more fantasy about k-pop

Haru-Haru = Chapter Two =

“Sungmin-ah! Jangan melamun!” teriak Donghae.

Sungmin tersentak. Lalu tersenyum kecil. “Mian, any flashback..”

“Kenapa tak kau ceritakan saja pada kami apa yang kau pikirkan? Mungkin kami bisa bantu kau..” Tanya Eunhyuk memancing.

“Tentang seorang gadis kah? Haha…” Tanya Donghae jahil.

“Anio, sudah tak usah dipikirkan. Aku akan membangunkan Kyuhyun. Daag.” Jawab Sungmin singkat lalu pergi ke dalam kamar Kyuhyun.

“Hmm.. Kalau dia sinis gitu berarti ia memang memikirkan gadis..” kata Donghae lagi.

Eunhyuk hanya mengangguk-angguk.

Di kamar Kyuhyun

“Kyuhyun-ah. Ayo cepat bangun!!!!! Sudah siang ini, kita akan ke kampus!!” teriak Sungmin membangunkan Kyuhyun.

ZhouMi keluar dari kamar mandi. “Sungmin-ah, kau sudah buat sarapan?”

“Mwo? Kau sudah mandi? Cepat sekali kau… Belum. Biasanya juga Eunhyuk yang mengerjakan itu..” jawab Sungmin dengan malas.

“Hoahhmmmmmmm………. Jam berapa ini..” kata Kyuhyun setengah bangun.

“Pukul 6.15. cepatlah bersiap Kyu.” Kata Sungmin.

“Aku dan Donghae kuliah sore hari ini, Eunhyuk juga. Jadi mungkin aku bisa tidur lagi. Oahmmm….” Jawab Kyuhyun lalu menutup mukanya dengan bantal dan melanjutkan tidurnya.

“Errh, dasar kebo” kata Sungmin kesal lalu menimpa Kyuhyun.

“AWWWWWWWW”.

~o~o~

Cincin crystal itu berkilau, terkena sinar mentari pagi. Menyilaukan tetapi indah. Mungkin itu juga yang sedang dirasakan Taeyang saat ini.

Ternyata Jiyoung memperhatikan Taeyang yang termenung dari belakang. Ia melihat kotak berbentuk hati itu dengan kagum.

“Mwooooooooooooo?!! Kau jadi membeli cincin yang sangat mahal itu?!!!!!!!!!!!” Teriak Jiyoung.

Taeyang terkaget-kaget. “Hyung!!!!! Kau mengejutkanku! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu sih?!” kata Taeyang kesal dan dengan cepat menutup kotak cincin dan menyimpannya di laci.

“Haha, dasar kau saja yang terlalu asik dengan lamunanmu, ini kamar kita bodoh, tak perlu ketuk-ketuk segala.” Jawab Jiyoung sambil menempeleng kepala Taeyang. “dan lagi, tak usah kau menyembunyikan cincin itu. Ceritakan sekarang juga, akan kau berikan dengan siapa cincin tersebut?”

Taeyang hanya melihat laci itu dan diam. Lalu menutup mulutnya dengan tangannya, seperti orang bingung.

Jiyoung menghela napas. “Ingat Taeyang, aku Hyungmu. Big Bang adalah keluarga. Jadi kau tidak perlu menyimpan masalahmu sendiri. Masalahmu masalahku juga. 1 orang saja terkena masalah, Big Bang, yeogi, juga kena. Camkan itu.” Jiyoung menasihati.

“Ne, Hyung. Aku akan menceritakan kalau aku siap.” Jawab Taeyang.

Jiyoung tersenyum.

~o~o~

Di Dorm Super Junior

“Kami berangkat dulu! Annyong-hi gyeseyo!” teriak ZhouMi.

Sungmin dan ZhouMi berangkat ke kampus berdua. Karena anggota lain dapat kuliah sore hari ini.

“Annyeong-hi gaseyo!” jawab Kyu yang sedang sarapan.

“Aku akan ke dorm Heechul-hyung setelah ini, ada yang mau ikut?” celetuk Eunhyuk tiba-tiba.

“Tentu saja kita semua ikut! Kita tidak ada kerjaan disini. Sambil menunggu kuliah sore, lebih baik main di dorm Heechul” jawab Kyu.

“Ya, aku juga kangen dengan Chullie…” jawab Donghae.

“Hahahahahahaha… bagaimana bisa kau berkata begitu?” kata Kyu.

“Ne, aku beberapa hari ini tidak ada kontak dengan Heechul-hyung, padahal kami baru saja bertengkar, sekarang aku ingin minta maaf.” Kata Donghae lagi.

“Mwo? Bertengkar karena apa? Dasar, childish…” sambung Eunhyuk.

“Kami bertengkar karena berebut Hangen-hyung.” Jawab Donghae singkat.

Eunhyuk langsung tersedak. “Mwo?”

“Ne, saat itu aku ingin pergi ke supermarket, aku meminta Hangen menemaniku, sedangkan Heechul-hyung ingin memasak bersama Hangen.” Kata Donghae.

Mata Kyu terbelalak. “Hanya itu?”

Donghae mengangguk.

PLAKK! “Bodoh..” Kyu memukul kepala Donghae dengan karton tergulung.

Donghae mengelus-elus kepalanya.. “Ne.. ayo pergi sekarang.”

Sesampainya di dorm Heechul

TOK.. TOK.. TOK…

“WOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIII.. HEECHUL-HYUNG… BUKA NAPA SIH? PANAS NEEEHH..” teriak Kyu di depan pintu.

Akhirnya pintu dibuka oleh Hangen. “Tidak bisakah kau bersabar??! Kami sedang menonton berita! Ada kecelakaan di dekat kampus kita!” jawab Hangen kasar dan terengah-engah.

“Mwo?!” jawab Donghae, Kyu, dan Eunhyuk serentak. Mereka lalu berlari masuk dan melihat berita tersebut.

Kyu tersentak kaget dan menjadi lemas. “I…itu…….” Kata Kyu terbata sambil menunjuk ke TV.

— Di jalan menuju kampus Neul Param University

cause I can’t stop thinking about u girl
neol naekkeoro mandeulgeoya
no I can’t stop thinking about a girl
nae uri-ane gadugo shipeo

Gee-lang menyanyi kecil sambil mendengarkan lagu Super Junior – U di iPod hijaunya. Ia berjalan menuju kampus bersama dengan Lee-ah, NeeNo, Ta-mmie dan NeeSa.

Super 5 Bangs selain Gee-lang sedang asik membicarakan acara ulang tahun NeeSa. NeeSa menceritakan mimpinya *baca di Haru-Haru = Chapter One =*. NeeNo pun terbahak-bahak bersama Lee-ah dan Ta-mmie hanya mengacak-ngacak rambut NeeSa yang sekarang wajahnya cemberut.

Di sudut jalan lain, Sungmin dan ZhouMi mendengar keributan 5 gadis itu. Sungmin langsung menoleh dan mendapati ternyata itu adalah suara Super 5 Bangs. ZhouMi pun langsung berlari kearah Super 5 Bangs diikuti Sungmin.

“Annyeonghaseoo!!!!!!!!!!!!!!! Super 5 Bangs!!!” teriak ZhouMi.

Ke-5 gadis (minus Gee-lang karena tidak mendengar) menoleh kearah ZhouMi dan Sungmin.

“Sungmin-oppa dan ZhouMi-oppa!!!!!!!” kata NeeSa dengan tersenyum.

“Annyeong. Kalian pasti ingin ke kampus kan? Ayo bareng kami saja…” kata Sungmin. Sungmin tersenyum dan diam-diam memandang NeeSa. ‘Gadis yang cantik’. Batin Sungmin.

“C-mooooooonnnnnnnn……….” Jawab NeeNo tanpa basa-basi dan melanjutkan jalannya.

ZhouMi mendekati Lee-ah. Lee-ah hanya tersenyum malu dan akhirnya mereka berdua mengobrol.

NeeNo dan Ta-mmie berjalan lagi. Mereka melihat Gee-lang yang sudah jauh di depan. Mereka saling berpandangan bingung. “kok Gee-lang……” bisik NeeNo.

“Gee-lang-aaah!!!!!!” teriak NeeNo dan Ta-mmie lalu mengejar Gee-lang.

Gee-lang masih mendengarkan iPodnya dan tidak sadar kalau di belakang sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Lalu Gee-lang menoleh ke belakang.

“Kemana……..” kata Gee-lang bingung.

Gee-lang melanjutkan jalannya. Tanpa sadar motor kencang sedang bergerak ke arahnya. Gee-lang menoleh dan..

BRAKKKKKKKKKKKK!

Motor menabrak Gee-lang. Gee-lang terpental hingga beberapa meter. Begitu juga dengan pengendara motor.

Ta-mmie yang menyaksikan kejadian itu langsung merasa napasnya berhenti beberapa detik. Ia sangat shock.

“GEE-LANG-AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!” Ta-mmie berteriak dan dari matanya keluar air.

“Mwo? Kenapa kau Ta-mmie?” NeeNo yang tidak mengetahui kejadian itu hanya terheran-heran melihat kelakuan Ta-mmie. Ta-mmie segera berlari mengejar Gee-lang.

Darah bercucuran dari kepala Gee-lang. Pandangannya kabur, ia mendengar hentakan kaki mendekatinya. Ia melihat Ta-mmie.

“Ta…….. mmie….” Ujar Gee-lang lirih. Gee-lang pingsan tak sadarkan diri.

“Omooooooooo…… Gee-laaaangggggggggggg…..” air mata bercucuran deras dari mata Ta-mmie. Ia sangat cemas.

“Astaga, Kau!” teriak NeeNo.

— To Be Continued —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: