more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Six =

Kyu memerintah Eunhyuk untuk menghentikan laju mobil. Lalu ia hentikan dengan rem sedikit kejut.
“Aku turun disini, aku ingin kembali ke dorm untuk menyelesaikan tugas susulanku. Annyeong” kata Kyu lesu.

“Annyeong, Kyu!!” kata NeeNo, Ta-mmie, Donghae dan Hyukkie serentak. Lalu Kyu keluar dari mobil, menyeberang jalan dan ia semakin pudar dan hilang sama sekali ditelan kegelapan malam.
Eunhyuk melihat arloji digital lasernya, jam sudah menunjukkan pukul 22.50.

“Hahhh.. aku belum ngantuk nih! Gimana kalo kita jalan-jalan malem aja? Sekalian refreshing abis tadi sedih-sedihan..” ajak NeeNo.

“Eeeee~ setuju! Pasti akan mengasyikkan. Tapi kemana nih?” tanya Eunhyuk semangat.

Donghae terlihat berpikir keras. Lalu ia menjetikkan jarinya.

“Menara Seoul!!!!!!!!!!” teriak Donghae.

“Setujuuuuuuuuuuuuu!” kata tiga temannya yang lain serempak. Lalu Eunhyuk memacu mobil CR-V biru milik Hangeng.

Sesampainya di Menara Seoul, keempat rombongan itu turun. NeeNo menarik lengan Eunhyuk sampai terseret. Mereka menuju ke tempat gulali.

Donghae menatap Ta-mmie, Ta-mmie balik menatapnya, lalu Donghae menunduk malu, ia bingung ingin berbuat apa. Ta-mmie hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Donghae. Akhirnya Donghae angkat bicara.

“A… chamkaman, Ta-mmie ah.” Kata Donghae. Donghae berjalan ke suatu tempat. Ta-mmie hanya bingung melihatnya akan pergi kemana.

Eunhyuk membeli dua gulali ukuran besar untuknya sendiri, sedangkan NeeNo hanya membeli satu. Lalu Eunhyuk mengajak NeeNo ke suatu tempat yang sangat tinggi, ke puncak Menara Seoul. Lalu mereka berbaring di ubin sambil melihat bintang-bintang yang sangat banyak dan terang, malam ini sangat cerah, ternyata.

“Waaaaaaahhhhhhhhhhh……. Indah sekali ya, NeeNo-ah!” kata Eunhyuk kagum.

“Kamsahamnida..” jawab NeeNo ge-er. Eunhyuk mendorong bahu NeeNo pelan.

“NeeNo-ah, makanlah gulaliku!” kata Eunhyuk menyodorkan gulali pink nya.

NeeNo menggigitnya sedikit. “Sekarang lihat ke atas sana” kata Eunhyuk sambil menunjuk bintang.

NeeNo hanya mengikuti apa kata Eunhyuk dan memandang ke atas langit.

“Makan gulalinya lagi” kata Eunhyuk lagi.

“Kau……….” Kata NeeNo terputus, dan 2 cm di sebelahnya bukan gulali lagi, melainkan wajah Eunhyuk. Eunhyuk tertawa kecil.

“Hyukkieeeeeeeeeeeeeeeeeee…………..” kata NeeNo sambil mendorong wajah Eunhyuk pelan.
Lalu mereka berdua tertawa. Eunhyuk mencium pipi NeeNo tiba-tiba. NeeNo memegang pipinya kaget, lalu ia memeluk Eunhyuk.

“Kauuuuuuuuuuuuu…………………….!!” Kata NeeNo semakin keras.

“Hmm, NeeNo-ah. Mau tau siapa gadis yang ku impi-impikan saat ini?” tanya Eunhyuk.

“Mwo? Siapa?” kata NeeNo sedikit cemburu.

Eunhyuk menyanyi kecil..

Neorago.. nan neoppoonirago.. neorago..
NeeNo terdiam, ia menatap Eunhyuk tajam. Eunhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah NeeNo. Dan…….

~o~o~

Taeyang menghentikan mobilnya di depan dorm NeeSa. Tinggal NeeSa dan Taeyang yang ada disini sejak tadi mengantarkan Seungri ke sebuah mall yang sedang janjian dengan teman group dancenya.
Lalu Taeyang membukakan pintu mobil untuk NeeSa..

“Please out, beautiful princess.” Kata Taeyang lembut dan menyodorkan tangannya untuk NeeSa.

NeeSa tersenyum malu, lalu karena ada batu, NeeSa tersandung, Taeyang menyambut tubuh NeeSa. Taeyang tersenyum, lalu mengelus hidung NeeSa.

“Kamu, dari awal pertemuan kita cerobohmu tidak pernah hilang” kata Taeyang sambil memanjakan NeeSa. NeeSa hanya tertawa kecil. Lalu Taeyang mengantar NeeSa sampai depan pintu dorm Super 5 Bangs.

“NeeSa-ah, mian, aku harus pergi untuk latihan konser Shine A Light-ku. Ini adalah reherseal, jadi aku harus sungguh-sungguh. Doakan aku ya, chagie, konser ini kupersembahkan untukmu, my princess..” kata Taeyang sambil merundukkan badannya.

“Taeyang-oppa.. arasaeyo, aku jadi merasa spesial karenamu, aku malu..” kata NeeSa jujur.

“Kau memang orang spesial, NeeSa-ah..” kata Taeyang sambil mengelus kepala NeeSa. Lalu ia mengeluarkan selembar kertas merah dari kantung jasnya.

“Ini, tiket konser Shine A Light, datanglah tepat waktu untuk mendukungku ya! Annyeong..” kata Taeyang lalu mengecup kening NeeSa.

NeeSa memeluk Taeyang dan Taeyang mulai menjauh dan pergi dengan mobilnya.
Ada sepasang mata yang memerhatikan kejadian itu. Tiba-tiba seluruh lampu disitu mati. NeeSa teriak karena terkejut. Lalu orang yang memperhatikan Taeyang dan NeeSa tadi berlari kearah NeeSa dan menggapai tangan NeeSa. NeeSa memberontak.

“Aaaahhhhhhhhhhh!! Siapa ini?!! Lepaskan akuuuuuuuu………..!!” NeeSa mulai gemetar.

“Tenang, tenang, ini aku, Kyuhyun.” Kata seseorang itu. NeeSa mulai tenang, ia sangat takut dengan kegelapan.

“Kyu, tolong terangkan jalan, aku sangat takut gelap..” kata NeeSa sambil mendekat ke Kyu.
Kyu malah memeluk NeeSa erat. NeeSa jadi deg-degan.

“Ne… tenang, NeeSa-ah. Aku bersamamu.” Kata Kyuhyun lalu menempelkan dagunya ke kepala NeeSa.
Setelah beberapa menit, lampu tidak menyala juga.

“NeeSa-ah.. apa kita akan terus seperti ini?” Tanya Kyu yang masih belum melepaskan pelukannya. NeeSa tertawa kecil.

“Cukup, lepaskanlah, dongsaengku, kau membuatku deg-degan, tau!” kata NeeSa jujur. Kyu menahan tawanya, sejujurnya, ia menikmati pelukannya ini.

“Ne, sudah kulepaskan, tapi sekarang aku menggandeng tanganmu, aku tidak ingin kau terjatuh.” Kata Kyu penuh perhatian. Lalu mereka mulai berjalan.

“Kita kemana sekarang?” Tanya Kyu.

“Aku tak tau…” jawab NeeSa sambil mengeratkan genggaman tangannya. Kyuhyun-ah.. kenapa.. jadi.. begini?

“Hmmmmmmmmm, kita ke taman kota saja!” ajak Kyu.

“Ne! Hmm.. Kyu.. aku ingin bicara serius dengan hyungmu, Sungmin. Kemana dia?” Tanya NeeSa.
Kyu tampak berpikir keras.

“Aku tidak mendengar kabarnya sedari tadi, bukankah tadinya ia menjagamu saat pingsan?” Tanya Kyu.

“Ya.. tadinya memang begitu.. tapi.. tadi.. ia…” NeeSa mulai terisak, dan mulai menangis. Kyu cemas.

“NeeSa-ah, kau kenapa? Ceritakan padaku..” Tanya Kyu sambil memegang wajah NeeSa dengan kedua tangannya. Kyu mulai memeluk NeeSa lagi.

“NeeSa-ah.. berhentilah.. nanti aku ikut sedih, ceritakan semuanya padaku, dan kau akan merasa lebih baik. Apa perlu aku menelepon Sungmin-oppa?” kata Kyu.

“Andwae… biar aku yang menemuinya sendiri.” Kata NeeSa sesenggukan.

“Jangan menangis, noona.. air mataku akan keluar juga nih.” Kata Kyu berusaha menghibur.
NeeSa tersenyum walau tidak terlihat di gelapnya suasana dorm itu.

“Heran, lama sekali pemadaman listriknya..” gumam Kyu. Ia melihat NeeSa kedinginan saat itu. Lalu Kyu melepas jaket hitam kesayangannya dan dipakaikanlah kepada noona kesayangannya pula itu.

“Kamsahamnida, dongsaengku yang imut.. hehehe..” kata NeeSa.
Kyu senang NeeSa sudah bisa tertawa seperti itu, Kyu merangkul bahu NeeSa dan memberhentikan satu taksi, lalu mereka berdua masuk. Di mobil mereka tidak angkat bicara sedikitpun. Mungkin malu atas kejadian tadi, pikir Kyu. Lalu NeeSa melihat wajah Kyu dari sinar-sinar lampu jalan. Wajahnya, mirip sekali dengan oppanya. Ia benar-benar kangen oppanya saat ini. Dan mungkin agak sedikit terhapuskan karena melihat wajah Kyuhyun. Akhirnya NeeSa memulai pembicaraan.

“Kyuhyun-ah.. kau sangat mirip dengan oppaku di Indonesia. Mungkin kalau kau terus dekat denganku, aku tidak akan terus-terusan merindukan oppaku..” kata NeeSa. Kyuhyun memandang NeeSa beberapa detik, dan mengalihkan pandangannya..

“Kalau begitu…..” kata Kyu terputus tanpa melanjutkan bicaranya. Aku akan terus ada di dekatmu, mulai sekarang, NeeSa-ah… Batin Kyu.

“Mwo?” Tanya NeeSa. Kyu hanya menggeleng dan terus melihat keluar kaca taksi. Tiba-tiba, di jalan ia melihat dua orang yang dikenalnya sedang diserang oleh semacam gangster.

“Kibum, Sungmin!!!!!!!!!” teriak Kyu. NeeSa terkejut saat Kyu menyebut nama Sungmin.

“Stoop!” perintah Kyu pada supir taksi.

Dia langsung turun taksi dan menyeberang cepat tanpa mempedulikan mobil-mobil yang berlalu kencang. NeeSa juga ikut turun dan mencoba menyeberang, tetapi terlalu banyak mobil disana. Jadi Kyu sampai duluan di seberang jalan. Ia langsung menarik orang-orang asing yang menyerang Kibum dan Sungmin, tetapi Kyu malah dihantam dengan pukulan keras di bahunya, ia tersungkur.
Lalu ia melihat Sungmin di injak beberapa orang, Kibum terjatuh dari berdirinya. Tiba-tiba sebilah pisau menggores pipi kiri Kyu.

“AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH…” ringis Kyu.

NeeSa hampir pingsan melihat kejadian itu, dia terduduk lemas di seberang jalan. Lalu seseorang menodong NeeSa dengan pisau di leher. Kyu sangat terkejut.

“JANGAN SENTUH DIA SEDIKITPUN!!!” teriak Sungmin lalu memberontak dan mendorong keras orang-orang yang menginjaknya, ia langsung meninju keras kepala orang yang menodong NeeSa dan memeluk NeeSa untuk menjaganya.
“S… Sungmin.. ah…” kata NeeSa lirih karena napasnya baru saja akan habis.

– To Be Continued –

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Six =" (6)

  1. Kereen iih ceritanya… ^.^~~

  2. Nissa!!! Kok ga ad gw? Hhahah * telat bgt commentny *

  3. waaah donghae ama gueee knapa ga oneeew *dibash yang punya ff*

  4. NeeNo terdiam, ia menatap Eunhyuk tajam. Eunhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah NeeNo. Dan…….

    komen gw :

    OMONA o.O *blushing*

  5. @VIPtea_us: cheonmal kamsahamnidaaa🙂

    @Lee-ah: lo puas2in deh di part selanjutnya haha

    @Ta-mmie: neeee!!!!!!!!!!

    @NeeNo: Haha, belum seberapa itu tuch😛

  6. part selanjutnye darimane? orang cerita gw mala cma 5 barisan * ditimpuk pake batu * hahahhahahahaha. neeno, maau donk gulalinya * kedipkedip mata ke nino * *ditimpuk batu sama nino *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: