more fantasy about k-pop

Mereka pun berjalan bersama sama. Sampai akhirnya mereka mengobrol di sebuah taman.
‘kau sendirian saja ?’ tanya murid laki laki itu.
‘ya, begitulah. Umm..’ balas tami dengan singkat.
‘ada apa ? apa ada masalah ?’ tanya murid laki laki itu
‘aku harus memanggilmu apa ? kau belum memberitahu siapa namamu’ celetuk tami
‘oh mianhaeyo. lee jin ki imnida’ ujar jin ki sambil memperkenalkan diri. Tami tersentak kaget dan hanya tersenyum kepada jin ki. ‘lee jin ki ? sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Nama itu terdengar familiar.’ Ujarnya dalam hati. ‘umm..namamu..kedengarannya sangat terkenal ya !’ ujar tami sambil tersenyum tipis. Jin ki tertawa kecil. tami tetap dengan senyumnya lalu ia melihat jam tangan berwarna biru miliknya ‘umm.. a..aku harus pulang sekarang. Teman temanku pasti cemas. A..annyeong jin ki’ ujarnya tanpa basa basi lagi. Tami berlari lari kecil ke tepi jalan dan menyetop sebuah taksi. ‘tami-ah’ panggil Jin ki dari kejauhan tami menoleh ke arah jin ki yang berlari kecil kearah tami. ‘kita….bisa jadi…teman kan ?’ tanya Jin Ki dengan kata kata yang terputus putus dan raut muka serius. Tami tersenyum lalu mengangguk dan ia menaiki taksi yang ia cegat tadi. Jin ki yang melihat gelagat tami hanya tertawa kecil. Ia pun juga pulang ke dorm yang ia tempati bersama teman temannya.

***

‘oh hyung. Lama sekali kau pulang. Aku khawatir padamu.’ Sapa seseorang saat membukakan pintu untuk jin ki. ‘aku hanya berjalan jalan sebentar, key. Mana yang lain ?’ tanya jin ki sambil mengambil tempat duduk di ruang santai. ‘mereka dalam perjalanan pulang’ jawab key sambil membawakan air mineral untuk jin ki. Keadaan diam sejenak. ‘key.. apa.. aku ini memang pecundang ?’ jin ki bertanya kepada key sambil menatap langit langit dorm mereka. key yang mendengar hyungnya berkata demikian hanya terdiam sejenak. ‘mengapa hyung berkata demikian ?’ pikirnya.

***

‘aku pulang’ ujar tami dengan nafas ngos ngosan.
‘tami, kau lama sekali. Kami sudah hampir mati kelaparan !’ ketus gilang saat membawa barang belanjaan tami ke dapur.
‘ah mianhaeyo gilang, aku terjebak macet tadi’ tami beralasan agar tidak dicurigai oleh teman temannya. ‘yang lain mana ?’ tanya tami
‘yulia sedang belajar di kamarnya, nino sedang ke minimarket sebentar, dan .. nissa belum pulang sampai sekarang’
‘mwo ? belum pulang ? kau sudah menelpon ke handphonenya ?’ tanya tami dengan setengah kaget.
‘aku sudah berkali kali menelponnya, tetapi tidak diangkat oleh nissa’ ujar gilang dengan nada suara yang agak keras.
TING TONG ~ Terdengar bel apartemen mereka berbunyi.

***

Taeyang masih tetap mengenggam tangan nissa. Seakan mereka takkan pernah terpisahkan oleh keramaian. Jam telah menunjukkan pukul 8. Mereka berdua bergegas pulang dari pasar malam itu. Mereka berjalan menuju apartemen nissa dan teman temannya. Mereka mempercepat langkahnya karena hari sudah semakin larut. Untungnya pasar malam itu tidak terlalu jauh dari halte bus. Jadi mereka bisa menghemat waktu untuk mencapai tempat tujuan mereka. Mereka menaiki bus dan duduk berdua. Mereka hanya diam. Tidak ada topik pembicaraan yang ingin mereka bicarakan. ‘Nissa-ah lihatlah !’ ujar taeyang dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah pantai yang sangat indah. Tetapi nissa tak menjawab taeyang. ia tertidur di bis karena kelelahan. Taeyang menyandarkan kepala nissa ke bahunya dengan pelan lalu mengelus kepalanya dengan lembut. Tiba tiba bus berhenti, taeyang membangunkan nissa lalu mereka bergegas turun dari bus itu dan menyebrangi jalan. Taeyang tetap mengenggam tangan nissa dengan erat sampai di depan apartemen nissa. ‘nissa-ah’ ujar taeyang sambil menatap mata nissa lalu berbisik di telinga nissa ‘saranghae’ lanjutnya. Nissa hanya tersenyum. ‘aku menunggu jawabanmu nissa’ taeyang mengenggam kedua tangan nissa, tanpa basa basi lagi nissa tersenyum lebar dan membalas kata kata taeyang ‘saranghaeyo taeyang oppa’

***

Tami bergegas membuka pintu lalu melihat siapa yang datang. ‘kemana saja kamu nissa ?’ tanya tami kepada seseorang yang berada di luar apartemen mereka.
‘mianhaeyo tami, tadi ada urusan lain. Hehehe’ nissa tersenyum jahil
‘huff.. nissa kau benar benar membuatku cemas ! lebih baik kau mandi dulu dan ganti bajumu.lalu kita makan malam bersama’ tegas gilang.
‘siap kapteeeeeeeen’ jawab nissa dengan bersemangat. Nissa bergegas Malam ini mereka memasak ramen Mereka menyantap hidangan makan malam dengan duduk diam tak bergeming. ‘umm..nissa, laki laki yang menemuimu tadi siapa ? teman sekelasmu ?’ tanya yulia.
‘oh, taeyang oppa ? dia…. cinta pertamaku.’ Ujar nissa sambil tersenyum jahil.
‘MWO ? kau tidak pernah cerita kepada kami kalau kau pernah punya cinta pertama disini. Memangnya kau pernah ke seoul sebelumnya ?’ tanya yulia dengan mata terbelalak. Nissa menghela nafas panjang lalu menceritakan masa lalunya dengan taeyang.

***

Saat aku masih kecil. Aku diasuh oleh nenekku yang ada di jakarta. Saat itu, aku melihat taeyang kecil pindah rumah tepat di sebelah rumah nenekku. ia tidak mempunyai teman dan tidak bisa bergaul dengan siapapun. Yah..mungkin karena ia tidak bisa berbahasa indonesia seperti kita. Ia hanya menguasai 2 bahasa. Bahasa korea dan bahasa inggris.
Suatu hari, aku melihat ia sedang bersepeda. Lalu tanpa sadar ia terjatuh ke sebuah selokan. Tanpa ba bi bu lagi aku membantunya dan membawanya ke rumahku. Aku mencoba mengajaknya bicara. Nenekku menjadi perantara antara kami. Lalu ia berpamitan dan pulang. Setelah itu, kami selalu bermain bersama sama. Aku merasa aku nyaman bersamanya. Sampai suatu hari, tepat saat hari ulang tahunku yang ke 8. Nenek memanggilku dan mengatakan taeyang menunggunya di taman tempat biasa kami bermain. Aku segera menemuinya di taman itu. Taeyang terlihat sedang duduk di sebuah kursi taman. Aku menghampirinya. ‘oppa, ada apa tiba tiba memanggilku ?’ tanyaku dengan bahasa inggris yang belum terlalu mahir. Aku mengambil tempat di sebelah taeyang. taeyang menghembuskan nafas yang terdengar amat berat. Taeyang menatapku lalu mengatakan hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Hatiku hancur berkeping keping saat mendengarnya. ‘nissa, aku akan kembali ke tempat asalku. Ke korea.’ujarnya. aku lantang menjawab ‘tapi, kau disini baru beberapa bulan ! mengapa cepat sekali kau pergi ? apa kau lupa ini hari apa ? ini hari ulang tahunku. Kau berjanji padaku akan menghadiri ulang tahunku.’. taeyang hanya diam, ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. Sebuah kalung berwarna silver dan berbentuk bintang. ‘berjanjilah padaku, jika kita sudah dewasa nanti. Kau akan bertemu denganku di korea sambil mengenakan kalung ini’ lanjut taeyang sambil memberikan kalung itu kepadaku. Tanpa berbasa basi lagi taeyang pergi menaiki mobilnya dan meninggalkanku sendirian di taman. Cuaca yang tadinya cerah tiba tiba berubah menjadi mendung. Hujan membasahi tubuhku yang masih terpaku di taman sambil menatap kalung itu. Tanpa sadar aku menangis, aku menangis sejadi jadinya. ‘aku berjanji oppa, aku berjanji !’

***

‘lalu, kalian tahu ? ia sudah menyatakan cintanya kepadaku beberapa menit yang lalu’ ujar nissa dengan nada riang. Teman temannya kaget sekaget kagetnya ‘MWO ? waaaah selamat yaaaa semoga kalian berdua bisa langgeng !’ ujar yulia sambil berjabat tangan dengan nissa. ‘kyaaaa terimakasih yaa’ jawab nissa sambil memeluk semua teman temannya.

***

‘tentu saja tidak ! mengapa hyung tiba tiba berkata seperti itu ?’ tanya key dengan nada tinggi. Jin ki menatap key lalu menceritakan semuanya kepada key.
‘hyung, itu masalah yang sangat sepele ! tidak usah dipikirkan. Masa hanya karena kau dilindungi oleh seorang murid perempuan kau merasa bahwa kau pecundang ? hyung, di dunia ini memang harus saling tolong menolong baik laki laki maupun perempuan.’ Ujar key dengan bijaksana. Jin ki hanya bisa tersenyum. ‘terima kasih key’ ujarnya pelan. Lalu ia melihat kearah dahi key. Terlihat sebuah plester putih menempel di dahinya. ‘dahimu kenapa key ?’ tanya jin ki sambil menunjuk dahi key. ‘ah ini ? seseorang secara tidak sengaja melayangkan bola basket kepadaku tadi siang dan hasilnya seperti ini’ jelasnya. Jin ki hanya bisa tertawa kecil sedangkan key hanya cemberut.

***

Yulia sedang mendengarkan musik dari iPodnya di balkon. Tiba tiba handphonenya bergetar karena ada pesan yang masuk. Ia membuka pesan itu. ‘annyeong ^^’ begitulah isi sms itu. Sms itu dari wookie. Teman baru di sekolahnya. yulia menahan tawanya lalu membalas ‘annyeong oppa, ahahhaha😄’ yulia menaruh handphonenya di meja kecil di sebelahnya. Lalu menatap langit yang gelap dan dihiasi dengan bintang bintang kecil. Sekumpulan bintang kecil itu seakan menemaninya dari kesendirian yang ia rasakan. ia teringat akan kakaknya. Kakanya yang senang sekali melihat bintang bersamanya. kakaknya yang hilang saat menaiki pesawat menuju Seoul. Diperkirakan kakaknya telah tiada karena kecelakaan itu. Tetapi yulia tidak percaya dan ia mati matian belajar untuk pergi ke korea. ‘oppa, aku yakin kau pasti masih hidup. Aku yakin itu. aku akan menemuimu kembali.’

***

nissa sedang mengerjakan PR nya, bersebelahan dengan nino sedang membaca komik dan gilang sedang menonton tv. Mereka bertiga diam tak bergeming. Di sisi lain, di kamar tami sedang mengetik sesuatu ke laptopnya.
‘ternyata impianku jadi kenyataan. Aku bertemu idolaku disaat yang tidak diduga sebelumnya. Ia dibullying oleh sekelompok geng yang paling ditakuti di sekolah itu. Aku menolongnya karena perasaan iba. Dan aku merasa aku harus menolongnya dengan resiko akan berhadapan dengan geng itu. babo ! kenapa aku ini ?! menolong seorang artis yang mempunyai banyak fans. Apa karena aku ini fansnya jadi aku merasa iba ? Bagaimana kalau media mengetahui berita ini ? bisa bisa aku jadi bahan pembicaraan di sekolah. tidak lucu kan jika media cetak menulis judul artikel itu ‘seorang artis laki laki lemah ditolong oleh seorang perempuan pemberani dari geng yang paling ditakuti di sekolah’. haha kurasa aku akan dijemput orang tuaku kembali ke indonesia dan mengurung diri hingga berita itu hilang ditelan bumi.
Tanpa sadar ia menguap berkali kali. Ia melihat jam di atas meja beajarnya. ‘huh, sekarang jam 10 ya ?’ batinnya. Ia langsung men-shut down laptopnya lalu beranjak menuju ke kamar mandi untuk menggosok giginya. Setelah itu menuju ke tempat tidurnya. Ia pun terlelap.

***

‘aku harap perjanjian kita ini bisa berjalan dengan baik.’ ujar jung yunho kepada seorang murid perempuan yang bernama taeyeon. ‘tenang saja oppa, kau bisa mengandalkanku dan teman temanku yang lain.’ Ujarnya sambil memegang pipi yunho dengan kedua tangannya lalu pergi begitu saja. Saat taeyeon hilang dari pandangannya, yunho duduk di sofa ruang santainya ‘tunggu saja pembalasanku, lee jin ki ! hahaha’ ujarnya sambil tertawa. Terlihat ada sesuatu yang direncanakan yunho. Tak ada satupun orang yang mengetahui kecuali yunho dan taeyeon.
Ting tong ~ terdengar seseorang sedang menekan bel apartemen yunho. Yunho membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. ‘oh kau micky. Ayo masuk !’ jawabnya. Ia micky yoochun. Sahabat yunho. Ayah yunho dan ayah micky sudah berteman sejak lama. Mereka selalu disekolahkan di tempat yang sama oleh kedua orangtua mereka. Micky juga termasuk dalam dong bang shin ki. tetapi micky sangat berbeda sifat dengan yunho. Micky orangnya pendiam sedangkan yunho membangkang.
‘ada apa ?’ tanya yunho singkat sambil memberikan segelas jus jeruk kepada micky. Micky menerima gelas yang diberikan yunho dan mengucapkan terimakasih. ‘tidak, aku..hanya ada yang ingin aku tanyakan’ jawab micky sambil menatap isi gelas yang ia pegang. ‘wae ? katakan padaku’ ujar yunho yang penasaran. ‘apa..apa hyung sedang merencanakan sesuatu ?’ tanya micky sambil menatap mata yunho.’bukan urusanmu. Sejak kapan kau peduli kepadaku ?’yunho beranjak dari tempat duduknya dan menatap temannya itu. ‘hyung, sampai kapan kau mau begini ? ubahlah sifat kekanak kanakanmu yunho-hyung ! apa kau tidak merasa bosan dengan semua ini ?’ lanjut micky dengan lantang. ‘keluar kau. Aku capek’ jawab yunho singkat. Micky menghela nafas panjang lalu meninggalkan yunho sendirian di apartemennya.

***

Tak terasa sudah 1 minggu super 5 bangs bersekolah di Neul Paran High School. pagi ini mereka sarapan dengan nasi goreng dan segelas susu coklat. Mereka berlima siap menjalani hari ini dengan semangat. Setelah itu mereka siap berangkat ke sekolah. apartemen mereka berada di lantai 8, dan sangat menghemat waktu jika mereka memakai lift untuk turun ke lantai dasar. saat mereka berada di depan lift secara spontan mereka melihat yulia yang sedang merogoh tasnya. ‘ada apa ?’ tanya nissa. ‘haiiiiiish, mianhae aku harus kembali, handphoneku ketinggalan. kalian duluan saja nanti aku menyusul !’ celetuk yulia saat hendak menaiki lift. yulia bergegas kembali ke apartemen, membuka kunci, lalu masuk ke kamarnya. Ia langsung menyambar handphone berwarna pink miliknya dan menyusul teman temannya yang lain. Ia berlari ke arah lift berada dan menekan tombolnya. Tetapi selama ita menekan tombol lift itu semakin lama pintu lift itu terbuka. ‘haiiiiiish, babo !’ celetuk yulia. Ia pun menggunakan tangga dan turun ke lantai dasar. dengan tergesa gesa ia berlari lari kecil menuruni anak tangga. Sampai tiba tiba saking ia terburu buru, BRAAAKKK ~ ia menabrak seseorang yang sedang menaiki tangga. ‘aduuuuh.. haiiiiish yuliaa kau benar benar ceroboh !’ gumamnya sambil meringis kesakitan.
‘hya .. kau tidak apa apa ?’ tanya laki laki itu dengan cemas sambil menjulurkan tangannya ke arah yulia. Yulia menarik tangan laki laki itu lalu berkata ‘ya, aku baik baik saja. Mianhae karena sudah menabrakmu aku sedang buru buru. Terima kasih karena membantuku. permisi’ celetuk yulia dengan nada ngos ngosan. tanpa ber-ba bi bu lagi, yulia langsung berlari menuju lantai dasar. dan bergabung bersama teman temannya yang sudah lama menunggu. Naas. Teman temannya telah meninggalkannya.

:to be continued:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: