more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Four =

Aku benar-benar ingin keluar dari ruangan ini secepatnya setelah mengetahui Taeyang datang tiba-tiba. Dan ia melihat semuanya, ia melihatku memeluk kekasihnya. Sekarang ia pasti tidak akan suka padaku, bahkan mungkin memang tidak pernah suka.  Aku bergegas keluar dari ruangan yang mulai memanas itu. Tetapi Taeyang menahanku, ia menatapku dengan tatapan yang kasar, tatapan itu sungguh membuat hati siapa saja yang melihatnya jadi tidak nyaman. Lalu aku mencoba untuk melanjutkan langkah , Taeyang mulai kesal. Ia mencengkram kerah kemeja pale-pink ku. Sepertinya beberapa detik lagi pukulan keras akan sampai kepadaku, itu yang terlihat di situasi ini. Aku mencoba menenangkan diri, tapi keringat dingin mulai terasa membasahi tubuhku.

Tiba-tiba Taeyang memegang kepalanya, ia seperti terkena sakit kepala yang sangat kejam, wajahnya berubah pucat. Ia sedikit goyah. Aku langsung mengambil tindakan.

“Taeyang, apa kau baik saja?” tanyaku sambil memegang bahunya.

“Aku tak apa-apa.” Jawabnya dingin sambil mengelakkan tanganku.

Aku menghela nafas, dan mulai melanjutkan langkahku. Taeyang mengejarku, ia memberi isyarat untuk mendekat ke pintu. Lalu ia bicara dengan pelan.

“Kamsahamnida, sudah menjaga NeeSa selagi aku tak ada. Aku tadi sangat mencemaskannya. Tapi dengan adanya kau, pasti ia lebih tenang dan aman.. Sungmin-ah..” kata Taeyang panjang lebar.

Lalu ia memandang lama orang yang dicintainya yang terbaring di kasur itu. Tiba-tiba ia mulai pusing lagi, ia terbatuk-batuk. Aku sangat terkejut, keluar sedikit darah segar dari batuknya. Taeyang segera menghindarkan pemandangan itu dari pengelihatan NeeSa.

“Tolong jaga NeeSa, Hyung. Suruh ia istirahat, dan jangan beritahu tentang ini.” Kata Taeyang lalu keluar dari Oxygen Room ini dengan berlari. Sepertinya ia akan ke kamar kecil untuk membersihkan darahnya.

Sekarang, aku jadi ragu untuk mendekati NeeSa. Apa aku salah? Sepertinya kekacauan ini terjadi karena adanya aku. Aku menghela nafas.

“Sungmin-oppa…” kata NeeSa lirih. Aku segera mendekatinya.

“NeeSa-ah.. istirahatlah.. dengar kata Taeyang, ia ingin kau untuk beristirahat.. ini demi kesehatanmu dan kebahagiaan kalian, NeeSa-ah..” Nasihatku.

Aku mengelus keningnya lembut, aku memandang wajahnya yang polos, mungkin tepatnya, wajah yang berhasil membuat hatiku goyah. Entah, aku merasa ada yang berbeda jika dekat dengan gadis ini. Jantungku mulai berdegup dengan lebih cepat, aku merasa nyaman dan tenang dibuatnya. Aku sangat senang dengan keadaan ini, dimana aku bisa disampingnya, dan menjaganya..

“Taeyang-oppa.. Kenapa dia pergi? Apa ia tidak peduli lagi padaku? Kenapa ia bicara kasar tadi? Ia berubah!!” kata NeeSa penuh kekesalan.

Tidak, ini bukan keadaan yang bagus. Wajah NeeSa mulai memerah, bulir air mata mulai keluar dari kedua mata indahnya. Ia menangis. Tidak mungkinlah aku sanggup melihat manusia yang sangat kusayangi ini terluka. Aku menghapus air matanya dengan jemari-jemariku.

“NeeSa-ah.. kau tau.. Taeyang sangat mencintaimu. Ia bahkan sangat berterima-kasih padaku karena aku telah menjagamu, dan sekarang ia tidak mendatangimu karena tidak ingin mengganggu kau beristirahat. Sebaiknya kau beristirahat sekarang.. agar Taeyang tenang..” kataku menasihatinya. Aku membelai sayang kepalanya. Lalu NeeSa menatapku. Di balik kedua matanya yang berair, ia menatapku tajam, menembus air matanya. Tatapan ini.. ya.. membuat jantungku semakin tidak karuan detaknya.

“Kau.. kau mulai mirip dengan Taeyang-oppa, Sungmin-ah.” Kata NeeSa tiba-tiba.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku heran.

“Taeyang-oppa  bisa menenangkanku disaat aku sedih seperti ini, selalu ada saat aku membutuhkan, dan sangat menjagaku. Sifat-sifat itu mulai muncul dalam dirimu, Sungmin-oppa. Kamsahamnida..” kata NeeSa tersenyum. Air matanya mulai berhenti mengalir.  Ya, sekarang aku tau mengapa Taeyang bisa meluluhkan hati NeeSa.

“Gwenchana.. dengan senang hati. Aku bahkan juga ingin menjadi Taeyangmu itu..” kataku. Aku sendiri tersentak, bagaimana mungkin aku mengatakan hal itu? Apa aku ingin menggantikan posisi Taeyang? Tidak, aku sangat tidak pantas untuk itu, tentu saja.

Tiba-tiba NeeSa meraih tanganku, ia menggenggam jemari-jemariku, dan meletakkan tanganku di depan hatinya. Aku hanya diam tak mengerti, tapi aku senang dengan keadaan ini.  Kuharap aku dapat menghentikan waktu sekarang juga.

“Aku dan Taeyang-oppa selalu melakukan hal ini. Ini bisa menenangkan hatiku..” kata NeeSa. Lalu ia mengeratkan genggaman tangannya. Ia menutup matanya.

Tuhan, aku mencintainya, salahkah? Ah.. tentu saja aku salah. Hanya Taeyang-oppa yang pantas mendapatkan gadis ini. Aku hanya orang bodoh. Lantas, mengapa aku masih mengharapkannya? Mengapa aku terus mendekatinya? Pabo…

NeeSa mulai tertidur. Ia tertidur dengan senyum tersungging di wajahnya yang halus. Ia sangat manis jika sedang seperti ini, hatiku.. ingin memilikinya.. sungguh… aku tidak bisa mengendalikan semua ini.

Aku melepas pelan tanganku yang tadi digenggam wanita ini. Aku menyentuh wajah NeeSa dengan jariku, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, lalu kucium lembut pipinya.

“NeeSa-ah.. Mianhae. Aku tidak bisa seperti ini terus, menganggapmu lebih dari teman. Aku tidak berhak atas ini. Mulai saat ini, haruslah aku menjauhimu, dan melihat kau bahagia dengan Taeyang.. itu yang pantas untukmu. Mulai sekarang, kau akan jarang melihatku, walau aku akan terus memantaumu. Aku tau, aku tidak bisa seperti ini terus, aku sadar, NeeSa-ah..” bisikku.

Aku lalu berjalan menjauhinya, aku menghentikan langkahku, menoleh kearahnya.

“NeeSa-ah.. saranghaeyo..” kataku pelan. Aku meninggalkannya di ruangan ini. Dengan hati yang sangat sakit tentu saja. Tapi, inilah kenyataan yang harus kuhadapi. Aku tidak ingin menjadi perusak hubungan NeeSa dengan Taeyang. Aku akan membiarkan mereka bahagia, aku tau, jika begitu, senyum tulus akan selalu terpancar di wajah NeeSa.

Aku menghela nafas panjang. Berhenti bermimpi, Lee Sungmin. Batinku.

Di Oxygen Room, NeeSa bergerak, matanya terbuka, dan tangan Sungmin tidak lagi ada di genggamannya. NeeSa meneteskan air matanya, lagi.

“Sungmin-ah.. saranghaeyo..” ujar NeeSa lirih. Ia sendiri bingung bagaimana kata-kata itu bisa terucap. Ia kemudian meraba kalung dengan liontin hati yang terpasang di lehernya, ia genggam kalung itu. “Taeyang-oppa…” kini NeeSa merasa sangat bingung.  Air matanya mulai deras.. ia menangis sesenggukan dan tidak ada seorangpun yang bisa menenangkannya.

Dari pintu, Taeyang datang. NeeSa terkejut, Taeyang mendekatinya. Taeyang melihat air mata NeeSa membasahi wajah kesayangannya itu. Taeyang menghapus air mata itu.

“Saranghae, Ranissa Triandini, other people don’t do as much as I do.. saranghaeyo..” kata Taeyang pelan.

Ia mendekatkan wajahnya ke wajah NeeSa, perlahan, semakin dekat, dan akhirnya tidak ada jarak diantara mereka, Taeyang mengecup bibir NeeSa mesra.

Sungmin hanya terpaku, ia melihatnya dari balik pintu, hatinya pecah, berkeping saat itu. Dan lagu yang mengalun saat itu, SHINee – Graze, membuatnya semakin terlarut dengan kesedihannya.

Uh! You gave me, you gave me a heart break!

Seuchyuhganda murujyuganda numoo jogahaettdun geunyuhga deungeul dollin chaero dorasuhburyuh chorahan giboon mwo gata minho ajiro samkyuh

Naboda mutjyuh boyuh nee yupeh geunamja (nuyeh yupeh geu namja) ujjum geuri dareun geunyuh moseubdo

Seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae… mulujyuganda jogeum jinhan hwajangeul hago… ubsuttjanee nan chueumbootuh geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya

(english)
You gave me
You gave me a heart break
Come on

She is passing me by, getting further away
The girl that I liked so much
With her back turned, she looks back at me
This miserable feeling is like…
(But I force it down)
Is the man next to you better looking than me?
Even the way you look is so different now

She passes me by, tightly holding his hand
Getting further away, wearing more makeup
There was never a time, since the beginning
I was only ever a convenient friend

Uh, I was only ever a comfortable person
Uh, My love was only a passing thought

~o~o~

ZhouMi dan Lee-ah baru saja sampai di dorm Super 5 Bangs. Lee-ah membuka pintu dormnya. Hatinya tidak tenang. Ia tidak menyangka semua ini akan terjadi pada temannya, Gee-lang. Lee-ah berjalan ke kamar Gee-lang, diatas meja belajar Gee-lang, ia melihat foto Super 5 Bangs yang terpajang di frame ungu , pandangannya terpaku dengan wajah Gee-lang.

“Gee-lang.. kuharap dalam waktu dekat ini kita bisa bercanda dan sekolah bersama lagi..” Kata Lee-ah.

ZhouMi yang sedari tadi mengikuti langkah Lee-ah hanya tersenyum.

“Percayalah, ia akan baik-baik saja… ini hanya kecelakaan kecil, kok.” Kata ZhouMi menenangkan seraya memegang bahu Lee-ah.

Lalu Lee-ah mulai mencari notebook kecil yang selalu Gee-lang bawa ke  sekolah. Ia menemukannya di laci meja belajarnya. Lee-ah membuka dan akhirnya ia menemukan nomor telepon orang tua Gee-lang.

Lee-ah lekas menelepon orang tua Gee-lang.

“Halo…?” jawab seseorang.

“Halo. Bisa saya bicara dengan Ibunya Gee-lang, aku Lee-ah, teman satu dormnya di Seoul.”

“Ya, ini ibu, nak. Ada apa Lee-ah?” jawabnya.

“Ehm.. begini bu.. Gee-lang.. mengalami.. kecelakaan..” kata Lee-ah hati-hati, karena takut membuat shock ibu temannya itu. Sebelum ibu itu tambah cemas, Lee-ah menjelaskan lagi.

“Sekarang dia ada di UGD RS Health Care, ia selamat dan detak jantungnya sudah membaik kini, tapi ia belum sadarkan diri… apa ibu akan datang kesini?”

“Ya Allah… kenapa bisa begitu nak??? Ada apa dengan Gee-lang? Bagaimana ia bisa kecelakaan seperti itu?” kata ibu Gee-lang dengan cemas, sepertinya ibunya menangis.

“Pada saat kami ingin ke sekolah, semua itu terjadi bu. Tapi sekarang dia sudah membaik…” jawab Lee-ah menenangkan.

“Baiklah, ibu akan cari tiket untuk ke Seoul. Tolong jika Gee-lang sadar, suruh ia beristirahat, dan beri tau ibu dan keluarga akan datang kesana secepatnya.” Jawab ibu Gee-lang panjang lebar.

“Baik bu, hati-hati ya disana…” kata Lee-ah. Lalu sambungan telepon terputus. Hati  Lee-ah sudah sedikit lega, akhirnya orang tua Gee-lang tau.

ZhouMi yang sedari tadi memperhatikan hanya bingung sendiri.

“Apa yang tadi itu Bahasa Indonesia?” Tanya ZhouMi.

“Ne, benar…” kata Lee-ah.

“Bahasa itu terdengar sangat aneh..” kata ZhouMi polos.

Lee-ah hanya cekikikan.

“Sedangkan bahasamu di mata masyarakat kami sangat ribet dan aneh.. itu adalah bahasa tersulit di dunia.” kata Lee-ah tak mau kalah.

ZhouMi tersenyum, lalu ia melihat secarik foto yang ada di notebook Gee-lang. Foto dua orang yang terlihat sangat bahagia, JiYoung yang sedang menggendong Gee-lang, latar belakangnya taman nasional Seoul. Mereka tersenyum ceria disana.

“Apa hubungan Gee-lang dengan JiYoung-oppa?” Tanya ZhouMi penasaran.

“Hmm.. kurasa mereka sepasang kekasih.. mereka sangat sering menghabiskan waktu bersama, dan mereka tidak pernah ingin salah satu dari kami ikut jika mereka sedang hangout.” Kata Lee-ah.

“Wah.. sepertinya hubungan mereka sangat mengasyikkan…” kata ZhouMi. Ia terdiam sebentar lalu melanjutkan kata-katanya. “Aku bahkan belum pernah berkencan dengan seorang wanitapun..”

“Mwo? Apa benar oppa? Aku tidak menyangka.. kau kan sangat menarik..” kata Lee-ah kaget. ZhouMi tertawa kecil.

“Kau tertarik padaku? Ya.. kurasa aku selalu gagal di dalam percintaan, wanita selalu tidak jadi dekat denganku pada akhirnya. Mereka memang manusia yang aneh dan tidak dapat diprediksi..” kata ZhouMi.

“Bagaimana dengan kau, Lee-ah? Apa sekarang kau mempunyai kekasih?” tembak ZhouMi. Lee-ah jadi terkejut, malu.

“Anio.. aku juga tidak punya. Aku hanya memiliki 1 mantan, dan dia sekarang di Indonesia. Dia adalah sunbae ku di SMP.. Kami berpisah saat dia mulai masuk SMA dan aku masih kelas 2 SMP. Ia sekolah di asrama, sehingga komunikasi kami sangat tidak lancar.” kata Lee-ah.

Lalu ZhouMi memandang Lee-ah dengan pandangan yang agak aneh, sepertinya ada yang ingin dikatakan ZhouMi. Lalu tiba-tiba ZhouMi mendekati piano yang ada di sudut ruang tamu. Ia menekan tuts-tuts piano itu dengan anggun, dan ia mulai menyanyi. 2PM-Only You.

Only you neomani nareul sallil su isseo


I nunmureul meomchul su isseo


Geureoni eoseo naege dorawajwo baby


Only you niga anim nal gochil su eobseo nan dasi useul suga eobseo


It’s only you my baby it’s only you

Lee-ah terpesona dengan permainan piano ZhouMi dan suaranya yang indah. Lee-ah bertepuk tangan kecil. Lalu mendekati ZhouMi di grand piano putih pemberian Taeyang untuk NeeSa itu.

“ZhouMi-oppa hebat!” kata Lee-ah kagum. ZhouMi tersenyum manis, lalu tiba-tiba ia berlutut di depan Lee-ah. ZhouMi menggenggam kedua tangan Lee-ah, Lee-ah hanya terkejut.

“Lee-ah… saranghae.. would you be my girl?” kata ZhouMi tiba-tiba.

Lee-ah terpaku, ZhouMi-oppa.. benar-benar.. menembakku? Ya ampuuun…

Lee-ah tersenyum manis, ia mengangkat ZhouMi berdiri, lalu memeluk ZhouMi.

“Saranghae oppa! With all my pressure..” jawab Lee-ah senang. ZhouMi tersenyum bahagia dan mengeratkan pelukan mereka, ZhouMi membelai rambut Lee-ah..

“Kamsahamnida, my princess…” kata ZhouMi.

Akhirnya mereka terlarut dengan kebahagiaan di balik lagu Super Junior-Lovely Day.

I wanna hold your hands… I wanna kissin’ your lips..

I wanna fall in love with you, it must be beautiful lovely day…

~o~o~

Kyuhyun bertopang dagu, ia terus menatap Gee-lang yang tak sadarkan diri. Ia menggoyang-goyangkan tangan Gee-lang.

“Huh… lama sekali dia pingsan..” kata Kyu.

Donghae yang sedang membaca koran melihat arlojinya. “Sudah 1 setengah jam kita disini.” Kata Donghae pelan.

Seungri hanya mondar-mandir di ruangan itu. Tiba-tiba, si penabrak yang bernama Junho itu bergerak sedikit. Seungri langsung mendekati Junho.
“Hei, kau sudah sadar?” Tanya Seungri pada Junho. Donghae dan Kyu langsung melihat kearah Seungri.

“Ia sudah bangun?” Tanya Kyu dari kejauhan.

“Sepertinya..” kata Seungri sambil memperhatikan Junho. Perlahan Junho membuka matanya, tatapannya kosong, lalu ia mulai berbicara lirih.

“Dimana aku….” Katanya.

“Kim Junho, anda baru saja mengalami kecelakaan, dan anda sekarang berada di rumah sakit..” kata Seungri.

“S… siapa kau?” Tanya Junho. Donghae langsung mendekati ranjang rumah sakit Junho.

“Kami adalah teman dari orang yang tadi kau tabrak, aku Donghae, dan dia Seungri. Apa ada keluarga yang ingin kau hubungi?” Tanya Donghae pelan.

Kim Junho terpaku, ia melihat sekujur tubuhnya dipenuhi selang, dan di lehernya ada penyangga.

“Aku ingin menelepon kakakku.. tolong ambil ponselku di dalam tas hitam kecil itu..” kata Junho.

Seungri segera mengambil tas itu dan mencari ponsel Junho. Ia menemukan iPhone putih.

“Siapa nama kakakmu?” Tanya Seungri.

“Cari di kontak, Twin Xiah Junsu..” kata Junho, ia terlihat masih sangat sakit.

“Kau kembar?” Tanya Seungri. Junho hanya mengangguk.

Lalu Seungri menelepon kontak itu, terdengar nada sambung TVXQ-Survivor.

“Yuhbasaeyo? Ada apa dik?” jawab seseorang.

“Yuhbasaeyo, apa ini kakak Kim Junho? Kim Junho sekarang sedang di rumah sakit Health Care. Ia baru mengalami kecelakaan. Dan ia meminta saya untuk menghubungi anda…” kata Seungri sopan.

“Mwo?! Baiklah aku akan segera kesana, di kamar berapa ia dirawat?” Tanya Junsu.

“Sebentar lagi akan pindah ke ruangan Super VIP 2.” Kata Seungri.

“Baiklah… terima kasih atas infonya, siapa namamu?” Tanya Junsu.

“Seungri…” jawabnya.

“Kamsahamnida, Seungri-ah. Tolong jaga adikku… Annyeong.” Itulah kata-kata terakhir Junsu. Lalu sambungan telepon terputus.

~o~o~

“Ta-mmie, Eunhyuk..” kata NeeNo lalu memeluk mereka bergantian.

“Syukurlah Gee-lang selamat, tetapi ia sekarang koma.. Jadi, darimana saja kau?” kata NeeNo.

“Ia tadi menangis di kamar kecil.. untung ada aku, jadi ia bisa tersenyum kembali.” Kata Eunhyuk membanggakan dirinya sendiri. Ta-mmie hanya tertawa kecil. NeeNo mendorong bahu Eunhyuk.

“Ya sudah.. jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita tidak boleh masuk lagi ke UGD.. karena sudah ada Donghae, Kyu, dan Seungri disana..” kata NeeNo.

“Ngomong-ngomong.. apa Jiyoung-oppa sudah mengetahui hal ini?” Tanya Ta-mmie. NeeNo menepuk kepalanya.

“Benar juga.. kita belum memberitahu Jiyoung. Tapi seingatku hari ini ia sedang sibuk latihan untuk konser Shine A Lightnya… apa kita harus menghubunginya?” kata NeeNo.

“Tentu saja! Tidak mungkin kita tidak memberi taunya…” kata Ta-mmie.

“Sini, biar aku yang telepon dia.” Kata Eunhyuk. Eunhyuk lalu mengeluarkan Black Berry Bold hitamnya, dan mencari kontak Jiyoung. DJ Jiyoung. Lalu ia menekan tombol call. Terdengar nada sambung G-Dragon-Breathe.

“Yuhbasaeyo?????!! Hyukkie! Ada apa?” jawab Jiyoung semangat.

“Hmm.. sedang dimana kau, Jiyoung? Kekasihmu…. Mengalami kecelakaan. Ia sekarang koma, ia berada di RS Health Care.” Kata Eunhyuk.

Tidak terdengar jawaban dari seberang sana. Sepertinya Jiyoung sangat shock. Suara ponsel terbanting terdengar keras. Hyukkie terlunjak kaget.

“Jiyoung-oppa, Jiyoung-oppa!!! Kau masih disana?” kata Hyukkie cemas.

Di tempat Jiyoung.

Semua teman-teman dancer terkejut dengan suara terbantingnya ponsel Jiyoung. Dan Jiyoung hanya berdiri memucat dan memegang dadanya yang terasa sesak.

“Kencanayo, Jiyoung?” Tanya Teddy yang mendekati Jiyoung, salah satu teman rapnya. Jiyoung tidak berkutik. Teddy memegang pundak Jiyoung.

“Jiyoung, kau tidak apa-apa?” Tanya Teddy lagi.

“E… gwenchana. Kekasihku mengalami kecelakaan dan sekarang ia koma. Mungkin aku akan absen dulu di reherseal.” Kata Jiyoung yang masih shock.

“Apa kau yakin? Ini adalah latihan terakhir untuk kita, oppa!” kata Teddy meyakinkan.

“Tidak mungkin aku latihan disini sedangkan kekasihku sedang koma, aku tidak akan bisa konsentrasi.” Kata Jiyoung. Lalu dia mengambil tasnya dan bergegas keluar dari ruangan dance itu.

Ia mengambil kunci mobil Porsche hitamnya dan mulai mengendarai dengan kecepatan tinggi.

Gee-lang-ah.. Cheonmal mianhae.. aku tidak bisa menjagamu.. batin Jiyoung.

Setelah setengah jam, Jiyoung sampai di RS Health Care.

Lalu ia ke ruang UGD.. ia melihat orang yang dikenalnya mengenakan pakaian dokter.

Minho…. Anak ini..

Lalu Minho melihat ke arah Jiyoung penuh emosi. Minho langsung mendekati Jiyoung dan meninju dada Jiyoung dengan keras.

– To Be Continued –

Comments on: "Haru-Haru = Chapter Four =" (2)

  1. ruangan super VIP 2 wkwkwk

  2. Hehe emang ada lagi kayak gitu, di RSU begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: