more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Three =

Langit menghitam, rintik-rintik gerimis hujan turun, lalu semakin deras, dan semakin deras. Ta-mmie memeluk dan mengguncang-guncang Gee-lang yang penuh dengan darah yang tak sadarkan diri.

“Cepat…. panggil ambulans!” teriak Ta-mmie terisak.

NeeNo tercengang, memucat, dan menelepon dengan emergency call ke rumah sakit terdekat. Ia menyebut jalan dimana mereka berada. Orang-orang mulai mendekati lokasi tabrakan.

NeeSa yang agak jauh dari tempat kejadian berlari kearah lokasi dengan jantung yang deg-degan, Sungmin mengikutinya. Lee-ah mendekati Gee-lang, ia sangat terkejut. “Gee-lang-ah!!!!” panggilnya, lalu memeluk NeeNo dan air matanya mulai keluar.

“Arasaeyo, everything will be alright.” Kata NeeNo menenangkan Lee-ah.

ZhouMi melihat Gee-lang dan kemudian menoleh kearah pengemudi motor yang keadaannya lebih parah dari Gee-lang. Pengemudi motor itu tertimpa motor, ZhouMi lekas menolongnya dibantu masyarakat di sekitar sana.

NeeSa melihat darah bercucuran di sekitar Gee-lang, ia langsung lemas “Gee-lang…” ujarnya lirih lalu tiba-tiba pingsan. Sungmin menahan tubuh NeeSa. “NeeSa-ah! NeeSa-ah!” Sungmin tambah cemas dan mengangkat NeeSa ke dekat terminal agar tidak terkena hujan.

Sirene ambulans terdengar, semakin kencang dan kencang. Akhirnya Gee-lang diangkat, begitu juga dengan pengemudi motor. Sungmin bicara dengan petugas ambulans dan membawa NeeSa ke dalam ambulans menyandarkan NeeSa dibahunya. ZhouMi, Lee-ah, dan Ta-mmie juga ikut masuk ke ambulans itu. Saat ambulans menuju rumah sakit, polisi mengamankan lokasi kejadian.

Setelah ambulans dekat dengan RS tujuan, tiba-tiba Gee-lang napasnya terdengar sesak, ia seperti sadar dari pingsannya, tetapi matanya tidak terbuka. Semua yang ada di ambulans pun langsung cemas. Salah satu suster menanyakan nama Gee-lang kepada NeeNo.

“Gee-lang, bernapaslah seperti biasa, tetap tenang, sebentar lagi kita akan sampai.” Kata salah satu suster.

“Khhh.. khh… J.. Junho…” kata Gee-lang di tengah sesak napasnya.

“Mwo?” tanggap NeeNo sontak.

“S… siapa Junho?” Tanya Sungmin. Ia melihat Gee-lang yang nafasnya terengah-engah, dan sepertinya ia tidak sadarkan diri lagi.

NeeNo menggerak-gerakkan tubuh Gee-lang.

“Gee-lang.. kenapa kau ini…” kata NeeNo. NeeNo mulai meneteskan air matanya.

~o~o~

Kyu terduduk lemas. Eunhyuk segera mengambil telepon genggamnya dan mencari kontak NeeNo.

“Yuhbasaeyo…” suaranya terdengar lirih dan cukup berisik disana, NeeNo.

“NeeNo-ah! Kami sudah melihat kecelakaan itu di TV, dimana kalian sekarang?”

“Kami menuju RS Health Care, mereka akan diurus di UGD. Sungmin dan ZhouMi bersama kami” Jawab NeeNo.

Syukurlah. Kalian jangan cemas, suruh Sungmin mengatur semuanya, kami segera menyusul kesana.”

“Ne…” jawab NeeNo. Tuut-tuut-tuut. Sambungan telepon dimatikan.

“Hangen-ah, kami meminjam mobilmu untuk ke RS Health Care sekarang!” kata Eunhyuk.

“Ne, perlukah aku mengantar kalian?” tanya Hangen.

“Terserah, kalau kau ada waktu. Ayo, kita harus bergegas.” Jawab Eunhyuk cemas.

Donghae memanaskan mobil CR-V biru tua milik Hangen. Mereka (Eunhyuk, Hangen, Donghae dan Kyuhyun) berangkat dengan ketegangan yang luar biasa.

“Omo.. baru saja kami merayakan acara ulang tahun temannya, ternyata hari ini ia kecelakaan.” Kata Kyu tiba-tiba.

“Ia temanmu? Siapa dia? Tabrakan tadi sangat mengerikan..” jawab Hangen.

“Ia teman kuliah, apa kau tidak pernah melihatnya? Dorm kami juga dekat.” Jawab Kyu. Mukanya terlihat cemas dan tidak tenang.

“Kuharap mereka baik-baik saja…” jawab Donghae yang sedang serius menyetir di tengah hujan.

“Semoga…” kata Eunhyuk.

~o~o~

“MWO?!! Kami segera kesana!” kata Taeyang. “

“Kencanayo, hyung?”  Tanya Seungri.

“Gee-lang kecelakaan, kepalanya mengalami pendarahan. Kita harus segera menyusulnya.” Jawab Taeyang cemas.

“Omo! Aku akan menyiapkan mobil.” Kata Seungri.

Seungri berjalan mengambil kunci mobil Audynya. Ia terdiam sebentar, berpikir keras, lalu berlari cepat kearah mobil Audynya. Taeyang duduk di sebelahnya. Seungri menyetir dengan cepat.

Jalan yang sangat licin membuat mobil Audynya sedikit tergelincir.

“Seungri-ah, hati-hati!” kata Taeyang cemas.

“Mian hyung…” jawab Seungri. Kemudian ia membetulkan posisi duduknya dan melanjutkan menyetirnya.

Beberapa menit kemudian, Taeyang dan Seungri sampai di depan RS Health Care. Seungri memarkirkan mobilnya, mematikan mobilnya, lalu bergegas keluar dari mobil dan memasuki RS.

Taeyang mendatangi bagian informasi.

“Saya mencari pasien bernama Gee-lang, ia baru saja masuk UGD, bisa saya tau dimana letaknya?” Tanya Taeyang panjang lebar kepada resepsionis.

“Di lorong itu, anda lurus saja, nanti akan terlihat pintu bertuliskan UGD.” Jawab resepsionis.

“Kamsahamnida” jawab Taeyang singkat seraya berlari kearah lorong tersebut, diikuti Seungri.

Lalu Taeyang melihat NeeNo yang terduduk dan menutup wajahnya, Taeyang mendatangi NeeNo.

“NeeNo-ah, bagaimana semuanya?” Tanya Taeyang.

“Gee-lang berada di UGD, NeeSa pingsan, sekarang berada di ruangan itu.” Jawab NeeNo sambil menunjuk sebuah ruangan.

Taeyang langsung berlari ke ruangan itu. Seungri terus memerhatikan NeeNo, dan melihat mata NeeNo yang basah dan mukanya yang pucat. Seungri lalu duduk di sebelah NeeNo, dan memeluk NeeNo. NeeNo menangis di bahu Seungri.

“Tenang, semua akan baik-baik saja.” Kata Seungri sambil mengeratkan pelukannya dan mengelus rambut NeeNo dengan halus. Hati NeeNo terasa lebih tenang.

Lalu seorang dokter keluar dari ruang UGD dimana Gee-lang dan penabraknya dirawat. Wajah dokter itu terlihat sedikit tegang dan penuh keringat. Dokter yang bernama Minho itu menghela napas.

NeeNo sontak melepas pelukan Seungri. Ia menghampiri dokter itu.

“Bagaimana teman saya dok?” Tanya NeeNo cemas. Seungri berdiri disamping NeeNo.

Dokter Minho memperhatikan NeeNo dan Seungri. Ia tidak segera menjawab. Ia melihat arlojinya seperti dikejar waktu.

“Jika tadi terlambat 10 menit saja, temanmu tidak akan selamat.” Jawab Minho singkat.

NeeNo merasa detak jantungnya berjalan sangat cepat. Seungri merangkul bahu NeeNo.

“Syukurlah… berarti ia selamat?” Tanya Seungri.

“Ya. Sekarang Gee-lang sedang dalam masa koma. Kalian bisa masuk sekarang. Jangan ribut. Jika temanmu bangun, suruh ia istirahat, jangan banyak bergerak. Begitu juga dengan si penabrak. Aku harus pergi sekarang.” Jawan Minho lalu tersenyum kepada NeeNo dan Seungri.

“Terima kasih banyak, Dok.” Kata NeeNo. NeeNo segera masuk ke ruang UGD itu diikuti Seungri.

NeeNo mendekat ke Gee-lang yang masih terbaring, ia duduk di kursi yang tersedia disana. NeeNo memegang tangan Gee-lang dan menatap wajah temannya yang sekarang sangat pucat itu.

“Gee-lang, aku ingin melihat kau yang ceria dan brutal, bukan yang pucat pasi seperti ini.” Kata NeeNo seraya tersenyum, tapi ia menitikkan air mata.

“NeeNo-ah.. sudahlah..” Seungri langsung menghapus air mata NeeNo dengan tangannya.

~o~o~

Donghae menghentikan mobilnya tepat di depan lobby RS Health Care.

“Turunlah duluan, biar aku yang memarkirkan mobil ini.” Kata Hangen.

“Ne..” jawab Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun serempak.

Mereka bertiga kemudian keluar dengan terburu-buru dan menghampiri ruang UGD. Disana hanya terlihat seorang dokter, ia Dokter Minho. Kyuhyun menghampiri dokter itu.

“Dokter, apa teman saya yang bernama Gee-lang ada di dalam?” Tanya Kyu.

“Ya, tapi kalian terlalu banyak, hanya satu orang lagi yang boleh masuk ke dalam.” Kata Minho.

“Siapa yang akan masuk?” Kyu sekarang bertanya kepada Donghae dan Eunhyuk.

“Hmmm.. mungkin kau saja, Kyu. Aku ingin ke kamar kecil.” Jawab Eunhyuk.

Plak. Donghae menjitak kepala Eunhyuk.

“Dasar kau, di saat seperti ini masih saja…” kata Donghae.

“Baik, biar aku yang masuk. Kau tunggu disini Donghae, aku akan meminta NeeNo bergantian untuk melihat Gee-lang.” kata Kyu lagi. Donghae mengangguk, Eunhyuk mencari kamar kecil. Kyuhyun masuk ruang UGD itu. Ketika pintu dibuka, Seungri dan NeeNo melihat kearahnya. Kyuhyun lalu memeluk Seungri dan NeeNo bergantian.

“Semoga Gee-lang baik-baik saja.. dan apakah kalian sudah mengetahui identitas si penabrak?” kata Kyu.

“Tadi suster menemukan KTPnya. Namanya Kim Junho. Usianya tidak jauh dari kita, sekitar 22 tahun. Hanya itu.” Jawab Seungri.

“Kim, Junho?” kata NeeNo. Ia seperti berpikir keras. Itu seperti nama yang disebut Gee-lang di ambulans. Bagaimana Gee-lang tau namanya?. Batin NeeNo.

“Ya, kencanayo?” kata Seungri heran.

“Donghae menunggu diluar. Ia juga ingin melihat Gee-lang, siapa diantara kalian yang ingin bergantian?” Potong Kyu.

“Biar aku saja. Aku juga ingin mencari Ta-mmie sedari tadi ia belum muncul.” Jawab NeeNo. NeeNopun keluar ruangan. Lalu Donghae berdiri dari duduknya.

“Kalian harus bersabar ya, doakan Gee-lang.” kata Donghae lalu menepuk bahu NeeNo. Donghae lalu masuk ke ruang UGD. NeeNo hanya tersenyum, ia merasa beruntung karena mempunyai teman-teman yang selalu mendukungnya. Lalu ia menelpon ponsel Ta-mmie. di dalam kontaknya tertulis, Onnie Ta-mmie. Terdengar nada sambung SHINee – JoJo..

“Yuhbasaeyo?” kata Ta-mmie.

“Dimana kau? Kemana saja? Kenapa tidak masuk ke UGD?”

“Aku sedang di kamar kecil, aku hanya….. menangis.” Kata Ta-mmie jujur.

“Ya ampun, aku akan menyusulmu sekarang.” Kata NeeNo lalu mematikan sambungan teleponnya.

Ta-mmie keluar dari kamar kecil, lalu melihat Eunhyuk di depannya.

“Eunhyuk-oppa??????” kata Lee-ah sedikit terkejut.

“Sudah kuduga itu suaramu, Ta-mmie. Matamu sembab sekali..” kata Eunhyuk.

“Sejak kapan kau disini?” Tanya Ta-mmie.

“Aku baru sampai bersama Donghae, Kyu, dan Hangen. Kau tidak melihat Gee-lang daritadi?” kata Eunhyuk.

“Aku tidak sanggup melihatnya…” kata Ta-mmie. Ia membuang pandangannya, air matanya mulai mengucur lagi.

“Sudah, Ta-mmie. Gee-lang sangat beruntung, ia selamat. Kata dokter, kalau tadi terlambat 10 menit saja, mungkin ia tidak selamat lagi. Jadi kau harus bersyukur, bukannya sedih.” Kata Eunhyuk.

“Ne, Hyukkie-oppa..” kata Ta-mmie lalu melemparkan senyumnya.

“Naah.. kalau begitu kan manisnya kelihatan..” goda Eunhyuk.

Ta-mmie menepuk pipi Eunhyuk.

Sementara..

Taeyang berlari ke ruangan yang ditunjuk NeeNo, ruangan itu bertuliskan “Oxygen Room”.  Ia melihat NeeSa bernapas dengan oxygen. Taeyang terus berjalan, tiba-tiba ia memelankan jalannya. Taeyang merasa cemas dan ingin mendekati NeeSa, tetapi langkahnya terasa berat.  Ia melihat Sungmin menangis, Sungmin memeluk NeeSa. Hatinya terasa perih saat itu. Taeyang pun hanya diam di depan pintu itu dan melihat apa yang terjadi.

“NeeSa… bernapaslah…” kata Sungmin terisak.

Lalu jemari-jemari NeeSa mulai bergerak, ia mulai membuka matanya.

“S… Sungmin…”. Itulah kata-kata pertama yang keluar dari bibir NeeSa saat tersadar. Sungmin menggenggam tangan NeeSa.

“NeeSa-ah… tenang.. aku akan menjagamu disini..” kata Sungmin sambil tersenyum kearah NeeSa. Sungmin merasa hatinya tidak enak, ia mulai menyadari ada yang memperhatikannya di pintu. Tapi ia tidak bisa melihat orang itu.

“T… Taeyang..” kata NeeSa saat melihat kearah pintu.

Taeyang terkejut. Sungmin tidak kalah terkejut. Sungmin langsung melihat ke pintu, ia melihat Taeyang yang mulai mendekatinya. Sungmin melepaskan pelukannya.

“T.. Taeyang… k… kau disini? Sejak kapan? Huf.. akhirnya selesai tugasku untuk menjaga NeeSa. Aku akan keluar sekarang. Mianhae” Kata Sungmin terbata-bata.

Wajah NeeSa memucat, ia bingung melihat keadaan ini, ia melihat pandangan Taeyang terhadap Sungmin sangat beremosi, seperti pandangan membenci. NeeSa yang lemah tidak tau harus berbuat apa.

“K.. kalian..” kata NeeSa tiba-tiba.

“Diam NeeSa! Kamu baru sadar, jangan terlalu banyak bicara atau bergerak, istirahatlah.” Kata Taeyang sedikit berteriak. Sungmin terkejut atas apa yang dilakukan Taeyang. Sedangkan NeeSa hanya bisa menurut.

Sungmin berjalan keluar, Taeyang melihatnya dengan tatapan yang tajam, ia terlihat sangat marah. Lalu Taeyang menahan Sungmin dengan tangannya. Sungmin mulai gemetar.

– To Be Continued –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: