more fantasy about k-pop

Tok tok tok ~ Chae lin mengetuk pintu kamar kakaknya.’masuk’ ucap kakaknya dari dalam kamar. ‘oppa, kau sedang apa ?’ tanya chae lin dan mengambil tempat duduk di sofa. Ji young tersenyum tipis. Lalu berdiri dan duduk disebelah chae lin. ‘hmm, sepertinya oppa sedang kasmaran ya ? ceritakan padaku mengapa oppa jadi perhatian dengan gadis itu ?’ ledek chae lin sambil tersenyum jahil kepada ji young. Ji young tidak menjawab pertanyaan chae lin. ‘oppa, sejak kapan kau jadi senang menolong orang seperti gadis yang tadi itu. ceritakan padaku. Oppa suka padanya kan ?’ chae lin terus mendesak ji young. ‘chaelin ah. Jangan mendesakku seperti itu. aku tidak tau aku suka padanya atau tidak. Aku..tidak peduli dengan itu’ ucap ji young dengan lirih. Chae lin cemberut dan beranjak dari kamar ji young, ia berhenti di depan pintu kamar ji young lalu seraya berkata ‘oppa, kuberitahu ya. Jika kau memang merasa nyaman terhadapnya itu berarti kau menyukainya. Jujurlah kepadanya jika kau ada waktu. Aku akan terus mendukungmu oppa’

***

Nino dan key berjalan dengan pelan menuju gedung apartemen nino. Mereka hanya diam. Diam. Dan diam tak bergeming. Tiba tiba langkah mereka terhenti. ‘aku tinggal di apartemen ini.’ celetuk key sambil menunjuk gedung apartemen itu.
‘MWO ? apa yang kau bilang tadi ?’ tanya nino kepada key. Key hanya menghela nafas lalu berkata ‘kami adalah member SHINee, dan dorm kami di apartemen ini. Tepatnya di lantai 8’. Nino hanya diam. Diam dan diam. ‘MWOO ? APA KAU SERIUS ? aigooo aku pasti akan amat bosan melihatmu terus, rambut mangkuk !’ ujar nino dengan nada ketus. ‘hya, kau seharusnya berterima kasih kepadaku karena aku telah membantumu ! dasar rambut landak ! haiiiiish sudahlah bagaimana kalau kita berteman saja ?’ tanya key sambil menjulurkan tangannya.

***

‘kau tinggal disini juga ?’ tanya tami saat berada di lift. Jin ki mengangguk pelan. ‘dorm kami terletak di lantai 8’. Tami hanya diam lalu pintu lift itu terbuka dan mereka berjalan menuju pintu apartemen mereka masing masing. Langkah tami terhenti di depan pintu apartemennya ‘ini apartemen kami. Mampirlah jika kau ada waktu’ ujar tami sambil menunjuk pintu apartemennya. ‘ne. Dorm kami terletak di ujung lorong ini. Annyeong tami-ah’ ujar jin ki sambil melambaikan tangannya kepada tami. tami masuk ke dalam apartemennya.

***

Kau ini sakit ya ? kemarin kau memusuhiku dan memanggilku rambut landak. Sekarang kau mau berteman denganku. Aneh sekali kau ini. Kurasa kau harus ke dokter sekarang !’ jawab nino dengan ketus. Key menghela nafas panjang dan mengembuskannya ‘hya, aku serius. Kau mau kan jadi temanku ?’ key memohon dengan muka memelas. Nino terdiam sebentar sekaligus merasa bersalah telah curiga dengan key. ‘hmm..baiklah. kita damai sekarang’ ujar nino dan seraya meninggalkan key.

***

Keesokan harinya, super 5 bangs tidak masuk sekolah karena guru sedang rapat. Hari libur ini mereka isi dengan kegiatan membereskan apartemen mereka. Tami bertugas mengepel lantai, Yulia menyapu, Nino mencuci piring, nissa membersihkan perabotan sedangkan gilang membuang sampah. Agar mereka tidak bosan, nino memutar lagu Big Bang – Top of The World. Mereka agak sedikit tertawa saat mendengar rapnya GD dan TOP di awal lagu. Walaupun begitu mereka tetap melaksanakan pekerjaan mereka masing masing.
TING TONG ~ bel apartemen mereka berbunyi. ‘biar aku yang buka’ gilang bergegas membuka pintu itu. seseorang memakai kemeja berdasi yang dilapisi dengan rompi berwarna abu abu dan celana berwarna sama dengan rompinya. Laki laki itu tampak gagah dan rapi. ‘oh annyeong taeyang-ah !’ ucapnya sambil membungkukan badan. ‘annyeong, apa nissa ada ?’ tanya taeyang pada gilang. ‘ne, silahkan masuk. Kami sedang beres beres’ gilang mempersilahkan taeyang masuk lalu membungkukan badan ke semua teman teman nissa. ‘nissa, sebenarnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Tapi kelihatannya kau sedang sibuk kurasa lain kali saja aku mengajakmu kesana’ ucap taeyang dengan pelan. Nissa menatap teman temannya, terlihat yulia menghela nafas lalu seraya berkata ‘kau boleh pergi nissa, tidak masalah. Kan masih ada yang lain’ yulia tersenyum kepada taeyang dan nissa. ‘benarkah ? tapi apa sebaiknya…’ ucap nissa dengan ragu. ‘nissa ah, pergilah. Tidak apa apa, semuanya sudah rapi. Ayo cepat ganti bajumu !’ nino berkata sambil memegang pundak nissa. ‘kamsahamnida semuanya’ nissa menjawab dengan nada riang dan masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya menjadi dress selutut berwarna putih dengan high heels. Taeyang terkesima melihat kecantikan nissa. ‘kau cantik’ ucapnya singkat kepada nissa. ‘gomawo’ jawab nissa kepada taeyang. teman teman nissa hanya berbisik bisik didepan mereka berdua. ‘teman teman, aku pergi dulu ya. Annyeong’ ucap nissa sambil melambaikan tangannya di depan pintu apartemen mereka. ‘annyeong’ jawab mereka berempat sambil melambaikan tangan kepada nissa dan taeyang.

***

Nissa hanya tersipu malu saat taeyang membukakan pintu mobil taeyang untuk nissa. Sebuah mobil sport berwarna putih. ‘silahkan tuan putri’ ujar taeyang mempersilahkan nissa masuk ke mobilnya. Nissa tersenyum lalu menaiki mobil itu. taeyang mengendarai mobil itu dengan cepat. Radio mobil taeyang memutar lagu Wedding Dress. Ya, lagu yang dinyanyikan oleh taeyang. tak terasa mereka sampai di sebuah rumah. Sebuah rumah yang mempunyai pilar pilar besar. ‘kita sampai. Selamat datang di rumahku’ ujar taeyang kepada nissa sambil tersenyum ‘aku ingin kau berkenalan dengan kakakku’ lanjut taeyang. nissa mengangguk mengerti. Lalu taeyang menggandeng tangannya dan memasuki rumah itu. rumah itu berdesain mediterania. Di halaman depan terdapat kolam ikan yang cukup besar. Dan di ruang tamu terdapat sebuah piano berwarna hitam. ‘tunggu sebentar ya’ ucap taeyang berbisik di telinga nissa. Nissa mengangguk. Taeyang berjalan meninggalkan nissa dan menaiki tangga ke lantai 2. Nissa berjalan mendekati piano hitam itu. lalu ia mencoba memainkannya. Nissa memainkan lagu haru haru dari big bang.

Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo sarangara
Neoreul saranghaetgie huhoe eopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara

Terdengar seseorang sedang bernyanyi sembari nissa memainkan pianonya. Nissa berhenti memainkan piano itu lalu menoleh kearah suara itu berasal. ‘kau hebat sekali nissa’ ujar taeyang yang tersenyum melihat nissa. Nissa hanya tersenyum.taeyang berjalan mendekati nissa dan piano itu. ‘maaf ya. Sepertinya kakakku belum pulang. Kita tunggu sebentar lagi ya’ ucap taeyang sambil mengelus rambut nissa. ‘duduklah di sofa itu. aku akan memainkan piano ini untukmu’. Nissa mengangguk mengerti lalu beranjak dan duduk di sofa. Taeyang memainkan lagu wedding dress dan menyanyikannya.

Baby jebal geuui soneul japjima
Cause you should be my Lady
oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo
noraega ullimyeon ije neoneun
geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo
oneuri oji ankireul
geureoke na maeil bam gidohaenneunde

Nissa menepuk kedua tangannya saat taeyang selesai memainkan pianonya‘umm.. oppa. Boleh aku bertanya sesuatu ?’ tanya nissa sambil memandang taeyang. ‘katakan’ taeyang menjawab. ‘umm..bisakah kau mengajariku memainkan piano dari lagu yang kau nyanyikan tadi ?’ taeyang tersenyum lebar dan menjawab ‘tentu saja, kemarilah’

***

Gilang menunggu lift terbuka. Ia ingin ke lantai dasar untuk membuang sampah. Saat lift terbuka ia melihat seseorang yang ia kenal. ‘annyeong, ji young !’ ucapnya sambil membungkukan badan dan memasuki lift itu. ji young membalas ucapannya ‘oh ehm a..annyeong gilang. Umm a..ada yang ingin aku bicarakan. Maukah kau ikut denganku ?’ tanya ji young dengan gagap

***

Nino bersiap siap di kamarnya. Ia memakai celana jeans dan kemeja kotak kotak. Setelah itu ia menyisir rambutnya lalu pergi. ‘tami-ah ~ aku pergi dulu ya !’ ucap nino. ‘kau mau kemana nino ?’ tanya tami sambil mendekati nino. ‘aku mau kerja kelompok ke rumah temanku. Namanya sandara. Rumahnya tidak jauh dari sini. Aku akan segera pulang jika sudah selesai. Annyeong’. Ujar nino terburu buru. ‘annyeong’ ujar tami lirih. Tami berjalan menuju balkon dan duduk di kursi kecil sambil mendengarkan iPodnya.

***

‘kau mau membicarakan apa ?’ tanya gilang saat mereka sampai di sebuah lapangan basket dekat apartemen gilang dan teman temannya. ‘umm..a…aku ingin jujur kepadamu..’ ji young. ‘jujur tentang apa ?’ tanya gilang sekali lagi. ji young amat gugup. Keringatnya bercucuran. Di kejauhan ia melihat chae lin memberinya semangat dengan mengepalkan tangannya. ‘fighting oppa !’ ujar chae lin dalam hati. Ji young mulai berkata kata lagi. ‘gi…gilang-ah..sa..saranghaeyo. a..aku menunggu ja..jawabanmu se..sekarang.’ lanjut ji young yang masih bicara dengan gagap. Gilang hanya diam diam diam diam tak bergeming lalu tersenyum kepada ji young dan memeluknya. ‘saranghae’

:to be continued:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: