more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Seven =

Donghae mengumpatkan setangkai mawar merah di belakang punggungnya, lalu ia menghampiri Ta-mmie yang duduk sendirian sambil menatap air mancur yang indah di depannya. Donghae menyanyikan lagu Super Junior-Love Disease

Nun gwelobgeh nal ddala omyunsuh gabbeun soomeul mola shwi uh
Nul welobgeh doogo dduhnagago itneun motdwen nal ggok jabeulyuh

Nan nuh eh uggehleul sehgeh jwigosuh keun solilo mal hessuh
Oori ggeutnan guhlago
Imi ibyulilan doki nuh moleugeh uhneu teumeh
Gaseumeh puhjyutdago

Neh sarangi suhsuhhi jookuh ganeun byung
Jogeum apeujiman natgo shippeun maeumeun ubneun gul
Namgim ubsshi giuki jiwuh jyuhbulyuh
Suhloga nami utdun shiganeulo dwidola gasuh
Ijen shwigo shippuh

Suara Donghae terdengar indah dengan vibrasinya. Ta-mmie memandang Donghae kagum. Wah.. cowok ini.. sudah imut, jago dance, suaranya keren banget lagi! Haha. Andai aku bisa jadi pacarnya.. batin Ta-mmie.

Donghae tersenyum sangat manis pada Ta-mmie.

“This is song for you, Ta-mmie-ah” kata Donghae. Ta-mmie bertepuk tangan.

“Kamu sangat hebat!! Suaramu bagus sekali Lee Donghae.. hehe..” kata Ta-mmie kagum.

Lalu Donghae berjalan mendekati Ta-mmie. Ia menekukkan lututnya di depan Ta-mmie. Lalu memberi mawar seharga setengah juta itu kepada Ta-mmie. Donghae berperan bak pangeran yang sedang melamar puterinya.

“Lee Ta-mmie… apa kau menerimaku menjadi kekasihmu?” Tanya Donghae dengan lembut.

Ta-mmie terperangah, ia tidak menduga-duga kejadian ini. Dan ia tadi baru saja bicara ia ingin jadi pacarnya, tentu, di dalam hati! Dan sekarang apa yang terjadi? Apa Donghae membaca pikirannya? Ta-mmie menunduk seraya berpikir keras.  Dan Ta-mmie mulai menjawab walaupun dengan jantung yang berdetak tak karuan.

“Aku akan menerimamu, jika kau melakukan sesuatu yang spesial.” Kata Ta-mmie member syarat. Donghae menoleh ke wajah Ta-mmie.

“Apapun untukmu, puteriku..” kata Donghae. Lalu Donghae meraih tangan kanan Ta-mmie dan mengecupnya pelan.

“Tunggu saja kejutan dariku, Ta-mmie-ah… Tapi.. aku butuh waktu yang agak lama..” katanya pelan.  Akhirnya Ta-mmie menjadi penasaran sendiri dengan apa yang akan dilakukan Donghae.

“Sementara ini, bolehkah aku menjadi teman dekatmu saja? Karena pada akhirnya, aku nggak bakal tanggung-tanggung… “ kata Donghae membuat Ta-mmie semakin penasaran.

“Mwo? Maksudnya apa tuh?” Tanya Ta-mmie sambil mengernyitkan dahinya.

Donghae tersenyum penuh kemenangan. Aku tidak akan pernah menembakmu lagi, aku akan menjadikan kau istriku, Ta-mmie-ah.. tunggu saja aku dengan sabar. Batin Donghae. Lalu Donghae memanggil seorang fotografer jalanan. Donghae tampak membisikkan sesuatu ke fotografer itu. Lalu ia kembali mendekati Ta-mmie.

“Ta-mmie, tolong belikan aku kembang api, maukah?” kata Donghae.

“Ne, aku akan beli disana.” Kata Ta-mmie menunjuk ke sebuah kios kembang api yang sangat lengkap.

Setelah membelinya, Donghae mengambil beberapa kembang api, mulai menyalakannya, lalu ia menggerak-gerakan kembang api itu seperti membentuk huruf sambil difoto fotografer menggunakan SLR beberapa kali. Ta-mmie sedikit penasaran.

“Donghae-oppa, apa yang akan kau lakukan ini? Apa ini sesuatu yang spesial itu?” Tanya Ta-mmie dari kejauhan. Donghae memberi senyum manisnya kepada gadis yang ia sayangi sejak pertama kenal itu.

“Anio, akan ada lebih banyak kejutan lagi, bukan ini. Ini hanya untuk meyakinkanmu kalau…” kata Donghae terputus. Lalu sesi foto-fotonya selesai. Donghae berlari ke sebuah tangga di ujung sana. Ia siap-siap berteriak dan melambai-lambaikan kembang apinya agar Ta-mmie melihat.

“CHEONMAL SARANGHAE……… TA-MMIE-AH!!!!!!!!!!!!!” teriak Donghae dari kejauhan.

Semua orang di Menara Seoul langsung menoleh kearah Donghae dan mencari-cari orang yang dimaksud Donghae disini. Ta-mmie hanya menunduk malu, ia sangat tidak menyangka, Donghae sangat romantis. Lalu Donghae berlari lagi kearah fotografer, ia tampak menyusun beberapa fotonya dan disambungkan dengan tali kecil bewarna putih. Setelah selesai, ia menghampiri Ta-mmie dengan senyum tersungging di wajahnya. Ia lalu menunjukkan rentetan foto-foto itu pada Ta-mmie. Ta-mmie melihatnya dengan kagum. Betapa terkejutnya kalau ternyata foto-foto itu membentuk kata-kata..

Saranghaeyo Ta-mmie.

Ta-mmie tersenyum, lalu ia menarik tubuh Donghae dan memeluknya erat.

“Saranghaeyo, Donghae-oppa…” kata Ta-mmie malu.

Donghae tersenyum riang. Akhirnya aku dapat meluluhkan hati gadis ini.. Batinnya. Donghae mengecup pipi Ta-mmie dan mengelus kening Ta-mmie dengan sayang.

“A…aku.. sangat menyukaimu sejak kita kenal di kampus, oppa..” kata Ta-mmie jujur dan mukanya mulai memerah. Donghae tertawa kecil melihat pengakuan Ta-mmie.

“Kalau memang itu yang kau rasakan, begitu juga dengan aku, Ta-mmie-ah..” kata Donghae senang.

Donghae menarik dagu Ta-mmie pelan, dan tidak ada jarak lagi antara bibir Donghae dan Ta-mmie.

~o~o~

ZhouMi dan Lee-ah baru saja sampai di RS Health Care. Mereka bergandengan tangan dan mencari ruang dimana Gee-lang dirawat.  Lalu mereka masuk ke ruang Super VIP 2, mereka melihat Gee-lang mengelus wajah Jiyoung.

“Gee-lang-ah!!!!!!!” teriak Lee-ah yang membuat seisi ruangan itu terkejut. Jiyoung bangun dari tidurnya. Ia merasakan pipinya disentuh oleh gadisnya itu. Ia terperangah.

“Gee-lang-ah! Kau sadar!” kata Jiyoung sedikit berteriak, lalu Jiyoung memeluk tubuh Gee-lang erat.

“J… Jiyoung… saranghaeyo…” kata Gee-lang lirih. Jiyoung memberi senyuman termanisnya pada Gee-lang. Ia mengelus rambut Gee-lang pelan.

“Istirahatlah, kau baru sadar dari koma, jangan sampai tubuhmu drop lagi, saranghaeyo, chagie..” kata Jiyoung lalu mencium pipi Gee-lang. Gee-lang hanya menurut kata kekasihnya itu dan menarik selimutnya. Lee-ah mencium pipi Gee-lang dan memegang wajah Gee-lang dengan kedua tangannya.

“Gee-lang-aahh! Aku sangat mencemaskanmu..” kata Lee-ah penuh air mata, ia memeluk onnie kesayangannya itu erat. Gee-lang menghapus air mata Lee-ah dengan tangannya walaupun masih sangat lemah. Air mata Lee-ah malah semakin deras. Gee-lang mulai sebal.

“Babo… mengapa kau menangis? Di dorm kau yang paling galak, cerewet dan tomboy. Kenapa tiba-tiba begini? Dasar gadis lemah. Lihat aku dong.. aku sangat kuat dan ceria sekarang!!!” canda Gee-lang, padahal wajahnya masih sangat pucat.

Kata-kata Gee-lang membuat seisi ruangan tersenyum. Lalu tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal Gee-lang berbicara padanya.

“Syukurlah kau sudah sadar sekarang, aku takut terjadi apa-apa padamu. Maafkan aku, tadi aku sedang kehilangan kontrol, sehingga aku tidak melihat kau melintas di jalan, lagipula, kau tidak melihat-lihat lagi saat menyeberang, aku jadi terkejut sendiri.” Kata Junho panjang lebar.

“Siapa kau? Tanya Gee-lang lirih. Lee-ah dan ZhouMi menoleh kearah orang yang berbicara tadi.

“Dia adikku, dia orang yang tak sengaja menabrakmu tadi pagi. Dia yang membuat kau koma. Tapi kau lihat sendiri, keadaannya lebih parah, lehernya patah, kakinya hampir saja diamputasi, dan kepalanya mengalami pendarahan tadi. Ini hanya keajaiban dia masih bisa hidup dan bicara seperti sekarang..” jawab seseorang yang lagi-lagi tak dikenal Gee-lang. Gee-lang memperhatikan wajah kedua orang itu, mereka sangat mirip, mungkin kakak-adik.

“Arasaeyo.. aku juga tau kau tidak sengaja, lagipula salahku juga tidak memperhatikan jalan.” Jawab Gee-lang seraya tersenyum.

Lalu ZhouMi memperhatikan orang yang berdiri di sebelah ranjang si penabrak tadi.

“Kau… bukankah kau..” kata ZhouMi sambil menunjuk ke Junsu.

“Xiah Junsu dari boyband TVXQ!!! Benar kan?! Aku sering melihatmu perform!” kata ZhouMi pada Junsu. Junsu langsung menyambut tangan yang disodorkan ZhouMi.

“Ya, benar ZhouMi, kau anggota Super Junior M kan? Aku suka bahasa China mu dan kemampuan Henry dalam bermain biola. Kalian sangat fantastis.” Kata Junsu ramah.

“Ini adik kembarku, Kim Junho, maafkan dia yang lalai, sehingga membuat kecelakaan ini terjadi. Dia memang sering begitu kalau sedang emosi.” Kata Junsu. Lalu ZhouMi menyalam tangan Junho yang diinfus. Lee-ah juga berkenalan dengan dua orang itu.

Jiyoung menggenggam tangan Gee-lang.

“Cepat sembuh ya! Konser Shine A Light-ku bisa gagal kalau kau sakit terus, aku tidak akan bisa konsentrasi reherseal nih…” kata Jiyoung sambil mengacak-acak rambut Gee-lang.

“Kalau bisa sih aku ingin keluar dari sini sekarang juga!! Aku ingin menyemangati Jiyoung-oppa latihan. Dan nanti saat konser, akulah yang akan memberi applause termeriah untuk oppa! Hehe.. Tapi ini kan tergantung fisikku, kalau aku saja yang mau tapi fisikku masih lemah, kan nggak bisa juga.. Kau doakan aku saja ya, oppa..” kata Gee-lang sambil tersenyum. Mukanya lebih terlihat cerah.

“Hmmmmmm……….. ngomong-ngomong.. aku ingin meminta izin padamu, noona.” Kata Jiyoung sedikit malu.

“Di konser Shine A Light itu, aku harus melakukan adegan-adegan yang sedikit annoying dengan seorang wanita, tapi itu tuntutan profesi loh! Akuu…… juga tidak ingin melakukan itu, kecuali dengan Gee-lang. Hehehehhehee..” canda Jiyoung. Gee-lang mendorong kepala Jiyoung pelan.

“Ah kau ini. Aku mengizinkan asal kau tidak benar-benar jatuh cinta kepada gadis itu! Kalau aku dengar gosip tentang kau dan dia, jangan harap kita akan bertegur sapa lagi.” kata Gee-lang menuntut.

“Promise! Mana ada gadis yang dapat membuatku can’t breathe selain kau, Gee-lang.” kata Jiyoung ceria sambil menunjukkan kelingkingnya tanda berjanji. Jadilah mereka melakukan salaman kelingking.

~o~o~

Aku berjalan menelusuri gelap malam. Tadi aku sudah menelepon Kibum, dan aku memutuskan untuk menemuinya di tempat ia latihan boxing, Seoul Gym Center (SGC). Sesampainya di depan SGC, aku menelepon Kibum. Terdengar nada sambung Super Junior-It’s you (Rearranged).

Neorago…

“Yuhbasaeyo, hyung!! *tueueueww! baru aja kata-kata neorago! >_<*

Tunggu sebentar ya, aku lagi di lift nih. 5 menit lagi aku menemui hyung, masuk di lobby saja ya!” kata Kibum nyerocos tanpa memberi kesempatan Sungmin untuk bicara.

“Ya.. ya.. cerewet..” kata Sungmin kesal. 5 menit kemudian, Kibum datang dengan berpeluh keringat di wajahnya. Badannya tampak lebih proporsional sekarang, karena rajin latihan boxing.

“Mianhae, hyung! Sudah lama ya? Aku telat berapa jam nih?” kata Kibum.

“Sudah 5 tahun.”  Canda Sungmin dengan tampang kesal.

“Arasaeyoooooooooo……….. aku tadi harus laporan dulu dengan guru. Ini hanya untukmu loh hyung, padahal aku masih ada 3 lessons lagi. Jangan merengut gitu dong, nanti imutnya hilang…….” Kata Kibum sambil mencubit kedua pipi hyungnya yang paling banyak talent itu. Sungmin menepis tangan Kibum kesal.

“Yaaaaaaah. Dia marah.” Kata Kibum sedih. Sungmin tertawa meremehkan.

“Takut ya aku marah denganmu? Bagaimana kalo Master of Material Arts ini tanding dengan Master of Boxing?” tantang Sungmin.

“Hahaha.. jangan begitulah.. Kau kan sudah sangat menguasai material arts. Sedangkan aku latihan boxing saja belum sampai 1 tahun.” Kata Kibum merendah.

“Tapi senyumanmu tetap saja, bisa membunuh. Dasar killer…………. Smile.. hahaha…” kata Sungmin. Lalu mereka melanjutkan jalannya. Tiba-tiba tiga orang tak dikenal dengan gaya berpakaian yang sangar mendekati Kibum dan Sungmin. Lalu seseorang memukul Sungmin dari belakang.

“Arghhhhhhh…” ringis Sungmin kesakitan.

“Hey kau!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Kibum. Ia ingin memberikan pukulan kepada orang yang memukul Sungmin, tapi Kibum malah terjatuh karena pukulan di pundaknya.

“Berikan harta kalian!!!!!!” kata salah satu diantara mereka dengan menodongkan pisau.

Dua orang menginjak-injak tubuh Sungmin dengan keras. Sungmin yang terbaring lemah di trotoar melihat seseorang datang, wajahnya mirip Kyu, ya, memang dia adalah Kyu. Kyu berlari mendekati kami.

“Aaaaaaaahhhhhhhhhh..!!!!!” kata Kyu meringis karena wajahnya tergores pisau.

Sungmin melihat NeeSa..

“NeeSa-ah..” kata Sungmin dengan suara yang hampir tak terdengar.

Lalu salah satu orang dari gangster itu menyandera NeeSa dengan pisau didepan leher NeeSa. Emosiku langsung naik.

“JANGAN SENTUH DIA SEDIKITPUN!!!” teriakku.

Aku tak peduli dengan orang-orang yang tadi menginjakku, aku mendorong mereka dengan keras dan meninju kepala orang yang berani-beraninya menodong gadis yang aku sayang itu. Aku memeluk tubuh NeeSa untuk melindunginya. Orang itu lalu menusukkan pisaunya, aku langsung berusaha menangkisnya, tetapi gagal. Pisau itu menggores bahuku sepanjang 5 cm. NeeSa teriak histeris.

“Sungmin-ah……….” Katanya sambil mengeluarkan air mata. Aku berusaha tersenyum padanya, walaupun luka di bahuku.. sangat pedih.

“Aku tak apa-apa..” kata Sungmin lembut.

“Geo-jis-mar!” kata NeeSa keras. Lalu orang itu mendorong Sungmin sampai ia terjatuh ke lantai. Kepalanya membentur lantai. NeeSa langsung membantuku berdiri.

“NeeSa-ah.. pergi dari sini, selamatkan dirimu!” kataku.

“Sungmin-ah… Aku tidak akan meninggalkanmu!!” kata NeeSa, air matanya mengucur sangat deras kali ini. Sekali lagi, aku tidak sanggup melihat gadis ini menangis ataupun sedih. Tapi kepalaku mulai pusing, pandanganku kabur.

Untungnya, sirene mobil polisi terdengar semakin kencang. Lalu tiga orang itu berlari dan polisi terus mengejarnya. Polisi terpaksa menembak kaki orang-orang itu karena mereka berusaha kabur. Lalu polisi mengamankan kami. NeeSa tidak rela melepaskanku di pelukannya, NeeSa terus memanggilku tapi aku sudah terlalu lemah. NeeSa menyentuh pipiku dan mendekatkan ke wajahnya.

“Sungmin-ah.. bertahanlah..” katanya. Ne.. aku akan bertahan, untukmu, NeeSa-ah.. Batinku.

“Arasaeyo..” kataku sambil memegang pipi NeeSa.

Kyuhyun tidak mengalami luka yang berat, hanya wajahnya yang tergores, dan Kibum juga baik-baik saja untungnya. Sungmin yang paling parah kali ini. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke dorm, tidak perlu ke rumah sakit, meski NeeSa terus memaksaku untuk menyembuhkan lukaku ini di rumah sakit, karena ia takut terjadi apa-apa. Ya, tentu saja aku senang dengan perhatiannya. Tapi, aku harus berpegang dengan kata-kataku, aku akan menjauhinya, menjauhi gadis yang sebenarnya aku sangat tak mampu untuk jauh darinya. Ra NeeSa.

Sesampainya di dorm, Kyuhyun lekas membuka pintu dan mendobrak pintu itu saking cemasnya dengan keadaanku. Lalu ia segera mencari kotak P3K. NeeSa merobek kausku di bagian luka, ia mengambil es batu dengan sehelai kain, lalu menempelkannya pelan pada lukaku.

“Aaghh…” teriakku mengaduh. Sebenarnya aku sudah menahan sakit yang teramat sangat ini agar NeeSa tidak cemas, tapi, terlalu sakit.

“Mianhaee… Sungmin-ah, aku akan mengobatimu.” Kata NeeSa menenangkanku.

“Kamsahamnida…” kataku pelan.

Aku memandang wajahnya yang dengan serius dan penuh kasih sayang mengobati lukaku. Tidak perlu, NeeSa-ah. Hanya dengan melihatmu aku sudah menjadi lebih baik… Batinku. Lalu NeeSa sadar aku sudah memandangnya lama.

“Sungmin-ah, sakit ya? Mianhae.. aku takut lukamu terus terkena bakteri, nanti kamu infeksi, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu. Makanya harus segera diobati, mianhae jika aku menyakitimu.” Kata NeeSa panjang lebar.

“Arasaeyo, aku senang kau mengobatiku, pasti akan cepat sembuh.” kataku seraya tersenyum lebar.

Kyu melihat kami dengan pandangan cemburu. Aku tau, Kyu mengagumi NeeSa, sunbaenya di kampus. Ia pernah curhat padaku kalau NeeSa adalah orang pertama yang membuatnya jatuh cinta. Babo. Padahal wajahnya sangat tampan, ia bisa saja menggaet wanita lain. Tapi Kyu berpegang pada kata-katanya sendiri.

“Mianhae, Kyu.” Kataku pada Kyu. Kyu malah menunduk malu.

“Eeeeee… kenapa kau ini, hyung!” kata Kyu. Aku tertawa kecil melihat tingkah Kyu. Ia memang suka aneh kalau lagi dekat dengan seorang wanita, apalagi yang dia sukai.

Kyu mengobati luka kecil pada dirinya sendiri dan Kibum, hyung yang paling perhatian dengan dongsaeng-dongsaengnya. Ia melihat Kibum iba,  karena Kibum jadi tidak ceria karena ini semua.

“Babo.. seharusnya aku mengandalkan jurus-jurus boxingku di depan mereka! Tapi mereka terlalu banyak. Dasar curangg!” kata Kibum kesal.

“Sudahlaaaaaaah, yang penting mereka dapat hukuman yang setimpal. Biasa lah, kalau orang butuh uang memang begitu, apa saja dilakukan.” Kata Kyu menasihati.

NeeSa dengan penuh perhatian mengobatiku, aku sangat senang dibuatnya. Lalu aku menggenggam tangannya, dan memeluknya. Kamsahamnida, NeeSa-ah. Kau selalu ada untukku. Bahkan di saat aku ingin menjauhimu. Mianhae, tapi aku harus melakukan semua ini. Kataku dalam hati. NeeSa terdiam. Aku memejamkan mataku dan mengeratkan pelukanku. Bagaimana bisa aku meninggalkan gadis yang sangat kucintai ini? Aku terlalu merasa kejam untuk melakukan itu..

Tiba-tiba tubuh NeeSa terguncang, ia terisak dan mulai menangis. Ia menangis sejadi-jadinya. Hatiku sakit.

“NeeSa-ah, tolong jangan menangis, aku terlalu sakit untuk melihatmu sedih.” Kataku padanya.

Air matanya malah semakin deras.

“Sungmin-ah.. Aku butuh bicara denganmu, berdua saja.” Kata NeeSa terisak. Aku memegangi wajah gadisku dengan lembut, agar air matanya berhenti.

“Jangan keluarkan air matamu lagi, NeeSa-ah.” Kataku.

“Bagaimana aku tak menangis kalau kau bicara seperti itu Sungmin-ah!!!!!” kata NeeSa berteriak. Ia melepaskan pelukanku dengan kasar. Kyu dan Kibum melihat kami dengan pandangan aneh. Aku terkejut, apa maksudnya aku bicara seperti itu?

“N… NeeSa… A.. Aku..”  kataku terbata-bata.

“Aku mulai membencimu mulai sekarang!!!!” kata NeeSa dengan air mata yang semakin deras.

NeeSa menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya, aku hanya melihatnya dengan lemas. Hatiku semakin sakit ketika aku tau kalau penyebab air matanya itu aku sendiri. Babo. Lalu aku melihat Kyu mendekati NeeSa.

“NeeSa-ah.. jangan seperti itu, kita bisa menyelesaikannya dengan baik-baik, oke? Jangan emosi dulu.” Kata Kyu pelan menenangkan NeeSa.

Ia memeluk NeeSa, NeeSa tidak mengelak. Aku cemburu melihat kedekatan mereka. Aku menghela napas. Kibum mendekatiku dan mengusap-usap dadaku.

“Kau harus sabar, hyung!! Kau harus kuat!!” kata Kibum menyemangatiku. Apa maksudnya kuat?

Lalu NeeSa memendamkan kepalanya di dada Kyu. Ia mengeratkan pelukannya.

“Hyungmu.. ia menyakitiku!!!” kata NeeSa penuh emosi.

“NeeSa-ah, jangan begitu, sungguh kalau ia menyakitimu, sebenarnya ia yang lebih sakit. Aku tau ia mencintaimu..” kata Kyu membelai kepala NeeSa pelan.

“Kita pergi sekarang, aku ingin bicara denganmu, Sungmin!” kata NeeSa kasar.

Aku tidak pernah melihatnya semarah ini. Dan aku penyebabnya? Ah, aku benar-benar tidak menyangka orang yang dapat membuat gadis ini marah adalah aku. Lee Sungmin yang bodoh.

Kibum mendorong bahuku pelan.

“Pergilah, hyung. Selesaikan semuanya, aku tau kau adalah lelaki yang paling romantis diantara kita ber-13.  Bawa ia pulang dengan keadaan tersenyum bahagia dan memelukmu!” kata Kibum membisikkan di telingaku. Aku pun mendekati NeeSa. Kyu melepaskan pelukannya. NeeSa masih menangis. Mianhae, NeeSa-ah. Cheonmal Mianhae. Aku memang bodoh.. membuatmu menangis begini.. Kataku dalam hati.

Lalu aku menarik lengan NeeSa pelan. NeeSa tidak menepisnya. Aku mencoba membuatnya senyaman mungkin. Lalu kami keluar di tengah malam seperti ini. Aku memasangkan jaketku ke tubuh NeeSa. Aku berusaha untuk memeluk NeeSa pelan. Lalu air mataku mulai keluar. Aku tak mengeluarkan sepatah katapun. Mungkin air mataku bisa menjelaskan semuanya. NeeSa terdiam, ini adalah pertama kalinya aku menangis di depannya. Lalu kami kembali berjalan dengan membisu ke sebuah tempat. Sesampainya di tempat itu, kami duduk di lantai kayu. Aku menghadap ke wajah NeeSa. NeeSa masih menunduk. Aku menggenggam kedua tangannya.

“NeeSa-ah.. sekarang katakan. Apa perbuatan bodohku yang membuat kau menangis seperti ini, apa?” kataku bertanya. NeeSa masih larut dalam kesedihannya. Aku menarik pelan dagunya agar aku bisa melihat wajahnya. Wajahnya kini tidak ceria seperti biasa lagi. Wajahnya sangat sendu dan matanya merah sayu. Aku menoleh kearah lain. Aku tidak sanggup melihat ia seperti ini. Aku menggoyangkan tangannya agar ia mulai bicara.

“A.. aku..” katanya terbata-bata.

“Aku mendengar semua yang kau katakan, Sungmin-ah! Aku dengar kau ingin menjauhiku, kau ingin meninggalkanku. Aku hanya berpura-pura tidur saat itu!!! Saat kau melepaskan tanganku, hatiku sangat sakit!! Saat kau mencium pipiku, aku ingin menghentikan waktu, kau tau!! Dan kau adalah lelaki terjahat sedunia saat kau mulai melangkah keluar! Kau adalah lelaki terbodoh yang mengenalku dan ingin meninggalkanku begitu saja. Kau kira dengan itu aku bahagia?! ANIO!!!!” katanya penuh emosi.

Tubuhnya berguncang, tangisnya semakin terdengar keras. Aku hanya mematung.

“A.. aku.. aku.. sebenarnya akulah yang lebih sakit, NeeSa-ah! Aku tidak sanggup melakukan itu, menjauh darimu saja rasanya sudah sakit. Tapi ini kulakukan untukmu dan Taeyang!! Hanya untuk kebahagiaan kalian. Taeyang yang menemuimu lebih dulu. Dan aku tidak mungkin merusak hubungan kalian. Itulah satu-satunya alasanku mengapa aku berani bilang seperti itu, sungguh, aku tidak ingin menyakitimu. Tapi jika aku tak menjauhimu, bukan hanya kau yang sakit pada akhirnya, NeeSa-ah. Taeyang juga akan sakit.” Kataku menjelaskan pelan.

NeeSa memandangku. Ia memelukku tiba-tiba.

“Sungmin… a..aku… aku bingung. Aku mulai menyukaimu. Kau sudah seperti Taeyang, membuatku jatuh cinta. Aku tidak sanggup kalau kau pergi, tolong, jangan meninggalkanku. Air mataku akan habis karenamu..” katanya. Ia terus terisak. Aku membelai kepalanya dengan sayang. Aku menghapus air matanya.

“Jika itu yang kau inginkan, aku berjanji, tidak akan meninggalkanmu, aku berjanji, NeeSa-ah. Kecuali Tuhan memanggilku.. Aku menarik ucapanku yang kemarin..” kataku berjanji.

NeeSa mulai tersenyum. Akhirnya, senyum yang kutunggu-tunggu. Satu-satunya senyum yang bisa meluluhkan hatiku. Aku memegang wajahnya dengan kedua tanganku. Aku membelai rambutnya pelan.

“NeeSa-ah.. cheonmal saranghaeyo. Aku benar-benar mencintaimu.” Kataku.

NeeSa terperangah karena aku menggunakan Bahasa Indonesia yang mungkin agak sedikit canggung. Lalu aku menahan napasku, aku memejamkan mataku. Aku mendorong tubuhnya pelan, dan ia sekarang terbaring. Aku mencium bibirnya mesra. NeeSa memeluk kepalaku.

Seandainya aku dapat menghentikan waktu… Tuhan, dengarlah aku.. Batin NeeSa. Aku tidak ingin melepaskan lelaki ini. Aku terus mencium bibirnya lembut, aku tak bisa menghentikannya.

Saranghaeyo, Sungmin-ah..

Lalu ditengah momen itu, aku menggenggam kalung liontin hatiku. Aku mulai meneteskan air mata. Aku teringat semua kenanganku dengan Taeyang. Aku merasa bodoh sudah melakukan ini. Apa yang aku lakukan di belakang Taeyang?? Padahal dia sangat percaya padaku? Aku mengkhianatinya. Lalu aku mendorong wajah Sungmin pelan. Sungmin terkejut.

“NeeSa…” katanya lirih.

Aku memeluknya.

“Sungmin-ah.. aku tak bisa… aku punya Taeyang dan aku tidak bisa melakukan ini saat ia tak ada. Aku wanita yang kejam..” kataku.

Sungmin mencium keningku pelan.

“Aku rela, kau dengan Taeyang. Aku bahagia kalau melihatmu bahagia NeeSa-ah.” Kata Sungmin.

Sungmin menggapai kalung liontin hati dari Taeyang, ia membuka liontin itu, ada foto Taeyang yang mencium pipi NeeSa. NeeSa terlihat sangat bahagia di foto itu. Aku tersenyum.

“Kalian sangat cocok.. aku bagai penghancur di hubungan kalian. Aku memang… setan..” kata Sungmin sambil tersenyum licik.

“Tidak.. kau hanya datang disaat tak tepat, Sungmin-ah…” kataku.

Aku memandang wajah Sungmin yang kuyu. Aku benar-benar mencintainya, aku mencintai kelembutannya. Tapi bagaimana dengan Taeyang.

“Saranghaeyo……” kataku pada Sungmin, tetapi saat itu aku juga memikirkan Taeyang. Ya, aku mencintai keduanya.

~o~o~

Eunhyuk dan NeeNo melanjutkan jalan mereka, mereka tadinya ingin mendatangi Donghae dan Ta-mmie, tapi Eunhyuk melarangnya. Karena mereka sangat menikmati saat-saat berduanya.

“Memangnya mereka saja apa yang ingin berduaan? Aku juga mau!!”  kata Eunhyuk sambi merangkul NeeNo. NeeNo tertawa.

“Dasar kau, monyet ganteng.. Hehehe..” kata NeeNo.

Eunhyuk mengacak rambut NeeNo yang memang sudah acak-acakan. Model rambut mereka sangat mirip.

Mereka berjalan ke sebuah restoran mie ramen kesukaan Eunhyuk.

“Wah.. disini biasanya aku, Heechul-hyung, dan Hangeng-hyung makan ramen! Hangeng-hyung sangat suka..” kata Eunhyuk.

NeeNo membulatkan mulutnya. Lalu mereka masuk kesana dan mencari tempat duduk.

Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata Eunhyuk dari belakang. Eunhyuk bingung.

“Heeehhhhhh, NeeNo ya?” kata Eunhyuk, tapi tebakannya salah.

“Hahahahaha…” kata seseorang. Tertawanya terdengar sangat khas. *Seperti suara tawa yang ada di ujung lagu Sorry-sorry itu, loh!*

“Andwaeeeeee……… sudahlah aku tau dari suara ketawa setannya saja. Chullieeeee!” teriak Eunhyuk lalu menggigit tangan Heechul.

“Adaaaaaaaaaw! Hajimaaaaaaaaa!” teriak Heechul. Heechul terlihat sangat tampan hari ini, tidak seperti biasanya, biasanya kan terlihat ‘cantik’. Tapi malam ini rambutnya panjang, hitam, berponi dan berpakaian jas rapi.

NeeNo hanya tertawa melihat tingkah mereka. Tiba-tiba Hangeng datang.

“Hei, berdua saja nih? Kemana yang lain?” tanya Hangeng yang sekarang rambutnya di blonde itu. Ia terlihat sangat tampan dan rapih malam ini.

“Iya nih, yang lain lagi asik berduaan.” Kata NeeNo sambil tertawa kecil.

“Yeeeeeeee, kalian saja berduaan!!” kata Hangeng.

“Kalian juga berduaan! Couple Hanchul! Hahaha.” kata NeeNo tak mau kalah.

“Waaaah, iya doong.. kami kan couple paling asooy.. hahahahahahhhaa.” kata Heechul tak bisa mengendalikan tawanya.

Lalu Heechul mendekati Hangeng, dan bersiap mencium pipi Hangeng. Hangeng menahannya dengan sebelah tangannya.

“Hajima… jangan disini, Chullie. Nanti ya di dorm kita puas-puasin.” kata Hangeng sambil menatap wajah Heechul, seperti pandangan……. bernafsu. *astagaaaaaa =_______=*

NeeNo dan Eunhyuk terbelalak melihat hyungnya itu.

“Kalian ini.. benar-benar gila!” kata Eunhyuk.

“Iya nih, sejak kenal dengan hyungmu yang cantik ini, naega michyeo michyeo baby!” kata Hangeng sambil menyanyi sedikit.

“Sudah-sudah.. cukup dulu gilanya.. Ini siapa? Kau belum mengenalkan kekasih barumu padaku! Rambut kalian sama ya! Hahaha…” kata Heechul sambil menunjuk NeeNo.

“Annyeong, oppa. NeeNo imnida.” kata NeeNo sopan sambil membungkukkan badan.

“Heechul-sshi imnida!!!” kata Heechul semangat sambil membungkukkan badannya sampai mengenai meja. Ia meringis kesakitan. Yang lain hanya tertawa. Lalu Heechul menarik tangan NeeNo dan menggoyang-goyangkannya. *Maksudnya salaman*

“Selamat yaaaaaaa! Kau adalah gadis pertama yang menjadi kekasih Eunhyuk!!! Ia kan selama ini ditolak cewek terus.. Hahaha..” kata Heechul mengejek. NeeNo tersenyum sambil menoleh pada Eunhyuk.

“Hyuuuuuuuung! Daripada kau sama cowok terus.. hahahaha” kata Eunhyuk balik mengejek.

“Aku hyungmu! Sopan dikit doong!” kata Heechul sambil mengetuk kepala Eunhyuk.

“Hehe.. mianhae hyung sayang. Saranghae milky-skin.” kata Eunhyuk menggoda.

Heechul hanya mencibir.

“Kalian panjang umur nih, baru saja tadi diomongin di jalan..” kata Eunhyuk.

“Eh, by the way, boleh kami ikut bersama kalian makannya? Atau, kalian lagi dating berdua aja nih? Haha. Sejak kapan jadian?” kata Hangeng.

NeeNo dan Eunhyuk berpandangan bingung. Jadian???

“Hmmmm…….. sejak…. beberapa menit yang lalu kali ya?” tanya Eunhyuk ke NeeNo. NeeNo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Heiii.. Hangeng. Jangan ganggu mereka dooong! Mereka kan pengantin baru, jadi ceritanya ini.. lagi honeymoon kali ya.. Sudah, kita pulang saja, yuk!” kata Heechul sambil merangkul Hangeng. Mereka memang pasangan yang serasi. Dalam hal ini bukan ‘pasangan’ yang sebenarnya pastinya.

“Ya..ya.. ngomong-ngomong karena kalian baru jadiaaan, KALIAN YANG TRAKTIR! HAHAHA..” kata Hangeng seraya tertawa penuh kemenangan.

“Wah benar, benar! Annyeong! Selamat menempuh hidup baru!! Kami tadi makan Shin Ramyun dan Kimchi Ramyun, silahkan dibayar yaaa…” kata Heechul.

Lalu couple Hanchul itu pun pergi dari restoran ini sambil berangkulan. Mereka memang tidak malu untuk bersikap seperti itu, karena Hanchul memang sangat sering mengekspos kedekatan mereka. Lagipula, mereka hanya sebatas hyung dan dongsaeng saja kok, hanya saja, terlalu dekat.

Eunhyuk dan NeeNo berpandangan lagi.

“Ngomong-ngomong… emang kita jadian?” tanya NeeNo.

“Menurutmu?” kata Eunhyuk.

Mereka berdua jadi sama-sama bingung.

~o~o~

Aku merasakan pusing yang teramat sangat menyerangku. Aku memegang kepalaku lalu berjalan ke kamar kecil. Aku batuk, dan darah segar keluar lagi. Pandanganku mulai kabur.  Tubuhku goyah dan aku jatuh ke lantai. Tak tau mengapa, NeeSa dan Sungmin melintas di kepalaku. Aku teringat dengan saat pertama bertemu NeeSa. Ah, waktu yang sangat berharga untukku..

Di rumah sakit..

Keringat Gee-lang bercucuran deras. Jiyoung bingung melihatnya. Gee-lang tidak membuka matanya.

“T… Taeyang-ah.. Taeyang-ah!!!!!” tiba-tiba Gee-lang menyebut nama hyungnya berkali-kali.

Jiyoung menggoyang-goyangkan tubuh Gee-lang.

“Gee-lang-ah! Bangun!” kata Jiyoung cemas.

Terbesit bayangan Taeyang di kepala Gee-lang. Ia melihat Taeyang terbaring di sebuah peti, tanpa nyawa. Ia melihat NeeSa menangis sejadi-jadinya. Sungmin memeluknya dari belakang dengan air mata. Ia mencoba menenangkan NeeSa.

Kedua, ia melihat Kim Junho terbaring di pemakaman dengan pakaian yang elegan. Xiah Junsu menangis sejadi-jadinya. Rombongan Super 5 Bangs dan Super Junior serta Minho SHINee ikut menyekarkannya.

Lalu ia melihat sebuah bayangan lagi, Sungmin memakai cincin milik Taeyang. Dan ia melihat Sungmin dan NeeSa, Donghae dan Ta-mmie, Seungri dan NeeNo, Lee-ah dengan seseorang yang tak dikenalnya, dan dirinya sendiri dengan Jiyoung menikah.

Gee-lang merasakan sakit di kepalanya yang teramat sangat.

“AAAAAAAAHHHHHHHHH!!!” kata Gee-lang dengan napas yang tak teratur. Ia bangun dengan keringat mengucur dikepalanya. Jiyoung memeluknya.

“Apa yang terjadi, Gee-lang-ah?!” Tanya Jiyoung.

“Apa yang terbesit di kepalaku tadi, Jiyoung-oppa? APA?” teriak Gee-lang.

– To Be Continued –

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Seven =" (10)

  1. donghae romantis banget ama gue😄
    eh, si gilang tu ngigau trus, knape ?

  2. Dia bakal tau soal masa depan dan gw sama sii. HAHAHA!!! * mulai geje *

  3. @Ta-mmie: Haha mun tau tuh! Si Gilang itu bisa ngeliat masa depan. Hebat ya! Gara2 ketabrak motor jd bisa prediksi2 kayak si Denny Dardo! Haha, Ada yang mu coba ditabrak?

    @Lee-ah: Iya tuh, tapi dia gak kenal sama si Siwon-sshi

  4. hahahhaa. ie panjang bae FF lo tp cerita gw paling cma 5baris. HAHAHAHAHAHA * ditimpuk pake batu sama nissa *

  5. *ngambil batu buat nimpuk Lee-ah*

  6. * nutupin palak pake panci * hahah * bukannya tambah sakit y pke panci? *

  7. Bagus deh kalo pake panci, bisa tambah bengkak pala lo. Hahaha

  8. Huaaaaa. * panggil2 siwon * haahahhah. Kena lo :p

  9. Haha, Siwon lawan Master of Material Arts mampus dah tuh.
    Ntar ditantang balet sm Hankyung lg. (lho? ga nyambung)

  10. “Heechul-sshi imnida!!!” kata Heechul semangat sambil membungkukkan badannya sampai mengenai meja.

    ngakak guling guling gw baca yang bagian itu .😀😀 . ahahahaha.

    klo gw sukanya baca anecdot . jadi kalo kmu bikin ff yang humoris pasti aku baca sampe abis Nis. klo HaruHaru ga beres” aku bacanya . asa sedih . ga terlalu suka sad story si aku .khehehe [sorry]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: