more fantasy about k-pop

sorrow in winter ~one shoot~

Aku sedang duduk di salah satu taman sambil meminum kopi panas di pusat kota Seoul yang saat itu sedang ramai karena bertepatan dengan libur musim dingin yang lumayan panjang. Salju turun menghiasi pemandangan kota. Aku melihatnya.. seseorang yang kutunggu datang juga ! ia mengenakan jas musim dingin berwarna abu-abu yang terkancing rapat dan celana hitam serta sepatu boots. Ia berjalan lalu berdiri di dekat air mancur sambil melihat ke berbagai arah hingga pandangannya bertemu dengan pandangan mataku. Aku tersenyum dan ia berjalan kearahku sambil melemparkan senyum yang membuatnya terlihat manis

Aku menatapnya lekat-lekat, wajahnya begitu lelah, mungkin sibuk akan pekerjaan yang menumpuk karena akan menhadapi libur musim dingin ini

“lama kau menunggu? Mianhae… tadi aku mengambil hapeku yang tertinggal” ucapnya seraya tersenyum kepadaku

“gwenchana.. aku juga belum lama sampai”ucapku..”kopi?”ucapku menawarkan kopi hangat yang kupegang untuk menghangatkan tanganku.. ia menggeleng dan akupun kembali menikmati kopiku yang hangat. Ia tersenyum lalu mengelus-elus kepalaku lembut

Kami hanya berbincang-bincang seperti biasa ketika kami bertemu. Ia tersenyum membuat jantungku berdetak semakin kencang

“bagaimana kalau kita ke toko buku?”ucapnya, aku hanya mengangguk lalu berjalan disebelahnya, ia menggenggam tanganku erat seakan-akan tak ingin dilepas lagi

Ketika sampai di toko buku, ia lalu mencari buku yang diperlukan dan tetap memegang erat tanganku, lalu setelah ia selesai akupun mencari buku-buku yang kuperlukan untuk pekerjaanku sebagai dokter.

“siwon-hyung?”tanya seseorang yang memanggil orang disebelahku, siwon lalu menoleh

“aaah, minho!”ucapnya lalu memeluk dongsaeng kesayangannya tersebut. Aku pun membungkukkan badanku

“lama tak berjumpa.. kenapa gak pulang kerumah selama liburan?”tanya minho kepada siwon

“aku masih sibuk belakangan ini, kalau aku sudah tak ada banyak kegiatan aku pasti pulang” ucapnya

“salam untuk umma dan appa”ucapnya kemudian, setelah sedikit berbincang-bincang akhirnya ia pamit untuk pulang dan aku masih sibuk berkutat dengan deretan buku-buku didepanku. Setelah membayar buku-buku tersebut, aku dan siwon duduk di sebuah cafe di ujung jalan tak jauh dari toko buku tersebut

“hmmm, yuri…” gumamnya pelan, aku menoleh. Ia hanya menunduk dan aku tetap menunggunya sampai ia berbicara

“aku tak banyak waktu lagi untuk bersamamu”ucapnya

“mwo? Apa maksudmu?”ucapku dengan nada yang terkejut, ia hanya diam dan menundukkan kepalanya, terlihat ia sangat sedih

“aku… aku….”ucapnya terbata-bata lalu seseorang menepuk pundakku, refleks aku menoleh dan mendapati seseorang dengan rambut berwarna coklat dan mata sipit tersenyum padaku

“Chae Lin!!” teriakku sambil memeluk teman semasa aku kuliah dulu

“hahahaha, lama tak bertemuuuu”ucapnya manja sambil mempererat pelukannya, setelah melepaskan pelukannya aku menatap siwon yang berdiri sambil tersenyum pada Chae Lin

“annyeonghaseyo, Choi Siwon imnida” ucapnya seraya membungkukkan badan

“annyeonghaseyo, Chae Lin imnida. Aku teman Yuri saat kuliah dulu” ucapnya sambil tersenyum lalu berbisik disebelahku,”siapa dia? Pacarmu?” tanyanya dan aku hanya tertawa kecil

Hari sudah malam, Siwon dan aku pulang dengan mobil Mazda hitam metalic-nya, dan salju tetap turun menghiasi malam ini

“gomawo”ucapku sambil tersenyum padanya lalu aku membuka pintu. Tetapi sebelum aku sempat menyentuh ganggang pintu mobil tersebut, Siwon menarik lenganku lalu menarikku kedalam pelukannya yang hangat, lalu ia mencium bibirku. Aku diam karena terkeut, lalu ia melepaskan pelukannya lalu menatapku, wajahnya pucat. aku hanya memegang pipinya dengan wajah setengah khawatir. Tetapi ia tersenyum seakan-akan tahu apa yang aku rasakan

2 minggu berlalu. Aku dan Siwon sibuk dengan pekerjaan masing-masih sehingga jarang ada waktu untuk kami untuk bertemu, aku sibuk meneliti beberapa penyakit dan merawat pasien-pasienku, dan Siwon sibuk dengan proyek-proyek barunya itu

Aku sedang membaca buku yang kubeli bersama Siwon waktu itu, aku kembali dengan perkataan Siwon di cafe, aku hanya diam termenung, lalu wajah Siwon yang pucat tempo hari tiba-tiba terbesit dipikiran ku, entah mengapa perasaankupun jadi gugup dan khawatir akan Siwon. Aku dengan cepat menghapuskan pikiran tersebut dan kembali berkonsentrasi dengan buku-buku itu. Beberapa saat kemudian SooEul, sekretarisku masuk dengan tergesa-gesa

“dokter.. cepat!! Choi Siwon sedang dalam keadaan kritis dan sekarang diruang UGD!!! “ ucapnya sambil mengatur nafas. Aku tersentak lalu segera mengambil jas putih dan mengenakannya sambil berlari menuju ruang UGD yang diikuti oleh SooEul. Ketika tiba di UGD aku langsung mengambil perlengkapanku dan berdiri disamping Siwon, badanku rasanya lemas, hati ku sakit melihat wajah pucat Siwon. Aku lalu memeriksa keadaanya, aku tak kuasa menahan air mataku lagi. ‘ oh tuhaan, buatlah agar aku bisa menyembuhkannya.. aku tak ingin kehilangannyaaa’ teriakku dalam hati sambil terus memeriksa keadaannya dan aku kembali menangis secara langsung ketika mengetahui keadaannya yang sebenarnya..

“Cepat panggil Dokter Lee!!dia perlu dioperasi!!” teriakku sambil memerintah SooEul untuk meminta bantuan pada dokter Lee, aku langsung memasangkan selang-selang pada tubuh Siwon hingga aku merasakan tangan Siwon memegang tanganku yang gemetaran, aku melihat wajahnya.. ia tersenyum sambil memamerkan lesung pipinya, senyum yang membuatku semakin sakit

“bertahanlah..”ucapku lirih lalu memasangkan selang oxygen pada hidungnya. Aku mengelus rambutnya lembut, dan seketika aku mendengar suara hentakkan kaki, aku menoleh dan melihat dokter Lee sudah siap dengan perlengkapan operasinya dan langsung membawa Siwon ke ruang oprasi.

“Yuri…. sarang…haeyo….”ucap Siwon yang menahan rasa sakitnya, aku tersentak.”saranghaeyo siwonnie.. kau harus kuat!”ucapku lirih yang menahan air mata dan sakit yang teramat sangat

“yuri, percayalah padaku..”ucap Dokter Lee menenangkanku walaupun itu tidak berpengaruh padaku. Aku hanya menggenggam tangan Siwon yang semakin lemas..

Aku termenung menunggu pintu oprasi terbuka. Lama.. tak henti-hentinya aku menangis… SooEul terus menemaniku, “Siwon.. kau harus kuat…” gumamku. SooEul hanya mengusap-usap pundakku. Aku hanya membenamkan wajahku di kedua telapak tanganku

Satu jam kemudian pintu operasi terbuka dan aku dapat melihat dokter Lee berjalan sambil merenggangkan dasi yang ia kenakan. Wajahnya murung, aku takut apa yang selama ini aku khawatirkan terjadi..

“Yuri… apa kau tahu penyakit Siwon??” ucapnya lemah

“dia pernah memberitahu ku ia mengiap penyakit ginjal”ucapku dengan nada yang teramat cemas

“yaa.. hanya itu?”ucapnya lagi dan aku hanya mengangguk

“ia juga mengidap pernyakit kanker hati. Sel kankernya menyebar dengan sangat cepat.. sehingga…”ucapnya terputus dan tangisku pecah..”aku tak dapat menyelamatkannya” ucap Dokter Lee lirih. Aku langsung menangis dan dengan lankah gontai aku berjalan ke arah ruang operasi diikuti oleh SooEul yang memapahku agar aku tidak ambruk..

Wajahnya putih seputih kapas.. badannya kaku seperti patung. Aku diam dan mengenggap tangannya..”siwon…” panggilku tetapi  tidak ada jawaban.. aku mengguncang tubuhnya tetap tak ada reaksi apapun.”SIWOOOOOOONNNN”aku berteriak histeris sambil menangis menahan rasa sakit di dadaku yang terasa sesak..

Tanah pemakaman itu masih basah.. semua orang meninggalkan pemakaman itu dan hanya tinggal aku,SooEul,Minho dan kedua orangtua Siwon. Aku terus menatap batu nisan yang terukir nama ‘ Choi Siwon ‘ itu

“mianhaee..”ucapku lirih ketika umma Siwon sudah didepanku

“araseo.. kau juga menahan sakit yang teramat sangat..”ucapnya lirih sambil mengelus rambutku

“aku tahu kau sudah bekerja keras untuk menyelamatkannya… tetapi Tuhan berkehendak lain… ia juga pasti tidak akan meninggalkanmu begitu saja, kau tetap bagian dari keluarga kami..” ucapnya, aku hanya tersenyum lalu mereka pergi. Minho lalu menghampiriku

“noona…”panggilnya, aku menoleh. Ia memberiku secarik kertas, bukan.. surat, aku mengambilnya sambil bertanya-tanya dalam hati

“ingat waktu ditoko buku waktu itu?? Ketika aku dan Siwon-hyung berbincang-bincang dan kau pergi mencari buku kedokteran??”aku hanya mengangguk..”ia memberikan ku surat itu.. katanya aku harus memberikannya ketika ia sudah tiada dan merahasiakan soal penyakitnya..”ucapnya lirih.”maaf aku sudah terlalu jahat padamu… maaf.. tapi aku terpaksa demi hyung.”ucapnya, aku tersenyum dan menatapnya,”araseo..gomawo..”ucapku.”ne.. kalau begitu aku pulang dulu.. annyeong” ucapnya sambil tersenyum.. senyum yang manis, semanis senyum siwon ketika menatapku dengan perasaan bahagia. Aku berpisah dengan SooEul di perempatan jalan, ia ingin ke perpustakaan umum dan aku hanya ingin duduk-duduk ditaman. Sesampainya ditaman, aku lalu membuka kertas tersebut dan membaca kata demi kata yang tertulis disurat itu

To my dearest Yuri…

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tak disampingmu lagi, tak ada di sisimu lagi, tak bisa melihat bahkan menggenggam tangan mu lagi… kau tak bisa melihatku lagi, tetapi aku yakin aku masih ada di hatimu, karena aku terkurung didalam hatimu..

Mianhae.. karena aku merahasiakan ini darimu, aku takut kau akan cemas, aku sudah periksa ke seluruh dokter ternama tapi harapanku untuk sembuh itu sangat kecil… aku tak ingin melihat wajahmu yang khawatir, wajahmu yang sedih ketika melihatku sakit.. aku tak sanggup…

Tapi aku ingin kau tahu satu hal bahwa… aku sangat mencintaimu.. walau aku pergi.. aku akan terus ada untukmu walau hanya dalam mimpi, walau hanya dalam kenangan-kenangan.. aku akan selalu menjagamu, Yuri

Jaga dirimu, aku yakin kau bisa menjadi dokter yang sangat hebat..

Aku mempunyai satu permintaan.. maukah kau mengabulkannya?? Aku mohon kau tersenyum ketika mengingatku, jangan menangis lagi karena aku tak sanggup menghapus air matamu itu… araseo???

Saranghaeyo,chagie…..

-siwon

Aku lalu melipat kembali surat itu, tak terasa airmataku kembali mengalir dengan derasnya.. setelah puas dengan tangisanku aku mulai menghapus airmataku,’aku akan tersenyum lagi…. aku akan mengabulkan permintaanmu.. Choi Siwon…’ ucapku dalam hati sambil melirik ke arah jari manisku, sebuah cicin perak dengan berlian ditengahnya masih melingkar.. cincin itu deberikan saat aku bertunangan denganny sebulan yang lalu…

Hari-hariku seperti biasa, walau aku menahan rasa sakit yang teramat sangat, tetapi ia akan selalu menghadapi itu dengan senyum… aku menutup laptopku lalu mendapati fotoku dan Siwon di taman sambil tersenyum riang, aku mengusap wajah Siwon di foto itu… ‘you’re the one and only… i’ll never forget you….’  gumamku saraya tersenyum….. karena aku yakin, walau ia tak disini bersamaku, tetapi ia akan terus menjagaku…..

Comments on: "sorrow in winter ~one shoot~" (10)

  1. 1st xD

    baca dulu ah, kayaknya keren xD

  2. Hahhaah, not that good. But well enough * apa sih *

  3. oh tidaaak SIWOOON T___T

  4. Aduh dek.. sing sabar yaaaaa.. turut berduke cite..

    Duuh sedih deh dunia kehilangan satu sosok manusia perfect. LOL

    Good, keep writing!

  5. Hahhah.. Sry yah kalo agak aneh -___-

  6. @nisso: thanks honey🙂 in gw buat pas lg ntn variety show SJ-M dooonk. Hahahah. Mian y kalo rada aneh

  7. ShabrinaKeyWon said:

    Yg buat kak yuli ya?
    Wahh..ceritanya keren bgtz ka walaupun sedihh bgtzz..aku aja ampe nangis bc nya..

    Siwonnya mateeee..hikz..hiks..

  8. Yap.. si Yulia a.k.a Yuri-lee. Hahha😄
    Iya, makasih ya komennya🙂

  9. Hahha. @shab : makasih sayang😀 padahal ni crita ancur bgt -_-

  10. @Nissa is VIP samasamaaa..
    @YuRi-lee ga ancur kok ka kren malahan..tapi ku tak rela sewonya matiiiiiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: