kalian pikir bisa menyelesaikan masalah? Menambah masalah yang ada! Cepat bergerak!!!” kata Jiyoung marah.

“Mianhae, hyung.” Kata Seungri dan Daesung berbarengan. Lalu mereka saling bertatapan kesal.

Seungri memanaskan mobilnya, Daesung dan Jiyoung sudah masuk. T.O.P akan dijemput di koridor rumah sakit. Daesung mencoba menghubungi ponsel Taeyang, terdengar nada sambung Wedding Dress.

Baby jebal geuui soneul japjima

Cuz you should be my Lady

oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo

noraega ullimyeon ije neoneun

geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo

oneuri oji ankireul

geureoke na maeil bam gidohaenneunde

nega ibeun wedingdeureseu

nega ibeun wedingdeureseu

nega ibeun wedingdeureseu

Lalu teleponnya seperti di reject. Saat ia menelepon kedua kali, ponsel Taeyang malah tidak aktif.

“Taeyang-hyung.. kenapa kau, kemana kau pergi..” kata Daesung cemas, ia terisak.

Jiyoung terus berdoa untuk Taeyang. Tuhan… selamatkanlah hyungku. Berilah kejernihan pada pikirannya, jangan sampai ia melakukan hal yang tidak diinginkan, bimbinglah ia, Tuhan.. berilah keajaiban.. batin Jiyoung menunduk.

T.O.P naik mobil Audi hitam itu, ia mengambil alih Seungri dalam menyetir. Karena T.O.P sangat berbakat dalam menyetir. 5 kali berturut-turut ia memenangkan balap modified-car dimana-mana.

Ia langsung memacu mobil Seungri itu, ia menyetir mula-mula mencapai 80 km/jam, lalu 120 km/jam.

“Hyung! Hati-hati!” kata Seungri mengingatkan. T.O.P tersenyum licik dan terus serius menghadap jalan. Mereka bingung akan mencari Taeyang kemana.

~o~o~

Di jembatan Seoul, berjalanlah seorang wanita berpakaian serba pale-pink dengan novel ditangannya. Ia menelusuri sore yang cerah sambil mendengarkan lagu Big Bang-Emotion dari earphone iPod Nano pinknya.

oh oh oh ubaitai just you just now
come baby come baby come
oh oh oh ima janakya right here right now

it’s already in motion bokura mou
tashikani koi ni ochiteru
it’s in motion it’s emotion
kanjiru mama dakishimete

Air di Laut Seoul sedang pasang, hanya sekitar 1m dibawah jembatan Seoul. Di tengah tenangnya udara dingin yang NeeSa nikmati, tiba-tiba ia melihat pemandangan aneh. Ada seorang laki-laki berambut Mohawk berdiri diujung jembatan Seoul, orang itu menengadah, memandang laut Seoul. Ia seperti bersiap menjatuhkan diri. NeeSa langsung mengejar untuk mencegah orang itu.

Taeyang menikmati semilir angin, nikmat terakhirnya di dunia, pikirnya. Ia bersiap mengakhiri hidupnya di Seoul ini, ia ingat dengan kenangan-kenangannya selama hidup.

Ijeoyahae ijeoya salsuisseo
Jiwo beoryeoyamanhae an geureomyeon naega jugeo
Stop trying to get her back she ain’t coming
She’s gone gotta keep moving on

Gasseo ojianha geunyeoneun nisaenggak haji anha

“Heiiiiiiii!!!! Andwaeeeeee!!!!!!” teriak NeeSa. Taeyang menoleh ke arahnya. Tiba-tiba NeeSa terpeleset dan jatuh, ia berpegangan di ujung jembatan itu.

“Duh! Tolong aku!!” kata NeeSa cemas. Taeyang tersentak, melupakan ide bodohnya dan berniat menyelamatkan gadis yang ia lihat itu.

Lalu gadis itu terjatuh ke air karena pegangannya sudah lepas. Lama, gadis itu tidak muncul di permukaan air. Taeyang cemas. Lalu kepala gadis itu mulai muncul.

“T.. tolong.. a.. aku.. tidak.. bisa.. berenang..” kata gadis itu sekuat mungkin. Sontak Taeyang menceburkan dirinya untuk menolong gadis itu. Ia menangkap gadis itu, gadis itu tak sadarkan diri. Taeyang membawanya ke tepi laut. Ia menggendong gadis itu ke tepian.

Gadis ini tidak kunjung sadar. Taeyang mendengar denyut nadinya, sangat lemah.

Can you feel my heartbeat?..

Ia takut terjadi apa-apa dengan gadis ini. Taeyang langsung menekan tubuh gadis ini agar air yang masuk ke paru-parunya keluar. Gadis ini tidak merespon. Taeyang memutuskan untuk memberi napas buatan. Ia agak grogi, karena tak pernah melakukan ini sebelumnya. Tapi, sebelum nyawa gadis ini melayang, Taeyang mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu, dan mulai menyalurkan udara.

Mata NeeSa membuka pelan, ia melihat seorang lelaki yang tak dikenalnya mencium bibirnya, tepatnya memberinya CPR. NeeSa terbatuk-batuk pelan, air mulai keluar dari mulutnya. Lelaki itu tersenyum.

“Akhirnya kau bangun..” kata lelaki itu halus.

NeeSa mencoba mengatur napasnya yang hampir punah.

“K… kamsahamnida…” kata NeeSa pelan, ia menyentuh bibirnya, ia malu karena orang yang tak dikenalnya sudah memberi napas untuknya. Taeyang tertawa kecil.

“Mianhae, kalau aku sudah lancang. Tapi ini demi nyawamu..” kata Taeyang.

NeeSa tersenyum. Taeyang membantu NeeSa berdiri. Lalu Taeyang membuka ranselnya yang tahan air, ada jaket di dalamnya, dan ia memasangkan ke gadis yang manis menurutnya itu.

“Taeyang imnida.” Kata Taeyang memperkenalkan dirinya.

“Ne.. NeeSa imnida…” kata NeeSa terbata-bata, ia membungkukkan badannya.

Lalu Taeyang merangkul NeeSa dan membantu NeeSa berjalan. Kepala NeeSa masih sangat pusing.

“Ah.. aku sangat berterima kasih padamu, Taeyang-oppa. Aku tak bisa berenang. Mungkin nyawaku sudah hilang kalau kau tak ada..” kata NeeSa malu-malu.

Taeyang hanya tersenyum.

“Lagipula.. tadi mengapa kau berdiri disana? Kau terlihat ingin menjatuhkan diri..” kata NeeSa ragu-ragu.

Senyum Taeyang berubah menjadi wajah yang tidak enak dan ia ingat akan apa yang dipikirkannya tadi.

Apa gunanya hidupku sekarang? Aku sudah tau, 5 tahun lagi nyawaku akan dicabut oleh Tuhan. Lebih baik aku mati sekarang, daripada hidup tanpa tujuan. Aku lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupku di Laut Seoul ini. Tetapi, saat melihat gadis ini, rasanya jantungku berdebar lebih kencang. Otakku benar-benar seperti dicuci, tak ada lagi pikiran buruk tadi. Rasanya aku harus mencintai gadis ini, entah mengapa. Batin Taeyang.

“Dimana kau tinggal? Biar aku mengantarmu.” Kata Taeyang menawarkan.

“Andwae, tidak perlu, biar aku menelepoon…” NeeSa menghentikan kata-katanya. Ia ingat baru saja tercebur ke laut, mana mungkin ponselnya dapat digunakan. NeeSa menepuk keningnya sendiri.

“Aku tinggal di dorm wanita di Seoul Selatan.” Kata NeeSa melanjutkan.

“Ne, aku akan mengantarmu. Apa perlu aku antar kau ke rumah sakit dulu?” kata Taeyang penuh perhatian.

“Anioooo.. tidak perlu repot-repot, Taeyang-oppa! Aku baik-baik saja kok..” kata NeeSa. Ia terlihat menggigil. Taeyang tersenyum untuk kesekian kalinya.

“Kau kedinginan..” kata Taeyang.

Taeyang menggenggam tangan NeeSa, lalu memeluk gadis itu. Entah mengapa, hatinya menyuruhnya untuk berbuat begitu. Dan ajaibnya, NeeSa tidak menolak. NeeSa menyambut pelukan orang yang baru dikenalnya 5 menit yang lalu itu. Sebenarnya tentu saja orang ini bukan orang yang biasa. Orang ini telah menyelamatkan nyawanya. Lelaki ini bagai pahlawan.

Tiba-tiba mobil Audi hitam mengerem mendadak di depan Taeyang dan NeeSa. NeeSa terkejut. Seungri, T.O.P, Daesung, dan Jiyoung keluar dan berlari dari mobil mendekati Taeyang.

“Kauuuuuu!!! Apa yang kau lakukan, hah? Kenapa basah begini? Kembali ke rumah sakit, sekarang!” kata T.O.P emosi sambil menarik tubuh Taeyang.

Taeyang menepis tangan T.O.P.

“Hyung, jangan seperti itu! Aku tidak ingin dipaksa! Asal kau tau, tadi aku hampir menghabiskan nyawaku disini!” kata Taeyang berteriak.

T.O.P, Jiyoung, Daesung, Seungri dan NeeSa terperanjat kaget atas apa yang dikatakan Taeyang.

Taeyang menekuk lututnya. Ia menangis tiba-tiba.

“Aku sudah tau penyakitku.. tak ada guna lagi aku hidup, hyung.” Kata Taeyang sedih.

NeeSa terperangah. Penyakit? Penyakit apa?? Sampai membuat Taeyang ingin membunuh dirinya sendiri?

Keempat sahabat Taeyang sekaligus keluarganya itu mendekati Taeyang.

“Babo.. kau harus mengisi kehidupanmu dengan hal-hal yang berguna, bukan seperti ini! Kau kira kau akan masuk surga? Kau sudah yakin, hah?! Kau harus menjadi orang yang kuat, Taeyang! Kau adalah pemimpin dan sudah kami anggap ibu di keluarga kecil kita ini, mengapa kau gampang menyerah?” kata Jiyoung emosi. Ia menarik tubuh Taeyang dan memeluknya.

“Kematian hanya Tuhan yang tau. Mana tau aku yang mati duluan! Bisa saja aku suatu hari kecelakaan dan nyawaku melayang. Bukan manusia yang menentukan kematian, hyung.” Kata Seungri lagi.

“Ne, benar, apa kau lupa ada kami? Kami akan selalu ada bersamamu! Kami keluargamu! Kau tega meninggalkan kami, hah? Anggap semua ini tak terjadi, dan memang tak terjadi apa-apa padamu, hyung. Kau harus kuat! Seperti kami!” kata Daesung.

T.O.P tersenyum. Ia bangga dengan dongsaeng-dongsaengnya yang bijak dan sangat sayang pada Taeyang. Semoga semua ini bisa membangkitkan Taeyang. Pikirnya.

Keajaiban datang. Taeyang tersenyum. Ia bahagia dengan perkataan teman-temannya. Ada benarnya juga, pikirnya.

Lalu, NeeSa mencoba mendekati Taeyang.

“Gadis ini…” kata Taeyang. Keempat temannya langsung menoleh ke NeeSa.

“Ia yang menghentikan langkahku untuk menghabisi nyawaku sendiri..” kata Taeyang.

Jiyoung menatap NeeSa.

“Ia.. ia jawaban doaku. Tuhan mendatangkan keajaiban. Tuhan mendengar doaku!” kata Jiyoung sambil menoleh ke NeeSa.

NeeSa hanya berdiri bingung. Hati NeeSa berdetak tak karuan saat ia dekat dengan Taeyang.

My heart is beating… faster and faster… my heart is beating, faster and, and faster…

Itu terjadi begitu saja. Pahlawan baginya itu, sangat sempurna bagi NeeSa. NeeSa menarik Taeyang berdiri.

“Taeyang-oppa. Kamsahamnida, s… sarang..hae..” kata NeeSa tiba-tiba. NeeSa bingung kenapa dengan mudahnya kata-kata itu keluar dari bibirnya. Tidak, Taeyang adalah penyelamat hidupnya. Tentu saja orang ini pantas ia cintai.

Taeyang memeluk NeeSa erat. Teman-temannya tersenyum bahagia.

“Ia akan menjadi salah satu dari kita..” kata T.O.P.

“Ia akan menjadi semangat baru Taeyang untuk hidup, aku melihat itu.” Kata Daesung.

Jantung NeeSa berdetak kencang, begitu juga dengan Taeyang. Ada yang berbeda ketika ia dekat dengan gadis ini.

Listen to my heartbeat, it’s beating for you! (beat, beat, beat)


Listen to my heartbeat, it’s waiting for you! (beat, beat,beat)

= THE END =

Comments on: "[FF] Heartbeat = One Shot =" (7)

  1. berarti harus baca yg haru2 dulu ya nis??

  2. ceritanya sama kayak guee >.<

  3. @reni : ga harus. kan d critain kalo taeyang ada batuk2 darah gt. nah d jelasin kenapa itu… harusny ini FF abs taeyang mati niih :p * ditimpuk nisa *. eh ren. lo baca FF gw donk yg sorrow in winter :p * promosi

  4. @Reiny: iye bener kata si Lee-ah! Haha. Cuma ngejelasin bagaimana sakitnya si Taeyang.

    @Tami: Nah gue duluan nih yang ngepost. Haha

    @Lee-ah: Kampret lu. Hahahahaa.

  5. ntar gw gnti lg aja

  6. Lho? Emg gw ngomong ap smp2 lo ngtain gw kampret sgala?

  7. Hehe peace So’ul ku sayaaaaaaaaang😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: