more fantasy about k-pop

By : Nino

Kamis, 17 Oktober 2009 —

Hari itu, murid-murid Gwang Jo High School diliburkan karena para guru sedang menjalankan seminar . Ketika pengumumannya diberitahukan lewat speaker di tiap ruangan, kontan semua anak melonjak kegirangan karena terbebas dari pelajaran yang memusingkan kepala setidaknya hanya 5 hari .

Dan saat itulah kisah cinta yang memusingkan bagi Hee Young dimulai ***

Ting Tong ! Ting Tong ! Bel dirumah Hee Young berbunyi . Butuh waktu beberapa menit hingga gadis yang berwajah innocent dan bertubuh tinggi itu terbangun . Dengan malas Hee Young berangkat dari tempat tidurnya . Siapa sih, pagi-pagi begini … ? Yah, dia masih menganggap itu pagi sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat . Maklum, penyakit anak-anak yang bangun siang di kala libur memang sudah mendarah daging dari dulu . Dengan muka mengantuk dan rambut acak-acakan, dia pun membuka pintu .

“Ne … EEEEEEEEEEEEEE ?!” teriaknya kaget . Ya, dia kaget karena sosok laki-laki yang muncul dihadapannya yang tersenyum dengan senyumnya yang khas . Dilihatnya anak itu dari ujung kaki sampai ujung kepala . Tidak ada yang berubah darinya . Mungkin hanya postur tubuhnya yang meninggi daripada 11 tahun yang lalu . Dan mungkin sikapnya sudah lebih dewasa dari saat dia masih mengompol di usianya yang ke-6 . Ya, mungkin hanya itu yang berubah darinya . Selebihnya tidak . Tampangnya masih kuyu seperti dulu . Gaya berpakaiannya pun masih seperti itu . Slebor . Wajahnya pun tidak berubah . Masih tampak imut seperti anak berumur 10 tahun . Tapi Hee Young masih tidak percaya . Anak ini … ? Kok bisa … ? Sejak kapan dia … ?

“Annyeong Hee-ah ! Sudah lama ya !” kata anak itu . Suara ini … suara yang begitu dikenalnya . Hee-ah ?! Hee Young membelalak . Ya, tidak salah lagi, hanya ada satu orang didunia ini yang memanggilku ‘Hee-ah’ … benar dugaanku … anak ini …

“SUNG MIN-NIEEEEEEEEEEEE !!” teriak Hee Young sambil memeluknya hingga mereka berdua tersungkur . Anak yang ternyata bernama ‘Sung Min’ itu mengaduh kesakitan . Hee Young menepuk-nepuk bokong Sung Min kegirangan .

“AKU KANGEN BANGEEEEEEEEET ~ !” seru Hee Young hingga membuat kucing yang lewat didepannya lari terbirit-birit. Sung Min menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda .

“Hehehe,” sahut anak itu santai . Tampang Hee Young berubah menjadi gembira meski rambutnya juga berubah menjadi seperti sabut kelapa . Berantakan .

“Ayo masuk Sung Min-nie ! Tunggu sebentar ya ! Aku mandi dulu !” ucapnya yang semenit kemudian menghilang dari hadapan Sung Min yang terheran-heran .


————————————


Usut punya usut, ternyata anak yang bernama Lee Sung Min yang umurnya 2 tahun lebih muda dari Hee Young itu adalah teman masa kecilnya sewaktu dia masih tinggal di Mokpo . Anak ini memang polos . Dialah yang selalu jadi ‘korban penindasan’ Hee Young dari kecil . Lucunya dia selalu menangis saking cengengnya akibat ulah jahil Hee Young . Maklumlah karena Hee Young adalah anak yang selalu kesepian . Meski begitu, dari kecil Hee Young memang sudah terbiasa ditinggalkan oleh orangtuanya yang selalu bekerja . Teman main yang begitu setia padanya hanyalah Sung Min . Orangtua mereka pun akrab satu sama lain layaknya saudara . Dan ketika ayah Hee Young memutuskan untuk menetap di Seoul, Hee Young dan Sung Min menangis sejadi-jadinya . Dengan berat hati akhirnya mereka berpisah dan berjanji bahwa suatu saat mereka akan bertemu kembali . Seiring waktu berlalu, mereka telah beranjak remaja dan sibuk mengurusi urusan masing-masing dan akhirnya mereka dipertemukan kembali di tempat ini .

“Huaaah, aku kaget banget ngeliat mukamu di depan pintu tadi ! Hahaha, tapi kau tetap nggak berubah ya ! Dari dulu tampangmu memang selalu kuyu ! Hahaha,” kata Hee Young sambil menyeruput minumannya .

“Hehehe, tapi aku sudah lebih tinggi darimu kan, Hee-ah ? Aku jadi rajin olahraga lho, semenjak kau bilang padaku waktu kau mau pindah kesini ! Hehe,” katanya sambil tersenyum . Hee Young tertawa .

“Hahaha, kau ini bisa aja ! Eh, tapi … ngomong-ngomong kau ngapain kesini ? Ada angin apa ?” tanya Hee Young .

“Lho ? Bukannya kita sudah janji kalo kita bakal ketemu lagi ?” kata Sung Min yang membuat Hee Young melongo dan tertawa semakin keras .

“Huahahaha, Sung Min-nieee ~ kau ini benar-benar kikuk ya ! Hahaha ! Aku aja udah lupa itu ucapan pas jaman kapan ! Hahahaha ~ !” ledek Hee Young yang membuat Sung Min terdiam .

“Aku serius, Hee-ah,” kata Sung Min sambil memasang wajah serius . Hee Young langsung menganga .

“Aku … datang kesini bukan cuma untuk itu,” kata Sung Min . Hee Young mengernyit.

“Oh, oke oke . Mian kalau kau memang lagi serius . Ne, aku akan dengarkan ucapanmu,” kata Hee Young . Sung Min terdiam cukup lama .

“A … aku kesini … juga … ingin mengatakan … sesuatu … untukmu …,” katanya terbata-bata .

“Chongmal ? Katakan padaku,” kata Hee Young penasaran .

“Se … sebenarnya … d … dari dulu … a … aku … aku … s … su … su … su …,” katanya dengan muka memerah sambil meggaruk kepalanya yang tidak gatal . Hee Young gregetan .

“Apa siiiiiih ? Bilang aja cepetaaaan !” kata Hee Young gemas . Baru saja Sung Min mengambil napas dan membuka mulutnya, tiba-tiba …

Sorry sorry sorry sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege

Ppajyeo ppajyeo ppajyeo boryeo baby …

“Yoboseyo ?”

“Yoboseyo ? Hee Young ? Ini umma ! Mianhae ya, umma ada panggilan mendadak dari kantor, jadi umma harus menginap di Itaewon selama seminggu ! Nanti umma kirim uang belanja bahan makanan sama uang jajanmu ! Arasseo ? Jaga dirimu baik-baik ya, nak ! Annyeong !”

TUT !

Hee Young menghela napas . Yah, semoga sukses umma, katanya dalam hati . Yah, dia tahu kedua orangtuanya bekerja keras demi kesuksesan anak-anaknya . Karena itulah dia tidak pernah menuntut kedua orangtuanya untuk selalu mengikuti kehendaknya . Hee Young melihat ke arah Sung Min .

“Sung Min-nie ! Kita jalan-jalan aja, yuk !” katanya meraih tangan Sung Min .

“Mwo ? jalan kemanaaa … AAADAW ! Hei ! Tunggu dulu !” kata Sung Min meringis karena diseret oleh Hee Young . Hee Young tertawa .

“Hahaha, Da Hae-imo, Hye Sun-imo, titip rumah yaaa !” kata Hee Young .

———————————-

“Hei ! Kita mau ngapain kesini ?” kata Sung Min kebingungan . Mereka telah tiba di sebuah mall .

“Duuuh, kamu ini ! Masa’ kita mau ngupil disini ? Ya jalan-jalanlaaah ! Refreshing gituu,” jawab Hee Young .

“I … iya sih, tapi … apa nggak apa-apa tampangku kucel begini ?” keluh Sung Min .

“Udahlaaah, nyantai aja ! Kamu masih keliatan imut kok, tampang sekucel apapun !” kata Hee Young . Sung Min cuma nyengir .

Puas berjalan-jalan, akhirnya mereka pulang ke rumah .

“Tadaimaaaaaaa …,” ujar Hee Young . Dilihatnya ada dua orang manusia yang duduk di kursi ruang tamu melambaikan tangan padanya . Dua manusia tampan yang menyebalkan bagi Hee Young . Seketika dia terkejut . Dua orang itu pun berjalan ke arah Hee Young dan Sung Min .

“Apa kabar, Hee Young-ah ?” ucap mereka berdua serentak . Hee Young jadi kesal . Kenapa dua manusia ini bisa datang ke rumaaah ?!

“Ngapain kalian ada disini ?” ucap Hee Young ketus . Mereka berdua tertawa .

“Kau masih saja seperti itu, Hee Young . Seharusnya kau bisa memperlakukan kami dengan baik, karena kami tamu-mu,” ucap cowok yang berambut mohawk dan berkulit putih itu tersenyum .

“Yah, kami sudah datang dari jauh, malah kau tidak ada . Jadilah kami menunggumu di sini . Dasar tidak sopan,” kata cowok yang berambut pirang yang memiliki senyum yang bisa membuat semua cewek bertekuk lutut itu, halus .

“Bukan urusanku ! Lagipula ngapain kalian datang ke rumahku tanpa izin, hah ?!” bentak Hee Young marah . Mereka berdua saling pandang dan tersenyum ke arah Hee Young .

“Tidak minta izin pun kami sudah dipersilahkan oleh Tuan Park Min Woo datang ke sini untuk menjagamu,” kata mereka . Hee Young sangat kesal . Ngapain appa ngajak dua ekor tikus ini ke rumah ?! omelnya dalam hati . Ditubruknya dua orang itu dan dia berjalan ke arah dua pembantunya .

“Da Hae-imo ! Kenapa imo suruh mereka masuk ke rumah ? Aku nggak mau mereka ada disini ! Mereka itu pengganggu !” bisik Hee Young kesal .

“Mianhae, Hee Young-ie . Imo tidak bisa menolak . Mereka tetap memaksa masuk . Lagipula tidak sopan ‘kan membiarkan dua orang yang tampan itu di luar ? Hihi,” kata Da Hae-imo usil .

“Huuuh, tapi mereka itu nyebeliiiiiin ~ ! Grrrrh,” gerutu Hee Young . Sementara itu, adu mulut sedang terjadi antara Sung Min dan dua orang itu .

“Kau ? Anak ingusan yang selalu mengekor dengan Hee Young itu ‘kan ?” kata cowok berambut berambut mohawk menunjuk Sung Min .

“Hei, hei, ada urusan apa kau dengan dia, bocah ? Minta dibelikan balon ya ?” ledek cowok berambut pirang . Sung Min menatap mereka berdua sinis .

“Justru aku yang ingin tanya pada kalian . Apa mau kalian, hah ?” kata Sung Min menantang . Mereka berdua tertawa mengejek .

“Mau kami ?” kata mereka .

“Yah, mungkin sebaiknya kita kenalan dulu, bocah . Kenalkan, Dong Young Bae imnida,” kata cowok berambut mohawk .

“Yeah, aku Kim Hee Chul,” kata yang berambut pirang sambil menyodorkan tangannya . Sung Min menepis tangan mereka dengan kasar .

“Hei … kau mau ajak berantem ya, bocah ?” kata Young Bae .

“Hahaha, sayangnya kamilah yang pasti menang,” kata Hee Chul remeh . Sung Min bertambah geram melihat tingkah laku mereka berdua yang menyebalkan .

“Asal kalian tahu ya, aku tidak akan menyerahkan Hee-ah pada kalian !” kata Sung Min . Lagi-lagi perkataan Sung Min membuat mereka berdua tertawa mencemooh .

“Hooo … jadi kau ada disini karena Hee Young, ya ? Hmm … tapi kami tidak yakin bocah ingusan sepertimu bisa menandingi kami,” kata Hee Chul arogan .

“Ya … bukankah kau sudah tahu kalau orangtua kami telah sepakat untuk menjodohkan Hee Young dengan salah satu diantara kami ? Heh, lebih baik kau menyerah dari sekarang bocah, daripada kau menyesal nantinya . Kau bukanlah lawan yang seimbang bagi kami,” kata Young Bae .

“Terserah kalian mau bilang apa ! Yang penting rasa sukaku pada Hee-ah tidak kalah dengan kalian ! Dan tolong jangan panggil aku ‘bocah’ !” kata Sung Min . Mereka tersenyum sinis .

“Silahkan saja kalau kau bisa . Kami tidak akan menyerahkan gadis itu padamu,” kata mereka sambil meninggalkan Sung Min yang masih jengkel .

———————————–

Oh ya, sebenarnya siapa dua orang yang dibenci oleh Hee Young itu ? Kenapa Hee Young membencinya ? Ya, sebelumnya kita dengarkan dulu pariwara berikut .

*TOEEEEEEWWW*

Sebenarnya mereka berdua adalah anak kembar yang sering mengganggu persahabatan Hee Young – Sung Min . Yang pertama bernama Kim Hee Chul, dan yang kedua bernama Dong Young Bae . Tapi meskipun mereka kembar, wajah dan kepribadian mereka sangatlah berbeda *dari nama pun sudah beda* . Young Bae orangnya lembut, cerdas, dan tidak suka menyakiti seseorang secara langsung . Sedangkan Hee Chul orangnya konyol, plin-plan, agak mudah emosi, tapi baik hati . Dari dulu mereka memang menyukai Hee Young dan sering bersaing untuk mendekati Hee Young . Dan dari dulu juga mereka sudah tidak menyukai Sung Min, meskipun mereka berdua sebenarnya tidak membencinya . Mereka hanya iri melihat kedekatan Sung Min dan Hee Young serta sikap Hee Young yang berbeda padanya . Hee Young sangat sayang pada Sung Min yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri, sedangkan kepada mereka tidak jarang Hee Young memasang tampang kusut, atau memarahi, atau melempar mereka dengan mainannya . Tapi karena sikapnya yang seperti itu, mereka malah semakin penasaran dengan Hee Young . Begitu juga dengan orang tua mereka . Orang tua si kembar sangat menyukai Hee Young dan berniat untuk menjodohkan Hee Young dengan salah satu dari mereka . Orangtua Hee Young pun setuju . Dan perjanjian itu berlanjut hingga saat ini .

Oke, kembali ke cerita .

Sampai malam menjelang, Hee Young tidak mau keluar kamar . Meski pintu telah diketuk berkali-kali, tetap tak membuahkan hasil . Biarin aja aku jamuran di kamar, daripada harus melihat wajah dua tupai itu ! Hrrrrh, gumamnya sebal . Sementara itu, di luar, dua pembantu mulai mengkhawatirkan keadaan Hee Young .

“Hee Young-ie … ayo keluar … ada apa sebenarnya … ?” kata Da Hae-imo dengan nada cemas . Si kembar-tapi-beda [Young Bae-Hee Chul, red.] menghampiri Da Hae-imo sambil tersenyum .

“Sini, biar aku saja,” kata Hee Chul menawarkan diri .

“Hee Young-ah … kumohon, buka pintumu … masa’ kau tega mengacuhkan aku, yang sedari dulu setia menjadi kekasihmu dan tanpa pernah menyeleweng sekalipun … ?” candanya . Young Bae tertawa .

“Pergi kau, kuman !!” teriak Hee Young dari dalam . Young Bae tertawa tergelak .

“Hahahaha ~ jelas saja dia tidak mau . Haha, dasar amatiran, coba kau contoh aku,” katanya sambil ‘unjuk kemampuan’ . Hee Chul mendengus .

“Hee Young-ah … ini aku, Young Bae … aku ingin menunjukkan sesuatu untukmu … aku yakin, kau pasti senang … ayolah, Young-ah, aku telah rela datang dari jauh hanya untuk memberikan sesuatu ini untukmu … buka pintumu, Young-ah …,” kata Young Bae .

“Makan tuh barang !!” teriak Hee Young sengit . Gantian Hee Chul yang tergelak .

“Ahahaha ~ ! Mana ? manaaa ? Lebih parah, tuh ! Hahaha,” ejeknya .

“Cih, tertawalah kau sepuasnya,” umpat Young Bae kesal .

————————————-

Esoknya, si kembar berniat mengajak Hee Young jalan . Usaha mereka tidak sia-sia, karena meskipun awalnya sambutan yang dihasilkan hanyalah sikap acuh tak acuh, tapi berkat perjuangan mereka sampai titik darah penghabisan, akhirnya Hee Young pun mengangguk .

Mereka pun pergi mengitari kota Seoul dan bersenang-senang, dan tanpa sadar Hee Young pun ikut serta dalam kebahagiaan mereka . Awalnya si kembar tidak menyangka dengan perubahan sikap Hee Young yang secepat itu, tapi peduli apa, yang penting mereka sangat senang sekali bahwa ternyata Hee Young bisa menerima mereka berdua .

Ketika mereka akan pulang, tanpa sengaja Hee Young menggandeng tangan mereka berdua . Kontan si kembar terkejut .

“Lho, Hee Young-ah ?” kata Young Bae heran . Hee Young tersenyum .

“Gwenchanayo ~ Aku senaaang sekali ! Terima kasih ya, kalian berdua, sudah membuat perasaanku segembira ini ! Kukira … kalian orang yang jahat, tapi … ternyata kalian baik banget ! Gomawooo …,” kata Hee Young mempererat gandengannya . Entah apa yang ada di pikiran si kembar saat itu, tapi yang jelas mereka benar-benar bahagia hari ini .

————————————–

Semenjak kejadian yang menggembirakan bagi si kembar dan Hee Young waktu itu, mereka jadi sangat akrab . Kemanapun, kecuali di sekolah, mereka selalu terlihat bertiga . Para orang-orang di rumah Hee Young pun heran melihat perubahan yang terjadi pada mereka . Bahkan Hee Young tidak menyadari bahwa Sung Min pun telah mengetahui apa yang sedang terjadi di antara mereka . Hee-ah … dia berubah … gumamnya . Padahal dia berharap bahwa dengan kedatangannya kemari, dia bisa menyatakan cintanya yang telah dia pendam sejak kecil, dan mereka menjadi sepasang kekasih . Dia sangat gembira ketika melihat Hee Young yang telah beranjak dewasa, ekspresi bahagia Hee Young saat melihatnya kemari, dan dia sangat berharap bahwa Hee Young akan selalu bersamanya, tapi … keadaan telah berkehendak lain . Ternyata … dia telah menjadi pengganggu untuk kebahagiaan Hee Young saat ini .

Apa … sebaiknya aku pulang saja …? gumamnya sedih .

————————————–

Esok harinya, Hee Young berencana membangunkan si kembar yang ketiduran untuk makan siang bersama . Tapi tiba-tiba Hye Sun-imo memanggil .

“Ne, wae yo imo ?” kata Hee Young .

“Ini, tadi … imo lihat surat ini, di depan pintu, sepertinya ditujukan untuk Hee Young-ie,” katanya . Hee Young melihat surat itu . Hee Young mengernyit .

From : Someone

To : My Lovely Park Hee Young

Siapa nih ? gumamnya sambil membuka surat itu . Dibacanya kertas dalam amplop itu, perlahan . Dia terkejut .

Dear, Hee-ah …

Hee-ah … aku minta maaf … karena … saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi di Seoul … aku … mungkin telah pulang ke Mokpo …

Hee-ah …

Kau ingat ‘kan ketika kita jumpa lagi di rumahmu waktu itu … ? Kau … sangat bahagia … melihatku yang berdiri sambil tersenyum di depan pintu … begitupun aku, Hee-ah … aku sangat bahagia melihatmu … melihatmu yang sudah dewasa … melihatmu semakin cantik dari waktu kita kecil dulu … melihatmu yang semakin ceria … meski tampangmu saat itu awut-awutan, tapi aku tetap bahagia … akhirnya setelah sekian lama … aku dapat bertemu lagi denganmu …

Hee-ah …

Kau … masih ingat tidak, ketika kita mengobrol di ruang tamu itu … ? Ketika aku bilang aku ingin mengucapkan sesuatu untukmu … Kau … ingin tahu bukan, apa yang ingin aku katakan padamu … saat itu … ?

Sebenarnya … aku ingin bilang … kalau aku … mencintaimu, Hee-ah, aku … mencintaimu … semenjak kita masih kecil … aku … tidak ingin berpisah darimu … aku ingin selalu bersamamu, Hee-ah … meski kau selalu menjahiliku … kau selalu membuatku menangis … tapi aku tidak peduli … karena kau selalu ada untukku …

Tapi … setelah aku kembali lagi menemuimu … aku benar-benar tidak menyangka … kau telah berubah … kau … tidak memedulikanku lagi … kau telah bersama yang lain … Hee-ah … sejujurnya kuakui … hatiku sangat sakit … tapi … aku tidak punya daya … aku tidak bisa menandingi mereka … aku memang seorang pecundang … aku tidak mungkin bisa bersamamu lagi … maafkan aku, Hee-ah … mungkin memang sebaiknya aku pergi … dan tidak mengganggu kebahagiaanmu … mungkin sebaiknya aku simpan saja perasaanku ini … dalam-dalam …

Semoga kau bahagia bersama mereka, Hee-ah …

Saranghaeyo …

Lee Sung Min

Hee Young menangis . Ya Tuhan … aku benar-benar bodoh ….. ! gumamnya dalam hati . Aku … tidak menyadari … bahwa selama ini … Sung Min-nie … tidak … tidak mungkin … Sung Min-nie ……………

“ANDWAEEEEEEEE !!” jeritnya . Dia menangis sejadi-jadinya . Si kembar terbangun dan terkejut melihat keadaan Hee Young dan segera menghampirinya .

“Wae yo, Young-ah ? Kenapa kau menangis ?” tanya Hee Chul khawatir . Hee Young masih terisak . Surat itu digenggamnya kuat-kuat . Young Bae melihat surat itu .

“Young-ah … boleh … aku melihat kertas di tanganmu itu … ?” pinta Young Bae . Dengan perasaan sakit Hee Young memberikan surat itu . Young Bae membacanya, sementara Hee Chul menenangkan Hee Young .

“Sialan,” gumam Young Bae . Pantas saja Young-ah jadi begini ! umpatnya dalam hati .

“Takkan kubiarkan,” gumam Young Bae lagi .

“Apa yang terjadi sebenarnya ?,” tanya Hee Chul . Young Bae diam . Kelihatannya dia benar-benar marah .

“Chul-lie, temani aku mencari bocah sialan itu . Cepat ! Ajak Young-ah juga !” kata Young Bae . Hee Chul mengangguk dan membujuk Hee Young untuk mencari Sung Min . Mereka segera menghidupkan Ferrari-nya dan bergegas pergi .

Mereka terus mencari di sekitar daerah yang mereka lalui tanpa henti .

“Dimana kau bocah sialan,” batin Young Bae . Otaknya berpikir keras dimana dia harus mencari anak itu .

“Aku tahu,” kata Hee Chul .

“Putar balik ke bandara, Young Bae,” katanya lagi . Young Bae mengangguk tanda setuju .

Setibanya di bandara, mereka langsung mencari di semua tempat . Tiba-tiba mata Hee Young tertuju kepada laki-laki berbaju pink dan bertopi warna coklat .

“ITU DIA SUNG MIN-NIE !” serunya sambil berlari menghampiri Sung Min yang sebentar lagi memasuki hall . Young Bae bermaksud mengejar, tapi dihentikan oleh Hee Chul .

“Biarkan saja . Kita tidak akan bisa menghentikannya . Bersikaplah dewasa, Young Bae,” kata Hee Chul . Young Bae diam . Dia tahu bahwa sebenarnya saudaranya itu sangat terpukul . Begitupun dia .

“SUNG MIN-NIE !” teriak Hee Young . Anak itu menoleh . Dia terkejut melihat Hee Young yang berlari ke arahnya dan langsung memeluknya erat .

“Sung Min-nie … maafkan aku … aku … sudah melupakan kehadiranmu … aku benar-benar bodoh … aku bodoh sudah melupakanmu, Sung Min-nie … kalau saja … kalu saja … kau sudah pergi … aku … aku …,” ucap Hee Young terisak . Sung Min hanya diam . Dia lalu membelai kepala Hee Young dengan lembut .

“Gwenchanayo, Hee-ah … kau tidak pernah bodoh … bagiku, melihatmu tersenyum saja sudah cukup membuatku bahagia … aku tidak akan meminta apapun darimu, Hee-ah … aku rela meski harus menyayangimu dari jauh demi kebahagiaanmu …” kata Sung Min .

“Tidak … aku tidak bahagia … aku tidak akan bahagia tanpamu, Sung Min-nie … hanya kaulah satu-satunya yang dapat membuatku gembira … kumohon, jangan pergi Sung Min-nie … aku … aku mencintaimu …,” kata Hee Young sedih . Sung Min tersenyum .

“Ne, aku tahu, Hee-ah … kalau kau ingin aku tidak pergi, aku inginkan padamu jangan pernah meninggalkanku lagi …,” kata Sung Min lembut . Dari jauh si kembar melihat mereka berdua dengan tersenyum kecut .

“Ini benar-benar tidak adil,” sahut Young Bae meringis .

“Yah, setidaknya sudah membuat dia senang, aku sudah sangat bahagia,” kata Hee Chul .

“Haha, yeah, kau benar, kembaran,” kata Young Bae sambil merangkul pundak Hee Chul . Kemudian, Hee Young dan Sung Min datang menghampiri mereka berdua .

“Hmp, Young Bae-shii .. Hee Chul-shii .. terima kasih … berkat kalian, kami bisa bertemu kembali, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan seandainya tidak ada kalian, terima kasih …,” ujar Hee Young sambil memeluk mereka berdua .

“Yeah, sama-sama Young-ah,” jawab mereka . Setelah melepas pelukannya, Sung Min angkat bicara .

“Aku minta maaf dengan kalian … atas kesombonganku waktu itu . Ternyata … kalian tidak seburuk yang aku kira, sekali lagi aku minta maaf pada kalian, hyung,” kata Sung Min sambil menundukkan tubuhnya . Young Bae mengelak .

“Jangan begitu, sobat . Lagipula bukankah kami yang sudah sombong padamu ? Haha, mianhae ya . Ternyata kau lebih hebat dari kami . Kami memang tidak bisa melampauimu,” kata Young Bae sopan .

“Yah, jaga Hee Young kami baik-baik ya, bocah !” kata Hee Chul yang disambut derai tawa oleh yang lain . Mereka pun pulang dengan perasaan bahagia yang meliputi mereka saat itu .

urulri eubdako anilkkurako midujyo, hmm
Naeka gudael sarang-handan ilmaldo andwejyo, hmm
Gwaenhan jiltu-ilkkurako naeka wiro-unka-bodako
Jashinul sokyeo-bwajiman ijeh deunun nan kamchul-suka eubnun-gulyo

I Think I love you keurun-gabwayo
Cause I miss you gudaeman eubsumyun
Nan amukeuto moh-hako jakku-saenggak-nako
Irun-geul bomyun amuraedo
I’m falling for you nan mollah-jiman
Now I need you eonusaenka nae mam kipun -koseh aju
Kugeh jaripan gudaeui mosubeul ijen bowayo~ hmm

the end ———————————————————

Comments on: "one shot ff – episode 3 – Let’s Fight !" (10)

  1. Uwaaaw. 3 lelaki yg bkin bingung. Hahaha.
    Untung ujungnya sm Minnie xD

  2. haha ~ minnie mouse ? x3

  3. Lucu betul Sungmin dikatain bocah! Padahal Taeyang lbh muda. Hhahaha

  4. haha . iya sih, tadinya mikir kayak gitu . tapi gapapalah, soalnya YB lebih keliatan dewasa daripada Sung Min xD

  5. Hahhahahhhh. Iya sih, Sungmin kan imot banget! Kalo makan jagung udah kyk anak 5 taoooooooon! WKWKWK😄

    Enaknyaa disini aku bisa ngegandeng Taeyang sm Heechullie kuat2, melukin mereka berdua, sm melukin Sungmin sampe tesungkur gitu. Surga dunia dah. Hahaaaaaaaaaaa

  6. hahaha xD

  7. iwaaaw ~ appa baru tau ff-nya ditambahin lagu lagi di bawah xD

  8. […] kalo belum tau ceritanya pegimana silakan klik ini, trus ntar lanjut klik ini, lanjut lagi ke yang ini, udah gitu ke sini, dan akhirnyaaa tamat deh disini ~ […]

  9. […] kalo belum tau ceritanya pegimana silakan klik ini, trus ntar lanjut klik ini, lanjut lagi ke yang ini, udah gitu ke sini, dan akhirnyaaa tamat deh disini ~ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: