more fantasy about k-pop

Key berjalan dengan malas saat pintu lift terbuka. Ia terus berjalan sampai ke dormnya. Langkahnya terhenti saat berada di sebuah pintu. Ya..itu pintu apartemen nino dan teman temannya. key menatap pintu itu, ia berharap nino keluar dan memaafkan dirinya. Ia melangkahkan kakinya kembali dan terus berjalan ke dormnya. Ia menekan bel dan seseorang membukakan pintu untuknya, ‘oh hyung, darimana saja kau ?’ tanya minho. teman key. Key sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri dan minho juga menganggap key seperti kakaknya.
Key tidak menjawab pertanyaan minho dan langsung masuk ke kamarnya. Ia mengganti bajunya yang basah kuyup dan segera mandi. sehabis mandi ia memakai piyama berwarna biru dengan gambar teddy bear. Key merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya. Ia merasa kepalanya sangat sakit. ia melihat langit langit kamarnya dan tanpa sadar ia tidur dengan pulas.

***

Keesokan harinya, matahari menembus celah celah jendela. Key masih tetap terjaga dari tidurnya, ‘hyung, ayo bangun. Ada yang mencarimu’ ujar taemin membangunkan key. Key perlahan membuka matanya lalu beranjak dari tempat tidurnya. Saat ia keluar dari kamarnya ia melihat jin ki dan jonghyun bersama tami, nissa, yulia, dan gilang. Key membungkukan badannya lalu mengambil tempat duduk di sebelah jin ki.
‘key, kemarin nino pingsan dan sekarang ia terus menyebut namamu’ ujar gilang kepada key. Key hanya diam. Ia berusaha menahan air matanya. Ia berusaha untuk melupakan kejadian kemarin malam. Kejadian yang membuat hatinya hancur berkeping keping.
‘key, apa yang kau perbuat kepadanya hingga nino jadi seperti itu ?’ tanya gilang sekali lagi
Lagi lagi key hanya diam tak bergeming. Ia hanya menundukan kepalanya. Jin ki menghela nafas fan menepuk pundak key. ‘sebaiknya kau temui dia sekarang. Dia amat membutuhkanmu key’ ujar jin ki dengan bijaksana. Key hanya diam lalu beranjak dari tempat duduknya ke kamarnya. Key mengambil handuk lalu bergegas mandi. setelah mandi ia memakai T-shirt berwarna hijau dan celana panjang yang berwarna sama. Ia keluar dari kamarnya. ‘hyung, kemana mereka ?’ tanya key kepada jin ki. jin ki menoleh ke arah key ‘mereka sudah pulang ke apartemennya, kau mau kesana sekarang ?’
Key hanya diam dan duduk kembali di sebelah jin ki. ‘hyung, aku merasa aku tak pantas bertemu dengannya lagi. aku telah menyakiti hatinya hyung, kurasa ia lebih micky hyung daripada aku’ ujar key sambil menahan tangisannya. Jin ki menepuk pundak key ‘ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi ?’ tanya jin ki. key menghela nafas lalu menceritakan kejadian kemarin.
‘hyung aku harus bagaimana ? aku tidak tau harus berbuat apa’ tanya key kepada jin ki setelah ia menceritakan semuanya. Tanpa sadar key menjatuhkan air matanya. Jin ki menghela nafas ‘pergilah ke apartemen mereka key, jelaskan semuanya kepada nino bahwa kau menyukainya. Saat ini mungkin nino sangat membencimu. Tapi dari lubuk hatinya yang paling dalam aku yakin ia bisa memaafkanmu.’ ujar jin ki dengan pelan. Key mengusap air matanya dan tersenyum kepada jin ki, ‘kamsahamnida, hyung’

***

Key berjalan keluar dari dormnya menuju pintu apartemen nino. Ia menekan bel dan tami menyambutnya. ‘oh key, annyeong. Masuklah’ sapa tami kepada key dan mempersilahkannya masuk. ‘key, itu kamar nino. Masuklah’ ujar tami kepada key. Key mengangguk lalu berjalan ke kamar nino. Disana ia melihat nino terbaring dengan wajah yang pucat. Ia mendekati nino dan duduk di sebelahnya. Ia menatap nino lekat lekat. Pandangan key terlihat kabur dan seketika air matanya mengalir membasahi wajahnya yang tampan.
‘nino-ah, mianhae, mianhae karena aku menyakiti perasaanmu. Jujur..aku…aku menyukaimu nino-ah. Aku menyukaimu sejak kau tidak sengaja melempar bola basket ke kepalaku. Mianhae, chonmal mianhae. Aku tidak akan memaksamu untuk memaafkanku nino-ah’. Ujar key sedikit terisak. Key terdiam sebentar lalu mendekatkan wajahnya ke wajah nino. Key mencium bibir nino dengan lembut dan melepaskannya kembali. Key mengusap air matanya dan meninggalkan secarik kertas. lalu keluar dari kamar nino.
Saat key keluar dari kamar, nino perlahan membuka matanya. Kemudian menatap seluruh isi ruangan. Air matanya kembali meneter karena orang yang berbicara dengannya telah meninggalkannya. nino melihat secarik kertas di meja kecil disamping tempat tidurnya. Ia menyambar kertas itu dan membacanya.
‘aku harap kau datang ke konser ini. Key’
‘key, mianhae, saranghaeyo’ ujar nino sambil meneteskan air mata.

***

Micky melangkahkan kakinya saat pintu lift terbuka. ia berniat menjenguk nino. Ditangannya telah memegang sebuah buklet bunga lavender. Saat di depan pintu apartemen nino ia melihat key yang berjalan menuju dormnya. Micky hanya diam menatap bahu key. Micky memejamkan matanya sebentar lalu menekan bel apartemen nino. ‘annyeong, masuklah’ ujar tami menyambutnya. ‘kamsahamnida’ balas micky kepada tami. ‘bagaimana nino ? kudengar hari ini dia sedang sakit lalu aku berniat menjenguknya’ lanjut micky kepada tami. tami menghela nafas ‘kemarin ia pingsan setelah kau mengantarkannya pulang. Selama pingsan ia terus menyebut nama key. Umm..apakah kau tau apa yang sebenarnya terjadi ?’ tanya tami bertubi tubi. Micky hanya diam. Ia menghela nafas ‘kita tunggu sampai nino sadar’
Micky melangkahkan kakinya ke kamar nino untuk melihat kondisinya. Ia melihat nino sedang menatap tiket konser. Air matanya terus menetes. Micky mengenggam kedua tangannya. Nino dan micky sambil bertatap muka.
‘jangan buang air matamu lagi, nino-ah. Aku tau kau mencintainya kan ?’ micky menundukan kepalanya. Nino hanya tersenyum.
‘aku tidak tau aku mencintainya atau tidak. Tapi aku merasa sakit atas kejadian kemarin. Mungkin memang benar aku amat menyukainya.’ Nino berkata sambil melemparkan senyum padanya. Micky hanya diam. Ia masih mengenggam tangan nino.
‘micky, maukah kau menemaniku ke konser ini ?’ tanya nino. Micky hanya diam lalu menjawab ‘baiklah.’ Nino tersenyum lebar ‘kamsahamnida’.

***

Key terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam weker berwarna hijau miliknya. ‘sudah jam 7. Lama juga aku tertidur’ gumamnya. Ia beranjak dari tempat tidurnya, kepalanya masih terasa sakit. Nyeri yang belum pernah ia rasakan. ia menyambar handuk dan langsung mandi. ia bersiap siap karena hari ini adalah hari dimana ia akan mengungkapkan semuanya di konser itu.
Hari ini hari sabtu. Hari dimana konser itu akan diselenggarakan. Tami, nissa, yulia, nino dan gilang telah siap dan rapi dengan dandanan mereka. Mereka berlima sepakat memakai dress selutut berwarna putih dan high heels dengan warna yang sama. Mereka berangkat dengan pasangan masing masing. Tami dengan jin ki, nissa dengan taeyang, yulia dengan wookie, nino dengan micky, dan gilang dengan ji young.

***

Jin ki menggandeng tangan tami menuju ke pelataran parkir. Disana sudah terlihat teman teman jin ki menunggu, minho, jonghyun, taemin.
‘annyeonghaseo’ ujar mereka bertiga.
‘annyeonghaseo’ ujar tami sambil membungkukan badannya.
‘hya..dimana key ?’ tanya jin ki kepada mereka bertiga.
‘ia masih di dorm. Sebentar lagi ia akan kemari’ ujar taemin kepada jin ki. jin ki mengangguk.
‘annyeonghaseo, mianhae aku terlambat’ sapa key sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
‘annyeonghaseo, hya key. Mukamu pucat sekali. Apa kau sakit ?’ tanya jonghyun kepada key. Key tersenyum ‘gwenchana. Aku tidak apa apa. Ayo berangkat’
Mereka berenam menaiki mobil BMW milik jin ki. jin ki mengendarai mobil dan tami duduk disebelahnya. Key, taemin, jonghyun, dan minho duduk di jok belakang.

***

Taeyang, nissa, gilang, dan ji young berjalan menuju mobil alphard berwarna hitam milik TOP, teman mereka. Disana terlihat TOP, daesung, dan seungri menunggu mereka.
‘annyeonghaseo, maaf kami terlambat’
‘gwenchana, ayo kita berangkat !’ ujar daesung kepada mereka berempat.

***

Micky memacu mobil porschenya dengan kencang. nino duduk disamping micky. ia hanya menatap ke luar jendela. Micky yang memperhatikan nino hanya menghela nafas.
‘nino-ah. Kencaneyo ?’ tanya micky sambil mengendarai mobilnya.
Nino hanya menggeleng dan menatap ke arah micky lalu tersenyum ‘gwenchana. Umm..teman temanmu dimana ? biasanya kau bersama teman temanmu kan ?’ lanjut nino bertanya.
‘mereka ikut dengan yunho hyung, aku membawa mobil sendiri karena mereka tidak suka menungguku. Lagipula aku takut kau terganggu karena mereka’ ujar micky dengan santai. Nino hanya diam lalu menatap kembali ke luar jendela.

***

‘HYUUUUUUNG’ wookie memanggil hyungnya dari kejauhan. Seseorang melambaikan tangannya kearah yulia dan wookie. Yulia hanya tersenyum melihat hyungnya wookie. ‘ayo. Itu hyungku’ ujarnya kepada yulia. Yulia mengangguk lalu wookie mengenggam tanganya dan berjalan menuju hyungnya wookie.
‘annyeonghaseo’ ujar wookie kepada hyungnya.
‘annyeonghaseo, kenapa lama sekali ?’ ujar hyungnya.
‘ah chonmal mianhae, yesung-hyung. Tadi aku menjemput tuan putri yang cantik ini’ ujar wookie. Yulia yang mendengar kata kata wookie hanya tersenyum malu.
‘annyeonghaseo jonun yulia imnida, mannaso banabseumnida’
‘yesung imnida’ jawab yesung. ‘Hya..kau tidak pernah cerita bahwa kau sudah punya pacar.’ Ledek yesung kepada wookie.
‘hyaaaa..dia ini temanku dari negeri jauh tau ! sudahlah ayo kita berangkat. Mereka pasti sudah menunggu kita kan !’
Yulia hanya diam. Ia menatap wookie yang tersenyum kepadanya ‘aku hanya dianggap teman ? padahal aku ingin kau menganggapku lebih dari itu’

***

Dalam waktu dua puluh menit mereka sampai sebuah gedung. Tempat konser itu dilaksanakan. Super 5 bangs berjalan ke arah pintu masuk. sedangkan pangeran mereka masuk lewat pintu belakang. Nino mengumpulkan 5 tiket kepada penjaga lalu masuk ke dalam gedung itu. mereka berjalan dengan anggun bagaikan 5 orang putri yang sedang menghadiri pesta dansa. Mereka mengambil tempat duduk di tempat yang telah ditunjukkan jin ki kemarin. Mereka berlima dapat melihat dengan jelas dari tempat duduk mereka.
‘kau tidak salah pilih tempat duduk ya, tami’ ujar yulia. Tami hanya tersenyum jahil.
Tiba tiba lampu di gedung itu mati. lalu wookie dan teman temannya muncul dan menyanyikan lagu ‘Blue Tomorrow’ Yulia sedikit terkesima dengan penampilan wookie. Lalu ia terdiam saat melihat seseorang yang ia cari. Seseorang yang hilang. Seseorang yang berada di panggung itu. yulia hanya diam. Ia menahan air matanya karena tak ingin teman temannya dan wookie aneh melihatnya. ‘hyung…….. ternyata benar dugaanku kau masih hidup’

:to be continued:

gue ga akan ngepost lagi selama ulangan umum, mohon pengertiannya yaa🙂 annyeong ~

Comments on: "Let Me Hear Your Voice part 11" (3)

  1. yulia tu cewe ato cowo sh ? kok ngomongnya hyung ? apa gw yg slh bca ya… ?
    hahaha…

  2. Cewek. Tp disini disebutnya emang Hyung🙂

  3. cewe donk. hahhaha. entah gw kenapa digambarin feminin bgt di sini -_______- ak lbh ska manggil kk cowo t ‘hyung’ dibanding ‘oppa’ makanya ak tls d ff ak kalo ak pny kk cowo manggilnya ‘hyung’ * penjelasan panjang lebar *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: