more fantasy about k-pop

[FF] My Heaven -Part 1-

By : Gilang kartika

“Hemmm…Kalian siapa?”

Itulah kata-kata yang pertama kali diucapkan JaeRyang setelah siuman dari pingsannya selama hampir 1 minggu. Sungguh menyakitkan rasanya untuk teman-temannya…dan terutama JiYoung sang kekasih. “Nampaknya kita harus memulai semua dari awal lagi.” ucap JiYoung sambil tersenyum getir. “Mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan…” lanjutnya. Semua mengangguk dan mulai memperkenalkan diri lagi.

“Annyeong~ MaeRi imnida.” ujar seseorang berambut sebahu. “Annyeong… SaeAn imnida…” ujar seseorang berambut agak bergelombang yang menggunakan kacamata merah. “Aku RuuChul…” seseorang yang berambut gaya harajuku dan berkacamata melanjutkannya. “Aku YuuRa.” ucap seseorang yang disebelahnya. “Dan aku JiYoung…” seorang laki-laki berambut mangkuk mengatakannya pada Ryang.

“Boleh aku bertanya? JiYoung? Dulu kau siapa bagiku?” tanya JaeRyang. “Mungkin seseorang yang penting bagimu…” jawab JiYoung. “Memang kenapa?” tanya JiYoung lagi. “Ah, tidak…aku hanya merasa dirimu begitu spesial. Entahlah…” jawab JaeRyang. “Oh ya…Annyeong~ YaeRyang imnida!” seru JaeRyang sambil tersenyum lebar.

Part 1

“Nah, ini sekolahmu Ryang…” ucap JiYoung yang mengantarnya ke sekolah. “Hwaaaaa…..Sungguh ini sekolah? Aku kira ini istana!!” JaeRyang berdecak kagum. JiYoung tertawa mendengar ucapan JaeRyang. “Kau yakin besok akan masuk sekolah? Kau kan masih belum mengingat semuanya.” tanya JiYoung. “Ya! Aku tidak mau ketinggalan pelajaran!” seru JaeRyang. “Baiklah kalau begitu, lebih baik kita ke apartment dulu. Kau harus pakai seragam kan besok?!” ujar JiYoung sambil mengelus rambut Ryang. “Ku kira kau sudah mengingat semuanya dengan secepat itu. Cepatlah ingat segalanya…” ujar JiYoung dalam hati, lalu mengecup kening Ryang.

– – –

“RuuChul, menurutmu apa Ryang akan baik-baik saja dengan keadaan seperti itu?” tanya MaeRi sambil bengong. “Kurasa ia akan baik-baik saja. Kau ingat kan kemarin ia sudah mengingat namanya sendiri! Hal ini tak akan terjadi terlalu lama. Ia pasti akan segera mengingat semuanya.” jelas RuuChul. “Kurasa juga begitu.” lanjut YuuRa. “Itu benar! Aku setuju!” tambah SaeAn.

Ting..Tong….

“Biar aku saja yang buka!” seru SaeAn dengan semangat. “Annyeooong~” sapa Ryang sambil tersenyum lebar. “RYAAAANG!!!!?????” semua berteriak terkejut. “Hyaa…” teriak Ryang sambil menutup telinganya. “Suara kalian besar sekali…” lanjutnya. “Ryang?! Kau kabur dari rumah sakit ya?!” tanya RuuChul sedikit cemas. “Tidak!” jawabnya singkat. “Dokter sudah membolehkannya pulang hari ini, kok. Dan katanya, sebaiknya dia jangan terlalu banyak bekerja dulu karena ini masih masa pemulihan.” jelas JiYoung yang berada di belakang Ryang. “Tapi besok aku mau sekolah JiYoung!” rengek Ryang. “Ya..Ya… tapi kau hanya masuk saja. Jangan terlalu banyak berpikir, oke?” JiYoung memberi nasihat. “Tidak! Aku mau belajar seperti yang lainnya!” bantah Ryang. “Huuh…Pilih sekolah atau tidak?!” “Baiklaaah…” kata Ryang.

“Nah sekarang lebih baik kau istirahat terlebih dahulu Ryang…” ujar YuuRa. “Apa kau ingat kamarmu Ryang?” tanya MaeRi. “Eeem…Mungkin…” kata Ryang ragu-ragu. “Cobalah mencarinya sendiri…Mungkin dengan begitu kau akan semakin cepat mengingat.” ujar MaeRi dengan senyumnya yang lebar. JaeRyang menuju ke sebuah kamar yang mempunyai pintu berwarna hitam dan bertuliskan `Keep Out! This Is MY ROOM!!!` berwarna merah yang cukup besar. “Ini?!” tanya Ryang. “Ya benar, itu kamarmu. Ternyata kau masih ingat.” ujar MaeRi. Semua merasa agak lega dan bahagia. “Nampaknya apa kata RuuChul benar. Ia tak akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengingat semuanya.” ujar SaeAn.

“Eee..Kalau begitu aku lebih baik pulang. Yang lain pasti menungguku. Hari ini kami ada interview. Annyeong.” JiYoung pun pulang. “Annyeong…” balas MaeRi, YuuRa, RuuChul, dan SaeAn. “Lho…Ryang kemana?” tanya RuuChul. “Paling-paling ia sudah di dalam kamar.” Jawab MaeRi.

– – –

Tok…Tok…Tok…

“Ryang, kau sedang apa?” tanya RuuChul. “Ah tidak. Aku hanya sedang melihat-lihat seisi kamar ini…” jawab Ryang. “Kau itu melihat-lihat atau memberantakkan kamarmu?” tanya RuuChul. ”Ini seperti kapal pecah.” lanjutnya. “Hehehe…Maafkan aku..Aku merasa ada yang perlu ku cari disini…” ujar Ryang. “Apa yang kau cari Ryang?” tanya YuuRa. “Hee… Entahlah… Tapi rasanya itu adalah hal yang sangat penting bagiku. Sama seperti rasa pentingnya JiYoung bagiku.” jawab Ryang. “Sama pentingnya dengan JiYoung? Apa itu?” tanya YuuRa. “Aku juga tidak tau. Apa kalian tau apa hal yang selalu ada bersamaku setiap hari?” tanya Ryang lagi. “Heem….Kalau tidak salah sih…iPod, kalung silver berbentuk bulan yang kau pakai itu…dan… handphone-mu. Kurasa itu saja.” ujar YuuRa. “Eee…masih ada satu barang lagi. Cincin dari JiYoung tanda kalian jadian.” tegas RuuChul. “Tapi kau kan selalu memakainya Ryang…” lanjutnya sambil memperhatikan jari-jari Ryang. “Hah?! Kemana cincin itu Ryang?!” tanya RuuChul. “Mungkin itulah yang ku cari…” jawab Ryang dengan lesu.

“Nampaknya kita lanjutkan mencarinya besok saja.” ujar YuuRa. “Ini sudah terlalu larut. Lagipula dokter bilang kau tak boleh terlalu banyak bekerja dan berpikir, ya kan?” lanjut YuuRa. “Yaa, YuuRa benar, Ryang. Kau harus banyak istirahat.” tambah RuuChul. “Baiklah…”jawab Ryang lesu. “Karena kamarmu berantakan, kau tidur di kamarku saja.” ujar RuuChul. “Terima kasih RuuChul.” ucap Ryang.

“Selamat tidur…” kata RuuChul. “RuuChul, boleh aku bertanya dulu sebelum kita tidur?” tanya Ryang. “Tentu!” jawab RuuChul. “Sebenarnya hubunganku dan JiYoung itu apa?” tanya Ryang lagi. “Kalian itu adalah sepasang kekasih.” jawab RuuChul. “Hanya itu saja?” tanya Ryang. “Yaaa…Yang aku tau hanya itu. Memang kenapa kau bertanya seperti itu padaku?” RuuChul balik bertanya. “Ah, tidak apa-apa. Aku hanya penasaran. Karena rasanya hubunganku dan JiYoung tidak hanya sekedar sebatas kekasih saja.” jawab Ryang. “Jangan terlalu dipikirkan sekarang, Ryang. Kau lebih baik tidur. Ini sudah larut malam.” ujar RuuChul. “Lagi pula besok kau mau sekolah juga kan? Lebih baik istirahatkan dulu dirimu itu.” tambah RuuChul. “Ya…Baiklah…Selamat malam…RuuChul.” kata Ryang.

~mimpi Ryang~

Ada orang lain disana…Ada seorang laki-laki…Apa itu JiYoung?…Ah tidak mungkin!…”Hai Ryang… Kau sudah sembuh?” kata orang itu. “Eee…Siapa kau?” jawab Ryang….. “Kenapa kau tak menjawab?”…..”Siapa kau?”…..”Hei…Jawab aku!”…

¯ ¯ ¯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: