more fantasy about k-pop

Ombak berdansa kesana kemari, membuat yang mendengar suara ombak itu merasa yang Tenang, damai, dan sejuk. Di pantai itu, Terlihat seorang gadis duduk di sebuah bangku yang sudah hampir patah karena ulah pengunjung. Gadis itu menatap semua yang bisa ia pandang di pantai itu. Dari luar ia kelihatan baik baik saja tetapi di dalam hati ia merasa sangat sakit ketika ia mengingat masa lalunya. Laki laki itu lalu mengeluarkan handphone berwarna biru dari sakunya. Ia membuka galeri foto dan melihatnya satu satu. Tanpa sadar, air mata gadis itu mengalir deras. ‘maaf, maafkan aku, aku memang bodoh.’ Ujarnya sambil terisak. ‘bodoh ! kau memang benar benar bodoh !’ gumamnya. ‘KENAPA KAU BEGITU BODOH ! KENAPAAAAAAAAAAAAAAAA !’ teriaknya. gadis itu menangis tersedu sedu tanpa mempedulikan sekitarnya.

Part 1
‘tamiiii, kita berlima luluuuuuus, YEEEEEEEEEEEEEEEEEAH !’ jerit keempat temannya, nissa, yulia, nino, dan gilang.
‘besok kita berangkat loh, tam !’ seru nino
‘waah aku tidak sabar ingin ke korea !’ ujar gilang dengan bahasa korea.
‘kau tau sendiri kan, besok kita akan berangkat, bersabarlah’ ujar yulia sambil mengelus kepala gilang
Tami dan teman temannya amat bahagia mendengar berita mereka lulus dalam tes beasiswa. Namun kebahagiannya itu tak berlangsung lama. Tiba tiba tubuhnya berguncang guncang seperti ada seseorang yang menguncang tubuhnya. ‘tami, ayo bangun, sudah pagi. nanti kita terlambat ke sekolah !’ seseorang berkata seperti itu dengan bahasa korea. Namun tami tidak tau siapa yang berbicara. Saat ita membuka matanya ia melihat sesosok orang yang ia kenal. Nino. ia tersadar bahwa ia hanya bermimpi.
‘ah, nino. Kenapa kau disini ? gumamnya pelan.
‘kau tertidur pulas setelah sampai di seoul. Kau ingat ?’ tanya nino
‘seoul ? ah tidak. ini masih di indonesia kan ? Apa aku bermimpi ?’
‘tami, kita di korea dari 1 hari yang lalu. Kau lupa ya ?’
‘oh, maafkan aku. Aku terbawa mimpi. Umm .. sekarang jam berapa ?’
‘ini sudah jam 6 pagi. Ayo bangun nanti kita terlambat. Tidak lucu kan kalau kita terlambat pada hari pertama sekolah ?’ ujar nino dengan santai

tami menganggukan kepala. Lalu bergegas ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia sudah siap dengan seragamnya. Sebuah kemeja dilapisi dengan blazer hitam dan dasi blaster berwarna coklat muda dan coklat tua, rok hitam selutut dan sepatu kets berwarna putih. Tami dan teman temannya berangkat ke sekolah dengan gugup.

Sesampainya di sekolah, mereka berlima tercengang tak terbendung. Mereka menatap sekolah yang amat megah. Lebih megah daripada istana presiden di jakarta. mereka amat kagum dengan arsitektur sekolah tersebut. Sekolah itu mempunyai lapangan yang amat luas dengan bangunan bertingkat yang bergaya barat. Di pagar depan tertulis nama sekolah itu ‘Neul Param High School’. Mereka berlima lalu memasuki bangunan sekolah itu dan menuju kelas yang sudah ditetapkan. Mereka berlima berpisah saat akan memasuki kelas. Di kelas mereka belajar dengan giat dan bergaul dengan anak anak korea yang lainnya. Saat istirahat makan siang berlangsung, mereka berlima menceritakan apa yang mereka rasakan pertama kali belajar di negeri orang.

‘ah, aku merasa aku adalah kambing congek dikelas. Semua orang memandangku aneh. Bahkan ada yang tidak menyadari kehadiranku di kelas itu’ yulia berkata spontan
‘kau tau, aku juga merasakan itu. Tapi untungnya ada orang yang menyapaku dan mengajakku berkenalan’ gilang berkata dengan menopang dagu
‘dikelas aku hanya duduk diam, tidak berkata sedikitpun’ jawab nino dengan santai

tami tidak mengubris obrolan mereka. Ia memandangi seluruh kantin. Sampai akhirnya Ia hanya terpaku pada seorang murid laki laki. murid laki laki itu duduk dengan kepala ditundukan. Ia tidak menyentuh kotak makan siangnya sama sekali. Tami merasa ia pernah mengenali murid itu. tiba tiba Lamunannya buyar saat ada 5 orang murid laki laki lain datang menghampiri murid laki laki itu.

‘hya anak ingusan !’ ketus seseorang yang bernama yunho dengan bahasa korea
Seluruh murid yang berada di ruangan itu terdiam dan terpaku pada satu orang yang menundukan kepala.
‘HYA ! APA KAU DENGAR AKU INI SEDANG BERBICARA KEPADAMU ?!’ seseorang yang berambut kecoklatan berkata kasar kepada murid laki laki itu.
‘hya, kau pikir ini lucu ? jangan mentang mentang kau adalah seorang artis kau bisa seenaknya disini !’ jawab seseorang berambut kecoklatan sambil menempelengkan kepala murid laki laki itu. Tanpa basa basi, yunho menyambar minuman ringan yang ada di salah satu meja dan menyiramkannya ke tubuh murid laki laki itu. Murid laki laki itu tidak bergerak sedikitpun. Ia hanya duduk sambil menundukan kepalanya. Tami dan teman temannya merasa iba terhadap murid laki laki itu. Terutama tami. ia sangat kesal dengan sikap geng itu. Lalu ia beranjak dari tempat duduknya. Dan menghalangi murid laki laki itu.

‘hya, apakah kau tau sopan santun ? lihat dia ! apakah kalian tidak kasihan terhadapnya ?!’ ujar tami dengan bahasa korea.
‘hya anak baru. Kau pikir kau ini siapa hah ? lebih baik kau minggir atau ..’ ujar yunho spontan
‘atau kau akan menyiramku dengan minumanmu ? silahkan aku tidak takut ! kau tidak sadar dirimu bagaikan banci yang hanya bisa menghardik yang lemah !’ belum sempat yunho menyelesaikan kata katanya tami sudah menjawab duluan. Yunho terlihat naik darah karena kata kata yang dilontarkan tami.
‘hya..hentikan !’ tegas murid laki laki itu. Suasana menjadi diam sejenak. Lalu Ia berdiri dan berlari menuju tangga. ‘HYAAA TUNGGU !’ ujar tami sambil berlari. Tami berusaha mengejar murid laki laki itu. Ia tidak mengubris yunho dan gengnya. Ia hanya fokus terhadap orang yang ia kejar. Ia ingin tau siapa dia.

:to be continued:

*maaf ancur :p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: