more fantasy about k-pop

Nino berjalan di koridor kelas. Tanpa sengaja ia melihat key. ‘oh, orang yang kemarin !’ ujarnya. ‘ehm .. a..annyeong’ sapa nino dengan gugup. ‘annyeong’ jawab key singkat lalu pergi meninggalkan nino. ‘haaiiiiiiish orang ituuuuuu errrrrr ingatlah aku takkan lagi menyapamu ! dasar rambut mangkuk !’ celoteh nino dengan agak keras. Key yang mendengar kata kata nino spontan berbalik ke arah nino ‘hya.. apa yang kau katakan tadi ? coba kau ulangi ?’ ujar key ketus. Nino tidak mengubris omongan key dan melangkahkan kaki ke menuju kelasnya.

***

Gilang duduk di bangkunya sambil menatap kosong ke jendela. ‘oh, gilang-ah. Annyeong’ sapa seseorang dari depan kelasnya. ‘chae lin, Annyeong’ jawab gilang pelan. Chae lin mendekati tempat duduk gilang dan duduk di sebelahnya. ‘kau di kelas ini ya ? berarti sekelas dengan ji young oppa’ tanya chae lin sambil menatap seluruh isi ruangan itu. ‘ehm. Begitulah. Ngomong ngomong.. bagaimana dengan ji young ? apa dia baik baik saja ?’ tanya gilang dengan ragu. Ia masih menyimpan rasa penasaran terhadap ji young. Kakak chae lin. ‘ji young oppa ? dia baik baik saja. Tidak usah khawatir. Ia bisa tampil hari ini’ ujar chae lin dengan tersenyum lebar. Gilang agak sedikit bingung dengan kata kata tampil. ‘tampil ? maksutnya ? ’ belum sempat gilang meneruskan kata katanya. Seseorang telah memanggil chae lin dari luar kelas. ‘chae lin-ah !’ ujar orang itu. ‘oh annyeong minzy-ah’ sambil melambaikan tangannya. ‘umm.. gilang-ah. Aku duluan dulu yah. Annyeong’ ujar chae lin meninggalkan gilang di tempat duduknya. ‘tampil ? maksudnya ?’

***

Yulia berlari sekencang kencangnya menuju ke arah gerbang sekolah yang sudah ia lihat di depan matanya. Lalu ia melihat seorang murid laki laki yang ia kenal. ‘annyeong wookie temankuuuu’ ujar yulia dengan penuh semangat meskipun pinggangnya masih terasa sakit karena terjatuh di tangga tadi. ‘annyeong yulia’ jawabnya singkat sambil melambaikan tangan. yulia berlari ke arah wookie yang sudah sampai di depan gerbang. mereka memutuskan untuk berjalan berdua. ‘wookie, kau terlihat sangat lelah. Apa kau tidak tidur semalam ? atau kau sakit ? mau kuantar ke dokter ?’ tanya yulia sambil memegang dahi wookie. Wookie hanya tertawa jahil.’hya.. aku tidak apa apa. Lagipula kau ini terlalu berlebihan. Hahaha.’ ‘PLETAAKK’ Yulia spontan menjitak kepala wookie. ‘hya ! mengapa kau menjitakku ?’ tanya wookie sambil meringis. wookie berlari dan yulia mengejarnya. ‘hyaaaa. Tunggu akuu !’

***

Tami dan nissa melihat papan pengumuman. Mereka melihat sebuah poster konser. ‘oh, ada taeyang ! nissa, kau tidak pernah bilang kalau ia seorang artis ’ ujar tami sambil menunjuk foto taeyang di poster itu. ‘ehm aku juga tidak mengetahui itu, onnie. Ehehehhe’ jawab nissa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu ia melihat foto lee jin ki ‘umm…onnie, bukankah ini murid laki laki yang kau kejar kemarin ? wah ternyata dia seorang artis juga !’ lanjut nissa sambil menunjuk foto jin ki. tami menatap foto itu dengan saksama dan melihat tulisan dibawahnya. SHINee. Seperti itulah tulisannya. ‘nah kan, tebakanku benar’ ujarnya dalam hati. ‘tami, bagaimana kalau kita datang saja ke konser ini ?’ tanya nissa kepada tami. tami terdiam sejenak ‘hmm..baiklah’ jawab tami dengan tersenyum tipis. ‘kamsahamnida onnieeeeee’ balas nissa

***

‘hyung, lihatlah !’ ujar taemin kepada jin ki. taemin adalah yang paling muda di dorm itu. Ia sangat enerjik dan bersemangat. Terkadang ia juga dibullying oleh kakak kelasnya. ‘wae ?’ tanya jin ki sambil mendekati taemin yang sedang berkutat dengan komputernya. Jin ki terkejut ketika melihat foto dirinya sedang berdua dengan seorang murid perempuan di sebuah taman. ‘sejak kapan mereka ..’ tanya jin ki dalam hati. Disana tertulis ‘lee jin ki’s girlfriend ?’
‘hyung, apa berita ini benar ?’ tanya taemin kepada jin ki. jin ki tidak menghiraukan ucapan taemin ‘aku pergi dulu’ ujar jin ki dengan lesu. Jin ki menyiapkan mentalnya untuk menghadapi sejuta pertanyaan yang akan diajukan oleh orang orang di sekolahnya.

***

Jam istirahat tiba. Super 5 bangs menuju kantin sekolah untuk makan siang. Saat mereka memasuki kantin sekolah seseorang menarik kerah baju tami. seseorang itu taeyeon. Ia dan gerombolannya menghadang tami. semuanya kaget termasuk juga super 5 bangs. ‘hya..apa apaan kau ini’ ujar nino dengan sopan. Mereka tak menghiraukan nino.
‘hya ! apa yang kau lakukan terhadap jin ki ? dia itu milikku ! beraninya kau memacari dia !’ jawab jessica. Teman taeyeon yang mempunyai rambut berwarna coklat kemerahan dan memakai rok selutu. Tami hanya diam dan tidak mengerti apa maksut mereka. ‘bisakah kau berkata sopan ? bicaralah dengan baik baik !’ ujar seohyun. Teman jessica dan taeyeon. ‘bagaimana aku harus berkata sopan dengannya ? dia sudah merebut jin ki dariku !’ jawab jessica dengan ketus. ‘onnie semuanya sudah siap’ bisik seseorang yang bernama tiffany kepada taeyeon. Taeyeon mengangguk lalu segerombolan murid memegang bermacam macam benda seperti telur dan air. Mereka lalu melempari tami dan teman temannya. Mereka berlima saling melindungi diri dari lemparan tersebut. ‘hya ! hentikaaan !’ seseorang menghadang serangan para murid itu.

***

Jin ki duduk diam di kelasnya sambil menatap notebook berwarna hitam miliknya. Ia masih melihat berita yang ditunjukkan oleh taemin. Jin ki membenamkan mukanya dengan kedua tangannya. Lalu menutup notebooknya dan berjalan keluar kelas menuju kantin. Ia mendengar keributan di kantin itu. Ia melihat jessica dan teman temannya. Jin ki mendengar semuanya. Lalu jessica dan gerombolannya melempari super 5 bangs dengan telur dan air. Jin ki terdiam sejenak lalu berlari dan menghadang jessica untuk melempar telur ke arah mereka.

***

Jessica dan teman temannya terdiam saat jin ki melindungi tami. ‘jessica-ah, kau harus ingat kau bukan siapa siapaku lagi’. teman teman jessica hanya diam. ‘minggir’ ujar jessica dengan nada ketus. Jin ki tidak bergerak sedikitpun. Mereka saling pandang sesaat ‘aku tak akan minggir’. ‘kau ! mengapa kau melindungi dia ? dia bukan siapa siapa bagimu !’ jessica naik darah ‘oh atau jangan jangan berita pagi ini benar. Perempuan ini adalah pacarmu ?’. ‘ya dia pacarku memangnya kenapa ? kau mau protes ?!’ tegas jin ki dengan lantang. Seluruh yang dikantin itu amat kaget termasuk Tami dan teman temannya, mereka bengong sekaligus kaget mendengar pernyataan jin ki. terutama tami, ‘astaga, sejak kapan kami berpacaran ?’ tanyanya dalam hati. Jin ki mengalihkan pandangannya ke arah tami dan menarik lengan tami lalu keluar dari ruangan itu. saat jin ki pergi terlihat jessica menangis. Teman temannya memeluknya dan membawanya pergi dari kantin itu. sedangkan teman teman tami yang lain bergegas merapikan seragamnya di toilet. Disana terlihat key sedang berdiri di dekat pintu sambil memegang kaleng soft drink. ‘haaiiish onew hyung, apa yang telah kau lakukan ?’ gumamnya sambil memukul dahinya.

***

Taeyang melihat ke arah nissa yang terkena lemparan telur oleh segerombolan murid. Taeyang bergegas melepas jasnya dan berlari mendekati nissa. ‘nissa-ah, kau tidak apa apa ?’ ujar taeyang cemas. ‘ya, aku tak apa. Tapi..tapi..’ nissa dengan gagap menjawab omongan taeyang. taeyang bergegas membawa nissa keluar dari ruangan itu.

***

Key masih melihat pertengkaran itu. ketika jin ki keluar key mendekat ke arah nino. Orang yang sudah melemparinya dengan bola basket secara tidak sengaja. Entah mengapa key ingin membantunya. ‘hya’ key menjulurkan handuk kecil kepada nino. Kali ini beda, key tidak berbicara dengan ketus seperti biasanya. Nino hanya diam dan menerima handuk kecil itu. ‘gomawo’.

***

Gilang berlari keluar ruangan itu. lalu pergi ke perpustakaan. Tempat yang aman untuk bersembunyi dari segerombolan orang yang mengejarnya. ‘aigooooo, mereka seperti segerombolan banteng !’ ujarnya dalam hati. Segerombolan murid itu berusaha mendobrak pintu perpustakaan. Tiba tiba, ‘hya ! sedang apa kau disini ?’ ujar seseorang yang tidak asing bagi gilang. ‘oh, ji young. Ehm gwenchana…aku’ ji young menarik pergelangan tangan gilang lalu membawa gilang ke chae lin. Adiknya. ‘chae lin. Kau bisa menjaganya ? aku akan mengurus orang yang didepan’ tanpa basa basi ji young kembali menuju pintu perpustakaan dan dengan pelan ia membuka pintu itu.
‘hya ji young, apa kau melihat seorang murid perempuan yang kabur ?’ tanya seorang murid perempuan dengan menggebu gebu seperti sedang mencari mangsa karena hampir mati kelaparan. ‘oh, aniyo. Aku tak melihat siapapun. Lagipula memangnya aku peduli ?’ celetuk ji young dengan pelan. ‘lalu, yang didalam itu siapa ?’ tanya murid itu lagi dengan nada ketus. ‘oh, itu adikku dan teman temannya. kalau kalian tidak percaya lihat saja sendiri !’. segerombolan murid itu mengintip kedalam perpustakaan. Disana ada 5 orang. Chae lin, minzy, bom dan satu lagi..gilang dengan penyamarannya menjadi dara. Gilang mengenakan rambut palsu panjang dan kacamata hitam milik chae lin. Murid murid itu langsung percaya dan keluar dari perpustakaan itu. ‘HAHAHAHAHAHAHA ~’ mereka berenam tertawa terbahak bahak karena murid murid itu sangat mudah ditipu. ‘hyaaa, aku sangat berterimakasih kepada kalian. Kamsahamnida’ ujar gilang sambil tersenyum lebar

***

Jin ki menarik lengan tami sampai ke taman kecil di sekolah mereka. ‘hyaaa apa apaan kau iniii ?’ tanya tami dengan seragam yang basah akibat lemparan telur dan air tadi. Jin ki melepaskan genggamannya. Mereka terdiam sejenak sambil duduk di kursi taman itu. jin ki menghela nafas berat.
‘mianhae’ ujar jin ki. tami menoleh ke arah jin ki yang hampir meneteskan air matanya. ‘gwenchana. Kau tidak perlu…’ belum sempat tami melanjutkan kata katanya Jin ki telah memeluknya dengan erat. ‘mianhae, tami ah’ jin ki berkata sambil terisak. Tami yang mengerti akan perasaan jin ki membalas memeluknya dengan erat. Hari terlihat tampak mendung dan hujan mulai membasahi bumi. Tetapi mereka tidak menghiraukan itu. jin ki menangis sejadi jadinya. melihat jin ki yang menangis tami pun ikut menangis dan tetap memeluknya dengan erat.
Tak terasa hari sudah sore. Mereka memutuskan untuk pulang bersama dengan pakaian yang basah kuyup akibat hujan. ‘tami ah’ jin ki memecahkan keheningan diantara mereka. Tami memandang ke arah jin ki ‘ne ?’. jin ki merogoh tasnya lalu memberikan sebuah kertas. ‘ini. Ambilah’. Tami memandang kertas itu lekat lekat. Tiket konser. 5 Tiket konser yang ingin ia hadiri dengan nissa hari sabtu nanti. ‘ah, kamsahamnida’ ujar tami dengan tersenyum lebar. ‘mianhae, aku tidak memberitahumu bahwa aku adalah member dari SHINee. Kuharap kau datang. Kau bisa mengajak teman temanmu untuk menonton’. Tami memandang tiket itu lalu menyimpannya ke dalam tas. ‘tidak apa apa. Kau tidak perlu minta maaf padaku.’
Mereka menghentikan langkahnya. ‘aku tinggal disini’ ujar mereka bersamaan. Mereka sama sama bingung. ‘t..tunggu. apa tadi yang kau bilang ?’ tanya tami kepada jin ki.

:to be continued:
sorryy ~ agak ga nyambung banget banget ga nyambung deh. gue usahain part 5 gue post malem ini. ya kalo ga malam ini besok pagi gue post😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: