more fantasy about k-pop

Yulia berjalan ke sebuah pusat perbelanjaan bersama wookie. Mereka berniat ingin membeli buku. Wookie menggandeng tangan yulia agar tidak tersesat nantinya. Maklum, yulia belum tau benar seluk beluk kota Seoul. Mereka menghentikan langkah mereka di sebuah toko buku dan memasukinya. Wookie tetap tidak melepaskan genggaman tangannya. ‘hya..wookie, sampai kapan kau mau menggenggam tanganku ? aku bukan anak kecil lagi’ yulia mencibir. Wookie tertawa kecil ‘aku tak ingin kau hilang’ ucapnya pelan. Yulia yang mendengar ucapan wookie tadi menahan tawanya lalu berjalan mengikuti wookie. Mereka sibuk mencari buku yang mereka cari. Tetapi selama mereka mencari mereka tak kunjung menemukannya. ‘hya..aku capek. Pulang yuk’ yulia merengek kepada wookie.’baiklah, ayo kita pulang’ jawabnya singkat.

***

Key sedang menyiapkan makanan untuk semua member SHINee, key memang dipercaya oleh teman temannya untuk memasak karena setiap masakannya selalu enak. Key meletakkan makanan yang ia masak di meja makan. drrrt drrrrt tiba tiba handphone key bergetar. Ia menyambar handphonenya dan mengangkat telpon itu
‘yobseiyo ?’.
‘annyeong..key’ sapa park bom, teman key.
‘oh annyeong’ balas key singkat.
‘oppa, kau akan datang ke acaraku kan malam ini ? kuharap kau tidak lupa’ tanya bom kepada key.
key menghela nafas panjang ‘araseo. Terimakasih telah mengingatkanku. sampai ketemu nanti malam’ jawab key lalu menutup telponnya. Key meletakkan handphonenya di meja makan. Ia terlihat sangat malas untuk pergi sendirian ke pesta ulang tahun bom. Tiba tiba ia teringat seseorang, ia menyambar handphonenya lalu mencari nomor seseorang itu.

***

Nino berjalan keluar dari gedung apartemennya. Tiba tiba handphonenya berbunyi. Nomor tak dikenal. Nino mengangkat telpon itu
‘yobseiyo ?’ sapanya.
‘hya..ini key. Kau dimana ?’ ujar key kepada nino. Nino melihat layar handphonenya sekali lagi.
‘hya..darimana kau bisa mendapatkan nomor ponselku ?’ tanya nino dengan nada bingung.
‘tidak perlu tau. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. aku kan bertanya padamu, kau dimana ?’ tanya key sekali lagi kepada nino.
Nino menghela nafas ‘aku di pintu utama apartemen. Kenapa ?’.
key terdiam sebentar ‘tunggu aku disana. Kau harus ikut denganku dan tidak boleh menolak. Tuuut tuuut tuuut’ key menutup telponnya. Nino melihat layar ponselnya kemudian menyimpannya ke dalam saku celananya.
‘apa apaan sih dia seenaknya saja menyuruhku untuk ikut dengannya. Ada ada saja !’ gumam nino sambil menendang batu kecil. Batu itu melayang ke muka seseorang. Nino menatap orang itu. ‘astaga nino kau benar benar bodooh bodoh bodoooh !’ pikirnya dalam hati. Nino spontan membungkukan badan kepada orang itu ‘mianhae, aku tidak sengaja mianhae. Kau tidak apa apa kan ?’.
orang itu tersenyum kepada nino ‘gwenchana. umm…Sepertinya kita pernah bertemu ya ? kau sekolah di Neul Paran High School kan ?’ Tanya orang itu kepada nino
‘ehm. Ya. Ngomong ngomong kau siapa ya ? aku tidak pernah bertemu denganmu’ nino memasang muka bingung sambil mengingat ingat kapan ia melihat orang itu. Orang itu menjulurkan tangannya kepada nino ‘park yoochun imnida. Teman temanku biasa memanggilku micky yoochun’. Nino amat kaget mendengar ucapan micky. ‘mwo ? mi..micky..yoochun ? kau…kalau tidak salah kau.. anggota geng yang paling ditakuti itu ya ? dong bang shin ki ?’ gumam nino dengan gagap. Micky tertawa kecil melihat nino yang salah tingkah.
‘annyeong micky hyung !’ seseorang menyapa micky. Ia adalah key. Ia memakai baju berwana merah yang dilapisi dengan jaket berwarna hitam dan celana jeans berwarna hitam. ‘annyeong key’ jawabnya singkat sambil tersenyum. ‘maaf kami berdua harus pergi sekarang, annyeong’.
Nino menatap raut wajah key yang menandakan ia tidak suka dengan micky. ‘hya..kau kenapa ? tiba tiba menyuruhku untuk menunggumu disini. Memangnya aku pelayanmu yang harus setia setiap saat ?’ nino mencibir key habis habisan. Key menatap nino dengan sinis lalu menarik tangan nino menuju sebuah motor berwarna silver. Key menyodorkan helm kepada nino. ‘ayo cepat naik’ ujar key dengan ketus dan singkat. Nino naik ke motor key ‘kita mau kemana ?’. key hanya diam dan memacu motornya dengan kecepatan tinggi.

***

Jin ki memperhatikan notebook hitamnya. Ia melihat berita kejadian di kantin kemarin. ‘astaga, apa mereka membuntutiku terus ?’ gumam jin ki. lalu ia menyambar gelas yang berisi air putih dan meneguknya. Ia menutup notebooknya lalu duduk diam tak bergeming. Ia merasa bosan dan keluar dari dormnya. Saat keluar dari dormnya ia melihat seseorang yang dikenalnya.

***

‘yaampun kemana mereka pergi ? ini sudah hampir malam mereka belum pulang juga’ celetuk tami dengan nada kesal. Ia merasa bosan lalu keluar dari apartemennya. Saat ia keluar ia melihat jin ki sedang berjalan sambil menundukkan kepala. Jin ki mengangkat kepalanya dan melihat tami yang sedang berdiri di depannya. ‘annyeong’ ucap tami. jin ki membalas ucapan tami dengan membungkukan badannya. ‘kau sendirian saja ?’ tanya jin ki. ‘ehm..begitulah. aku bosan jadi aku mau keluar untuk mencari udara segar’ ujar tami dengan nada sedikit kesal. Jin ki tersenyum ‘kalau begitu, ayo ikut denganku. Aku juga bosan di dorm seharian’. Tami diam sebentar ‘baiklah’.
Mereka berjalan menuju pelataran parkir apartemen. jin ki dan tami berjalan ke arah mobil BMW berwarna hitam. Jin ki membukakan pintu untuk tami. ‘gomawo’ ucap tami kepada jin ki. di perjalanan mereka hanya diam. Radio di mobil jin ki memutar lagu SHINee – Graze. Tami sedikit bernyanyi karena ini adalah lagu favoritnya. Jinki tersenyum lalu menyanyikannya untuk tami.

Seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae
Mulujyuganda jogeum jinhanhwajangeul hago
Ubsuttjanee nan chueumbootuh
Geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya

Tami menepuk kedua tangannya setelah jin ki selesai bernyanyi. ‘kau suka lagu ini ?’ tanya jin ki kepada tami. ‘ne, jika perasaanku sedang tidak menentu aku selalu mendengarkan lagu ini’ ujarnya dengan pelan. Jin ki tersenyum kepada tami. mobil yang dikendarai jin ki tiba tiba berhenti di suatu gedung pertunjukkan. ‘kita sampai’ ucap jin ki pelan. Tami dan jin ki turun dari mobil, jin ki menggandeng tangan tami dan masuk ke gedung itu.

***

Nissa mencoba memainkan lagu wedding dress dengan piano taeyang. nissa seringkali menekan tuts piano yang salah sehingga nadanya jadi sumbang. Mereka berdua tertawa bersama. Tiba tiba pintu ruang tamu terbuka dan seseorang memakai kemeja berwarna biru dan celana jeans putih menghampiri mereka.
‘oh, annyeong heechul hyung !’ ucap taeyang.
heechul adalah kakak taeyang satu satunya. Heechul sangat sayang kepada taeyang dan begitu pula sebaliknya. ‘annyeong. Hya.. siapa dia ? pacarmu ?’ ledek heechul sambil tersenyum jahil. ‘ehm begitulah. Nissa-ah ini kakakku namanya heechul’ taeyang memperkenalkan kakaknya kepada nissa. ‘annyeonghaseo, nissa imnida’ ucap nissa sambil membungkukan badan. ‘annyeonghaseo, heechul imnida. Sepertinya kau bukan dari korea ya ? darimana asalmu ?’ tanya heechul kepada nissa. ‘umm..aku dari indonesia’ nissa menjawab dengan senyumannya. ‘ehm..begitu. hya, bagaimana kalau kita makan malam disini ?’ tanya heechul kepada nissa dan taeyang. nissa menatap taeyang lalu mengangguk. ‘baiklah’ ucap taeyang singkat.

***

Gilang tersenyum kepada ji young yang terlihat lega karena telah menyatakan cintanya kepada gilang. ‘gomawo gilang-ah’ ujar ji young. Lalu merogoh kantung celananya lalu mengeluarkan sebuah kertas. ‘ini. Aku harap kau datang’ ucap ji young sambil menyodorkan kertas itu kepada gilang. ‘tiket konser ?’ tanya gilang kepada ji young. ji young menangguk. ‘aku..aku member dari bigbang. Kau tau ?’ tanya ji young. ‘MWO ? tunggu jadi kau … kau GD ?’ tanya gilang dengan mata terbelalak. ‘ne, maaf ya aku tidak memberitahumu. Aku harap kau datang ke konser ini’ ji young mengelus rambut gilang dengan lembut. Gilang tersenyum lebar. ‘gwenchana. Umm..gomawo. Aku pasti akan datang’

***

‘kau serius ingin pulang sekarang ?’ tanya heechul kepada nissa dan taeyang. ‘ne, ini sudah terlalu malam. Aku khawatir teman temanku cemas. Terimakasih untuk hari ini’ ujar nissa sambil mengandeng lengan taeyang. taeyang merasa tangan nissa amat dingin.
‘heechul hyung, kau punya jaket ?’ tanya taeyang.
‘ne, kenapa ?’ heechul balik bertanya.
‘bolehkah aku meminjamnya ?’.
heechul tersenyum ‘tentu saja. Cari saja di kamar pakaianku’.
Taeyang langsung naik ke lantai 2 dan ke kamar pakaian milik heechul, ia menyambar jaket berwarna putih lalu turun dan menghampiri nissa dan heechul. ‘ini, pakailah’ ucap taeyang sambil memakaikan jaket itu ke tubuh nissa. ‘gomawo. umm…oppa, bisakah kita pulang sekarang ?’ ujar nissa sambil menatap taeyang. ‘ne. tentu saja’
Nissa hanya memandangi pemandangan dari luar jendela sedangkan taeyang sibuk menyetir. ‘umm nissa’ ujar taeyang kepada nissa. ‘ne ?’ nissa menjawab ucapan taeyang sambil tersenyum. Taeyang kemudian mengeluarkan sebuah kertas. Tiket konser. ‘ini, kuharap kau akan datang ke konser ini.’ taeyang tersenyum kepada nissa. ‘gomawo, oppa’ jawab nissa dengan pelan dan tersenyum lebar.

***

Wookie masih tetap mengenggam tangan yulia. Yulia merasa salah tingkah dengan wookie. Ia merasa wookie terlalu memperhatikannya. Mereka berjalan hingga sampai di depan gedung apartemen yulia. ‘wookie’ ujar yulia. ‘ne ?’ wookie menatap mata yulia. ‘terimakasih untuk hari ini. Aku sangat senang sekali’ ucap yulia dengan nada riang. ‘aku senang jika kau senang. Oh ya aku hampir lupa !’ Wookie tersenyum lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan tiket konser. Sama seperti tiket konser yang dimiliki oleh teman temannya. ‘aku harap kau datang. Akan kukenalkan kepada hyungku. ’ ujar wookie dengan serius. Yulia terdiam sejenak lalu tersenyum ‘gomawo, wookie’

:to be continued:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: