more fantasy about k-pop

sudut pandang kim kibum (key)

Aku duduk diam di kamarku sambil mendengarkan musik dari iPhone milikku. Tapi meskipun aku mendengarkan musik konsentrasiku bukan ke musik melainkan ke nino. Ya..nino. orang yang menghantui pikiranku saat ini. Aku tidak tau apa yang kurasa saat ini. Pikiranku hanya tertuju padanya. Lamunanku buyar saat jonghyun memasuki kamar.
‘hya..kencaneyo ?’ tanya jonghyun kepadaku. Aku hanya mengangguk pelan. Beberapa detik aku dan jonghyun diam. Aku ingin menceritakan semuanya tentang nino. Murid perempuan yang selalu menghantui pikiranku saat ini. Aku menghelas nafas berat lalu berkata ‘jonghyun, boleh aku bercerita kepadamu ?’ aku bertanya kepada jonghyun. Jonghyun menatapku lalu mendekatiku dan duduk disebelahku. ‘ceritakan’ ujarnya singkat. Aku kembali menghela nafas panjang lalu menceritakan bahwa aku suka kepada seseorang yang bernama nino.
‘hmm…love at first sight ya ?’ jonghyun berkata pelan. Lalu menatapku kembali ‘nyatakan saja kepadanya. Tapi dengan cara spesial. Sebentar lagi kan kita mengadakan konser besar dengan beberapa penyanyi terkenal. Kau bisa menggunakan kesempatan ini.’ujar jonghyun dengan bersemangat. aku memikirkan apa yang dikatakan jonghyun. ‘patut dicoba. Tapi apa tidak apa apa ?’ tanyaku dengan ragu. Jonghyun beranjak dari tempat duduknya dan merogoh lemari di dekat tempat tidurnya. ‘ini, ajaklah dia’ jonghyun berkata sambil menyodorkan sebuah tiket konser kepadaku. Aku menerima tiket itu seraya mengatakan ‘gomawo’ kepada jonghyun.
Keesokan harinya, aku mendapat telpon dari bom. dan mengingatkanku agar aku datang ke pesta ulang tahunnya. Jujur, aku sangat malas bertemu dengannya. Tiba tiba pikiranku kembali memikirkan nino. ‘oh ya, apa aku ajak saja dia ya ? biar bom menyangka bahwa dia itu pacarku dan bom tidak mendekatiku lagi’ pikirku. Aku menyambar ponselku lalu mencari nomor nino yang kudapatkan dari temannya, sandara.
‘yobseiyo ?’ sapanya
‘hya..ini key. Kau dimana ?’ ujarku kepada nino. Nino
‘hya..darimana kau bisa mendapatkan nomor ponselku ?’ tanya nino dengan nada bingung.
Aku menghela nafas ‘tidak perlu tau. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. aku kan bertanya padamu, kau dimana ?’
‘aku di pintu utama apartemen. Kenapa ?’
Aku terdiam sebentar dan menatap jam dinding di dapur ‘tunggu aku disana. Kau harus ikut denganku dan tidak boleh menolak. Tuuut tuuut tuuut’
Aku bergegas mengganti pakaianku. Lalu menyambar kunci motor, ponsel, dan tak lupa tiket konser yang diberikan jonghyun kepadaku. Aku keluar dari dorm dan turun ke lantai bawah menggunakan lift. Aku berjalan begitu cepat. Seakan tidak ingin ia menungguku terlalu lama. Aku menghentikan langkahku ketika aku melihat nino bersama micky hyung. Kakakku satu satunya. Kakak yang tak pernah menganggapku ada. Aku berjalan mendekati mereka lalu berpura pura ramah terhadap micky hyung. Dan pergi meninggalkannya. aku menarik lengan nino menuju motor kesayanganku dan menyodorkan helm kepadanya. Nino menaiki motorku dan tanpa basa basi lagi aku menancapkan gas motorku dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu lima belas menit kami sampai di sebuah hotel berbintang 5, tempat ulang tahun bom diselenggarakan. Aku menarik lengan nino sambil mencari ballroom hotel itu.
‘kau..kau mau mempermalukan aku ya ? apa kau tidak lihat aku hanya memakai pakaian santai seperti ini ! dasar tidak berprikemanusiaan kau !’ celotehnya kepadaku.
Aku hanya tersenyum sinis dan menjawab ‘aku tak peduli, dengan pakaian itu saja kau sudah terlihat cantik. Sudahlaah kau diam saja’ ujarku santai. Aku melirih kearahnya. Ia hanya terdiam. Aku dan nino memasuki ballroom hotel itu.
‘tunggu disini sebentar’ ujarku kepada nino singkat. Aku berjalan mendekati bom.
‘saengil chukhae’ ujarku singkat.
Bom tersenyum lebar ‘gomawo oppa’
Aku membalikan tubuhku dan memberi kode kepada nino menyuruhnya mendekati kami berdua. Nino dan bom berkenalan. Terlihat senyum manis menghiasi raut wajah mereka. Tiba tiba bom menarik lenganku dan membawaku ke atas panggung. Ia mengatakan

‘hadirin sekalian. Disini aku akan mengenalkan kekasihku. Namanya key’

Aku sangat kaget saat bom berbicara seperti itu di depan umum. Tuhaan sejak kapan aku berpacaran dengan dia ?! aku melirik ke arah nino. Aku bisa merasakan ia menjatuhkan air matanya. Aku melangkahkan kakiku dan ingin memeluknya. Tapi bom tiba tiba menarikku dan mendekatkan wajahnya kepadaku. Ia mencium bibirku. aku spontan melepaskan ciumannya. Lalu kembali menatap ke arah nino. Nino sudah tidak ada di tempat itu. aku berlari keluar ballroom itu untuk mencarinya. Aku berlari ke taman hotel itu. aku menghentikan langkahku dan aku melihat micky hyung memeluk nino yang sedang menangis. aku mengepalkan tanganku. Tak sadar air mataku jatuh, pandanganku mulai kabur. Rintik rintik hujan membasahi diriku. Aku beranjak dari tempat itu sambil mengusap air mataku dengan punggung tanganku. Harapanku pupus sudah.

Nino-ah, chonmal mianhae.
Saranghaeyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: