more fantasy about k-pop

By : Nino

Siang itu, Yu Ri menunggu di gerbang sekolah sendirian menunggu mamanya menjemput . Biasanya keempat temannya setia menemani, tapi kali ini tidak . Eun Min sibuk dengan OSIS, Ji Yuu sibuk dengan manga-nya, Hee Young ? Ah, anak itu pasti setiap kali ditanya jawabnya “Aku lagi jalan nih, sama umma ! Hahaha ~” . Terus, Jin Hye ? Yah, kali ini dia punya kesibukan baru sebagai pengurus blog untuk pecinta boyband Korea, khususnya SHINee . Yah, saat ini SHINee sudah cukup dikenal oleh masyarakat Korea, khususnya di kota ini, Seoul . Hebatnya lagi, gosip bahwa Kim Ki Bum, salah satu personel SHINee, jadian dengan seorang cewek sudah merebak di seantero sekolah dan lagi-lagi jadi topik hot di majalah sekolah . Yu Ri jadi teringat kejadian 2 hari yang lalu .

||||||||||||||||||||||



“MWOO ?! CHUKAEE, CHUKAEEE, CHUKAEE GO EUN MIIIIIN !! WAH, WAH, WAAAH, AKU NGGAK NYANGKA !! Beneran nih ?? Eun Min-nie ?? Kau jadian sama Ki Bum ?? Ckckck, pintar yaaaaa, nggak ngasih tau kami lagiiii !” seru Yu Ri sambil mencubit pipi Eun Min . Sementara yang empunya kesakitan dan wajahnya bersemu merah .

“Hya, yang penting kalian ‘kan udah tau sekarang, hehehe,” ujar Eun Min sambil nyengir .

“Jadi beneran nih ?? Waoooooooww, chukae yaaaa, ternyata kamu udah besar sekarang ! Hahaha,” ledek Ji Yuu seraya mengacak-acak rambut Eun Min .

“Hahaha, iya nih ! Jadi rupanya cewek yang digosipin itu kamu yaaaaa ?? Hehehe, cie cieeee ~ eh, tapiiii, kami pengin tau nih, gimana sih acara ‘penembakan’nyaaa ?” goda Jin Hye penasaran . Muka Eun memerah, dengan malu-malu dia menceritakan peristiwa yang indah baginya itu kepada teman-temannya . 15 menit kemudian teman-temannya langsung berteriak heboh di kamarnya sampai membuat kedua orangtua Eun Min bingung . Ada apa di kamar Eun Min ?

“Sssst, jangan keras-keras … ! Nanti appa-umma-ku dengar,” kata Eun Min agak cemas .

“Hahahaaa, nggak apa-apa kaliiii biar mereka tau kalo anaknya ini udah gedeeee ! Hahaha,” ujar Hee Young yang disambut derai tawa yang lainnya . Eun Min mencibir .

“Apaan sih ! Hahaha,” katanya sambil melempar bantal ke arah Hee Young . Terjadilah perang bantal yang ramai di kamarnya …

|||||||||||||||||||||||

Yah, begitulah sukaria para cewek, batin Yu Ri sambil menengadah ke langit . Haaah, liat Eun Min sama Ki Bum, kok aku jadi pengin punya pacar juga ya ? gumamnya . Hmmm … tapi …

TIN TIIIIIIIN ! suara klakson mobil Yu Ri membuat Yu Ri terperanjat . Buset dah ! Umma bikin kaget melulu ! gerutunya sambil menaiki mobil Nissan Terrano-nya .

———————————

Haaaah, ngapain ya enaknya di rumah ? Boseeeeeeen ! keluh Yu Ri sambil menepuk-nepuk bantalnya . Tiba-tiba mamanya memanggil . Yu Ri langsung turun ke bawah .

“Ne, ummaaa … Wae yo ?” ujar Yu Ri lesu .

“Hm … kamu mau ikut nggak nanti malam temenin umma ke pesta ulang tahun partner kerja umma ? Daripada kamu nggak ada kegiatan di rumah, ya kan ?” kata mamanya . Yu Ri berpikir sejenak, kemudian mengangguk .

“Ne, aku ikut . Dimana umma ?”

“Di Grand Hyatt Hotel, di Itaewon . Ntar umma kenalin deh, sama anak temen umma yang namanya … hm … siapa ya ? Umma lupa . Tapi kalo nggak salah dia itu satu sekolah sama kamu ! Dia kelas 3 deh, rasanya … ah, nantilah umma kenalin ya ! Anaknya pinter lho, sopan, pembawaannya ramah pula ! Kayaknya bisa tuh, jadi calon menantu umma ! Hehehe,” ujar mamanya bercanda . Yu Ri tertawa .

“Hahaha, ada-ada aja umma !” ucapnya sambil merangkul mamanya yang merupakan sahabat nomor satu baginya .

———————————

Malamnya di Grand Hyatt Hotel —

“Selamat datang,” ucap penyambut tamu ramah, di ballroom yang saat itu sudah ramai oleh para karyawan tempat kerja mamanya . Malam itu penampilan Yu Ri terlihat cantik oleh balutan dress berwarna chiffon yang dipilih mamanya untuk menghadiri pesta ini . Dandanannya simple dengan taburan bedak two-way-cake dan eyeshadow warna hitam yang menghiasi matanya . Rambutnya pendeknya yang di-blow semakin mempermanis penampilannya di acara pada malam hari ini . Meski sebenarnya dia merasa risih akibat dandanannya itu . Belum lagi ucapan mamanya yang membuat Yu Ri agak kesal sebelum pergi tadi,

“Ingat ya ! Jangan pakai sendal teplek lagi kalo mau pergi ke acara penting !” kata mamanya .

“Diiih, siapa juga yang mau pake sendal teplek ? Nggak asyik ! Kalo bisa mah, pake sendal jepit !” sahut Yu Ri asal .

“Nih, pake high-heels aja !” kata mamanya sambil meyodorkan benda-paling-anti-untuk-Yu Ri itu . Yu Ri langsung mangkir .

“Ogaaaaaah ! Umma jangan yang nggak-nggak deh ~ ! Udahlah, aku pake gladiator aja !” kata Yu Ri langsung meraih sepatu gladiatornya yang berwarna hitam .

“Kamu ini kalo dibilangin ~ ! Didandanin jadi cantik aja susah banget ! Ya udah, terserah kamu ajalah ! Ayoo, cepetan ~ ntar umma terlambat lagi !” rewel mamanya . Yu Ri cuma manyun mengikuti mamanya ***

Yaaah, lagi-lagi aku jadi kambing congek disini, gumamnya sambil duduk di di kursi pojok dan mengambil minuman . Cobaaa Hee Young, Eun Min, Jin Hye sama Ji Yuu ikut, harapnya . Hmmm … ngomong-ngomong mana sih anak yang mau dikenalin umma sama aku ? gumamnya . Dia lalu beranjak dari tempat duduknya mencari mamanya . Dilihatnya mamanya mengobrol bersama rekannya . Mamanya menoleh dan mengajaknya ke tempat dia mengobrol . Yu Ri mengangguk .

“Kenalkan, ini anakku yang kedua, Lee Yu Ri . Dia sekolah di Gwang Jo High School kelas 1-A … Yu Ri, kenalkan ini teman umma, ibu Choi Sang Baek dan ini anaknya, kakak kelasmu, Choi Si Won …,” kata mama Yu Ri ramah . Yu Ri terpaku . Omonaaaaaa … coverboy dari mana dia …? ganteng amat ! gumamnya dalam hati . Jelas saja, Perawakan tinggi dan gentle, muka tampan bak pangeran, dan sikapnya yang sopan santun serta senyum yang membuat siapapun yang melihatnya ‘meleleh’ sudah cukup menjelaskan semua yang ada pada laki-laki yang berdiri di hadapan Yu Ri itu . Dia menyodorkan tangannya pada Yu Ri .

“Si Won-imnida,” katanya . Yu Ri terdiam . Dia membalas jabatan tangan Si Won dengan gugup .

“Yu … Yu Ri-imnida …,” jawabnya . Si Won hanya tersenyum melihat tingkah Yu Ri yang gelagapan .

“Ooh ini ya yang namanya Yu Ri ? Cantik ya ! Hahaha, kamu kelas 1 ya nak ?” tanya mama Si Won .

“Ng … iya …,” sahut Yu Ri pelan .

“Ooh … sering-sering tegur Si Won-sunbae ya kalau ketemu di sekolah ! Soalnya dia ini anaknya agak pemalu … hahaha, padahal setahu tante banyak yang naksir, tapi semuanya ditolak gara-gara dia bilang belum ada yang pas ! Hahaha,” celoteh mamanya . Si Won hanya tertawa kecil . Yu Ri Cuma nyengir .

“Hahaha … beres tante !” kata Yu Ri santai .

Malam itu mereka habiskan bersama dengan mengobrol banyak hal . Dan sejak saat itulah perlahan-lahan Yu Ri menjadi akrab dengan Si Won sebagai sunbae dan hoobae .

————————————-

seminggu kemudian di sekolah —

“Kamu kenapa sih senyum-senyum sendiri ?” tanya Jin Hye yang heran melihat tingkah Yu Ri yang berbeda dari sebelumnya .

“Iya nih ! Kayaknya kamu juga jadi jarang main sama kita ! Ada apa nih ?” kata Hee Young .

“Hehehe … aku ada oppa baru lho !” katanya senang .

“Oh ya ? Siapa ?” tanya Eun Min .

“Hehehe … kalian tahu nggak ? dia itu sunbae kita ! Sunbae yang paling perfect,” kata Yu Ri bangga .

“Diiiih, segitunya ! Emang siapa sih ?” tanya Ji Yuu .

“Hm … Choi Si Won kelas 2-A !” jawab Yu Ri . Semua mata membelalak .

“OMO ? Kau jadian ya sama dia ?” kata Hee Young .

“Hehehe, nggak lah ! Kami cuma temenan kok ! Tapi … boleh banget kalo dia dijadiin pacar, hehehe …,” kata Yu Ri santai .

“Wah wah wah … kalian berdua boleh juga ya ! Udah berhasil ngegaet cowok-cowok keren di sekolah !” kata Ji Yuu sambil menunjuk Eun Min dan Yu Ri . Eun Min hanya tertawa .

“Hahaha … iya dooong, Yu-Min ! Hehehe,” kata Yu Ri sambil merangkul pundak Eun Min yang tertawa geli . Ketiga sahabatnya hanya mencibir .

————————————–

Sesampainya di rumah, Yu Ri langsung bergegas mengganti bajunya dengan pakaian hang-out kesayangannya . Ya, kali ini dia akan pergi dengan sunbae pujaannya itu, Si Won . Hm, sejak aku kenal sunbae … kok aku ngerasa ada perubahan ya dalam diriku ? tanyanya dalam hati . Yah, sikapnya menjadi agak feminin, meski sifat cueknya tidak berkurang . Dia selalu senyam-senyum sendiri, dan hobi yang sebenarnya yang sangat jarang dia lakukan, bercermin . Omo … kenapa aku jadi begini ya ? pikirnya baru sadar . Padahal ‘kan … aku bukan pacarnya, kata Yu Ri . Sejenak dia terdiam . Apa … aku mulai menyukai sunbae ? tanyanya dalam hati . Andwae ! Aku tidak mau itu terjadi ! gumamnya sambil geleng-geleng . Aku … tidak mungkin jadi pacarnya, pikirnya sedih . Masa’ sosok pangeran seperti dia mau disandingkan dengan cewek slebor kayak aku ? gumamnya . Haiiiish, ngapain juga aku mikirin itu ? Sudah akrab sama dia aku juga sudah senang kok ! Katanya menghibur dirinya . Tiba-tiba ada sms masuk dari handphone-nya . Dari Si Won .

>> aku tunggu di depan, Yu Ri-ah ! <<

Yu Ri menutup handphone-nya dan segera menuju ke bawah .

———————————–

Si Won mengajak Yu Ri ke Twenty Cafe . Mereka memesan makanan dan minuman .

“Kau mau pesan apa, Yu Ri-ah ?” kata Si Won .

“Hmm … terserah sunbae aja !” jawab Yu Ri singkat . Si Won tertawa pelan . Setelah memesan makanan, mereka mulai mengobrol .

“Sunbae,” kata Yu Ri . Si Won menoleh .

“Ne ? Wae yo ?” Yu Ri terdiam sejenak .

“Ngg … anu … hmm … nggak kerasa ya, kita jadi akrab begini !” katanya asal . Si Won tertawa .

“Hahaha, emangnya kenapa ? Tapi aku seneng banget lho punya hoobae kayak kamu ! Belum ada lho, cewek yang bisa deket denganku secepat ini ! Hahaha, Untung aja kita ketemu di pesta ya !” kata Si Won senang . Yu Ri tersenyum tipis . Jadi … dia hanya menganggap aku hoobae-nya … ? gumam Yu Ri .

Dan entah kenapa saat Si Won menoleh ke arah lain, tiba-tiba dia terkejut . Rupanya dia melihat ke arah gadis cantik yang matanya juga tertuju ke arah Si Won . Sejenak mereka saling pandang, dan akhirnya Si Won berlari ke arahnya dan meninggalkan Yu Ri yang terdiam . Dilihat oleh matanya bahwa saat itu Si Won memeluk gadis itu dengan erat . Seakan tidak mau melepasnya lagi . Yu Ri hanya terdiam, terpaku di mejanya . Entah kenapa saat itu hatinya terasa sakit melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat itu . Tak terasa air matanya menetes . Jadi … benar dugaanku … ternyata …

Yu Ri pun pergi dari tempat itu tanpa sepengetahuan Si Won . Dia pergi sambil menahan sakit yang begitu sesak di dadanya .

———————————-

Di rumah, Yu Ri hanya terdiam seperti patung . Mukanya agak kusut sehabis menangis tadi malam . Dia pun sebenarnya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padanya. Bodoh sekali aku ini, gumamnya . Masa’ cuma gara-gara itu aku harus nangis ? Memangnya kenapa kalo seandainya Si Won-sunbae sudah punya kekasih ? Kenapa … aku jadi sedih begini ? batinnya . Atau … apa yang kurasakan selama ini … memang benar … ? Kalau … aku menyukai sunbae … ? Tapi … yah, aku ‘kan … hanya hoobae-nya, tidak lebih … tapi … aku … gumamnya .

“Hei ! Malah melamun … ayo sarapan !” kata mamanya .

“Ne, ummaaaa … nggak usah ngagetin kenapa seeeeh …,” gerutunya .

—————————————

Di sekolah, waktu istirahat —

“Kamu kok murung gitu sih, Yu Ri ? Ada masalah ya ?” tanya Eun Min . Yu Ri menggeleng .

“Iya, biasanya ‘kan kamu yang mulai cerita-cerita sama kita ! Hayooo, kenapa niiih sama Si Won-oppa-mu ituuu ?” ledek Hee Young . Yu Ri mencibir .

“Aduuuh, udah deeeeh, aku nggak kenapa-napa kok ! Tenang aja, aku cuma belum sarapan kok tadi pagi, makanya lesu begini,” ucapnya bohong . Ji Yuu mendengus .

“Alaaah, kamu ngeles-nya nggak mutu ! Ayolah, cerita doong sama kami, ada masalah apa ? Tumben banget tahu nggak, kamu tuh diem-dieman begini,” kata Ji Yuu . Yu Ri lebih memilih diam . Dilihatnya dari jauh Si Won tersenyum ke arahnya . Yu Ri hanya bersikap acuh tak acuh .

“Tuh, oppa-mu ! Sana, hampiri dia !” kata Eun Min . Yu Ri menggeleng .

“Ogah,” jawabnya singkat . Keempat sahabatnya hanya bisa mengangkat bahu melihat sikapnya yang seperti itu .

————————————

Sudah tiga kali handphone-nya berdering . Tiga kali pula dia me-reject panggilan itu . Jangan ganggu aku kenapa, sih ! omel Yu Ri dalam hati sambil membenamkan kepalanya ke bantal . Cukup lama dia terdiam .

Apa … aku ini egois … ? batinnya . Haaah, semestinya aku nggak kekanak-kanakan begini, tapi …

Sunbae … kalau saja kau mengerti perasaanku … pikirnya . Tiba-tiba handphonenya berbunyi lagi . Setelah berpikir sejenak, akhirnya diangkatnya telepon itu .

“Yoboseyo,” sahut Yu Ri malas .

“Yoboseyo, Yu Ri-ah . Aku ingin bicara denganmu . Aku tunggu di taman sekarang . Kumohon !”

TUT ! Handphone mati . Yah, mungkin aku harus menerima jika memang harus seperti ini, gumamnya dalam hati sambil bergegas pergi ke taman di dekat sekolah .

———————————–

“Yu Ri-ah … kau kenapa … ? Kenapa waktu itu kau langsung menghilang dari cafe … ?” tanya Si Won . Terdengar nada sedih dari ucapannya . Yu Ri diam . Dasar begooo, gerutunya dalam hati . Jadi apa maksudmu berpelukan mesra dengan cewek yang nggak kukenal waktu itu … ?

“Sikapmu … juga berubah sejak saat itu . Kau … selalu terlihat kesal jika sedang bersamaku . Kata-katamu … kadang-kadang juga terdengar ketus di telingaku … Sebenarnya … ada apa denganmu … ?” tanyanya lagi . Yu Ri akhirnya membuka mulut .

“Jika kau jadi aku, sunbae … apa yang kau lakukan jika aku meninggalkanmu begitu saja tanpa mempedulikanmu lagi dan langsung berpelukan mesra dengan orang lain … ? Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung berlari, meninggalkanmu yang kuacuhkan saat itu … ? Aku tanya sekali lagi, apa yang akan kau lakukan jika aku seperti itu … ?” kata Yu Ri . Si Won tersentak . Dia merasa sangat terpukul dengan ucapan hoobae-nya itu .

“Oh … jadi gara-gara itukah kau jadi berubah … ? Mianhae Yu Ri-ah, aku pun saat itu sedang kehilangan akal ketika melihat kakak perempuanku yang selama ini tidak pernah kutemui sejak kukira dia meninggal saat aku berumur 10 tahun … aku … merasa sangat sedih … bercampur bahagia … ketika aku menemui dia kembali … yang saat ini menjadi karyawan tetap di cafe itu … mianhae … karena aku telah mengacuhkanmu … aku langsung pergi meninggalkanmu tanpa sengaja … mianhae … kalau waktu itu aku sudah menyakitimu … aku … tidak mau kehilanganmu … dan sejujurnya … aku …” kata Si Won dengan suaranya yang parau . Yu Ri terkejut . Jadi … perempuan yang kusangka kekasihnya itu … adalah kakaknya … ? tanyanya dalam hati .

“Ja … jadi … itu … kakakmu … ?” kata Yu Ri gagap .

“Ya . Itu kakakku, Yu Ri-ah . Dia Ga Hee . Satu-satunya kakak perempuanku … memangnya … kau mengira dia kekasihku … ?” kata Si Won menatap Yu Ri yang saat itu tidak percaya dengan kata-katanya barusan . Si Won tersenyum padanya . Senyum yang berbeda . Senyum yang sangat manis baginya . Yu Ri hanya menunduk malu . Jadi … selama ini aku salah sangka … ? Omonaaa …

“Kalau kau ingin tahu, aku tidak pernah punya pacar, Yu Ri-ah . Sebenarnya semenjak hubungan kita sebagai sunbae dan hoobae yang akrab, aku telah tertarik padamu . Aku menyukai dirimu yang apa adanya . Aku suka sifatmu yang jujur dan blak-blakan . Aku suka sikapmu yang lucu dan spontanitas yang membuatmu terlihat manis di mataku . Bagiku, kau berbeda dari anak-anak cewek lainnya yang mendekatiku hanya karena aku tampan dan anak orang kaya . Kau lain, Yu Ri-ah . Dan seumur hidupku aku tidak pernah melihat seorang cewek sepertimu,” kata Si Won yang membuat Yu Ri hanya terpaku di tempatnya . Apa yang dia katakan … ? Apa … aku bermimpi di siang bolong begini … ?

“K … kau … bercanda kan, sunbae … ? Hahaha ~ ya, ya, kau pasti sedang mengigau ! Hahaha,” kata Yu Ri mencoba mengalihkan pembicaraan . Namun wajahnya saat itu memang tidak terlihat bercanda . Yu Ri jadi terdiam . Si Won mengangkat dagu Yu Ri pelan .

“Aku serius, Yu Ri-ah . Aku menyukaimu,” ucap Si Won sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yu Ri-ah yang saat itu berpikir bahwa sebentar lagi jantungnya akan terlepas dari tubuhnya . Dia menutup matanya, dan kemudian … ***

“Kau … masih menganggapku bercanda … ?” kata Si Won menatap Yu Ri teduh .

“A … a … sss … sunbae … ” kata Yu Ri gagap . YA TUHAAAAAAAAN ~ APA YANG TERJADI BARUSAAAAAAAN ~ ! UAAAAAAAAHHHHH ~ UMMAAAAAA ~ TOLOOOOOOONG ~ ! pikirnya malu . Si Won tersenyum melihat tingkahnya .

“Aku menyukaimu, Yu Ri-ah … sangat menyukaimu,” kata Si Won sambil mendekap Yu Ri hangat . Dengan gugup Yu Ri membalas pelukan sunbae-nya yang saat itu telah menjadi orang terkasih baginya .

the end—————————————————————————————-

Comments on: "one shot ff – episode 2 – Honestly I …" (8)

  1. “buset dah, umma ngagetin mulu”

    asli gw ngakak baca kalimat ini😄

  2. ahahaha xD

  3. Hahahah, gmn y gw bayangin muka si siwon memelas d dpn gw. Hahhaha
    Ngakak2 gw, siwon jg org yg pemalu :))

  4. hahaha xD

  5. […] noh, hemm ~ untuk jelasnya, kalo belum tau ceritanya pegimana silakan klik ini, trus ntar lanjut klik ini, lanjut lagi ke yang ini, udah gitu ke sini, dan akhirnyaaa tamat deh disini ~ […]

  6. […] noh, hemm ~ untuk jelasnya, kalo belum tau ceritanya pegimana silakan klik ini, trus ntar lanjut klik ini, lanjut lagi ke yang ini, udah gitu ke sini, dan akhirnyaaa tamat deh disini ~ […]

  7. Enaknyaaa jadian sm Siwon-sshi..

  8. hahahha. gw gt loooh ;p * bangga nian *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: