more fantasy about k-pop

Motor yang dikendarai key berhenti di sebuah hotel mewah berbintang 5. Hotel itu memiliki pilar pilar besar dari batu marmer dan kolam air mancur di halamannya. Key menggandeng tangan nino. Nino merasa risih dan berusaha melepas tangannya tetapi key tetap menggandeng tangannya dengan erat. Mereka berdua masuk ke hotel itu lalu mencari dimana ballroom hotel tersebut.
‘hyaaa kau mau membawaku kemanaa ?’ tanya nino kepada key.
‘ke pesta ulang tahun temanku’ key membalas pertanyaan nino dengan singkat. ‘kita takkan lama disini, kau ikhlas kan menemaniku ?’ lanjut key dengan nada serius.
Nino memasang raut wajah masam ‘kau..kau mau mempermalukan aku ya ? apa kau tidak lihat aku hanya memakai pakaian santai seperti ini ! dasar tidak berprikemanusiaan kau !’ celoteh nino kepada key.
‘aku tak peduli, dengan pakaian itu saja kau sudah terlihat cantik. Sudahlaah kau diam saja’ ujar key dengan nada cepat. Nino terdiam ketika mendengar apa yang diucapkan key tadi. ‘a..apa yang dikatakannya tadi ?’ ujarnya dalam hati.
Key dan nino memasuki ballroom hotel itu. disana terlihat banyak orang yang memakai pakaian formal. ‘tunggu disini sebentar’ ucap key singkat lalu meninggalkan nino sendirian. Nino merasa ia terasingkan karena hanya memakai kemeja bermotif kotak kotak berwarna merah dan celana jeans. Ia merogoh saku celananya dan memberi sandara pesan.

‘dara, mianhae. Aku tidak bisa kerumahmu. Karena seseorang memaksaku untuk ikut dengannya. Chonmal mianhae.’ Send.

Nino menatap di sekelilingnya dan mendapati seseorang yang ia temui tadi. Itu micky yoochun. Ia terlihat sangat gagah dengan kemeja putih dengan jas berwarna hitam dilengkapi dengan dasi kupu kupu polos dan celana berwarna hitam. Nino berniat mendekati tempat micky berdiri. Akan tetapi ia mengurungkan niatnya. Alasan pertama karena ia tidak memakai pakaian formal. Alasan kedua, karena ada seorang perempuan disana. Perempuan itu bernama Sunny. Orang yang ikut membullying teman temannya.
nino mengalihkan pandangannya dan mendapati key sedang berbincang dengan temannya yang berulang tahun. Key melihat ke arah nino lalu memberinya kode supaya nino mendekatinya. Nino hanya menurut lalu berjalan dengan malas. Terlihat sebuah senyuman menghiasi wajah teman key itu lalu membungkukan badannya kepada nino
‘annyeong, park bom imnida’ ujarnya. Bom mengenakan dress diatas lutut berwarna rose pink dan high heels berwarna putih. Rambutnya yang panjang hingga pinggang dibiarkan terurai. Ia dan key terlihat seperti seorang pangeran dan seorang putri dalam suatu dongeng.
‘nino imnida’ jawab nino sambil membungkukan badan. Bom tersenyum simpul. Lalu menggandeng lengan key.
‘oppa, kau tidak lupa dengan kadoku kan ?’ tanya bom kepada key. Key melepaskan tangan bom dari lengannya tetapi bom tetap menggandeng tangan key dengan erat.
‘oppa, acaranya mau mulai. Ayo ikut aku’ bom menarik key keatas panggung. Nino yang melihat mereka berdua merasa sakit. Entah mengapa ia merasa sangat sakit dan tidak ingin melihat mereka berdua.
‘hadirin sekalian. Disini aku akan mengenalkan kekasihku. Namanya key’ ujar bom dengan senyum lebarnya. Nino merasa makin sakit mendengarnya.
‘ninooo apa yang kau pikirkan ? mengapa kau merasa tersakiti begini ? toh key bukanlah siapa siapa untukmu.’ Ujar nino tak menentu. Ia melihat ke atas panggung sekilas lalu melihat bom yang mendekatkan wajahnya ke wajah key dan mereka berciuman. Nino yang melihat itu hanya terdiam. Semua orang di ballroom itu menepuk kedua tangan mereka. Akan tetapi nino tetap diam. Pandangannya mulai tak jelas karena air mata di pelupuk matanya. ‘apa ini ? jadi aku dibawa kemari hanya untuk melihat ini ?’ tanya nino dalam hati

***

Micky melihat nino yang hanya diam melihat bom dan key berciuman. Lalu ia berjalan mendekati nino dan membawanya pergi dari ballroom itu. mereka berjalan menuju taman hotel itu. taman itu amat sepi. Micky membawa nino ke kursi taman itu. nino menangis sejadi jadinya di pelukan micky. Micky yang mengerti perasaan nino hanya diam dan tak berani bertanya. Nino terus menangis dan menangis. ‘katakan padaku..mengapa aku harus menangisinya ? katakan padaku’ ujar nino sambil terisak

***

Jin ki menggandeng tangan tami dengan erat. Jin ki dapat merasakan tangan tami begitu dingin. mereka bedua terus berjalan ke kursi penonton. lalu ia melepaskan tangannya.
‘lihatlah, terlihat jelas kan kalau menonton dari sini ?’ tanya jin ki kepada tami.
Tami menatap semua yang bisa ia pandang dari kursi penonton itu. tami mengangguk sambil tersenyum. ‘ne, kau benar’ jawabnya singkat.
‘kau tau, kau akan duduk disini saat konser berlangsung’ ucap jin ki dengan santai.
Seketika tami menatap mata jin ki ‘mwo ? kau serius ?’
Jin ki mengangguk. ‘kau suka ?’ tanya jin ki. ‘tentu saja aku suka. Disini aku bisa memberimu semangat saat menyanyi’ balas tami kepada jin ki. Tiba tiba jin ki memeluknya dan mengucapkan kata kata ke telinga tami ‘tami-ah, saranghae. Apa kau juga merasakan hal yang sama sepertiku ?’. tami tersenyum lebar dan menjawab pertanyaan jin ki ‘tentu saja. Lee jin ki, saranghaeyo’

***

‘apa semuanya sudah beres ?’ tanya yunho kepada jessica.
‘ne, semuanya sudah beres. Kali ini aku yakin aku bisa membalaskan dendamku kepadanya’ jawab jessica.
‘bagus, sangat mengharapkan rencana ini berhasil.
Jessica tersenyum sinis kepada yunho ‘tenang saja oppa, kau bisa mengandalkanku’. Jessica turun dari mobil dan memasuki gedung itu untuk memantau panggung yang akan dipakai saat konser nanti. pandangan jessica terpaku saat melihat 2 orang yang ia kenal. dari atas panggung, jessica melihat tami dan jin ki berpelukan. Jessica hanya diam. Ia mengepalkan tangannya. Air matanya jatuh. Lalu beranjak keluar dari gedung itu.

:to be continued:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: