more fantasy about k-pop

Tap. Tap. Tap. Suara high heels NeeSa terdengar memasuki halaman. Teman-teman NeeSa segera bersiaga di tempat masing-masing. Lee-ah mengiringi NeeSa berjalan dengan menutup kedua mata NeeSa.

“3..2..1…..”

Lee-ah melepas kedua tangannya dari mata NeeSa.

“SURPRISEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE…..!!!!!!” Teriak Lee-ah, NeeNo, Gee-Lang, ZhouMi, Donghae, Kyuhyun, dan Taeyang berbarengan.

Sedangkan Eunhyuk, Sandara, TOP, dan Daesung sibuk meniup terompet, Ta-mmie, Sungmin dan Seungri terlihat sudah akan meledakkan kembang api yang sudah disiapkan.

“CTAR..CTAR..” Kembang api pun diluncurkan. Langit yang hitam bertabur bintang kini dihiasi pecahan api yang berkilauan, angin malam bersemilir, lantunan lagu Happy Birthday – BoA mengalun, malam yang sangat indah.

saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida,

jer guh wun saengirul, saengil chukha hamnida

NeeSa terperangah melihat keindahan itu, teman-temannya menyanyikan lagu ulang tahun untuknya, piano hitam berdenting dimainkan oleh pria yang dicintainya, Taeyang. NeeSa tersenyum bahagia, air mukanya benar-benar menunjukkan aura senang yang tak terkira.
Inilah perayaan hari lahirnya yang ke 20, kini ia bukanlah teenagers lagi.

NeeNo dan Seungri membawa kue tart blackforest dengan lilin berbentuk angka 20 yang menyala kearah NeeSa. NeeSa meniup lilinnya, teman-temannya bertepuk tangan meriah.

“Selamat ulang tahun!!” ucap NeeNo dan Seungri. Eunhyuk menyusul di belakang mereka, ia menyerahkan seikat bunga mawar untuk NeeSa dan mengucapkan selamat ulang tahun. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain yang datang ke acara ulang tahun tersebut, mereka bergantian mengucapkan selamat ulang tahun dan kado yang mereka bawa.

NeeSa mengenakan dress putih malam itu. Rambutnya hitam pekat dan terurai, sepatu high heels putih mengkilap ia kenakan. Ia sangat tidak menyangka teman-temannya sangat perhatian sampai rela menyiapkan segala sesuatu untuk hari ulang tahunnya ini.

“Omo.. kamsahamnida, teman-teman. Kalian sangat baik, aku tidak menyangka akan seperti ini!! Saranghae, chingu!!” NeeSa memeluk teman-temannya saking bahagianya.

Saat teman-temannya menyantap makanan, NeeSa mendekat kearah piano. Ia melihat sesosok pria yang sangat tampan sedang memainkan piano itu. Taeyang, kekasihnya, mengenakan kemeja putih, blazer hitam, celana hitam, dan sepatu hitam. Lelaki itu terlihat serius sekali memainkan piano. NeeSa menatapnya, Taeyang pun menoleh, ia tersenyum, memberikan senyum termanisnya untuk gadisnya itu.

Taeyang lalu berdiri mendekati NeeSa, ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. Kalung dengan liontin hati. Taeyang memasangkan kalung itu di leher NeeSa dengan tulus seraya berbisik. “Saranghae, NeeSa-ah..”. NeeSa tersenyum dan berkata “Saranghae Taeyang-oppa”. NeeSa memeluk Taeyang dengan erat. Suara berisik malam itu tidak menganggu mereka, mereka menikmati waktunya berdua.

Sedangkan teman-temannya berdansa dengan musik DJ yang dimainkan Jiyoung, Big Bang – Lies.

Tanpa disadari ada sepasang mata yang memerhatikan Taeyang dan NeeSa. Mata itu terlihat tidak bahagia, mata itu seperti ingin pemandangan indah yang ia lihat rusak sekarang juga. Sungmin membuang muka dan menghela napasnya.

~o~o~

Ta-mmie menghirup teh di cangkirnya pelan. Ia sangat menikmati pagi ini. Jendela ruang tamu dormnya ia biarkan terbuka. Terlihat pepohonan hijau, rerumputan, dan berderet dorm lain di luar sana.

“Heiiiiii……..” sentak Gee-lang sambil menjitak bahu Ta-mmie pelan.

“Annyeong… Gee-lang-ah…” jawab Ta-mmie lalu mengelus-elus bahunya.

“Kenapa kau sendiri saja? Mana NeeNo, Lee-ah dan NeeSa?” Tanya Gee-lang.

“NeeNo sedang memasak sarapan seperti biasa, Lee-ah dan NeeSa masih tidur. Biarkan saja mereka berdua. Pasti mereka lelah karena acara ulang tahun kemarin. Secara Lee-ah yang paling ribet menyiapkan acara itu.” Jelas Ta-mmie panjang lebar.

“Hmm…” jawab Gee-lang cuek seraya mengambil dan mulai membaca Koran pagi ini.

“Annyeonghaseo…… NEENOOOO, GEE-LANGGG, TA-MMIE… DIMANA KALIAN!!!???” teriak Lee-ah.

“Lee-ah!!!! Tidak perlu berlebihan begitu! Aku sedang memasak sarapan untuk kalian! Sini bantu aku!” teriak NeeNo dari arah dapur.

Lee-ah segera berjalan ke dapur dan membantu NeeNo.

Sementara itu, NeeSa masih terlelap. Ternyata ia bermimpi.

“Taeyang-oppa….” Kata NeeSa.

Taeyang tidak menjawab, ia hanya menoleh dan tersenyum pada NeeSa. Tiba-tiba ia menyodorkan kotak berbentuk hati dan membukanya, cincin crystal. NeeSa terkejut.

“NeeSa-ah… would you be my lady?” kata Taeyang lembut.

NeeSa tidak percaya. Apa benar, Taeyang-oppa melamarku? NeeSa tersenyum, memeluk Taeyang dan berkata, “Dengan senang hati oppa! Saranghae!” Taeyang tersenyum dan melepaskan pelukannya.

Tiba-tiba Taeyang memiringkan kepalanya, memejamkan matanya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah NeeSa. NeeSa terpaku, hanya diam, dan siap menyambut oppanya itu.
Lalu…

BYURRR!

“NEESA-AAAAHHHHHHHHHHHHH! WAKE UUUUPPPPPPPPP!!!!!!!!” NeeNo menyiramkan segelas air ke wajah NeeSa.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!! NEENO……. KAU MENGACAUKAN SEMUANYAA!” teriak NeeSa.

NeeNo hanya tertawa. NeeSa yang kesal memukul NeeNo sangat keras dengan bantal berkali-kali.

“Stop..stop..stoppp! Kau memang harus bangun! Apa kau menunggu Taeyang datang sementara kau masih ileran disini baru kau bangun??!” kata NeeNo mengejek.

“Haha… tidak Noona….” NeeSa tersipu dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Heeh ayo makaaaaaan! Aku sudah lapar!” Gee-lang tiba-tiba masuk ke kamar NeeSa dan menarik kedua temannya itu ke meja makan.

“Neee! Tidak perlu menarik seperti itu! Sakit tau!!!” kata NeeNo.

Begitulah keributan pagi di dorm Super 5 Bangs.

~o~o~

— di dorm Super Junior

“Haaaaaaaahhhhhhhh…. Hoahmmm… kemarin itu sangat melelahkan ya..” kata Eunhyuk tiba-tiba.

“Ya, tapi sangat seru! Apalagi saat aku breakdance diiringi DJ Jiyoung! Sangat fantastis! Hahahaa…” kata Donghae memuji dirinya sendiri.

“Eh.. tapi apa kau tak memperhatikan? Ada yang terlihat tidak senang semalam itu…” kata Eunhyuk membuat penasaran.

“E? Siapa maksudmu?” Tanya Donghae.

“Hmmmmmmmm…………………” Eunhyuk tidak melanjutkan kata-katanya. Tapi ia menoleh kearah Sungmin. Donghae mengikuti pandangan Eunhyuk, dan ia mengangguk mengerti. Mereka berdua melihat Sungmin yang sedang terduduk melamun di depan teras dorm.

Sungmin menerawang jauh. Ia ingat kejadian kemarin.

-NeeSa mendekati piano hitam, menghampiri Taeyang, dan kemudian Taeyang memasangkan sebuah kalung ke leher NeeSa. NeeSa lalu memeluk Taeyang dengan sayang. Entah mengapa, di keindahan itu, hatiku malah terasa sakit, hatiku perih. Aku tidak mengerti. ‘Apa yang kurasakan ini?’ batinku. Tidak mungkin aku mencintainya, dan tidak mungkin sekarang aku cemburu? Apa benar? Aku segera membuang muka dan menghela napas dan menenangkan hatiku sendiri.-

— To Be Continue —

Comments on: "[FF] Haru-Haru = Chapter One =" (1)

  1. zafidragon said:

    Wah ka bagus nih ff nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: