more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Five =

Aku menatap orang yang berambut blonde itu dengan penuh emosi. Dia… orang yang telah merusak sebagian hidupku selama ini. Kwon Jiyoung. ‘Mantan’ sahabat sekaligus sepupu jauhku. Nenekku dan kakeknya adalah sepupu.

Aku mendatanginya dengan suatu pukulan yang keras di dadanya. Ia mengaduh.

“Ini karena kau meninggalkanku sendirian di Jepang!!”

Lalu aku memukul kepalanya dengan keras.

“Dan ini karena kau telah merebut Gee-lang dariku!!!!!!!” kataku penuh emosi.

Jiyoung tertawa meremehkan.

“Dasar kau, bastard.” Lalu Jiyoung menempeleng kepala Minho pelan.

“Darimana saja kau? Beraninya kau pergi begitu saja setelah melakukan itu semua!!!” kata Minho geram.

“Dan mengapa kau membuat Gee-lang menjadi kecelakaan seperti ini? Dia hampir saja meninggal jika terlambat 10 menit saja tadi!” jelas Minho.

Jiyoung menghela napas.

“Aku sedang latihan untuk konser solo perdanaku, dan tentu saja aku tidak tau semua ini akan terjadi…” kata Jiyoung sambil menunduk, penuh penyesalan.

“Dasar artis, kalau sudah terkenal, lupa deh sama semuanya..” kata Minho.

“Bukankah kau anggota SHINee? Boyband teenagers itu?” kata Jiyoung menyindir.

“Setidaknya aku punya waktu untuk menyelamatkan pasien-pasienku…” kata Minho tak mau kalah.

Lalu Jiyoung menuju UGD tanpa mempedulikan Minho, sobat lamanya itu. Minho adalah hoobae saat Jiyoung duduk di kelas 3 SMP. Mereka termasuk anak OSIS, dan hubungan mereka menjadi akrab sesama OSIS. Di Arashi Junior High School itulah Minho dan Jiyoung kenal dengan Gee-lang. Minho sekelas dengan Gee-lang, dan mereka menyukai satu sama lain. Karena Minho adalah salah satu cowok terfavorit di sekolah itu, dan Gee-lang adalah gadis cerdas yang supel dan selalu menang dalam lomba debat antar internasional.

Suatu saat Minho menyatakan cintanya dengan spesial. Ia berdiri di tengah lapangan sekolah dan membawa pengeras suara. Lalu saat istirahat ia berteriak. “Gee-lang-ah, saranghaeyo! Would you be my girl?”. Gee-lang dan teman-temannya sontak menoleh kearah suara itu. Dilihatnya Minho berdiri disana. Lalu Minho menyanyikan lagu SHINee-Noona You’re So Pretty bersama teman tim basketnya diiringi dancing.

Nuna nomu yehpuhsuh

Namjadeuri kaman an dwo

Heundeulineun geunyuhui mam sashil algo issuh

Geunyuhehgeh sarangeun hansoonganee neukkimil poon

Mwora haedo naehghen

Salmi everything

Ama geunyuhneun oerin naega boodamseuruhoongabwa

Nal baraboneun noonbichi malhaejoojanha

And I think I’m gonna hate it girl

Ggeuchi daga oneun geol

Gaseumi marhaejoonda

Nooga mworaedo

Noonan nomu yehpuh

Geu geunyuhreul boneun naneun michyuh

Ha hajiman ijehn jichyuh

Replay replay replay

Choouki nae mameul halkwiu

Ah apesuh ijen mameul

Gochyuh da dagaohl ibyuleh nan

Replay replay replay

Gee-lang terdiam melihat temannya itu. Ia tidak menyangka. Tetapi Gee-lang tidak menolaknya, karena ia juga menyukai sifat Minho yang begitu baik padanya. Lagipula, Minho adalah tipe cowoknya.

Lalu Gee-lang menjawab.. “Ne.. saranghae Minho…”.

Gee-lang dan Minho pun menjadi sepasang kekasih saat itu. Jiyoung memperhatikan Minho.

Sial. Ia mendapatkan gadisku. Batin Jiyoung.

Saat Jiyoung berpapasan dengan Minho dan Gee-lang, ia menyanyi pelan.

Oh, girl, I cry, cry. You’re my all, say goodbye.

Dari saat itu pulalah Jiyoung mulai berusaha mendapatkan perhatian Gee-lang. Dan sekarang, Gee-lang sudah menjadi milik Jiyoung.

Jiyoung merebutnya dari Minho ketika masuk universitas. Jiyoung yang akrab disapa G-Dragon itu menampilkan lagu-lagu dan dancenya khusus untuk Gee-lang.

Jiyoung dan Gee-lang pun meninggalkan Jepang untuk melanjutkan sekolah di Seoul, tepatnya Neul Param University. Dan saat Minho lulus dari fakultas kedokterannya di Jepang, ia bertugas di Seoul. Dan pada hari ini ia bertemu cinta pertamanya Gee-lang dan juga perebut cinta pertamanya.

Dan tentu saja Minho ingin membalaskan dendamnya. Dua pukulan keras tadi cukup, pikirnya.

~o~o~

ZhouMi membeli sepocket mawar putih dibungkus dengan kertas pink dan dililit pita kuning yang sangat cantik. Ia menghirup aroma bunga itu, sangat wangi. ZhouMi tersenyum puas dan keluar dari toko bunga itu.

Ia melihat Lee-ah duduk di kursi taman di depan kolam air pancur sendirian. ZhouMi menutup kedua mata Lee-ah dari belakang dengan satu tangannya. Ia membisikkan..

“Saranghaeyo.. Chagie..” katanya.

Lee-ah tersenyum. “Saranghae, oppa”. Balasnya.

Lalu ZhouMi menyerahkan bunga itu kepada Lee-ah. Lee-ah menerimanya dengan senang, lalu Lee-ah memeluk ZhouMi erat. “Kamsahamnidaaaaaaaa……” kata Lee-ah riang.

Lalu mereka berjalan mengelilingi taman itu, ZhouMi menggandeng tangan Lee-ah erat…

Langit sudah mulai gelap, ZhouMi membawa Lee-ah ke menara Seoul yang sangat tinggi. Mereka menaikinya. Sesampainya di puncak, ZhouMi melepaskan jaketnya dan memasangkan di tubuh Lee-ah. Lee-ah hanya tersipu.

ZhouMi kemudian membawa Lee-ah ke tepi menara sehingga bisa melihat pemandangan malam Seoul yang diterangi lampu-lampu. Terlihat sangat indah dari atas sini. ZhouMi menarik lengan Lee-ah.

Lagu Super Junior M-Love Song mengalun lembut..

ni de xiao shun jian qing xin, rang wo yi jian zhong qing
Your smile made me love you the minute I saw you
mi shi le zi wo, I don’t know, wo xiang yao ai ni, I know
I lost myself, I don’t know, I want to love you, I know

xin qing hu gao hu di, pa zi ji mei you mei li
Feeling sometimes good sometimes bad, afraid that I’m don’t have charisma
ming ming zheng zai kan zhe dian ying, xin que xiang zhe ni
Watching a movie, but I’m thinking about you

wo yao fa xian qi ji
I need to find a miracle
ni de di xin yin li, rang wo bu you zi zhu kao jin
Your attraction made me get closer unintentionally

wo yao fei xiang tian ji, xiang quan shi jie xuan bu wo ai ni
I will fly to the sky, declare to the world that I love you

ai qing de mo li, sui bian ni, shua xin ji, fa pi qi
The magic of love, do whatever you want, playing jokes, throwing a tantrum

“Lee-ah… Saranghaeyo…” kata ZhouMi pelan. ZhouMi memegang dagu Lee-ah, menariknya mendekati wajahnya, dan mencium bibirnya dengan lembut. Lee-ah hanya terdiam, dan menikmati kejadian itu.

~o~o~

Sungmin berjalan menelusuri gelapnya malam. Ia menunduk.

NeeSa-ah. Saranghae. Tapi kurasa ini adalah jalan terbaik yang harus kupilih. Ya, kurasa aku harus meninggalkanmu, NeeSa-ah. Batinnya.

Ia menendang batu kecil di depannya dengan kesal. Batu itu mengenai seseorang yang berambut hitam panjang di depannya. Orang itu kemudian menoleh.

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeee.. Sungminnie?” kata seseorang itu.

Sungmin yang di tengah kegelapan itu tidak dapat melihat dengan jelas orang yang menyebut namanya itu. Lalu ia mendekatkan dirinya ke orang itu. Ah, ternyata Hyung kesayangannya.

“Heechullie..” kata Sungmin sambil memeluk hyungnya. “Mengapa kau ada disini, hyung?”

“Aku sedang ingin menyusul Hangeng.. ke RS Health Care. Bukannya harusnya kau juga ada disana?” Tanya Heechul.

“Ya, memang seharusnya aku ada disana. Tetapi sebenarnya, tidak seharusnya juga aku berada disana..” kata Sungmin membuat bingung Heechul.

“Apa maksudmu?” Tanya Heechul heran.

“Akan kuceritakan kapan-kapan.. aku pulang ke dorm dulu, hyung… annyeong…” kata Sungmin lalu melanjutkan jalannya.

“Ne.. annyeong..” Heechul menuju RS Health Care.

Sesampainya di RS Health Care, Heechul menelepon Hangeng. Terdengar nada sambun Super Junior-Love Disease.

Neh sarangi suhsuhhi jookuh ganeun byung

Jogeum apeujiman natgo shippeun maeumeun ubneun gul

Namgim ubsshi giuki jiwuh jyuhbulyuh

Suhloga nami utdun shiganeulo dwidola gasuh

Ijen shwigo shippuh

“Yuhbasaeyo?” jawab seseorang.

“Hangeng-ah, dimana kamu? Aku di lobby RS Health Care nih, baru saja sampai.” Kata Heechul.

“Ne, aku akan menyusulmu kesana bersama Kyuhyun.” Lalu telepon terputus.

Beberapa menit kemudian, Hangeng dan Kyuhyun menuruni tangga dan menghampiri Heechul.

“Annyeong.. bagaimana keadaan temanmu, Kyu?” Tanya Heechul pada Kyuhyun.

“Dia sekarang koma, tapi ia selamat. Jika tadi terlambat 10 menit saja, mungkin dia sudah tidak bisa diselamatkan. Kami sangat bersyukur.” Jawab Kyu panjang lebar.

“Baguslah. Hangeng, tidak ada yang menjaga dorm kita, Kibum pergi entah kemana. Apa kita pulang sekarang atau bagaimana?” Tanya Heechul pada Hangeng.

“Ya sudah, kita saja yang menjaga rumah berdua, Chullie.” Kata Hangeng sambil merangkul bahu hyung kesayangannya itu.

“Ne, bagaimana dengan Kyu? Kau ingin ikut?” Tanya Heechul.

“Anio.. aku akan menunggu Donghae dan Hyukkie dulu.. Annyeong..” kata Kyu lalu kembali ke lantai atas untuk ke UGD.

Di depan UGD sudah ada Ta-mmie, NeeNo, dan Eunhyuk.

“Hei.. darimana saja kalian? Ta-mmie-ah, kau tidak masuk? Kau kan belum melihat Gee-lang sedari tadi..” tawar Kyu.

“Ne, Kyu, sebentar lagi aku akan masuk, menunggu giliran Seungri nih..” jawab Ta-mmie.

Tiba-tiba seseorang dengan rambut jigrak, berjaket motor hitam, celana jeans, dan berwajah tampan datang. Ia berdiri di depan ruang UGD lalu bertanya.

“Apa adik saya, Kim Junho ada didalam?” tanyanya.

Eunhyuk, Kyu, NeeNo, dan Ta-mmie saling berpandangan.

“Neee! Kim Junho itu yang menabrak Gee-lang, dia ada di dalam…” kata NeeNo.

“Apa aku boleh masuk?” Tanya Junsu lagi.

“Ya, tentu. Tapi kami akan memanggil teman kami yang di dalam untuk keluar dulu, karena hanya 3 orang yang boleh masuk. Ngomong-ngomong, anda siapanya Kim Junho ya?” Tanya Eunhyuk.

“Perkenalkan, Xiah Junsu imnida. Saya kakak kembarnya Junho.” Katanya sambil menyodorkan tangan. Eunhyuk menyambutnya, dengan NeeNo, Ta-mmie, dan Kyu bergantian.

“Bukankah adikku akan pindah ke ruang Super VIP 2?” Tanya Junsu lagi.

“Ya, mungkin beberapa menit lagi, kita tunggu saja disini.” Kyu bergantian menjawab.

Lalu mereka berlima pun duduk di kursi tunggu.

“Ta-mmie, dimana Lee-ah? Mengapa dia tidak kesini?” Tanya NeeNo.

“Aku tak tau, NeeNo-ah. Mungkin kau bisa meneleponnya..” jawab Ta-mmie.

Lalu NeeNo segera menelepon kontak Hyung Lee-ah.

“Yuhbasaeyo?” jawab suara yang sudah dikenal NeeNo.

“Dimana kau Lee-ah? Mengapa kau tak kembali ke rumah sakit?” Tanya NeeNo.

“Ne.. aku on the way kesana. Tadi aku habis berjalan-jalan sebentar dengan ZhouMi-oppa.” Jawab Lee-ah.

“Okelah, kami menunggumu ya! Ngomong-ngomong, Gee-lang belum sadar juga sampai sekarang..” jawab NeeNo lesu.

“Ne, kita doakan yang terbaik saja untuk Noona…” jawab Lee-ah.

“Ya sudah, annyeong!!!” kata NeeNo lalu memutuskan teleponnya.

Tidak lama kemudian pintu UGD terbuka, ranjang Kim Junho dan Gee-lang dibawa ke ruangan lain. Junsu mengejar adiknya itu.

“Junho-ah!!! Kau tidak apa-apa?” Tanya Junsu cemas, ia memegang kening adik yang sangat disayanginya itu.

“Ne.. hyung… aku tak apa-apa.. hanya keadaanku.. kau lihat saja sendiri.” Kata Junho lesu.

“Arasaeyo.. kau akan segera sembuh, dik.” Kata Junsu menenangkan.

“Kamsahamnida, hyung. Apa umma dan appa sudah tau?” Tanya Junho.

“Mereka di luar kota, biar hyung saja yang mengurus dan menemanimu disini. Oke?” Tanya Junsu.

“Ne, hyung…” kata Junho sambil melemparkan senyum termanisnya pada hyung satu-satunya itu.

Lalu mereka masuk ke ruangan Super VIP 2.

Jiyoung sudah menunggu di depan pintu, lalu ia menghampiri Gee-lang.

“Gee-lang-ah.. bangunlah, Gee-lang-ah. Saranghaeyo.. “ kata Jiyoung lalu mengelus kepala Gee-lang dengan sayang. Gee-lang tak sadarkan diri. Jiyoung hanya menunduk dan menyesal, ia menyesal tidak bisa menjaga Gee-lang dan hanya sibuk dengan konser solonya itu. Di dalam ruangan, ia duduk di samping ranjang Gee-lang, ia memegang tangan Gee-lang dan menggenggamnya seakan-akan tidak akan pernah dilepaskan lagi.

“Gee-lang-ah.. mulai sekarang, aku akan terus ada disampingmu..” bisik Jiyoung di telinga Gee-lang.

Tangan Gee-lang mulai bergerak, tetapi matanya belum terbuka.

“J…. junho…” kata Gee-lang lirih.

Jiyoung tersentak. Siapa Junho? Batinnya.

Lalu Kyu dan NeeNo mendekati Jiyoung.

“Sedari tadi Gee-lang selalu mengigaukan nama Junho. Junho adalah orang yang menabraknya, aku tidak tau mengapa bisa seperti itu.” Kata NeeNo. Lalu Kyu memanggil Junsu. Ia menjelaskan pada Junsu.

“Junsu-ah, Gee-lang teman kami yang ditabrak Junho selalu saja mengigau nama adikmu setelah ia ditabrak. Apa Junho kenal dengan Gee-lang?” Tanya Kyu.

“Kurasa tidak… Junho tidak mengenal Gee-lang.” jawab Junsu yakin.

“Lalu darimana Gee-lang tau namanya? Aneh..” kata Eunhyuk yang tiba-tiba datang dengan heran.

Mereka semua sama-sama bingung.

~o~o~

Taeyang mengelus dahi NeeSa dengan halus.

“NeeSa-ah.. cepatlah sembuh, chagie!! Aku tidak sabar ingin jalan-jalan dan menggandeng tanganmu lagi, mengajarkanmu main piano, dan kencan denganmu setiap satnite! Hehehe..” kata Taeyang.

NeeSa tersenyum. “Aku juga ingin cepat sembuh dan keluar dari sini, oppa. Lagipula aku tadi kan cuma pingsan, sekarang sudah boleh pulang ke dorm kan, oppa? Aku ingin keluar dari sini sekarang jugaaaaaa!” rengek NeeSa.

“Ne.. aku akan bilang ke dokter dulu ya, sayang.” Kata Taeyang sambil mengecup kening NeeSa.

Lalu Taeyang keluar ruangan dan mencari dokter. Dokter Minho sedang berdiri di depan ruangan Super VIP 2. Taeyang menghampirinya dan meminta waktu untuk bicara. Minho menyetujui dan mereka mengobrol di Oxygen Room. Taeyang mulai angkat bicara.

“Dok, NeeSa kan tadi hanya pingsan, apa malam ini ia bisa keluar dari rumah sakit?” Tanya Taeyang.

“Hmm….. saya akan check up dia dulu.” Kata Minho. Lalu ia mengeluarkan alat check up, dan memeriksa suhu badan NeeSa. Minho tersenyum.

“NeeSa sudah sangat membaik sekarang, ia bisa keluar dari sini..” katanya sambil menoleh ke NeeSa.

NeeSa tersentak, ia melihat wajah Minho sepertinya sangat familiar. Ia memperhatikan Minho lalu memberanikan diri untuk bertanya.

“Ehmm.. Dokter, Minho? Apa kau, Choi Minho?” Tanya NeeSa.

“Ne, benar. Ada apa nih?” Tanya Minho ramah.

“Ya ampuuun, jadi benar dokter adalah member SHINee, boyband terkemuka itu?” Tanya NeeSa penasaran.

“Haha.. ya, benar. Aku memang member SHINee. Dan pekerjaan sampinganku ya inilah, sebagai dokter.” Katanya sopan.

“SHINee???!” kata Taeyang kaget.

“Ya ampun.. berarti kita bisa sering bertemu di acara, Minho.” Kata Taeyang menyodorkan tanganny apada Minho.

“Ne, hyung. Kau adalah sunbaeku di dunia boyband. Hehehe..” kata Minho sambil tertawa kecil.

Lalu mereka menjadi sangat akrab dalam waktu yang sangat sedikit. Lalu Minho melepaskan selang-selang yang menempel di tubuh NeeSa. NeeSa dipersilahkan pulang.

“Kamsahamnida, Minho-oppa atas semuanya. Semoga sukses di karirmu bersama SHINee dan sebagai dokter!” kata NeeSa sambil mengedipkan matanya dan menyalam tangan Minho.

“Cheonmanaeyo.. jaga kesehatanmu, NeeSa-ah.” Kata Minho mengingatkan.

“Ne, kapan-kapan aku mau dong menonton dokter nyanyi.. hehehehe..” canda NeeSa.

Taeyang mengelus-elus kepala NeeSa.

“Ayo kita lihat Gee-lang dulu..” ajak Taeyang.

“Ia belum sadar juga, semoga komanya cepat pulih.” Kata Minho penuh harap.

“Amin..” NeeSa mengamini.

Lalu mereka bertiga berjalan ke ruangan Super VIP 2.

Taeyang dan NeeSa masuk ke ruangan di sambut dengan pandangan Eunhyuk, NeeNo, Ta-mmie, Kyu, Junsu, dan Junho. Taeyang memperhatikan orang di sebelah ranjang Gee-lang dan orang yang berdiri di dekatnya.

“Siapa dia?” bisik Taeyang pada Eunhyuk.

“Ne… kenalkan, dia adalah Kim Junho, orang yang tak sengaja menabrak Gee-lang, dan satu lagi adalah kakaknya. Mereka saudara kembar.” Kata Eunhyuk.

“Eeeeeeeee??! Saudara kembar? Sangat maniss!” kata NeeSa sedikit berteriak.

Taeyang dan NeeSa kemudian berkenalan dengan saudara kembar itu.

“Kurasa………………….” Kata Taeyang gantung.

“Mwo?” Tanya NeeSa.

“Minho, kemari..” kata Taeyang.

“Kencanayo?” Tanya Minho.

“Bukankah, orang yang bernama Junsu ini adalah Sunbae mu di SME?” tembak Taeyang.

“Ne, benar, ia sunbaeku..” kata Minho lagi sambil tersenyum kearah Junsu.

“Annyeong, dongsaeng.” Sapa Junsu. “Apa kau sudah kenal dengan saudara kembarku? Dia kan tidak pernah main ke SME..” kata Junsu lagi. Lalu Junsu mengenalkan Minho dengan Junho.

Tiba-tiba NeeSa menguap kecil. Ia mengucek-ucek kedua matanya.

“Aku sangat lelah.. bagaimana ya.. siapa yang akan menjaga Gee-lang disini?” Tanya NeeSa.

“Biar aku saja, aku merasa bersalah tidak menjaganya. Sekarang aku akan terus menjaganya..” kata Jiyoung.

“Ne.. kami akan pulang ke dorm sekarang, Jiyoung-hyung. Hati-hati..” kata Kyu.

Lalu Kyu berpamitan dengan Junsu dan Junho, diikuti Eunhyuk, Taeyang, NeeSa, NeeNo, Ta-mmie, Donghae dan Seungri. Mereka semua keluar ruangan kecuali Jiyoung dan Junsu. Mereka tetap menjaga orang yang mereka sayangi.

Dokter Minho mendekati Gee-lang, ia memeriksa suhu tubuh Gee-lang yang demam.

“Kalau tak ada aku, mungkin dia tidak selamat. Karena dokter lain tidak hadir..” kata Minho.

Jiyoung mengernyitkan dahi. “Maksudmu kau lebih berharga dariku untuknya? Tidak ya! Aku sekarang kekasihnya, Choi Minho!” kata Jiyoung agak berteriak. Si kembar langsung melihat ke arah mereka.

“Hey, jangan emosi begitu dong.. kayak anak kecil saja kamu ini.” Kata Minho.

“Sssssssst… sudah sudah jangan adu mulut lagi, ini kan rumah sakit. Gimana sih Minho, dokter kok ribut…” kata Junsu meledek.

“Iya nih, dokter gadungan.” Ledek Jiyoung.

“Hey, kau!!!” kata Minho menahan emosi. Minho langsung keluar dari ruangan itu.

“Kak.. apa leherku patah? Kenapa ada penyangga ini? Apa yang harus kita bilang pada appa dan umma kak?” kata Junho sedih. Junsu mengelus rambut adiknya itu.

“Tenang dik, biar oppa yang atasi semuanya, kamu jangan khawatir, disini ada oppa mu yang paling ganteng kok. Hehe.. gak nyambung ya..” canda Junsu sambil menggaruk kepalanya yang memang gatal. *ketombean???*

“Haha.. kamsahamnida, hyung. Kau memang orang yang sangat berarti untukku… aku tau kau sibuk dengan TVXQ, tapi sempat-sempatnya kau mau menjenguk adikmu yang nakal ini.” Kata Junho.

“Senakal-nakalnya kamu, kau saudara kembarku! Kita adalah sama, tidak ada yang berbeda. Mungkin pacar saja yang harus beda. Hahaha.. cepat sembuh ya dik!” kata Junsu sambil mengacak-acak rambut adiknya yang postur tubuhnya lebih besar dari Junsu itu.

Sementara…

“Gee-lang-ah… bangunlah, aku ingin mendengar suaramu lagi, Gee-lang-ah…” kata Jiyoung lirih. Ia terlihat sangat sedih, dan air mata mulai berjatuhan.

Jiyoung melipat tangannya di pinggir ranjang Gee-lang, ia tiduran dengan menelungkupkan tangan.

Di malam itu, Gee-lang bergerak, ia menyentuh wajah Jiyoung dengan jemari-jemarinya…

“Kwon Jiyoung…”

– To Be Continued –

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Five =" (3)

  1. Huahahahahahahah, ga setia kwn jg y gw ini :p

  2. Emang lo tuh emang, haha

  3. Memaaang, siapa sih yg nls ni ff ? Memang nian dy t * dilempar pake panci sm nissa *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: